Kalau kamu ngerasa M7 World Championship 2026 makin hari makin panas, kamu nggak halu. Di hari pertama Knockout Stage, Alter Ego beneran bikin “derby Indonesia” jadi milik mereka. ONIC yang statusnya langganan favorit juara malah kena sapu bersih 0-2, dan hasil itu otomatis ngelempar ONIC turun ke lower bracket buat duel hidup-mati lawan juara MPL Filipina, Team Liquid PH.
Yang bikin pertandingan ini makin rame, bumbu dramanya lengkap. Kiboy sempet keluarin Helcurt yang bikin penonton kaget. Nino tampil nyolot dan efektif sampai jadi sorotan dengan Sora-nya. Terus ada momen yang paling bikin chat meledak: Fanny “Yasuke” milik Yazukee akhirnya dilepas, dan ya… ONIC langsung kebakaran.
“Kalau ada satu tim yang lagi main tanpa rasa takut di M7 ini, vibe-nya ya Alter Ego. Mereka mainnya kayak orang yang udah hafal cara bikin ONIC panik.”
Alter Ego 2-0 ONIC, Derby Indonesia Jadi Milik El Familia
Kemenangan Alter Ego atas ONIC ini bukan sekadar “upset lucu-lucuan”, tapi kayak pernyataan tegas: mereka datang ke Knockout bukan buat numpang lewat. Skor 2-0 bikin Alter Ego melaju di upper bracket, sementara ONIC harus banting setir ke jalur lower bracket yang isinya tekanan dobel, salah langkah sekali langsung pulang.
Yang bikin match ini terasa “berat” adalah konteksnya: ini rematch yang kebawa aura Final MPL ID Season 16. Jadi bukan cuma soal menang kalah hari ini, tapi soal mental, ego, dan pembuktian siapa yang paling siap di panggung dunia.
ONIC Datang dengan Nama Besar, Alter Ego Datang dengan Mode Gas Pol
ONIC masuk sebagai tim yang selalu punya cara buat balik keadaan. Draft mereka sering rapi, mid game mereka sering “ngunci”, dan pengalaman roster mereka jelas bukan kaleng-kaleng. Tapi di seri ini, Alter Ego mainnya rapih tapi tetap barbar, agresif tapi nggak ngawur.
Satu hal yang langsung kerasa dari Game 1: Alter Ego tahu persis titik lemah ONIC di early, dan mereka tusuk itu berkali-kali sampai ONIC kehilangan ritme.
Game 1: Nino dan Sora Jadi Kunci Pembuka, EXP Lane Langsung Berisik
Sejak menit-menit awal Game 1, fokusnya kebaca jelas: duel di EXP Lane. Alter Ego kayak sengaja bikin game ini jadi “arena duel”, dan Nino jadi aktor utamanya. Dia pakai Sora dan mainnya efektif banget buat buka teamfight dari sudut yang ngeselin, bikin formasi ONIC kocar-kacir sebelum war beneran mulai.
ONIC sempat coba tahan tempo lewat permainan Lutpiii yang tetap solid, tapi tekanan Alter Ego di early itu bikin ONIC susah banget dapet momentum map.

Sora Nino: Bukan Cuma Menang Lane, Tapi Menang Arah Teamfight
Yang menarik dari permainan Nino adalah dia nggak sekadar menang adu mekanik. Dia menang “ngatur arah”. Beberapa kali ONIC kelihatan mau masuk objektif, tapi posisi mereka keburu kebelah, gara-gara Nino masuk dari angle yang bikin backline ONIC mundur setengah langkah. Di level M-Series, mundur setengah langkah itu bisa jadi beda antara “nahan” atau “base kebobolan”.
Di sinilah “Sora Nino” jadi highlight, karena dia bukan tipe EXP yang cuma nunggu war. Dia EXP yang nyari war.
“Nino ini tipikal pemain yang kalau lagi on fire, musuh berasa kayak dipaksa main game yang ritmenya bukan milik mereka.”

Perebutan Lord yang Jadi Palu Godam
Puncak Game 1 terjadi di momen perebutan Lord krusial. Alter Ego menang teamfight penentu, terus langsung ngunci game dengan eksekusi yang rapi. Ini tipe momen yang bikin ONIC kelihatan seperti kehabisan tombol buat comeback, padahal biasanya mereka jago banget cari celah.
Game 2: Kiboy Helcurt Keluar, Tapi Fanny “Yasuke” Akhirnya Dilepas
Masuk Game 2, ONIC kelihatan pengen ngejawab dengan cara yang beda. Mereka bawa pick yang bikin penonton otomatis ngangkat alis: Kiboy pakai Helcurt. Dan ini bukan pick asal nyeleneh, karena beberapa momen awal ONIC sempat kelihatan “nemu” lagi ritme permainan mereka.
Tapi ya itu… Alter Ego juga punya bom waktu yang dari awal sudah ditunggu publik: Yazukee dengan Fanny.
Helcurt Kiboy: Surprise yang Hampir Jadi Jalan Keluar
Helcurt ini pick yang tricky, karena bisa bikin lawan takut gerak kalau map gelap dan timing silence-nya masuk. Di Game 2, strategi ONIC sempat bikin Alter Ego nggak sebebas Game 1. Bahkan ada fase di mana ONIC terlihat hampir bisa nutup game lebih cepat.
Masalahnya, Helcurt ketemu musuh yang lagi “main kabel tanpa dosa”.

Momen Fanny “Yasuke” Dilepas: ONIC Langsung Kebakaran Rotasi
Begitu Fanny Yazukee beneran jalan, game berubah jadi arena parkour. Mobilitas Fanny yang tinggi bikin Helcurt Kiboy “nggak kebagian napas”, dan kontrol map pelan-pelan pindah ke tangan Alter Ego.
Istilah “Fanny Yasuke dilepas” itu pas banget, karena vibes-nya bukan cuma “hero meta kebuka”, tapi “hero gila kebuka di tangan orang yang lagi pede”. Ada momen-momen di mana ONIC kayak cuma bisa pasang badan, bukan ngatur tempo.
“Kalau Fanny Yazukee udah bebas, itu bukan match MLBB, itu atraksi sirkus. Kamu cuma bisa berharap dia salah kabel.”
Lord Steal yang Ngebalik Meja
Salah satu bagian paling nyesek buat ONIC adalah momen perebutan Lord yang dicuri, yang jadi titik balik. Dari posisi yang sempat menguntungkan ONIC, tiba-tiba Alter Ego dapat momentum, lalu mereka nggak berhenti lagi. Di level pertandingan kayak gini, satu Lord steal bukan cuma objektif. Itu suntikan percaya diri. Dan Alter Ego memanfaatkannya sampai game benar-benar terkunci.
Arfy dan Hijumee: Mesin Tempur yang Bikin ONIC Kehabisan Ruang
Kalau kita ngomongin Alter Ego, orang biasanya langsung fokus ke Yazukee karena Fanny-nya “headline banget”. Tapi seri ini juga nunjukin kalau Alter Ego menang karena timnya komplet.
Arfy beberapa kali jadi eksekutor yang bikin ONIC “habis satu-satu”, sementara Hijumee main rapi buat jaga tempo dan bantu buka ruang rotasi.
Teamfight Alter Ego Terlihat Lebih Satu Napas
Yang paling keliatan dari Alter Ego adalah cara mereka nyambung di teamfight. Mereka bukan cuma menang mekanik, tapi menang koordinasi. Ketika ONIC coba balik lewat pick off, Alter Ego cepat banget nutup celah, lalu langsung balas dengan teamfight yang lebih bersih.
Ini yang bikin ONIC kelihatan “capek” padahal match baru dua game.

Nino MVP dengan Sora: EXP Lane yang Jadi “Starter Pack Chaos”
Nama Nino makin kebawa karena performanya di Game 1 benar-benar bikin ONIC susah main normal. Nino disorot sebagai sosok yang efektif dengan Sora dan berkali-kali jadi pembuka teamfight yang bikin formasi ONIC berantakan.
Buat game kompetitif, EXP Lane kadang suka dianggap “yang penting kuat berdiri”. Tapi Nino nunjukin EXP Lane bisa jadi pemantik kerusuhan yang nular ke seluruh map.
“EXP yang bisa nentuin tempo itu mahal. Dan Nino lagi kelihatan paham banget cara bikin map jadi milik timnya.”
Alter Ego Ini Hoki atau Emang Lagi Panas Banget?
Pertanyaan “Alter Ego hoki lagi?” itu wajar, karena momentum mereka di M7 ini kerasa mulus. Tapi kalau kamu nonton cara mereka menang, ini bukan hoki receh.
Hoki itu biasanya kamu menang karena lawan blunder. Ini Alter Ego menang karena mereka nge-push tempo, menang objektif, dan berani ambil keputusan di momen penting.
Identitas Alter Ego: Agresif Terukur, Bukan Ngasal
Alter Ego udah nunjukin identitas main yang “rapi tapi sadis”. Mereka bisa main cepat, tapi tetap tahu kapan harus sabar dan kapan harus gigit. Bahkan saat publik ngeributin “Fanny Yazukee dilepas”, poin pentingnya bukan cuma hero-nya kebuka, tapi cara satu tim ngebangun ruang buat Fanny itu tetap disiplin.
ONIC Turun ke Lower Bracket, Ketemu Juara MPL PH: Team Liquid PH
Nah, ini bagian yang bikin fans ONIC deg-degan: setelah kalah dari Alter Ego, ONIC resmi turun ke lower bracket dan bakal ketemu Team Liquid PH. Ini bukan tim Filipina random, ini juara MPL PH yang lagi bawa momentum gede.
Jadwalnya pun udah jadi topik panas. ONIC vs Team Liquid PH dijadwalkan berlangsung Kamis, 22 Januari 2026, format Best of 5. Ini duel hidup-mati, kalah langsung angkat koper.
Team Liquid PH Bukan Cuma “Juara MPL PH”, Tapi Lagi Ngegas
Yang bikin serem, Team Liquid PH datang ke M7 dengan status back-to-back champion MPL PH Season 16, dan masih ngomongin Golden Road mereka menuju M7.
Kalau kamu ngikutin scene MLBB, kamu juga pasti tahu nama KarlTzy itu bukan nama biasa. Tim ini punya pengalaman, punya otak draft, dan punya mental “main Bo5 kaya main scrim”.
“Kalau ONIC mau hidup, mereka harus menang bukan cuma mekanik, tapi juga perang sabar. Team Liquid PH itu tim yang bikin kamu dihukum kalau kamu kebanyakan gaya.”
Indonesia vs Filipina di Lower Bracket: Momen yang Nggak Ada Obat
Match ini punya rasa berbeda karena bukan sekadar bracket. Ini rivalitas dua region paling berisik di MLBB. Filipina terkenal punya teamfight yang disiplin, Indonesia terkenal punya momen-momen gila yang bisa ngeflip game dalam satu call.
Makanya ONIC vs TLPH ini vibes-nya bukan “match biasa”. Ini match yang bisa bikin timeline pecah.

Draft dan Pick yang Jadi Bahan Obrolan: Helcurt, Sora, sampai Fanny Yasuke
Ada beberapa hero yang otomatis jadi highlight dari seri Alter Ego vs ONIC.
Helcurt Kiboy jelas jadi salah satu pick paling rame dibahas, karena ONIC sempat kelihatan dapet celah untuk balik lewat pendekatan yang beda.
Lalu Sora-nya Nino jadi simbol bahwa Alter Ego menang bukan cuma karena “Fanny doang”, tapi karena mereka menang dari struktur teamfight.
Dan tentu saja Fanny Yazukee, yang begitu dilepas langsung bikin ONIC harus main dalam mode survival.
Kenapa Helcurt Nggak Cukup Buat Nahan Fanny?
Karena Fanny itu bukan cuma soal bunuh cepat. Fanny juga soal “ngeganggu map”. Saat Fanny bisa bebas masuk keluar, tim lawan dipaksa main lebih rapat, vision lebih takut, dan rotasi jadi lebih lambat. Di situ Helcurt malah jadi kayak “harus pilih satu target”, sementara Fanny bikin ancaman di banyak titik.
Begitu Alter Ego dapat satu momen balik, ONIC jadi susah buat ambil napas.
Next Step Alter Ego: Jalan Masih Panjang, Tapi Modal Mentalnya Tebal
Setelah ngegas 2-0 atas ONIC, Alter Ego lanjut ke upper bracket semifinal. Jadwal upper bracket juga udah jadi pembahasan karena lawan berikutnya berat dan nggak bisa disepelein.
Yang jelas, kemenangan atas ONIC ini bikin Alter Ego dapet dua hal sekaligus: posisi yang lebih nyaman di bracket, dan buff mental yang biasanya cuma didapet tim yang baru aja “numbangin raja”.
“Menang itu enak, tapi menang lawan ONIC di panggung dunia itu beda level. Itu tipe kemenangan yang bikin tangan nggak gemeteran pas masuk game berikutnya.”
Dan sekarang, semua mata tinggal nunggu dua panggung berikutnya:
Alter Ego yang lagi pede di upper bracket, dan ONIC yang harus main Bo5 hidup-mati lawan juara MPL PH di lower bracket.
Kalau ada hari di mana fans MLBB Indonesia harus siapin mental ekstra, ya itu pas ONIC vs Team Liquid PH nanti.

