Party Animals itu tipe game yang kelihatannya cuma lucu lucuan, tapi begitu satu ronde jalan, kamu langsung sadar: ini game party yang sengaja dirancang buat bikin orang teriak, ngakak, lalu balas dendam di ronde berikutnya. Kamu main sebagai hewan berbulu yang gerakannya “goyang” karena fisika, terus berantem pakai tangan kosong atau barang apa pun yang kebetulan bisa dipegang. Rasanya seperti kartun yang tiba tiba berubah jadi pertandingan gulat dadakan.
Dikembangkan Recreate Games dan dipublikasikan Source Technology, Party Animals rilis lebih dulu untuk PC dan Xbox pada 20 September 2023, dan kemudian hadir di PS5 pada 23 Januari 2025.
Kenalan dulu: Party Animals itu game apa sih
Kalau kamu pernah melihat klip hewan hewan lucu saling dorong sampai jatuh ke laut atau terpental dari arena, kemungkinan besar itu Party Animals. Secara genre, ini party game sekaligus brawler berbasis fisika: tujuan utamanya bukan menang dengan gaya elegan, tapi menang dengan cara paling konyol yang tetap sah menurut aturan.
Di halaman Steam, Party Animals bahkan menyebut dirinya game untuk “berantem bareng teman sebagai anak anjing, anak kucing, dan makhluk berbulu lainnya”, bisa dimainkan jarak jauh atau ramai ramai pada satu layar.
Yang bikin cepat viral bukan cuma tampilannya yang menggemaskan, tapi kontrasnya. Desain karakternya lembut, namun interaksinya brutal versi slapstick: jatuh, pingsan, diseret, dilempar, lalu bangun lagi buat mengulang dosa yang sama.
Nuansa brawl yang “tipsy” dan sengaja dibuat kacau
The Guardian pernah menggambarkan daya tarik Party Animals sebagai kekacauan fisika yang bikin karakter terlihat seperti petarung “sempoyongan”, dengan senjata konyol seperti crossbow, bat, dan sekop, plus sederet mini game sosial yang tujuannya memang untuk seru seruan.
Itu juga menjelaskan kenapa game ini sering jadi pilihan buat mabar santai: kamu tidak perlu jago mekanik rumit untuk bikin momen lucu, karena fisika dan situasi sudah bekerja sebagai komedian tambahan.
“Buat saya, Party Animals itu seperti tes pertemanan: semakin akrab kalian, semakin tega kalian saling lempar ke jurang, lalu tetap ketawa bareng.”
Gameplay inti: cara berantem, cara menang, dan cara bikin teman dendam
Party Animals pada dasarnya adalah tentang kontrol karakter yang tidak 100 persen patuh, lalu kamu belajar “mengakali” fisika itu. Kamu jalan, lompat, meraih, memukul, dan mencoba memanfaatkan momentum. Kadang kamu merasa sedang mengendalikan karakter. Kadang kamu merasa karaktermu yang mengendalikan kamu.
Fase lucunya muncul saat semua orang berebut posisi. Fase “seriusnya” muncul ketika kamu mulai paham hal hal kecil: kapan harus ngotot dorong, kapan harus mundur, kapan lebih efektif mengangkat lawan daripada memukulnya, dan kapan kamu harus pura pura tidak bersalah sambil menendang orang yang sedang hampir jatuh.
Paham Fisika jadi “senjata” utama, bukan sekadar gimmick
Ada alasan Party Animals terasa berbeda dari game berantem biasa. Di sini, fisika menentukan hasil duel sama besar dengan skill. Contoh paling sederhana: kamu bisa menang bukan karena kombo, tapi karena posisi. Lawan sudah lemah, lalu kamu tinggal dorong sedikit ke jurang, air, rel, atau area bahaya map, dan selesai.
Fisika juga bikin interaksi benda terasa “berat” dan tidak steril. Barang yang kamu ayunkan bisa memantul, lepas, atau malah kena teman sendiri. Di titik ini, Party Animals jadi game yang jujur: kamu menang karena pintar, tapi juga bisa kalah karena konyol.
Senjata dan item: lucu, tapi tetap bikin panik
Beragam senjata slapstick seperti sekop, bat, dan crossbow sering muncul dalam pembahasan game ini, dan memang menjadi sumber momen komedi sekaligus kekacauan.
Yang menarik, senjata bukan selalu “penentu kemenangan”, tapi pengubah tempo. Begitu ada crossbow di arena, semua orang mendadak lebih waspada. Begitu ada barang berat yang bisa diayun, area kecil terasa jauh lebih berbahaya.
Mode permainan: ini bagian yang bikin Party Animals awet
Party Animals tidak mengandalkan satu jenis pertandingan. Dia memecah keseruan ke beberapa mode, sehingga setiap sesi mabar bisa terasa berbeda.
Salah satu review merangkum tiga mode utama yang paling sering jadi pintu masuk pemain: Last Stand, Team Score, dan Arcade, dengan format tim dan tujuan yang berbeda beda.
Last Stand: adu hidup, adu nyali, adu dorong
Last Stand itu mode yang paling “Party Animals banget”. Intinya bertahan hidup sampai akhir. Biasanya formatnya beberapa tim kecil, lalu arena dipenuhi peluang untuk saling menjatuhkan. Menang karena pukulan boleh, tapi menang karena membuat orang terpeleset jauh lebih memuaskan.
Di mode ini, map terasa sangat menentukan. Ada map yang fokusnya dorong ke tepi. Ada yang penuh rintangan. Ada yang membuat pertarungan mendadak berubah jadi permainan posisi, karena satu kesalahan kecil bisa berarti jatuh dan selesai.
Team Score: objektif yang bikin temanmu jadi musuh
Kalau Last Stand itu berantem demi bertahan, Team Score itu berantem sambil menyelesaikan misi. Dalam review yang sama, Team Score digambarkan sebagai pertarungan objektif seperti soccer atau situasi kocak lain yang menuntut koordinasi tim.
Di sinilah Party Animals jadi lebih “kompetitif” tanpa kehilangan sisi lucu. Kamu bisa mengatur peran: siapa yang ganggu lawan, siapa yang pegang objektif, siapa yang jadi tukang lempar orang keluar jalur.
Arcade: berantem cepat, tempo rapat, cocok buat pemanasan
Arcade biasanya jadi opsi saat kamu ingin ronde pendek dan intens. Formatnya lebih to the point: masuk arena, adu dorong, adu pukul, lalu selesai. Dalam beberapa sesi, mode ini terasa seperti “kopi hitam” setelah kamu terlalu banyak tertawa di mode lain.
Yang menyenangkan, mode ini sering melahirkan highlight paling absurd, karena semua orang berdekatan dan ruang gerak sempit.
Mode baru dan konten tambahan: game ini terus ditambahin
Salah satu hal yang bikin Party Animals tetap ramai adalah update konten yang lumayan agresif. Patch notes menunjukkan mereka menambahkan map dan fitur baru, termasuk mode CRISIS beserta map “Factory Crisis” dan role tertentu, juga perkembangan untuk Infection Mode, Photo Mode, serta perbaikan sistem lobby dan chat.
Untuk rilis PS5, ada pengumuman bahwa versi PS5 meluncur bersamaan dengan mode baru “CRISIS”, jadi pemain baru langsung masuk ekosistem konten yang makin besar.
Rasa mainnya: seru untuk party, tapi ada “ilmu” yang bisa dipelajari
Banyak party game hanya kuat di 2 jam pertama, lalu bosan. Party Animals punya trik lain: dia memberi ruang untuk belajar. Kamu bisa tetap ketawa tanpa paham mekanik, tapi kamu juga bisa pelan pelan jadi “jahat secara elegan”.
Misalnya, kamu mulai peka terhadap timing. Kamu belajar kapan meraih itu lebih efektif daripada memukul. Kamu belajar bahwa mengamankan posisi di tepi arena kadang lebih penting daripada mengejar KO. Kamu juga belajar satu pelajaran sosial: jangan percaya temanmu sendiri.
Skill ceiling terasa, tapi tidak mengusir pemain casual
Game ini tetap ramah pemain baru karena fisika membuat semua orang terlihat sama sama konyol. Namun untuk pemain yang rutin, ada keunggulan kecil yang terasa konsisten: cara membaca momentum, cara mengunci posisi, cara memanfaatkan item, dan cara memancing orang lain panik.
Ini yang membuat Party Animals cocok untuk dua tipe mabar: yang cuma ingin lucu lucuan, dan yang diam diam ingin menang terus sambil pura pura “cuma iseng”.
Main bareng: online, satu layar, dan fitur yang mendukung rame rame
Party Animals kuat karena ia paham kebiasaan pemain party game: dimainkan ramai. Di sana fitur yang ditonjolkan mencakup Online PvP, Online Co op, Shared atau Split Screen PvP dan Co op, juga Cross Platform Multiplayer serta Remote Play Together.
Artinya, kamu punya banyak cara untuk bikin satu malam mabar jadi ramai: bisa satu ruangan satu layar, bisa juga jarak jauh. Fleksibilitas ini penting, karena party game tanpa opsi gampang untuk mabar biasanya cepat tenggelam.
Catatan soal akses online di konsol
Di halaman Xbox, Party Animals disebut sebagai game always online, dan untuk online play di konsol membutuhkan langganan Game Pass.
Di PlayStation Store pun ada catatan serupa bahwa game ini always online dan butuh PlayStation Plus untuk online play.
Ini bukan hal aneh untuk game multiplayer modern, tapi tetap penting diketahui supaya ekspektasi sesuai, terutama kalau kamu beli dengan niat utama mabar online.
Konten kosmetik dan progres: lucu lucuan yang bikin betah
Party Animals jelas punya sisi koleksi, mulai dari skin, outfit, sampai item kosmetik lain. Ada Deluxe Edition yang memasukkan base game plus Nemo Bucks dan beberapa outfit serta skin tertentu.
Di Xbox Store juga ada label in game purchases, termasuk random items, jadi kamu bisa menganggap ini sebagai game yang punya ekosistem kosmetik dan event untuk menjaga pemain tetap login.
Dari sisi pengalaman, kosmetik itu bekerja sebagai “hadiah sosial”. Kamu pakai outfit aneh, temanmu ketawa, lalu dia ingin punya juga. Lalu kalian berakhir balapan gaya, bukan sekadar balapan skor.
Event musiman dan update kecil yang terasa signifikan
Yang membuat kosmetik tidak terasa kosong adalah iramanya. Update patch notes memperlihatkan banyak perbaikan dan penambahan fitur kecil seperti peningkatan chat, opsi matchmaking, perbaikan map, serta penyesuaian mekanik di mode tertentu.
Untuk pemain party game, detail seperti ini penting. Bukan karena semua orang membaca patch notes, tapi karena mereka merasakan hasilnya: matchmaking lebih enak, lobby lebih rapi, bug konyol berkurang, dan konten baru muncul cukup sering untuk memancing balik.
Desain map: arena kecil yang isinya jebakan semua
Map di Party Animals bukan cuma latar. Map adalah “wasit” yang diam diam jahat. Banyak arena didesain supaya pertarungan tidak pernah netral: selalu ada tepi, selalu ada rintangan, selalu ada hazard, selalu ada sesuatu yang bisa dipakai untuk menjatuhkan orang.
Dalam mode objektif, map juga mempengaruhi gaya main. Ada map yang membuat tim harus kompak. Ada map yang membuat satu pemain iseng bisa merusak rencana semua orang. Dan justru di situlah komedinya.
Kalau kamu suka party game yang setiap ronde punya cerita kecil sendiri, desain map Party Animals termasuk yang paling rajin memancing drama.
Audio visual: imut, tapi punya “punch”
Secara visual, karakter hewan yang lembut dibuat kontras dengan efek benturan yang memuaskan. Kamu bisa merasa pukulan itu “kena”, walau bentuknya kartun. Ini penting, karena game fisika tanpa feedback biasanya terasa hambar.
Suasana juga terbantu oleh identitas lucu: gerakan, ekspresi, dan situasi sering memunculkan humor tanpa harus dialog panjang. The Guardian menyorot bagaimana game ini memang didorong oleh kekonyolan fisika dan kejadian tak terduga yang bahkan developer tidak selalu rencanakan.
Hal yang paling bikin nagih: momen tak terencana
Party Animals bukan game yang serunya bisa kamu tulis semua di atas kertas. Serunya muncul dari kejadian yang “tidak sengaja” namun terasa jenius: kamu terpeleset, kamu nyangkut, kamu terseret, kamu jatuh tepat di depan musuh, lalu musuh ikut jatuh karena panik sendiri.
Ini alasan kenapa klip Party Animals gampang viral. Satu kejadian lucu bisa terjadi dalam 10 detik, dan semua orang di lobby langsung punya bahan ketawaan sampai ronde berikutnya.
“Ada game yang menangnya bikin bangga. Ada game yang kalahnya bikin ketawa. Party Animals itu yang kedua, tapi entah kenapa kamu tetap pengin menang juga.”
Tips gameplay biar kamu tidak jadi korban terus
Kalau kamu baru mulai, kamu mungkin merasa seperti boneka kain yang dilempar ke arena. Itu normal. Tapi ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat kamu lebih stabil.
Pertama, jangan terlalu fokus memukul. Kadang meraih lalu mendorong lebih cepat menghasilkan eliminasi, apalagi di map yang punya tepi atau bahaya.
Kedua, lihat posisi sebelum ribut. Berantem di tengah arena biasanya lebih aman daripada di pinggir, kecuali kamu memang niat jadi tukang dorong.
Ketiga, jangan terlalu percaya pada “teman”. Di mode tim, koordinasi itu penting, tapi selalu ada satu orang yang refleksnya lebih cepat untuk “menyelamatkan diri” daripada menyelamatkan kamu.
Keempat, anggap item sebagai alat mengubah situasi, bukan jaminan menang. Senjata itu sering jadi pemicu chaos yang bisa balik menyerang kamu.
Kelima, kalau kamu sudah unggul, jangan sok hero. Party Animals sering menghukum pemain yang terlalu percaya diri dengan cara paling memalukan.
Cocok untuk siapa: pemain santai, konten kreator, sampai yang kompetitif diam diam
Party Animals cocok untuk kamu yang cari game mabar yang tidak menuntut latihan panjang untuk bersenang senang. Ia juga cocok untuk konten kreator karena momen lucunya gampang terjadi dan mudah dipotong jadi klip pendek.
Di saat yang sama, ia tetap memberi ruang untuk pemain yang ingin “lebih jago” tanpa membuat pemain santai merasa tersisih. Kombinasi ini jarang, dan itulah kenapa Party Animals terasa pas untuk dibuka kapan saja saat teman teman online.
Kalau kamu mencari game yang bisa berubah dari sesi ketawa ke sesi “kok gue kalah terus ya” dalam satu malam yang sama, Party Animals memang spesialis di situ.