fbpx
GameFever ID
eSports List

5 Skandal Terbesar yang Terjadi dalam Game Counter Strike: Global Offensive

Counter Strike: Global Offensive adalah game seri Counter Strike yang terbaru. Game tersebut dirilis oleh Valve pada 2012 lalu. 8 tahun berjalan kini game CS:GO menjadi salah satu game First Person Shooter paling populer di dunia. Sebanyak jutaan pemain aktif setiap harinya memainkan game yang pertama kali dikembangkan pada 1999 silam.

Dari banyaknya kesuksesan yang diraih oleh game Counter Strike: Global Offensive, terdapat pula beragam skandal yang terjadi pada laga atau turnamen profesional. Mulai dari skandal-skandal biasa sampai skandal yang mencengangkan industri esports. Berikut lima skandal terbesar yang terjadi dalam Counter Strike: Global Offensive.

Menggunakan Cheat dalam Turnamen LAN

Skandal yang terjadi dalam turnamen Extremesland Zowie Asia CS:GO 2018 dapat dikatakan sebagai skandal paling memalukan dalam ranah CS:GO. Turnamen yang diselenggarakan di Tiongkok tersebut dihadiri oleh 16 tim terbaik di Asia yang salah satunya adalah Optic Gaming dari India. Salah satu pemain dari Optic Gaming yaitu Nikhil “forsaken” Kumawat tertangkap tangan menggunakan cheat saat bertanding.

Pada saat Optic Gaming bertanding, staf yang bertugas dalam turnamen mencurigai file yang ada dalam komputer forsaken bernama “word.exe’ yang ternyata itu adalah cheat aim bot. Karena kejadian tersebut akhirnya Optic Indian didiskualifikasi dari turnamen dan forsaken dilarang mengikuti turnamen CS:GO selama 5 tahun.

Skandal Match Fixing iBUYPOWER

Skandal pengaturan pertandingan terjadi dalam turnamen Cevo Profesional League di 2014 silam. Salah satu tim papan atas CS:GO yaitu iBUYPOWER terlibat dalam kejadian tersebut. Skandal match fixing terjadi dalam partai iBUYPOWER melawan NetCodeGuides.com. Pertandingan tersebut tidak menentukan lagi karena tim iBUYPOWER yang lebih diunggulkan sudah berhasil lolos ke babak playoff apapun hasil pertandingan.

iBUYPOWER yang lebih dijagokan malah bermain buruk dan kalah dengan mudah. Para pengamat mencurigai permainan para pemain iBUYPOWER karena terlihat sengaja mengalah dan bermain seperti pemain pemula. Setelah diselidiki ternyata para pemain iBUYPOWER menaruh taruhan pada judi online untuk tim NetCodeGuides.com. Karena kejadian tersebut iBUYPOWER dan para pemainnya dilarang mengikuti turnamen dari Valve seumur hidup. Saat ini hukuman tersebut sudah dicabut oleh Valve karena menghargai para dedikasi pemain iBUYPOWER bermain CS:GO.

Eksploitasi Map Olofmeister

Salah satu tim papan atas Counter Strike: Global Offensive yaitu Fnatic berhasil menemukan celah dalam map Overpass. Saat turnamen DreamHack Winter tahun 2014 berlangsung mereka menggunakan celah tersebut. Pada pertandingan melawan LDLC, Fnatic kalah dengan skor 12-3 pada babak pertama. Setelah pistol round berakhir pada awal babak kedua Fnatic menggunakan strategi ini.

Strategi tersebut adalah para pemain Fnatic saling tumpuk-menumpuk dan Olofmeister yang paling atas menggunakan AWP untuk membunuh musuhnya. Lokasi tim Fnatic melakukan trik tersebut tidak terlihat oleh tim LDLC sehingga mereka merasa kebingungan dari mana Olofmeister membunuh anggota tim mereka satu per satu.

Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh tim Fnatic degan skor 16-13. Namun setelah pertandingan berakhir pihak penyelenggara mengangap bahwa tindakan Fnatic adalah tidakan ilegal dan meminta kedua tim untuk melakukan rematch. Sayangnya Fnatic menolak pertandingan ulang tersebut dan lebih memilih untuk mengundurkan diri dari turnamen.

Skandal Doping Cloud9

Pada saat sesi interview dengan mantan pemain Cloud9 yaitu Kory “Semphis” Friesen, dia mengatakan bahwa timnya mengonsumsi doping jenis Adderall pada saat turnamen ESL One Katowice 2015. Semphis juga menambahkan bahwa tim-tim lain juga melakukan hal yang sama dan menggunakan doping dalam turnamen esports besar bukanlah hal yang baru.

Adderall sendiri merupakan obat yang memberikan efek penggunanya menjadi lebih tenang dan menambah konsentrasi. Obat tersebut sangat cocok dengan game Counter Strike: Global Offensive yang membutuhkan ketenangan dan konsentrasi tinggi. Oleh karena itu selanjutnya Valve melarang penggunaan obat-obat terlarang dalam turnamen esports.

Eksploitasi Spectator Mode Bug

Skandal kali ini terjadi di 2020. Beberapa pelatih tim Counter Strike: Global Offensive diindikasi melakukan ekpsloitasi terhadap bugs yang ada dalam game. Bug dalam Spectator Mode digunakan oleh pelatih tersebut untuk melihat tempat-tempat yang tidak seharusnya bisa dilihat dan memberitahukannya kepada tim saat pertandingan berlangsung.

Karena kasus ini, ESL segera meresponnya dengan melakukan ban terhadap 3 pelatih dari tim Hard Legion, Heroic, dan MIRB mulai dari 6 bulan hingga 2 tahun larangan melatih tim CS:GO. Ternyata eksploitasi bug yang dilakukan sudah terjadi sejak awal tahun ini. Bukannya melaporkannya kepada Valve, mereka malah mengambil keuntungan sendiri.


Itulah tadi beberapa skandal yang terjadi dari dunia Counter Strike: Global Offensive. Kejadian-kejadian tersebut memanglah sangat mengejutkan dan fenomenal. Namun patut diingat bahwa tindakan tidak sportif tidak dibenarkan dalam dunia esports terlebih lagi untuk game garapan Valve ini. Semoga saja tidak ada skandal-skandal baru lagi yang tercipta dalam dunia esports video games.

Related posts

[Genshin Impact] Barang yang Harus Dipersiapkan Untuk Zhongli

MongJi

Dota 2 Bakal Kedatangan Hero Baru?

MongJi

[Genshin Impact] Spot Lokasi Unusual Hilichurl

MongJi

Leave a Comment