fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot – Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Game ini direview menggunakan PlayStation 4 Pro

Tahun 2015 kita dihibur dengan Dragon Ball Xenoverse, yang fokus kepada cerita baru dari sudut pandang karakter buatan kita sendiri. Tahun 2018 kita diberikan Dragon Ball FighterZ, game fighting yang mengambil cerita dari salah satu arc Dragon Ball Super. Dan tahun ini kita kembali ke kisah legendaris Dragon Ball Z bersama Goku dan kawan-kawan di Dragon Ball Z: Kakarot.

Cha-La Head-Cha-La!

Video pembuka sudah membuat kita nostalgia kepada serial anime nya, dengan lagu opening “Cha-La Head-Cha-La” versi original. Saat memulai game kita akan diperkenalkan dengan tutorial singkat mengenai tombol dan fitur bersama Goku dan anaknya Gohan. Setelah itu cerita langsung mengikuti Dragon Ball Z, dimana Raditz datang ke bumi hendak mengajak Kakarot (nama asli Goku) untuk menguasai Bumi dan planet lainnya. Buat kalian yang sudah pernah membaca manga atau menonton animenya, Dragon Ball Z cukup panjang dan seru ceritanya. Dari kedatangan Raditz dan para Saiyan lainnya ke bumi, lalu berpindah ke planet Namek melawan Frieza. Setelah itu muncul Trunks, para Android, bertarung dengan Cell, dan akhirnya selesai pada arc Majin Buu. Ini semua terdapat di dalam Dragon Ball Z: Kakarot, melalui single-player campaign dengan genre action RPG.

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot - Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Sistem Battle Xenoverse yang diperbaharui

Sesuai judul, Dragon Ball Z: Kakarot mayoritas fokus kepada Goku sebagai karakter utama. Namun seiring jalan cerita kita akan memainkan Piccolo, Gohan, Vegetta dan lainnya secara bergantian. Dengan setting open world yang terbuka sedikit demi sedikit seiring cerita, kita memiliki banyak kegiatan untuk meningkatkan karakter kita. Saat kita berkeliling area akan bertemu dengan musuh secara acak, dan mulai bertarung di lokasi tersebut secara langsung. Jika kalian pernah memainkan Dragon Ball Xenoverse maka akan mengenali sistem battle nya. Kita dapat dengan leluasa menyerang para musuh menggunakan melee dan Ki blast, sambil menunggu cooldown Super Attack. Menggunakan Super Attack memerlukan timing yang tepat, biasanya digunakan setelah combo serangan melee kita sukses mengenai musuh. Super Attack milik Goku dan karakter lainnya berbeda dan khas, membuat tiap battle menjadi seru dan beragam saat kita sedang bertarung. Dan tiap karakter memiliki minimal 2 pilihan Super Attack saat hendak kita gunakan kepada musuh.

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot - Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Serangan tiap musuh pun beragam dan cukup cepat, sehingga tidak dapat kita remehkan. Mereka dapat menyerang, bertahan, mengeluarkan Super Attack, bahkan mengcounter serangan kita. Terkadang kita menghadapi kondisi 1 lawan 7 musuh sekaligus, sehingga kita harus dengan pintar memilih 1-2 musuh yang terlemah untuk kita kalahkan secepatnya, lalu fokus ke sisa musuh agar tidak terkepung. Jika sedang dalam kondisi kita membawa karakter support, maka akan sangat membantu sekali dalam tiap battle. Karakter support akan menyerang musuh secara otomatis, dan fokus kepada musuh yang sedang kita serang. Kita pun dapat mengeluarkan Super Attack karakter support dengan menahan tombol R1 dan memilih Super Attack mana yang ingin digunakan. Saat menang battle kita akan menerima EXP beserta item seperti Z Orbs, item mineral dan lainnya. Seperti game genre RPG lainnya, saat EXP yang kita butuhkan tiap level sudah maksimal, maka Goku dan karakter lainnya akan naik level.

Open World yang cukup besar tapi kurang “berisi”

Open world di Dragon Ball Z: Kakarot dibagi menjadi beberapa area, yang diakses melalui world map. Setiap area memiliki berbagai lokasi, musuh, para NPC, dan terkadang Sub Quest (lambang tanda seru warna biru). Kita dapat mengelilingi area sekitar melalui darat dengan berlari atau udara dengan terbang. Dengan menekan tombol L3 membuat kita lari atau terbang sangat kencang. Selain sangat berguna untuk mengelilingi area dengan cepat, dapat juga digunakan untuk menghindari random battle jika sedang tidak ingin. Kita dapat mengumpulkan Z Orbs gratis di tiap area, berguna untuk membuka dan meningkatkan skill baru di bagian Skill Tree.

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot - Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Beberapa skill hanya dapat dibuka dengan menyelesaikan Training Grounds, yang tersebar di beberapa area tertentu. Meningkatkan skill sangatlah berguna, karena para musuh di story campaign cukup menantang. Bahkan musuh random pun ikut naik level menyesuaikan level kita, jadi setiap melawan mereka kita tidak boleh gegabah dan meremehkan.

Konsep open world ini cukup menarik, tapi setelah main beberapa jam kita akan merasa mulai bosan. Kenapa? Pertama, tidak adanya rotasi waktu siang-malam. Kedua, Sub Quest walau kadang memberikan EXP dan item yang cukup berharga, tapi kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikannya kurang variatif. Sub Quest rata-rata meminta kita untuk mengumpulkan item tertentu, atau menolong seseorang dengan mengalahkan beberapa musuh, lalu kembali ke NPC yang memberikannya. Ketiga adalah setiap kita harus pindah area melalui world map dan hal lainnya harus melewati loading screen yang cukup lama dan berkali-kali.

Setelah tamat Frieza Saga, kita akan memiliki kegiatan tambahan untuk mengumpulkan ketujuh Dragon Ball. Untuk mengetahui lokasi tiap Dragon Ball, di world map akan terdapat ikon bola warna oranye di samping area. Mengumpulkan ketujuh Dragon Ball akan memberikan kita berbagai pilihan permintaan, seperti melawan kembali boss musuh yang sudah pernah kita kalahkan. Atau jika kita kekurangan Z Orbs, Zeni atau item mineral, kita juga dapat memintanya. Setelah kita menggunakan permintaan kita, ketujuh Dragon Ball harus kita kumpulkan kembali. Tapi kita tidak dapat menggunakan permintaan kapan saja, ada cooldown sekitar 20 menit setelah kita menggunakan permintaan sebelum dapat menggunakannya lagi.

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot - Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Makan adalah segalanya

Salah satu fitur yang cukup berguna sebelum kita akan menghadapi setiap battle adalah Cooking dan Eat Meal. Dengan memakan sesuatu akan memberikankan bonus stat sementara kepada karakter kita, memperkuat serangan melee, Ki Blast dan lain-lain. Agar dapat menambah pilihan menu, kita harus mengumpulkan bahan-bahan dari open world. Memancing ikan, menangkap rusa atau serigala, mengambil apel dan telur, membeli resep dan bahan dari NPC adalah berbagai pilihan mengumpulkan bahan. Di sini kita baru merasakan perlunya untuk berkeliling area dan mengerjakan Sub Quest, karena beberapa bahan didapat dari bagian reward. Jadi setiap saat kita akan melanjutkan story campaign, selalu ingat untuk berhenti di rumah Goku atau menemukan perapian untuk memakan sesuatu dahulu.

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot - Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Community Board

Di Dragon Ball Z: Kakarot terdapat fitur bernama Community Board. Kegunaannya adalah untuk meningkatkan berbagai macam stat setiap karakter, dengan memasang Soul Emblem. Soul Emblem didapat dari progres story campaign rata-rata, merupakan koleksi para karakter Dragon Ball Z. Beberapa Soul Emblem tertentu jika ditaruh dengan letak yang pas akan meningkatkan Community Board. Efek stats dari Community Board ini abadi, jadi sangat berguna untuk kita meneruskan dan menyelesaikan story campaign. Community Board terdiri dari 7 bagian: Z Warrior, Cooking, Training, Development, Gods, Adult dan Adventure. Tiap bagian memberikan bonus stats yang berbeda, untuk mempermudah gameplay kita.

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot - Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Kita memainkan anime Dragon Ball Z!

CyberConnect2 bekerjasama dengan Bird Studio benar-benar ingin menceritakan ulang anime Dragon Ball Z ke fans lama dan baru. Banyak sekali cutscene berasal dari serial anime, dan juga yang merupakan cutscene orisinil dari Dragon Ball Z: Kakarot. Grafis dalam game pun sangat diperhatikan, agar kita merasa sedang menonton serial animenya. Beberapa bagia cerita ada yang dibuat cukup detil, yang tidak kita baca atau tonton sebelumnya. Namun ada juga beberapa bagian cerita dari anime nya yang tidak dimunculkan. Mungkin karena keterbatasan waktu mengejar tanggal rilis atau keputusan lainnya dari pihak developer. Terkadang terasa bahwa dialog dan cutscene Dragon Ball Z: Kakarot lebih lama dibanding memainkan gamenya, kalo kita tidak rajin berkeliling open world. Jika kalian merasa dialog terlalu lama, dapat dipercepat dengan menahan tombol Kotak. Untuk cutscene juga dapat kita skip dan tonton nanti-nanti, karena masuk ke Gallery bagian Movie. Sehingga kita dapat menonton ulang adegan favorit Dragon Ball Z kapan saja.

[Review] Dragon Ball Z: Kakarot - Nostalgia Sambil Memainkan Animenya

Kesimpulan

Dragon Ball Z: Kakarot menggabungkan sistem battle Dragon Ball Xenoverse dengan elemen open world RPG, membuat game Dragon Ball terluas dan terlengkap saat ini. Walau banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memperkuat karakter kita, namun tidak wajib dilakukan semua. Sub Quest terasa monoton dan kurang menarik membuat kita tidak terlalu ingin mengerjakan semuanya, cukup fokus ke story campaign saja. Jika ada seri game kelanjutan atau berikutnya yang mirip, semoga lebih banyak konten dan lebih variasi dari yang sekarang. Dalam hal menceritakan ulang Dragon Ball Z sudah cukup bagus dan memuaskan, dan memberikan nostalgia kepada para fans.

Related posts

[Review] One Piece: Pirate Warriors 4 – ONE PIECE!

Bartholomew

CyberConnect2 Resmi Jadi Developer Game Kimetsu no Yaiba di PS4

MongJi

8 Game Adaptasi Anime Wajib Dimainkan Tahun Ini

MongJi