fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles

Menjadi salah satu serial anime yang populer di 2019 kemarin, rasanya para developer game “gatal” untuk tidak mengangkat Kimetsu no Yaiba (Demon Slayer) menjadi sebuah video game. Potensialnya memang cukup terlihat untuk menjadi sebuah game fighting, dan pada akhirnya pun proyek ini di garap oleh CyberConnect2.

Bersama dengan Aniplex dan Sega sebagai publisher, CyberConnect2 pun akhirnya resmi memperkenalkan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles. Game ini diangkat langsung dari serial anime Kimetsu no Yaiba yang populer tersebut. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles pun akhirnya sudah rilis dan kami pun berkesempatan untuk memainkannya.

Buat kalian yang penasaran dengan game yang satu ini, kami akan membahasnya dalam tulisan review sederhana berikut ini (review menggunakan PS4):

Jalan Cerita Sama Persis Dengan Serial Anime

Di 2019, serial anime Kimetsu no Yaiba atau Demon Slayer memang sangat cepat mendapatkan perhatian dari para pecinta anime. Serial anime ini digarap oleh studio animasi asal Jepang bernama Ufotable. Untuk serial anime-nya sendiri sudah menyelesaikan musim atau season pertamanya dan kemudian dilanjutkan dengan movie yang tayang di bioskop.

Untuk Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles sendiri jalan ceritanya pun bisa dibilang sama persis dengan versi anime-nya. Namun tentu saja dengan dibuat agak singkat, tidak dibuat panjang seperti anime musim pertamanya yang tayang sebanyak 23 episode.

Inilah gameplay dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Hinokami Kepputan

Buat kalian yang masih asing dengan Demon Slayer, serial anime dan game-nya ini menceritakan kisah Tanjiro Kamado yang ingin mencari obat untuk menyembuhkan adik perempuannya yang bernama Nezuko dari kutukan iblis. Untuk mendapatkannya, Tanjiro harus menghadapi rintangan seperti serangan iblis hingga masa lalu ayahnya.

Semua itu, juga bisa kalian di Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles yang disajikan lewat sebuah cut-scene untuk kalian nikmati. Di game-nya sendiri, cerita yang tersedia tentu dari serial anime musim pertama dan arc Mugen Train yang hanya tayang di bioskop.

Oleh karena itu, buat kalian yang belum sama sekali nonton serial anime dan movie-nya harus siap-siap mendapatkan spoiler dari game ini.

Baca Juga: [Review] Monster Hunter Rise – Pemburu, Bersatu!

Visual Menjanjikan

Versi anime Demon Slayer yang digarap oleh Ufotable memang sangat cepat populer. Selain ceritanya yang seru untuk diikuti, visual yang ditawarkan studio animasi tersebut memang luar biasa. Adegan pertempuran yang tersaji membuat penonton kagum, apalagi dikombinasikan dengan emosi yang terbentuk dari jalan ceritanya.

Sama seperti serial anime-nya, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles juga menawarkan visual menjanjikan seperti anime-nya. Di game ini kita bisa melihat aksi-aksi dari karakter Tanjiro, Nezuka, dan karakter-karakter yang muncul lainnya. Untuk visual environment atau ruang sekitar memanglah terasa sama dengan game-game fighting serupa.

Namun yang menjadi perhatian kami tentu visual animasi yang sangat terasa sekali serupa dengan versi anime-nya. Setiap cut-scene dibangun kembali menjadi sebuah 3D yang sangat bisa kalian nikmati dengan baik. Semua dipresentasikan dengan baik di Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles.

Bila pernah merinding karena visual yang tersaji di serial anime-nya, maka kamu juga masih bisa merasakannya di game ini.

Gameplay yang Sederhana dan Cukup Mudah

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles mengusung tema game fighting 3D. Game ini memang terlihat mirip dengan game serupa seperti Naruto Ultimate Ninja Storm. Kamu akan bertarung di sebuah arena di mana kamu bisa ke sana ke mari untuk menghindar serangan lawan atau menunggu untuk melancarkan serangan.

Saat pertama kali kami mainkan, game ini terasa seperti menggabungkan elemen hack ‘n slash dengan game fighting 3D. Soalnya, gameplay yang tersaji di game ini terasa sangat sederhana sebagai game fighting. Kamu tidak perlu menekan banyak tombol untuk melancarkan sebuah kombo mematikan ke lawan. Untuk menyerang, kamu bisa menekan tombol kotak yang bisa dikombinasikan dengan tombol segitiga untuk serangan spesial. Cukup dengan dua tombol tersebut, kamu sudah bisa menciptakan kombo untuk menghabisi lawan.

Selain kombo sederhana, kamu juga bisa mengandalkan dodge dan parry untuk meng-counter serangan lawan. Kedua aspek ini juga menjadi krusial karena apabila sudah terkunci kombo lawan, kamu tidak bisa berbuat apa-apa selain kehilangan bar HP-mu. Oleh karena itu timing yang tepat bisa membantu menyerang balik serangan lawan dengan dodge dan parry.

Modal serangan kalian di game ini juga ada Ultimate Skill yang bisa kalian gunakan saat bar Spesial Gauge yang berada di pojok kiri bawah layar tersisi penuh. Bar bisa terisi dari angka 0 hingga 3, semakin besar damage yang dihasilkan. Saat bar sudah terisi minimal ke angka 1, kamu bisa menggunakannya sebagai Buff. Karakter kamu akan menjadi kuat dan gerakan yang cepat dengan efek di pedang yang terlihat.

Bar Spesial Gauge yang terisi juga bisa kamu gunakan sebagai Skill Ultimate untuk mengalahkan musuh. Apabila bisa menggunakannya tepat saat HP musuh sedikit hingga habis, kamu bisa menikmati sebuah Ultimate Art Finisher yang ciamik. Visual, animasi, dialog, hingga memori karakter yang kamu mainkan bergabung untuk membuat kamu merinding.

Mode Permainan Membosankan

Salah satu hal yang saya sayangkan dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles adalah mode permainan yang itu-itu saja. Mungkin buat sekelas game fighting terlihat sangat wajar. Di game ini kamu hanya bisa memainkan mode Story dan mode VS. Mode Story tentunya bisa kamu mainkan sambil menikmati jalan cerita yang ada. Sedangkan mode VS. untuk kamu yang ingin “gelut” dengan pemain lain baik online dan offline atau sekedar melawan CPU saja.

Di mode VS. ini kamu bisa menggunakan karakter yang ada, tetapi kamu harus menamatkan mode Story untuk membuka semua karakter di mode VS. Setidaknya untuk saat ini seperti itu, mungkin saja nantinya kamu bisa mendapatkan karakter dengan membeli DLC, mengingat serial anime-nya yang baru akan melanjutkan musim keduanya di 2022 mendatang.

Memang tidak banyak yang kamu lakukan di game ini selain berkelahi. Paling, kamu masih bisa sedikit menjajal eksplorasi singkat dengan karakter di mode Story. Ya, di sana kamu bisa menjelajahi peta terbatas sebagai jalan cerita yang tersedia.

Ketika berekspolarsi, kamu bisa sambil mengumpulkan Kimetsu Point untuk membeli potongan gambar hingga fragment memory yang bisa kamu nikmati nanti. Selain eksplorasi, kamu juga bisa menemukan dua mini-games cukup asyik di mode Story. Setidaknya, dua hal itu saja yang bisa menghapus rasa bosan kamu untuk terus berkelahi.

Kesimpulan

Sebagai game fighting yang diangkat dari serial anime, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles bisa cocok untuk kamu. Semua yang kamu lihat di anime-nya bisa dirasakan lagi di game-nya. Visual dan emosi yang terjadi di setiap cut-scene hingga Quick Time Event di setiap pertarungan, pasti akan membuat kamu merinding.

Buat yang sangat suka dengan game fighting garis keras, mungkin kamu bakal cepat bosan. Gameplay pertarungan dengan tombol sederhana untuk membangun kombo serangan seakan tidak menantang. Kamu tidak bisa terlalu banyak mengkreasikan kombo untuk mengalahkan lawan karena hanya sedikit opsi yang bisa digunakan.

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Hinokami Chronicles sendiri sudah tersedia di PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series X, Xbox Series S dan juga PC. Untuk yang memilikinya di PS4, kamu juga bisa meng-upgrade-nya ke versi PS5 tanpa biaya alias gratis.

Related posts

miHoYo Umumkan Game Baru Berjudul Honkai: Star Rail

MongJi

Genshin Impact Umumkan Kolaborasi dengan Razer

MongJi

Detail Update Genshin Impact Versi 2.2. Childe dan Hutao Kembali!

MongJi

Leave a Comment