Kedatangan Jonard Cedrix “Demonkite” Caranto ke RRQ Hoshi langsung menjadi salah satu pergerakan pemain paling menarik menjelang MPL Indonesia Season 18. RRQ tidak sekadar mendatangkan jungler asal Filipina, tetapi merekrut pemain yang baru saja merasakan gelar juara dunia bersama Aurora Gaming PH di M7 World Championship.
Namun, ada satu detail penting yang sempat luput dari perhatian sebagian penggemar. Demonkite tidak meninggalkan Aurora Gaming melalui transfer permanen. Ia bergabung dengan RRQ Hoshi menggunakan skema pinjaman atau loan untuk MPL Indonesia Season 18.
Aurora Gaming mengonfirmasi bahwa Demonkite memulai perjalanan baru bersama RRQ dengan status pinjaman. Pengumuman tersebut memperjelas bahwa kontrak utama sang pemain masih berada di bawah Aurora Gaming PH. Setelah periode peminjaman selesai, Demonkite secara kontraktual dapat kembali ke Aurora, memperpanjang masa pinjaman, atau menjalani negosiasi transfer permanen apabila seluruh pihak mencapai kesepakatan.
Kondisi ini membuat kedatangan Demonkite berbeda dari perekrutan pemain biasa. RRQ mendapatkan akses terhadap jungler kelas dunia tanpa harus langsung mengambil seluruh hak kontraknya, sedangkan Aurora tetap mempunyai kendali atas salah satu pemain terpenting dalam skuad mereka.
Demonkite Datang sebagai Juara Dunia, Bukan Pemain Percobaan
Status pinjaman tidak mengurangi kualitas yang dibawa Demonkite ke RRQ Hoshi. Pemain asal Filipina tersebut datang dengan pengalaman panjang di tingkat domestik dan internasional. Ia pernah membela RSG Philippines, RSG Malaysia, lalu menjadi bagian penting dari Aurora Gaming PH.
Pencapaian terbesarnya datang pada 25 Januari 2026 ketika Aurora Gaming PH menundukkan Alter Ego dengan skor telak 4 lawan 0 dalam grand final M7 World Championship di Jakarta. Hasil tersebut menjadikan Aurora sebagai juara dunia MLBB, sementara Demonkite menambah trofi M Series ke dalam koleksi prestasinya.
Rekam Jejak Demonkite Membuat RRQ Tidak Perlu Menebak
Demonkite bukan pemain yang harus membuktikan kemampuan dasarnya dari awal. Namanya mulai dikenal ketika memperkuat RSG Philippines dan memenangkan MPL Philippines Season 9. Ia kemudian membawa RSG PH menjuarai MSC 2022 setelah mengalahkan RRQ Hoshi di pertandingan final.
Perjalanan tersebut terasa unik karena beberapa tahun setelah mengalahkan RRQ dalam perebutan gelar internasional, Demonkite justru mengenakan seragam organisasi yang pernah menjadi lawannya. Catatan satu gelar MPL, satu gelar MSC, dan satu gelar M Series menempatkannya dalam kelompok jungler dengan koleksi trofi paling lengkap di skena kompetitif MLBB.
Kemampuan Demonkite juga tidak hanya terbatas pada hero assassin. Selama M7, ia mampu memainkan jungler utilitas seperti Fredrinn dan Akai, tetapi tetap berbahaya ketika menggunakan hero dengan kebutuhan mekanik tinggi. Fleksibilitas seperti ini sangat penting karena pemilihan jungler semakin bergantung pada kebutuhan draft.
Pada semifinal upper bracket M7 melawan Selangor Red Giants, Demonkite memainkan Fredrinn dan Akai ketika Aurora membalikkan keadaan untuk menang 3 lawan 2. Permainannya membantu Aurora mengamankan objektif serta membuka ruang bagi Edward dan Domengkite untuk menyerang lini belakang lawan.
RRQ Mendapat Solusi Instan di Posisi Jungle
RRQ Hoshi menjalani perubahan besar setelah gagal mempertahankan kestabilan performa pada musim sebelumnya. Kehadiran Demonkite memberi pilihan baru di posisi jungle, terutama ketika tim membutuhkan pemain yang sudah terbiasa menghadapi tekanan pertandingan internasional.
Demonkite dikenal berani mengambil keputusan dalam perebutan Turtle dan Lord. Ia juga mempunyai pengalaman bermain dengan komposisi agresif serta komposisi yang mengutamakan kontrol area. Kemampuan tersebut memberi staf pelatih RRQ lebih banyak pilihan saat menentukan arah draft.
Pada saat bersamaan, Sutsujin dipersiapkan untuk menempati Gold Lane. Perubahan posisi ini membuat Demonkite mempunyai jalur lebih terbuka untuk menjadi jungler utama RRQ, sedangkan Sutsujin dapat memanfaatkan mekaniknya sebagai sumber serangan dari sisi lain. Profil roster terbaru juga mencatat Sutsujin sebagai Gold Laner RRQ Hoshi.
Apa Arti Status Loan dalam Esports MLBB?
Sebelum membahas pemain lain, status loan perlu dipahami secara tepat. Dalam skema ini, seorang pemain bertanding untuk organisasi lain selama periode tertentu, tetapi kontrak utamanya masih dimiliki tim asal.
Durasi pinjaman dapat berlangsung selama satu turnamen, satu musim liga, atau lebih panjang sesuai kesepakatan. Kesepakatan tersebut bisa mencakup pembagian gaji, biaya peminjaman, hak penggunaan pemain, batas keikutsertaan dalam turnamen tertentu, hingga pilihan pembelian permanen.
Loan Berbeda dengan Transfer Permanen
Pada transfer permanen, hak kontrak pemain berpindah kepada organisasi baru. Tim lama tidak lagi mempunyai kendali langsung setelah seluruh persyaratan transfer diselesaikan.
Pada skema pinjaman, pemain hanya memperoleh izin untuk membela tim lain. Tim pemilik kontrak tetap mempunyai posisi penting ketika masa pinjaman selesai. Pemain dapat diminta kembali, dipinjamkan ke organisasi berbeda, atau dijual setelah muncul tawaran baru.
Definisi umum loan dalam esports menjelaskan bahwa pemain bertanding sementara untuk tim lain tanpa memutus hubungan kontrak dengan organisasi asal. Masa tersebut dapat berlangsung beberapa minggu, satu musim, bahkan beberapa musim apabila kontraknya diperpanjang.
Bagi RRQ, skema ini menurunkan risiko saat merekrut pemain asing. Organisasi dapat melihat kemampuan Demonkite beradaptasi dengan komunikasi tim, lingkungan MPL Indonesia, serta sistem latihan RRQ sebelum membicarakan kerja sama yang lebih panjang.
Bagi Aurora, keputusan meminjamkan Demonkite dapat menjaga nilai kontraknya. Aurora tidak kehilangan sang jungler secara permanen, tetapi tetap memberi kesempatan kepadanya memperoleh pengalaman baru di liga yang mempunyai jumlah penonton sangat besar.
Daftar Pemain MLBB yang Pernah atau Masih Berstatus Loan
Skema pinjaman bukan hal baru dalam kompetisi MLBB. Praktik ini sudah ditemukan di MPL Indonesia, MPL Philippines, MPL Malaysia, MPL Singapore, MDL, serta sejumlah turnamen internasional.
Daftar berikut berisi pemain yang status pinjamannya pernah diumumkan oleh tim, liga, atau media esports. Beberapa masa pinjaman masih berjalan pada 2026, sedangkan sebagian lainnya telah selesai.
1. Demonkite, Aurora Gaming PH ke RRQ Hoshi
Demonkite menjadi nama terbaru dalam daftar loan player MLBB. Aurora Gaming PH meminjamkannya kepada RRQ Hoshi untuk MPL Indonesia Season 18.
Kepindahan ini sangat mencolok karena Demonkite berangkat hanya beberapa bulan setelah Aurora menjuarai M7. Ia bukan pemain cadangan yang kesulitan mendapatkan menit bermain, tetapi jungler utama dari tim juara dunia.
RRQ dapat langsung memakai pemain berpengalaman tanpa menyelesaikan pembelian permanen. Aurora, di sisi lain, masih mempertahankan hubungan kontrak dengan Demonkite.
2. Faviannn, Team Liquid ID ke AC Esports
Favian “Faviannn” Putra dipinjamkan Team Liquid ID kepada AC Esports untuk berlaga di MPL Malaysia Season 17. Pemain muda Indonesia tersebut mengisi posisi jungler dan memperoleh kesempatan bertanding di luar MPL Indonesia.
Pengumuman AC Esports menyebutkan bahwa Faviannn bergabung dengan status pinjaman. Langkah itu memberinya ruang bermain yang lebih besar setelah persaingan posisi di Team Liquid ID semakin ketat.
Kasus Faviannn memperlihatkan fungsi loan sebagai jalur pengembangan pemain. Tim pemilik kontrak tidak harus melepas aset mudanya, sementara pemain tetap memperoleh pengalaman kompetitif.
3. Pheww, Team Falcons PH ke EVOS
Angelo “Pheww” Arcangel bergabung dengan EVOS untuk MPL Indonesia Season 17 melalui skema pinjaman dari Team Falcons PH. Perekrutan ini membawa salah satu pemain paling berpengalaman dalam sejarah MPL Philippines ke Indonesia.
Team Falcons PH menyatakan bahwa Pheww dipinjamkan kepada EVOS setelah posisinya dalam roster utama digantikan Hadji. Bersama EVOS, Pheww bermain sebagai Mid Laner dan membantu tim mencapai babak playoff MPL Indonesia Season 17.
Masa kerja sama Pheww dan EVOS berakhir pada Juli 2026. Ia meninggalkan tim setelah menjalani satu musim, sehingga kasus ini menjadi contoh loan dengan periode yang jelas dan tidak langsung berubah menjadi transfer permanen.
4. Luke, Bigetron by Vitality ke EVOS
Luke Febrian Valentinus juga menjadi bagian dari skuad EVOS pada MPL Indonesia Season 17. EXP Laner tersebut datang dengan status pinjaman dari Bigetron by Vitality.
Kehadiran Luke memberikan EVOS pemain berpengalaman yang sebelumnya pernah membela Geek Fam dan Bigetron. Ia mendapat tempat dalam roster utama tanpa harus dipindahkan secara permanen.
Setelah masa pinjamannya selesai, Luke kembali ke Bigetron menjelang MPL Indonesia Season 18. Kepulangannya menegaskan bahwa kepemilikan kontrak tetap berada pada Bigetron selama ia memperkuat EVOS.
5. Aeronnshikii, Team Liquid ID ke Team Liquid PH dan AC Esports
Sultan “Aeronnshikii” Muhammad sempat diumumkan sebagai pemain pinjaman Team Liquid PH menjelang MPL Philippines Season 17. Ia diproyeksikan menggantikan Oheb dan menjadi pemain Indonesia kedua yang masuk roster MPL Philippines.
Kendala kelayakan membuat rencana debutnya tidak berjalan sesuai rencana. Aeronnshikii kemudian bergabung dengan AC Esports untuk MPL Malaysia melalui skema pinjaman dalam jaringan kompetitif Team Liquid.
Perjalanan Aeronnshikii menunjukkan bahwa pemain pinjaman dapat berpindah tujuan ketika terdapat masalah administrasi atau kebutuhan roster. Kontrak utamanya tetap menjadi dasar dari setiap perpindahan.
6. Gojes, Selangor Red Giants ke Team Vamos
Zareef “Gojes” Ilman dipinjamkan Selangor Red Giants kepada Team Vamos untuk MPL Malaysia Season 16. Pengumuman tersebut disampaikan secara terbuka oleh tim asalnya sebelum kompetisi dimulai.
Gojes memperoleh kesempatan bermain di roster berbeda tanpa benar benar memutus hubungan dengan Selangor Red Giants.
Kasus ini juga memperlihatkan bahwa loan tidak selalu terjadi antarnegara. Dua tim dari liga yang sama dapat membuat kesepakatan selama regulasi kompetisi mengizinkan.
7. Nnael, ONIC Prodigy ke Geek Fam
Manuel “Nnael” Simbolon pernah memperkuat Geek Fam dengan status pinjaman dari ONIC Prodigy. Ia menjadi jungler Geek Fam dalam perjalanan menuju M5 World Championship.
Nnael merupakan salah satu contoh keberhasilan pemain akademi yang memperoleh panggung besar melalui skema pinjaman. Ia tidak hanya mendapatkan kesempatan di MPL Indonesia, tetapi juga tampil bersama Geek Fam di kejuaraan dunia M5.
Bagi ONIC, peminjaman Nnael memberi pemain mudanya pengalaman tingkat tinggi. Bagi Geek Fam, skema tersebut memberikan solusi untuk posisi jungle tanpa harus menunggu proses transfer panjang.
8. Benthings, TNC ke Aurora Gaming PH
Ben Seloe “Benthings” Maglaque sempat bermain untuk Aurora Gaming PH dengan status pinjaman dari TNC. Ia memperkuat Aurora pada MPL Philippines Season 14 sebelum kerja sama tersebut berakhir.
Manajemen Aurora kemudian mengungkap bahwa terdapat persoalan dalam kesepakatan pinjaman, sehingga Benthings tidak melanjutkan perjalanan bersama tim.
Kasus Benthings menunjukkan bahwa kesepakatan loan tetap memiliki risiko. Persyaratan antara dua organisasi harus dirancang dengan jelas, terutama terkait durasi, kewajiban finansial, hak bermain, dan opsi perpanjangan.
9. Hadess, Geek Fam Indonesia ke Blacklist International
Jaymark “Hadess” Lazaro pernah bergabung dengan Blacklist International sebagai jungler pinjaman dari Geek Fam Indonesia pada MPL Philippines Season 12.
Ia harus bersaing dengan beberapa jungler lain di Blacklist, sehingga jumlah kesempatan bermainnya tidak selalu konsisten. Setelah masa pinjamannya berakhir, Hadess melanjutkan karier ke Team Flash Singapore.
Perjalanannya memperlihatkan bahwa loan tidak otomatis menjamin posisi inti. Pemain tetap harus memenangkan persaingan internal dan menyesuaikan diri dengan sistem tim baru.
10. Lolsie, RSG Singapore ke Team Flash
Bellamy “Lolsie” Yeov bergabung dengan Team Flash Singapore sebagai pemain pinjaman dari RSG Singapore pada MPL Singapore Season 6.
Ia menjadi bagian penting dari roster Team Flash yang tampil kuat sepanjang musim. Status pinjaman tersebut juga menunjukkan bahwa organisasi dapat memperkuat skuad dengan mengambil pemain berpengalaman dari rival domestik.
Skema seperti ini biasanya membutuhkan aturan tambahan agar tidak menimbulkan persoalan ketika tim pemilik dan tim peminjam saling berhadapan.
11. Barbossa, Bigetron ke HomeBois
Arya “Barbossa” Nazhari menjalani masa pinjaman di HomeBois dari Bigetron. Masa kerjanya bahkan sempat diperpanjang ketika HomeBois mempersiapkan roster MPL Malaysia Season 12.
Barbossa membantu HomeBois mendapatkan pemain Indonesia dengan pengalaman kompetitif, sedangkan Bigetron tetap menjaga hubungan kontraknya.
Setelah menunjukkan kecocokan, status beberapa pemain pinjaman dapat berubah melalui negosiasi baru. Namun, perubahan tersebut tetap memerlukan persetujuan antara organisasi asal, organisasi tujuan, dan pemain.
12. Raizel, Alter Ego ke HomeBois
Wahyu “Raizel” Saputra juga bergabung dengan HomeBois pada MPL Malaysia Season 12 melalui status pinjaman dari Alter Ego.
Raizel datang sebagai pemain yang telah merasakan kompetisi MDL Indonesia. HomeBois menggunakannya untuk menambah pilihan di Gold Lane sekaligus memenuhi kebutuhan roster menghadapi persaingan MPL Malaysia.
Peminjaman Raizel menjadi bagian dari gelombang pemain Indonesia yang mencari kesempatan bermain di Malaysia. Bagi pemain muda, pengalaman lintas liga dapat memperluas pemahaman terhadap gaya draft dan komunikasi tim.
13. Maxx dan Matt, Bigetron Beta ke Team Secret
Maxwell “Maxx” Alessandro dan Matthew “Matt” Geraldo pernah dipinjamkan Bigetron Beta kepada Team Secret untuk menghadapi MPL Malaysia Season 12.
Keduanya menjadi bagian dari langkah Team Secret memperbaiki roster setelah kesulitan pada musim sebelumnya. Kehadiran dua pemain Indonesia tersebut memberi tim tambahan kekuatan mekanik serta pengalaman dari ekosistem MDL.
Peminjaman dua pemain sekaligus dapat membantu proses adaptasi karena mereka sudah mengenal gaya komunikasi satu sama lain. Namun, tim peminjam tetap harus menyatukan mereka dengan pemain lokal.
14. Lord JM, Bigetron ke Blacklist International
Jhon Marl “Lord JM” Sebastian pernah dipinjamkan Bigetron kepada Blacklist International untuk MPL Philippines Season 14.
Bigetron mengumumkan bahwa Lord JM akan bermain bersama Blacklist dengan status loan. Setelah periode tersebut berakhir, Bigetron akhirnya melepas pemain asal Filipina itu.
Kasus Lord JM memperlihatkan bahwa masa pinjaman dapat menjadi tahap sebelum perpisahan permanen. Tim menggunakan satu musim untuk menentukan apakah pemain masih masuk rencana utama atau lebih baik melanjutkan karier di tempat lain.
Mengapa Sistem Loan Semakin Sering Dipakai Tim MLBB?
Pergerakan roster MLBB kini semakin cepat. Tim harus menghadapi perubahan patch, pergeseran hero utama, regulasi pemain asing, jadwal turnamen yang padat, serta tekanan untuk memperoleh hasil dalam satu musim.
Loan menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa membuat keputusan kontrak besar secara terburu buru.
Tim Bisa Menguji Kecocokan Pemain
Pemain hebat belum tentu langsung cocok dengan tim baru. Perbedaan bahasa, kebiasaan latihan, komunikasi saat pertandingan, pembagian tugas, dan keputusan pelatih dapat memengaruhi hasil.
Melalui masa pinjaman, organisasi dapat menilai beberapa hal:
- Kemampuan pemain mengikuti instruksi pelatih.
- Kecocokan komunikasi dengan empat pemain lain.
- Penguasaan hero sesuai kebutuhan draft.
- Ketahanan menghadapi tekanan penonton.
- Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Apabila kerja sama berjalan baik, tim dapat mencoba membeli kontrak pemain tersebut. Apabila tidak sesuai, pemain kembali kepada organisasi asal setelah masa pinjaman selesai.
Pemain Cadangan Tetap Mendapat Kesempatan Bertanding
Organisasi besar sering mempunyai lebih banyak pemain daripada jumlah posisi yang tersedia. Beberapa pemain berkualitas akhirnya berada di bangku cadangan karena kalah bersaing dengan roster utama.
Loan memberi mereka kesempatan untuk tetap bertanding. Faviannn dapat memperoleh menit bermain di AC Esports, sedangkan Aeronnshikii sempat mendapatkan jalur menuju MPL Philippines dan MPL Malaysia.
Bertanding secara rutin juga membantu pemain menjaga kemampuan mekanik. Latihan internal tidak selalu memberikan tekanan yang sama seperti pertandingan resmi di panggung MPL.
Tim Asal Tetap Menjaga Nilai Pemain
Pemain yang terlalu lama tidak bertanding dapat kehilangan perhatian dari tim lain. Nilai kontraknya juga berpotensi menurun karena tidak ada performa baru yang dapat dinilai.
Dengan meminjamkannya, tim asal memberi ruang agar pemain tetap terlihat. Apabila tampil bagus, nilainya dapat meningkat dan membuka peluang transfer permanen dengan harga yang lebih baik.
Risiko yang Harus Dihadapi Demonkite dan RRQ
Meski terlihat menguntungkan, status loan membawa sejumlah tantangan. Demonkite harus menyesuaikan diri dengan pemain baru, staf pelatih baru, serta tekanan besar dari pendukung RRQ.
Ia juga harus membangun komunikasi dengan Idok, Rinz, Lynch, Sutsujin, dan anggota roster lainnya. Sebagai jungler, Demonkite bertanggung jawab dalam banyak keputusan penting, mulai dari arah rotasi awal hingga waktu memasuki area Lord.
Adaptasi Bahasa Menjadi Ujian Pertama
Komunikasi dalam pertandingan profesional berlangsung sangat cepat. Pemain harus menyampaikan posisi lawan, penggunaan battle spell, kondisi gelombang minion, dan rencana mengambil objektif dalam hitungan detik.
Demonkite terbiasa menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Filipina bersama tim sebelumnya. Di RRQ, ia harus beradaptasi dengan istilah yang biasa digunakan pemain Indonesia.
Masalah tersebut dapat dikurangi melalui latihan intensif. Banyak pemain Filipina sebelumnya berhasil bermain di MPL Indonesia, termasuk Kairi, Baloyskie, Markyyyyy, dan Dlar. Demonkite juga pernah bertanding di MPL Malaysia, sehingga pengalaman bermain di luar Filipina bukan sesuatu yang benar benar baru baginya.
Status Pinjaman Membuat Waktu Sangat Berharga
Demonkite tidak mempunyai periode penyesuaian yang terlalu panjang. Karena hanya dipinjam untuk musim tertentu, hasil MPL Indonesia Season 18 akan menjadi dasar utama penilaian terhadap kerja samanya dengan RRQ.
Apabila RRQ tampil kuat, pembicaraan mengenai perpanjangan atau transfer permanen sangat mungkin muncul. Apabila hasilnya tidak sesuai target, ia dapat kembali ke Aurora setelah masa pinjaman selesai.
Situasi itu membuat setiap pekan regular season penting. Demonkite harus segera menemukan pola permainan yang sesuai dengan karakter RRQ tanpa kehilangan gaya agresif yang membawanya menjadi juara dunia.
Kehadiran Demonkite Mengubah Persaingan Jungler MPL Indonesia
MPL Indonesia Season 18 akan mempunyai persaingan jungle yang semakin ketat. Demonkite datang membawa pengalaman juara dunia, tetapi ia tetap harus menghadapi jungler lokal dan pemain impor yang telah lama beradaptasi dengan liga Indonesia.
Keunggulan terbesarnya berada pada fleksibilitas hero dan pengalaman pertandingan besar. Ia mampu menggunakan assassin untuk menekan lawan, tetapi juga nyaman memainkan tank jungler saat tim membutuhkan pengendali area.
RRQ Tidak Hanya Membutuhkan Retribution yang Akurat
Keberhasilan Demonkite tidak cukup dinilai dari kemampuan mengamankan Turtle atau Lord. RRQ membutuhkan jungler yang mampu menghubungkan permainan EXP Lane, Mid Lane, Gold Lane, dan Roamer.
Demonkite harus menentukan kapan membantu Sutsujin, kapan memberi ruang kepada Lynch, serta kapan bergerak bersama Idok dan Rinz. Keputusan tersebut akan menentukan apakah RRQ dapat mengubah keunggulan kecil menjadi kontrol peta.
Pengalaman Demonkite bersama Edward, Yue, Domengkite, dan Light di Aurora menunjukkan bahwa ia mampu bermain dalam sistem yang disiplin. Namun, RRQ mempunyai susunan pemain dengan karakter berbeda. Ia harus membangun pola kerja baru tanpa bergantung pada kebiasaan lamanya.
Kesempatan Membalas Kekalahan Lama dengan Seragam RRQ
Hubungan Demonkite dan RRQ mempunyai cerita menarik. Ia pernah mengalahkan RRQ Hoshi bersama RSG Philippines di final MSC 2022. Kini, pemain yang dahulu menjadi penghalang RRQ menuju gelar internasional justru diminta membantu Sang Raja mengejar trofi berikutnya.
Status loan membuat perjalanannya semakin menarik. Demonkite belum sepenuhnya menjadi milik RRQ, tetapi ia akan memegang salah satu posisi paling penting dalam skuad MPL Indonesia Season 18.
Setiap pengamanan objektif, keputusan rotasi, serta hasil pertandingan akan ikut menentukan kelanjutan hubungan antara RRQ, Demonkite, dan Aurora Gaming. Bagi Demonkite, satu musim di Indonesia bukan hanya kesempatan menambah gelar, tetapi juga ujian untuk menunjukkan bahwa kualitas seorang juara dunia dapat tetap terlihat ketika bermain dalam sistem tim yang benar benar berbeda.