Review Ragnarok: The New World, Ramah F2P atau P2W Berkedok Open World?

Ragnarok: The New World menjadi salah satu rilisan MMORPG mobile yang cukup ramai dibicarakan pada Juli 2026. Game ini membawa nama besar Ragnarok sekaligus menawarkan dunia terbuka, pergantian job dalam satu karakter, perdagangan antarpemain, pertarungan MVP, serta dukungan bermain melalui perangkat mobile dan PC.

Gravity Game Vision resmi membuka layanan Ragnarok: The New World di Asia Tenggara pada 16 Juli 2026. Versi Android telah menembus lebih dari satu juta unduhan dengan puluhan ribu ulasan dalam waktu singkat. Sementara itu, halaman Steam masih mencantumkan jadwal rilis pada Juli 2026 dan belum memiliki ulasan pengguna saat artikel ini ditulis.

Pertanyaan terbesar bukan hanya mengenai kualitas petualangan yang ditawarkan. Pemain juga ingin mengetahui apakah Ragnarok: The New World benar benar dapat dinikmati tanpa mengeluarkan uang, atau justru menjadi MMORPG yang memberikan keunggulan besar kepada pemain dengan pengeluaran tinggi.

Dunia Terbuka Membuat Midgard Terasa Lebih Luas

Ragnarok: The New World mencoba keluar dari struktur peta kecil yang selama ini banyak digunakan game Ragnarok mobile. Pemain mendapatkan area eksplorasi yang lebih luas dengan jalur perjalanan, monster terbuka, lokasi tersembunyi, aktivitas pengumpulan sumber daya, serta pertarungan MVP yang dapat berlangsung di berbagai wilayah.

Secara visual, game ini tampil lebih modern dibandingkan Ragnarok M: Classic dan Ragnarok Origin Classic. Desain karakter tetap mempertahankan gaya cerah khas Ragnarok, tetapi lingkungan dibuat lebih besar dan dipenuhi detail. Animasi skill juga terlihat lebih halus, terutama saat dimainkan melalui PC dengan pengaturan grafis tinggi.

Versi PC menawarkan dukungan hingga 120 FPS, sinkronisasi progres dengan perangkat mobile, serta antarmuka yang telah disesuaikan untuk keyboard dan mouse. Kebutuhan penyimpanannya cukup besar, yaitu sekitar 30 GB untuk versi Steam, dengan rekomendasi memori 16 GB agar permainan berjalan lebih stabil.

Namun, dunia terbuka tersebut belum sepenuhnya memberikan kebebasan seperti MMORPG PC tradisional. Sebagian progres tetap diarahkan oleh daftar misi, aktivitas harian, dungeon terbatas, serta sistem auto battle. Pemain masih sering mengikuti penanda tujuan dan membiarkan karakter menyelesaikan pertarungan secara otomatis.


Delapan Job dan Kebebasan Mengganti Gaya Bermain

Salah satu fitur paling menarik dalam Ragnarok: The New World adalah Job Freedom. Pemain tidak harus membuat banyak karakter hanya untuk mencoba job berbeda. Satu karakter dapat mempelajari beberapa jalur job dan beralih peran sesuai kebutuhan party atau guild.

Saat peluncuran Asia Tenggara, tersedia delapan kelompok job utama. Druid menjadi job baru yang sebelumnya belum pernah hadir dalam Ragnarok mobile. Druid memiliki tiga bentuk, yaitu Werewolf untuk pertarungan jarak dekat, Wereraptor untuk serangan cepat, serta Human Arcanist untuk kemampuan sihir dan pendukung.

Pilihan job yang tersedia meliputi:

  1. Swordsman yang dapat berkembang menjadi Knight
  2. Mage yang dapat berkembang menjadi Wizard
  3. Archer yang dapat berkembang menjadi Hunter
  4. Acolyte yang dapat berkembang menjadi Priest
  5. Thief yang dapat berkembang menjadi Assassin
  6. Merchant yang dapat berkembang menjadi Blacksmith
  7. Gunslinger dengan mekanisme pergantian senjata
  8. Druid dengan tiga bentuk pertarungan

Pergantian job memberikan keleluasaan yang jarang ditemukan pada Ragnarok mobile lain. Seorang pemain dapat menggunakan Mage untuk mencari level, beralih menjadi Priest ketika guild membutuhkan penyembuh, lalu memakai Knight untuk menghadapi serangan bos.

Walau pergantian job tidak membutuhkan karakter baru, kebutuhan peralatan tetap harus diperhatikan. Senjata dan atribut terbaik untuk Mage tentu berbeda dari Knight atau Gunslinger. Pemain F2P yang mencoba meningkatkan terlalu banyak set perlengkapan sekaligus akan kehabisan Zeny dan material refine dengan cepat.

Pertarungan Masih Kental dengan Sistem Auto Battle

Ragnarok: The New World menggunakan pertarungan real time yang menggabungkan kontrol manual dan auto battle. Pemain dapat menentukan target, menghindari serangan area, mengatur urutan skill, serta menyesuaikan posisi ketika menghadapi dungeon atau MVP.

Dalam aktivitas biasa, auto battle bekerja cukup efektif. Sistem ini dapat mencari monster, memakai skill, mengonsumsi item pemulihan, serta meneruskan perburuan ketika pemain tidak memegang perangkat. Sumber daya tertentu juga dapat dikumpulkan melalui progres offline. Fitur tersebut membantu pemain yang tidak dapat menjalankan game sepanjang hari.

Masalahnya, desain tersebut membuat perjalanan level awal terasa terlalu mudah. Karakter bergerak dari satu NPC ke NPC lain, mengambil hadiah, menaikkan level, lalu membuka menu baru dalam tempo cepat. Pemain yang mencari pengalaman grinding manual seperti Ragnarok Online PC mungkin merasa keterlibatannya berkurang.

Situasi berubah ketika memasuki dungeon kelompok, perburuan MVP, PvP, dan aktivitas guild. Kesalahan posisi dapat membuat karakter terkena serangan besar. Priest harus memilih waktu penyembuhan, Knight perlu menjaga arah serangan bos, sedangkan kelas damage harus mengetahui kapan menggunakan skill utama.


Sistem Refine Lebih Aman tetapi Tetap Menguras Sumber Daya

Refine merupakan salah satu sumber kekuatan utama dalam Ragnarok: The New World. Tingkat refine meningkatkan atribut senjata dan perlengkapan, sehingga selisih beberapa level dapat menghasilkan perbedaan serangan yang cukup besar.

Game ini menggunakan sistem refine aman. Kegagalan tidak menghancurkan perlengkapan dan tidak menurunkan level refine yang telah diperoleh. Pemain dapat mengejar tingkat refine hingga +15 tanpa risiko kehilangan senjata utama. Sistem tersebut terasa lebih bersahabat dibandingkan beberapa Ragnarok mobile yang memberikan hukuman besar ketika proses peningkatan gagal.

Akan tetapi, refine aman bukan berarti murah. Setiap percobaan tetap memerlukan Zeny, Oridecon, Elunium, dan material pendukung. Semakin tinggi tingkat refine, semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan. Pemain berbayar dapat membeli atau memperoleh material lebih cepat, sedangkan pemain F2P harus mengumpulkannya melalui aktivitas harian, dungeon, event, dan perdagangan.

Pemain tanpa pengeluaran sebaiknya meningkatkan senjata utama terlebih dahulu. Membagi material ke seluruh bagian perlengkapan sejak awal hanya menghasilkan banyak item dengan peningkatan rendah. Senjata memberikan kenaikan performa paling terasa untuk farming dan menyelesaikan dungeon.

Apakah Ragnarok: The New World Ramah F2P?

Jawabannya bergantung pada tujuan bermain. Untuk menikmati petualangan, menyelesaikan misi, membuka job, mengikuti dungeon, berdagang, mencari kosmetik, serta berkumpul bersama guild, Ragnarok: The New World cukup ramah bagi pemain F2P.

Seluruh aktivitas utama dapat dimasuki tanpa pembelian wajib. Pemain gratis dapat mengikuti MVP, dungeon, PvP, event, dan sistem perdagangan. Perbedaan terbesar berada pada kecepatan pertumbuhan akun, bukan akses terhadap mode permainan.

Beberapa fasilitas yang membantu pemain F2P antara lain:

  1. Reset atribut dan skill gratis
  2. Refine yang tidak menghancurkan perlengkapan
  3. Perolehan sumber daya ketika offline
  4. Hadiah login dan kode penukaran
  5. Dungeon harian dengan hadiah perlengkapan
  6. Sistem kios dan rumah lelang
  7. Tiket pet gratis dari event tertentu
  8. Pergantian job tanpa membuat karakter baru

Merchant memiliki posisi penting dalam ekonomi F2P. Pemain dapat beralih menjadi Merchant, membuka kios, menjual material, lalu kembali menggunakan job tempur. Barang langka juga dapat dipasarkan melalui rumah lelang dengan harga yang mengikuti kondisi server.

Mage, Knight, dan Priest menjadi pilihan yang relatif aman untuk pemain gratis. Mage mempunyai kemampuan area yang kuat, Knight memiliki ketahanan alami, sedangkan Priest tetap dibutuhkan oleh party meski perlengkapannya belum sempurna. Gunslinger dan Druid cenderung lebih mahal karena membutuhkan lebih dari satu jenis senjata atau set perlengkapan.


Sisi P2W Muncul dalam PvP, GvG, Pet, dan Perburuan Peringkat

Walau semua mode dapat diakses tanpa pembayaran, struktur monetisasi Ragnarok: The New World tetap memberikan ruang besar bagi pemain berpengeluaran tinggi. Halaman Steam mencantumkan pembelian dalam game dan pembelian berbasis peluang. Google Play juga memberi keterangan bahwa game memiliki pembelian item acak.

Keunggulan berbayar terlihat ketika pemain mengejar PvP kompetitif, posisi tertinggi dalam guild, peringkat damage MVP, atau pencapaian server. Pemain yang memperoleh material refine, kartu, pet, dan kosmetik beratribut lebih cepat akan memiliki kekuatan lebih tinggi dibandingkan akun F2P dengan waktu bermain serupa.

Pet menjadi salah satu sistem yang perlu diawasi. Pemain memang bisa memperoleh tiket gacha dan pet SR melalui hadiah gratis. Namun, pengejaran pet SSR, material evolusi, serta kombinasi kemampuan terbaik dapat mendorong penggunaan mata uang premium.

Kartu juga menjadi sumber ketimpangan. Beberapa kartu memberikan peningkatan yang sangat bernilai untuk build tertentu. Ketika perolehannya dipengaruhi peluang acak, pemain berbayar memiliki kesempatan melakukan lebih banyak percobaan dibandingkan pemain gratis.

Ragnarok: The New World ramah F2P untuk menikmati isi game, tetapi tidak benar benar setara ketika pemain memasuki persaingan kekuatan tertinggi.

Game ini belum dapat disebut sebagai P2W paling berat pada fase peluncuran. Sistem refine aman, perdagangan, hadiah gratis, serta pergantian job membantu menahan tekanan pembayaran. Namun, fondasi gacha, statistik kosmetik, pet, kartu, dan percepatan progres tetap berpotensi memperlebar jarak akun.

Pendapat YouTuber Game tentang Sistem F2P dan RNG

Penilaian kreator game memperlihatkan dua sisi berbeda. Sebagian melihat Ragnarok: The New World sebagai seri Ragnarok yang lebih fleksibel dan cukup menarik untuk pemain gratis. Sebagian lain memberi peringatan keras terhadap banyaknya sistem berbasis peluang.

King Spade Menyoroti RNG yang Sangat Agresif

King Spade menyebut Ragnarok: The New World memiliki salah satu sistem RNG paling brutal yang pernah ia temui dalam seri ini. Pembahasannya menyoroti refine, peningkatan karakter, atribut kostum, kekhawatiran P2W, serta sistem kartu acak yang berpotensi membuat pemain frustrasi setelah memasuki tahap progres lebih tinggi.

Pendapat tersebut penting karena keunggulan awal game memang terasa bersahabat. Pemain memperoleh banyak hadiah, level meningkat cepat, dan kebutuhan material belum terlalu tinggi. Tekanan monetisasi baru terasa ketika target progres membutuhkan kartu tertentu, refine tinggi, pet unggulan, dan atribut tambahan.

Tara Arts Menunjukkan F2P Masih Dapat Menikmati Permainan

Tara Arts Game Indonesia mencoba memainkan akun CBT tanpa mengeluarkan uang. Judul videonya menegaskan bahwa ia bermain secara F2P dan tetap menikmati aktivitas AFK, pencarian sumber daya, serta perkembangan karakter. Video tersebut menunjukkan bahwa game tidak langsung menghalangi pemain gratis pada fase awal.

Pengalaman itu cukup mewakili pemain kasual yang tidak mengejar papan peringkat. Selama targetnya adalah menjelajah, membangun karakter secara perlahan, dan bermain bersama komunitas, pengeluaran tidak menjadi syarat utama.

InTuiTioNer Gaming dan Xiendong Melihat Potensi Kembali ke RO Lama

InTuiTioNer Gaming menyebut Ragnarok: The New World sebagai game yang telah dinantikan pemain F2P. Sementara itu, Xiendong menilai sistem perdagangan langsung dan suasana dunianya membuat game ini terasa lebih dekat dengan Ragnarok lama. Kedua pandangan tersebut banyak menyoroti ekonomi pemain, kebebasan beraktivitas, dan peluang memperoleh hasil melalui permainan.

Meski demikian, pendapat awal para kreator belum dapat sepenuhnya menggambarkan kondisi server setelah beberapa bulan. Ragnarok: The New World baru diluncurkan di Asia Tenggara pada 16 Juli 2026. Harga barang, persaingan guild, pasokan material, dan kekuatan pemain berbayar masih dapat berubah seiring pembukaan event baru.


Ragnarok: The New World Dibandingkan ROX

Ragnarok X: Next Generation atau ROX sudah dikenal dengan sistem ekonomi pemain, life skill, pertarungan MVP, dungeon kelompok, dan kompetisi guild. Versi terbarunya juga mendukung permainan lintas perangkat, pergantian kelas, perdagangan bebas, serta performa hingga 120 FPS pada PC.

ROX memiliki sistem pengembangan karakter yang lebih padat. Pemain harus mengatur refine, enchant, upgrade, kartu, equipment awakening, shadow equipment, pet, dan berbagai sumber statistik lainnya. Banyaknya jalur peningkatan memberikan target bermain yang panjang, tetapi juga membuka lebih banyak ruang bagi pemain berbayar.

Sejumlah ulasan pemain ROX mengeluhkan selisih besar antara F2P dan pemain dengan pengeluaran tinggi, terutama dalam GvG dan perburuan perlengkapan emas. Ada pula pemain yang masih menilai ROX dapat dinikmati secara gratis untuk PvE dan aktivitas sosial, asalkan tidak menargetkan dominasi PvP.

Ragnarok: The New World terasa lebih ringan pada fase awal. Reset gratis, refine aman, pergantian job, dan progres offline membuat pemain tidak terlalu mudah melakukan kesalahan permanen. Sebaliknya, ROX menawarkan perkembangan karakter yang lebih rumit dan ekonomi yang telah terbentuk lebih lama.

Ragnarok: The New World Dibandingkan ROOC

Ragnarok Origin Classic atau ROOC membawa pendekatan monetisasi yang lebih terbatas. Versi Asia Tenggara resmi dirilis pada 26 Maret 2026 dengan sistem monthly pass. Gravity mempromosikannya sebagai lingkungan bermain yang mengutamakan kemampuan, strategi, serta hasil dari aktivitas dalam game.

ROOC menghapus sejumlah sistem yang dianggap terlalu menekan dari Ragnarok Origin biasa. Materi promosinya menyebut tidak ada pet kelas S, Red Sigil, patung berwarna, serta undian acak sebagai pusat pengembangan karakter. Kartu MVP dan kosmetik dapat diperoleh melalui loot atau aktivitas permainan.

Dari sisi kesetaraan, ROOC lebih mudah direkomendasikan kepada pemain yang menginginkan kompetisi dengan batas pengeluaran lebih jelas. Perbedaan kekuatan masih dapat muncul dari waktu bermain, pengetahuan build, keberuntungan drop, dan akses terhadap monthly pass, tetapi saluran pembelian kekuatannya lebih sedikit.

Ragnarok: The New World unggul dalam luas area, kualitas visual, kebebasan mengganti job, eksplorasi, dan tampilan modern. Kekurangannya, sistem gacha dan pembelian berbasis peluang lebih banyak. Pemain yang mengejar sensasi open world mungkin memilih The New World, sedangkan pemburu PvP yang lebih setara dapat merasa lebih nyaman di ROOC.

Ragnarok: The New World Dibandingkan ROMC

Ragnarok M: Classic atau ROMC menggunakan slogan bahwa Zeny dapat membeli seluruh kebutuhan utama. Game ini dipromosikan sebagai MMORPG dengan satu mata uang, tanpa toko tradisional, serta setiap item dapat diperoleh melalui aktivitas bermain. Fitur lainnya mencakup offline battle gratis, monthly pass seumur hidup, dan refine aman hingga +15.

ROMC terasa lebih dekat dengan pengalaman Ragnarok M: Eternal Love. Peta, sudut kamera, sistem stamina, desain monster, job, serta perkembangan karakternya lebih dikenal oleh pemain lama. Fokusnya berada pada farming, ekonomi Zeny, crafting, kartu, guild, dan pengumpulan perlengkapan.

Walaupun dipasarkan sebagai permainan tanpa jalan pintas P2W, catatan perusahaan Gravity tetap mencantumkan transaksi mikro untuk Ragnarok M: Classic di berbagai wilayah. Sejumlah ulasan pengguna juga menilai event tertentu mulai memberikan keuntungan lebih besar kepada pemain yang melakukan pembayaran. Hal ini menunjukkan bahwa label ramah F2P tetap perlu dinilai dari kondisi server dan kebijakan event yang sedang berjalan.

Ragnarok: The New World terasa lebih segar karena dunia terbuka dan sistem Job Freedom. ROMC lebih cocok untuk pemain yang menyukai farming terarah, ekonomi Zeny, serta struktur Ragnarok M yang sudah dikenal. Dari sisi monetisasi awal, ROMC terlihat lebih terkendali, sedangkan The New World menyediakan lebih banyak saluran percepatan progres.

Pilihan Ragnarok Mobile Berdasarkan Gaya Bermain

Setiap versi memiliki sasaran pemain yang berbeda. Tidak semua pemain membutuhkan kekuatan tertinggi, dan tidak semua pemain menikmati proses perkembangan karakter yang lambat.

  1. Pilih Ragnarok: The New World apabila menginginkan dunia terbuka, visual modern, pergantian job, MVP mount, perdagangan, dan permainan lintas perangkat.
  2. Pilih ROX apabila menyukai sistem pengembangan karakter yang dalam, life skill, ekonomi aktif, kompetisi guild besar, dan target bermain yang panjang.
  3. Pilih ROOC apabila mengutamakan PvP lebih setara, monthly pass, sistem loot, serta jumlah saluran pembayaran yang lebih terbatas.
  4. Pilih ROMC apabila menyukai gaya Ragnarok M: Eternal Love, ekonomi berbasis Zeny, farming, crafting, serta refine aman.

Pemain Ragnarok: The New World yang memilih jalur F2P sebaiknya fokus pada satu job tempur, satu senjata utama, satu pet yang mudah dikembangkan, serta satu jalur penghasilan melalui perdagangan. Mengejar seluruh job, beberapa senjata, banyak pet, dan kosmetik beratribut dalam waktu bersamaan akan membuat perkembangan akun melambat.

Untuk pemain guild yang aktif mengikuti GvG dan perebutan MVP, dukungan Knight, Priest, atau Merchant tetap bernilai meski angka serangannya tidak setinggi akun berbayar. Peran yang tepat, koordinasi party, pengelolaan Zeny, dan pemilihan target peningkatan dapat membuat akun F2P tetap dibutuhkan dalam aktivitas kelompok.

Related posts

Review Suikoden Remaster di Steam, Saat Dua Legenda PS1 Pulang dengan Wajah Baru

Panic Delivery Bikin Kurir Jadi Profesi Paling Rusuh di Game Co Op

Pokemon Decay Review, Fan Game Nostalgia yang Layak Dicoba Pemain Lama