GACHIAKUTA The Game mulai mencuri perhatian gamer karena membawa nama besar dari manga dan anime populer karya Kei Urana dengan desain graffiti oleh Hideyoshi Andou. Adaptasi game ini tidak datang sebagai proyek kecil, sebab Com2uS menyiapkannya untuk perangkat besar seperti PlayStation 5, Xbox Series, dan PC melalui Steam. Halaman Steam resminya sudah aktif dengan status segera hadir, sementara tanggal rilis final masih belum diumumkan.
Gachiakuta The Game Bukan Sekadar Adaptasi Anime Biasa
GACHIAKUTA The Game hadir sebagai survival action RPG yang membawa pemain masuk ke dunia penuh sampah, monster, dan pertarungan cepat. Com2uS menyebut game ini sebagai real time action RPG yang membuat dunia anime Gachiakuta tampil penuh dalam format 3D.
Game ini berpusat pada Rudo, anak dari kawasan kumuh yang hidup dengan mengambil barang dari tumpukan sampah. Hidupnya berubah kacau setelah ia dituduh melakukan kejahatan yang tidak ia lakukan, lalu dibuang ke The Pit, wilayah berbahaya yang menjadi tempat pembuangan benda serta manusia yang disingkirkan.
Di area bawah itulah Rudo bertemu Enjin, salah satu Cleaner yang membuka jalan baru bagi perjalanan sang tokoh utama. Kekuatan Rudo tidak sekadar dipakai untuk menyerang, tetapi terhubung dengan benda buangan yang punya nilai khusus. Hal ini membuat game Gachiakuta terasa punya bahan kuat untuk sistem pertarungan yang khas.

Cerita Kelam Rudo Jadi Dasar Permainan
Sebelum masuk ke bagian gameplay, penting melihat alasan Gachiakuta cocok dijadikan game action RPG. Ceritanya punya dunia yang kasar, karakter dengan senjata unik, serta pertarungan melawan Trash Beasts yang secara visual sudah kuat sejak versi manga dan anime.
Rudo dikenal sebagai karakter yang hidup di tengah tekanan sosial dan ketidakadilan. Ia bukan pahlawan bersih dengan jalan mulus, melainkan sosok yang bertarung dari dasar dunia. Inilah yang membuat perjalanan di The Pit terasa cocok untuk game berbasis misi, eksplorasi area bahaya, dan pengumpulan barang.
Com2uS menggambarkan pemain akan masuk ke zona berpolusi, menghadapi Trash Beasts, melawan outlaws, mengamankan benda berharga, lalu kembali ke markas Cleaner. Pola ini memberi kesan bahwa game Gachiakuta akan menekankan aksi masuk area, bertahan, mengambil hasil, lalu pulang dengan selamat.
“Gachiakuta punya bahan yang pas untuk game action RPG karena setiap karakter terasa punya gaya bertarung sendiri, bukan hanya beda tampilan.”
Sistem Pertarungan Cepat Jadi Daya Tarik Utama
GACHIAKUTA The Game semakin ramai dibicarakan setelah Com2uS merilis trailer combat untuk beberapa karakter. Video tersebut menampilkan Enjin, Riyo, Rudo, dan Zanka sebagai karakter yang diperlihatkan dalam pertarungan cepat dengan gaya masing masing.
Dari informasi resmi yang beredar, game ini tidak mengarah pada pertarungan lambat. Fokusnya ada pada aksi real time, pergerakan cepat, dan penggunaan senjata unik yang mengikuti ciri karakter anime. Hal ini penting karena Gachiakuta sendiri dikenal punya gaya visual tajam dan energi liar saat pertarungan berlangsung.
Rudo kemungkinan menjadi pusat permainan karena ia adalah tokoh utama dan punya kemampuan mengubah nilai benda buangan menjadi kekuatan. Enjin punya aura petarung senior yang lebih tenang, Riyo dikenal lincah, sementara Zanka punya gaya tempur yang lebih terarah. Empat nama ini membuat fans punya gambaran awal tentang variasi karakter.
Dunia The Pit Dibuat Penuh Ancaman
Salah satu bagian paling menarik dari Gachiakuta adalah The Pit. Tempat ini bukan sekadar lokasi gelap, tetapi ruang luas yang dipenuhi benda rusak, makhluk buas, dan orang berbahaya. Dalam versi game, area ini menjadi tempat pemain menjalankan misi berbahaya.
Steam menjelaskan bahwa zona berpolusi dan No Man’s Land di The Pit dipenuhi Trash Beasts, outlaws, serta benda buangan. Pemain diminta masuk ke area rawan, mengalahkan musuh, mengamankan objek bernilai, lalu pulang ke markas.
Konsep seperti ini memberi ruang besar untuk eksplorasi. Pemain tidak hanya memukul monster, tetapi juga mencari objek yang dapat menunjang perkembangan karakter. Setiap barang yang dibawa pulang disebut bisa berperan dalam pertumbuhan karakter dan perluasan gaya bertarung.

Markas Cleaner Punya Peran Penting
Game Gachiakuta tidak hanya menjual pertarungan di luar markas. Steam juga menyebut adanya Cleaners Headquarters yang dapat dikembangkan memakai objek hasil misi. Markas ini bisa diperluas untuk membuka fitur baru dan menjadi tempat aman dari ancaman outlaws.
Fitur ini membuat game terasa lebih padat. Setelah keluar dari zona berbahaya, pemain tidak hanya menerima hadiah, tetapi juga memakai hasil temuan untuk membangun fasilitas. Dengan begitu, perjalanan di The Pit punya alasan lebih kuat karena barang yang ditemukan dapat memberi fungsi lebih jauh.
Selain itu, ada interaksi keseharian dengan sesama Cleaner. Bagian ini bisa menjadi jeda dari pertarungan cepat, sekaligus memberi ruang bagi karakter seperti Enjin, Riyo, dan Zanka untuk tampil lebih dekat dengan pemain.
Spesifikasi Bermain GACHIAKUTA The Game
Informasi spesifikasi resmi untuk versi PC sudah muncul di halaman Steam. Namun, ada catatan penting pada bagian memori, karena Steam saat ini menampilkan 16 MB RAM untuk minimum dan rekomendasi, angka yang tampak janggal untuk game 3D modern. Agar aman, pemain sebaiknya menunggu pembaruan resmi sambil melihat kebutuhan prosesor dan kartu grafis yang sudah tercantum.
| Komponen | Minimum | Rekomendasi |
|---|---|---|
| Sistem operasi | Windows 10 64 bit | Windows 10 64 bit |
| Prosesor | Intel Core i5 8400 atau AMD Ryzen 5 1600 | Intel Core i7 9700 atau AMD Ryzen 5 5500 |
| Memori | Tercantum 16 MB RAM di Steam, kemungkinan perlu pembaruan info resmi | Tercantum 16 MB RAM di Steam, kemungkinan perlu pembaruan info resmi |
| Kartu grafis | NVIDIA GeForce GTX 1060 atau AMD Radeon RX 580 | NVIDIA GeForce RTX 2060 atau AMD Radeon RX 5700 |
| DirectX | Version 11 | Version 11 |
| Koneksi | Broadband Internet connection | Broadband Internet connection |
| Platform PC | Steam | Steam |
| Status rilis | Segera hadir | Segera hadir |
Dari tabel tersebut, kebutuhan kartu grafis minimum terlihat masih cukup ramah untuk banyak PC gaming kelas menengah. GTX 1060 dan RX 580 masih sering dijadikan patokan untuk game 3D dengan visual cel shaded. Untuk pengalaman lebih nyaman, RTX 2060 atau RX 5700 menjadi acuan yang lebih aman.

Platform Rilis Menyasar Konsol dan PC
GACHIAKUTA The Game sudah dipastikan disiapkan untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan PC melalui Steam. Gematsu dan halaman Steam sama sama mencatat bahwa tanggal rilis belum diumumkan.
Pilihan platform ini memberi sinyal bahwa Com2uS ingin membawa Gachiakuta ke pasar global, bukan hanya ke perangkat mobile. Keputusan menaruhnya di konsol generasi baru juga masuk akal karena visual 3D, pertarungan real time, dan fitur online membutuhkan performa stabil.
Kehadiran di Steam juga menjadi kabar baik bagi gamer PC. Halaman resminya sudah bisa dipakai untuk wishlist, sehingga pemain dapat menerima pemberitahuan ketika game tersedia. Steam juga menampilkan dukungan bahasa Indonesia pada antarmuka dan subtitle, meski audio penuh tercatat untuk bahasa Jepang.
Fitur Co Op Real Time Bikin Permainan Lebih Hidup
Salah satu informasi yang cukup menarik adalah dukungan real time co op play. Fitur ini tercantum dalam halaman Steam, bersamaan dengan elemen eksplorasi graffiti tersembunyi di The Pit.
Mode kerja sama real time bisa menjadi salah satu alasan game ini ramai dimainkan, terutama bila Com2uS mampu membuat komposisi karakter terasa penting. Bayangkan satu pemain memakai Rudo untuk serangan agresif, pemain lain memakai Enjin sebagai penyeimbang, lalu karakter lain membantu mengontrol musuh.
Game adaptasi anime sering dikritik karena terlalu mengandalkan nama besar. Namun, bila co op ini digarap rapi, Gachiakuta The Game bisa punya umur main yang lebih panjang. Pemain tidak hanya datang karena suka anime, tetapi juga karena menikmati perburuan misi bersama teman.
Fakta Terbaru Game Gachiakuta
Sebelum rilis, ada beberapa fakta terbaru yang membuat GACHIAKUTA The Game makin menarik diikuti.
Pertama, game ini dikembangkan dan diterbitkan oleh Com2uS, perusahaan yang sebelumnya dikenal lewat berbagai judul global.
Kedua, game ini memakai genre survival action RPG, bukan arena fighter biasa. Hal ini penting karena banyak game anime cenderung memilih format pertarungan satu lawan satu, sedangkan Gachiakuta memilih jalur eksplorasi, misi, markas, dan pengembangan karakter.
Ketiga, trailer combat terbaru menampilkan empat karakter, yaitu Enjin, Riyo, Rudo, dan Zanka. Trailer itu memberi gambaran bahwa tiap karakter dirancang dengan gaya bertarung berbeda.
Keempat, halaman Steam mencatat fitur single player, multiplayer, cross platform multiplayer, dan family sharing. Ini menunjukkan game tidak hanya diarahkan untuk pengalaman solo, tetapi juga punya komponen online.
Kelima, game ini hadir saat popularitas anime Gachiakuta masih kuat. Kampanye resmi Gachiakuta World Takeover mencatat anime tayang mulai 6 Juli 2025 dan musim kedua sudah dikonfirmasi.

Jejak Anime dan Manga Membuat Gamenya Punya Modal Besar
Game ini tidak berdiri di ruang kosong. Gachiakuta berasal dari manga yang dimulai di Weekly Shonen Magazine pada Februari 2022, dengan Kei Urana sebagai kreator dan Hideyoshi Andou sebagai desainer graffiti. Com2uS juga menyebut anime ini tayang pada 2025 dan musim kedua telah dikonfirmasi.
Kekuatan utama Gachiakuta ada pada karakter, desain dunia, dan gaya graffiti yang memberi identitas kuat. Dalam game, identitas visual seperti ini penting karena pemain butuh sesuatu yang mudah diingat. The Pit, Cleaners, Trash Beasts, dan benda buangan bernilai khusus dapat menjadi ciri yang membedakan Gachiakuta dari action RPG anime lain.
Anime resminya juga menampilkan banyak karakter dari kelompok Cleaner dan lawan seperti The Raiders. Situs resmi mencantumkan nama seperti Rudo, Enjin, Zanka, Riyo, Tamsy, Delmon, Zodyl, Jabber, dan beberapa karakter lain.
Visual Cel Shaded Bisa Jadi Senjata Kuat
Steam menjelaskan bahwa game ini membawa dunia Gachiakuta dengan high quality cel shaded graphics. Gaya ini cocok untuk adaptasi anime karena mempertahankan rasa gambar dua dimensi, tetapi tetap memberi kedalaman ruang 3D.
Cel shaded juga penting untuk menjaga warna graffiti dan desain karakter tetap menonjol. Gachiakuta bukan seri yang tampil polos. Dunia ini punya tekstur kotor, garis tajam, dan suasana jalanan yang kuat. Bila game mampu menjaga kualitas visual seperti trailer, bagian ini dapat menjadi daya tarik besar.
The Pit juga bisa menjadi arena yang kaya detail. Sampah, reruntuhan, graffiti tersembunyi, serta markas Cleaner dapat membuat pemain merasa sedang masuk ke dunia Gachiakuta, bukan hanya memainkan skin anime di game action biasa.
Harapan Gamer Menjelang Rilis
Walau tanggal rilis belum diumumkan, status segera hadir di Steam membuat pembahasan GACHIAKUTA The Game makin ramai. Gamer kini menunggu beberapa hal penting, terutama kepastian tanggal, harga, sistem monetisasi, jumlah karakter awal, dan seperti apa struktur misi yang akan dipakai.

Pertanyaan lain juga muncul seputar kualitas online. Karena game ini mendukung multiplayer dan cross platform multiplayer, stabilitas server akan menjadi faktor besar. Game action real time tidak boleh terasa berat saat pemain menjalankan misi bersama.
“Game anime yang bagus bukan cuma perlu fan service, tetapi juga kontrol enak, karakter terasa beda, dan alasan kuat untuk kembali main.”
Posisi Gachiakuta di Tengah Ramainya Game Anime
Pasar game anime semakin padat, tetapi GACHIAKUTA The Game punya posisi yang cukup segar. Alih alih hanya mengandalkan duel antar karakter, game ini membawa formula survival action RPG dengan eksplorasi zona bahaya, pengumpulan barang, pengembangan markas, dan co op real time.
Keputusan Com2uS mengambil IP ini juga terasa menarik karena Gachiakuta punya gaya visual yang tidak terlalu umum. Seri ini tidak hanya menjual karakter keren, tetapi juga dunia kasar dengan tema benda buangan, nilai personal, dan pertarungan yang lahir dari hubungan karakter dengan objek tertentu.
Bila semua elemen itu tersampaikan dengan baik, GACHIAKUTA The Game bisa menjadi salah satu adaptasi anime yang paling diperhatikan ketika rilis nanti. Untuk saat ini, pemain hanya perlu mencatat bahwa gamenya sudah resmi, platformnya sudah jelas, trailer combat sudah hadir, dan halaman Steam sudah siap untuk wishlist.

