fbpx
GameFever ID
  • Home
  • Review
  • [Kesan Pertama] Legends Of Runeterra – Permulaan yang Mantap
Review

[Kesan Pertama] Legends Of Runeterra – Permulaan yang Mantap

Riot Games belum lama ini memaparkan ke khalayak publik ekspansi besar mereka ke genre di luar MOBA. Salah satu diantaranya adalah game Trading Card Game (TCG) digital yang diberi nama Legends of Runeterra.

Shadowverse, Magic The Gathering Arena, Hearthstone, Gwent adalah judul-judul yang telah membentuk identitas sendiri dan membuat mereka unik serta inovatif. Semua ini saya temukan dalam Legends of Runeterra. Setelah beberapa hari mencoba game-nya, saya melihat bahwa usaha Riot Games memperluas franchise-nya dan tidak sekedar coba-coba. Walaupun masih dalam tahap beta, Legends of Runeterra telah sukses membentuk identitasnya di dunia game TCG digital era sekarang.

Pengaturan Giliran

Legends of Runeterra jelas memiliki beberapa kemiripan dengan judul-judul TCG pendahulunya. Baik dari segi peraturan dan mekanik. Segi unik dari game ini terpusat pada pengaturan giliran. Dalam satu ronde, kedua pemain akan diberikan peran, satu pemain lagi akan menyerang dan satu pemain lainnya akan bertahan.

Pemain yang menyerang (ditandai dengan logo pedang di area bermainnya) diijinkan untuk memanggil unit terlebih dahulu. Lalu diikuti dengan pemain yang bertahan (ditandai dengan logo perisai). Selanjutnya terus sampai pemain yang bertahan pass dan pemain menyerang menentukan urutan serang.

Mulai dari sini saya sudah merasa canggung karena sudah terbiasa dengan format Magic The Gathering yang pengaturan gilirannya lebih kaku.

Setelah beberapa permainan akhirnya terlihat jelas kenapa Riot Games menggunakan mekanik ini. Penentuan giliran serang ini mengijinkan setiap pemain untuk mengatur medan mereka sesuai dengan giliran. Pemain yang menyerang tentu saja mengatur seberapa cepat menyerang. Tapi di saat bersamaan, kedua belah pihak bisa dengan adil mengatur bentuk serangan dan bentuk pertahanan dan semuanya terjadi di dalam satu ronde. Mekanik ini mempercepat jalannya permainan dan juga membuat kedua pemain proaktif serta tidak diam menunggu nasib.

Kartu Dan Deck

Membuat deck sudah jelas jadi highlight dalam permainan TCG dan Riot Games punya beberapa solusi untuk para pemainnya untuk bisa lebih cepat membentuk deck yang mereka inginkan. Ada 3 jenis kartu dalam Legends of Runeterra: Follower (unit biasa yang tidak bisa level up), Champion (unit khusus yang mampu level up, biasanya karakter dari game League of Legends) dan terakhir kartu spell.

Mekanik dan kartu Champion bakal jadi fokus utama dalam proses pembuatan deck dalam game ini. Berbeda dengan Magic yang memusatkan fokus deck ke jenis sumber daya, Legends of Runeterra berpusat pada region. Saat ini baru terdapat 6 region dengan dengan mekanik dan playstyle unik tersendiri.

Shadow Isle sebagai contohnya. Region ini memfokuskan diri di kartu-kartu untuk memanggil follower “Ephemeral” dan hanya biasanya bisa di panggil dengan mudah. Tapi hanya bertahan selama 1 ronde sebelum akhirnya menghilang. Tetapi seperti layaknya Token unit di MTG atau Noxus dengan “Overwhelm” (Trample, kalau di MTG), unit ini mempunyai damage serangan yang mampu menembus pertahanan musuh dan menyerang Nexus.

Variasi ini tentu saja belum besar mengingat gamenya bahkan belum masuk tahap closed beta. Tapi dalam 3 hari sudah cukup banyakvariasi deck-deck unik yang terbentuk.

Microtransaction

Riot Games mengadaptasi sistem yang sedikit lebih baik untuk mendapatkan kartu. Setiap permainan akan menghasil experience point dan koin. Experience Point bisa digunakan untuk weekly progression sedangkan koin kalian pakai untuk membeli Wild Cards. Selain diperole dari permainan, Coin juga bisa dibeli menggunakan uang asli.

Weekly progression akan memberikan kalian pack kartu acak sebagai hadiah selama kita terus bermain dan mengumpukan exp. point. Tidak hanya itu, di akhir minggu kita juga akan mendapatkan 3 chest berisi pack yang kualitasnya bisa terus kita tinggkatkan seiring progress permainan kita.

Semakin sering kita bermain dalam 1 minggu, semakin baik kualitas vault chest yang kita dapat diakhir pekan nanti. Hal ini tetap menghadiahi para pemain hardcore, tetapi disaat bersamaan tidak mengucilkan para pemain kasual.

Presentasi

Packaging terbilang salah satu hal paling integral dalam permainan TCG dan Riot Games berhasil memukau saya dengan artwork-nya yang menawan. Setiap region terlihat unik dan setiap kartu yang terasosiasi dengan region tersebut, tidak melenceng dari tema.

Kartu-kartu Shadow Isle terlihat suram dengan background hitam dan abu-abu. Namun terlihat kontras dengan desain followernya yang kebanyak arwah dan hantu berwarna terang.

Ini semua tercermin di setiap region dan lebih hebatnya lagi, semua kartu tersebut memiliki gambar penuh yang bisa dilihat cukup dengan mengklik logo mata yang ada.

Kualitas dan perhatian ke detil juga tidak hanya terfokus di kartu. Dalam permainaan beberapa kartu berinteraksi dengan satu sama lain. Salah satu kartu Follower Senna, Sentinel of Light akan berinteraksi dengan kartu Lucian saat mereka bertemu dipapan permainan. Komitmen Riot Games untuk memberikan suara dan interaksi ke setiap kartu yang ada membuat setiap permainan terasa hidup.

Setiap kartu Champion yang bisa level up memiliki animasi khusus. Hal ini saja sudah cukup memotivasi saya untuk mencoba banyak deck dan Champion. Saya benar-benar tidak sabar ingin melihat visual efek level up Champion lain saat gamenya keluar nanti.

Penutup

Secara garis besar, saya merasa Legends of Runeterra tidak hanya akan menjadi pesaing berat nama-nama besar seperti MTG Arena atau Heartstone. Mereka juga membawa kualitas tersendiri yang menjadikan game ini unik dan mampu memberikan penggemar potensi playtime yang sangat tinggi berkat mekanik dan variasinya.

Legends of Runeterra juga menjadi pintu masuk untuk para gamer yang belum pernah menyentuh genre ini sama sekali. Kualitas presentasi yang bawa oleh Riot Games harus diacungi jempol. Saya yakin dunia yang sudah lama dibangun oleh Riot Games untuk League of Legends bisa kita lihat melalui perspektif baru melalui Legends of Runeterra tahun depan.

Kelebihan:

  • Presentasi yang Menawan baik Audio maupun Visual.
  • Animasi Level Up yang Sangat Keren.
  • Quick Attack hanya untuk menyerang.
  • Barrier hanya bisa menahan 1 serangan.
  • Spell orb memberikan potensi gameplay dan taktik yang sangat tinggi.
  • Tutorial yang sangat mendetil tapi tidak membosankan.
  • Weekly Progression bikin Grinding jadi berguna.
  • Attack Token berpotensi untuk jadi sumber strategi dan taktik yang bagus.

Kekurangan:

  • Tidak bisa mengatur aturan serang, ini mempengaruhi mekanik “Support”.
  • Hanya bisa menyerang musuh dengan 6 follower saja.
  • Cara menang alternatif yang belum begitu banyak (Hanya 1 Kartu saat ini).
  • Kartu Reversal/Denial yang hanya berpusat di satu Region saja.
  • Penulisan efek yang masih rancu.

Related posts

Riot Games Umumkan Riot Forge, Divisi Game Publisher

clauscj

Garena Tidak Akan Menerbitkan Game-Game Baru Riot Games di Asia Tenggara

MongJi

League of Runeterra, Game Kartu Dari Semesta League of Legends

MongJi

Leave a Comment