RRQ Hoshi sedang berada di titik paling sulit pada MPL Indonesia Season 17. Tim yang biasanya identik dengan persaingan papan atas justru terseret ke dasar klasemen setelah gagal meraih kemenangan sampai pekan kelima. Per Selasa, 28 April 2026, RRQ tercatat berada di posisi kesembilan dengan 0 menang dan 8 kalah, net game win minus 13, serta catatan game 3 menang dan 16 kalah. Data klasemen menempatkan RRQ sebagai juru kunci sementara.
Start Terburuk RRQ Hoshi Bikin Fans Geleng Kepala
Kondisi RRQ Hoshi di MPL S17 terasa mengejutkan karena ekspektasi awal terhadap tim ini tidak kecil. RRQ datang dengan susunan pemain yang memadukan nama lama dan wajah baru. Di atas kertas, kombinasi Super Kenn, Rinz, Idok, Super Toyy, Super Dann, Yehezkiel, dan Kuroky memberi harapan bahwa tim ini bisa kembali bersaing setelah musim sebelumnya juga tidak berjalan mulus.
Namun panggung regular season berkata lain. RRQ langsung kehilangan pijakan sejak pekan pembuka. Kekalahan dari NAVI dan ONIC membuat tekanan datang lebih cepat. Pekan berikutnya, kekalahan dari Team Liquid ID kembali memperpanjang catatan buruk. Saat memasuki pekan ketiga, RRQ sempat memberi tanda perlawanan saat memaksa Alter Ego dan Geek Fam bermain tiga game, tetapi hasil akhirnya tetap sama. RRQ kalah lagi.
Situasi makin berat pada pekan keempat dan kelima. RRQ kalah dari EVOS, Bigetron by Vitality, lalu Dewa United. Pada laga kontra Dewa United, RRQ takluk dua kosong, hasil yang ikut menambah daftar kekalahan beruntun mereka menjadi 8 laga. RRQ belum mampu mendapatkan kemenangan sepanjang regular season sampai pekan kelima.

Delapan Kekalahan Beruntun Bukan Sekadar Soal Skor
Delapan kekalahan beruntun bukan hanya angka di klasemen. Di MPL, rentetan hasil seperti ini biasanya menunjukkan ada lebih dari satu persoalan dalam tim. Bisa dari draft hero, rotasi objektif, komunikasi saat team fight, sampai ketenangan mengambil keputusan ketika game masuk fase Lord.
Pada beberapa laga, RRQ sebenarnya tidak selalu kalah sejak menit awal. Ada game saat mereka mampu memberi perlawanan, bahkan sempat mencuri satu game dari Bigetron by Vitality pada pekan keempat. Laga RRQ melawan Bigetron menarik perhatian besar karena RRQ sempat menang game pertama dalam waktu sekitar 15 menit, sebelum Bigetron membalikkan seri menjadi dua satu.
Masalahnya, RRQ belum bisa menjaga kontrol seri sampai selesai. Saat unggul, mereka belum cukup rapi menutup celah. Saat tertinggal, mereka sering kesulitan mencari jalan balik. Inilah yang membuat kekalahan beruntun terasa lebih menyakitkan, sebab RRQ bukan tidak punya momen bagus sama sekali, tetapi momen itu belum cukup panjang untuk berubah menjadi kemenangan match.
Statistik Tim Menunjukkan RRQ Masih Banyak Bocor
Angka statistik ikut memberi gambaran mengapa RRQ terjebak di posisi bawah. RRQ mencatat 198 kills, 298 deaths, 505 assists, 13 Lord, 30 Turtle, dan 73 turret. Jika dibandingkan dengan tim papan atas seperti Bigetron yang sudah mengemas 330 kills, 275 deaths, 27 Lord, 33 Turtle, dan 131 turret, jaraknya terlihat lebar terutama pada urusan menekan map dan merobohkan objektif.
Jumlah deaths RRQ yang tinggi memperlihatkan mereka sering kehilangan pemain pada momen penting. Dalam Mobile Legends, satu pick off kecil bisa berubah menjadi Turtle, Lord, turret, bahkan base. Saat sebuah tim terlalu sering kehilangan anggota sebelum objektif besar muncul, lawan akan lebih mudah mengatur tempo.
Jumlah turret RRQ juga menjadi tanda bahwa tekanan lane belum berjalan stabil. Tim yang punya kontrol lane kuat biasanya bisa mengonversi kemenangan kecil menjadi turret luar, lalu membuka jungle lawan. RRQ terlihat belum konsisten melakukan itu. Mereka punya beberapa pemain dengan potensi mekanik bagus, tetapi transisi dari kill ke objektif belum sebersih tim yang duduk di papan atas.

Roster Baru Butuh Cepat Nyambung, Tapi MPL Tidak Menunggu
RRQ Hoshi datang ke Season 17 dengan komposisi yang tidak benar benar sama seperti musim sebelumnya. Khezcute menjadi coach, NMM sebagai asisten coach, Pauuu sebagai analis, lalu daftar pemain berisi Super Toyy, Idok, Super Kenn, Rinz, Kuroky, Super Dann, dan Yehezkiel.
Nama Yehezkiel dan Kuroky ikut menjadi bagian penting dalam perhatian fans. Yehezkiel pernah menjuarai MPL Indonesia Season 14 bersama Team Liquid ID, sedangkan Kuroky datang sebagai gold laner yang sebelumnya tampil di Liga Esports Nasional MLBB.
Masalahnya, MPL bukan turnamen yang memberi banyak ruang untuk coba coba terlalu lama. Format regular season yang padat membuat setiap pekan terasa mahal. Saat tim baru belum menemukan setelan terbaik, kekalahan bisa menumpuk cepat. RRQ kini berada dalam posisi yang menuntut perubahan langsung, bukan sekadar perbaikan pelan pelan.
Draft Hero dan Eksekusi Jadi Sorotan Utama
Dalam kondisi kalah beruntun, draft hampir selalu jadi bahan bahasan. RRQ sering terlihat membutuhkan draft yang memberi jalur nyaman untuk jungler dan gold lane. Bila Super Kenn tidak punya ruang farming yang aman, RRQ kesulitan mengatur tempo sejak mid game. Bila gold lane ditekan terlalu dalam, damage utama untuk late game ikut terlambat online.
Di sisi lain, lawan terlihat lebih berani membaca pola rotasi RRQ. Mereka menekan area jungle, memaksa RRQ mengambil war yang kurang ideal, lalu mengunci objektif setelah RRQ kehilangan resource. Hal seperti ini membuat draft yang sebenarnya masih bisa dimainkan terlihat buruk karena eksekusinya tidak sampai ke titik kemenangan.
RRQ juga perlu mencari susunan hero yang lebih jelas arahnya. Apakah mereka ingin main cepat dengan snowball sejak Turtle pertama, atau menahan game sampai power spike gold lane. Ketika arah game tidak terlihat tegas, pemain jadi mudah ragu, dan keraguan kecil di MPL sering langsung dihukum.
Apakah RRQ Hoshi Masih Bisa Lolos Playoff
Secara hitungan, RRQ Hoshi masih bisa lolos playoff. Namun jalannya sangat sempit. Format regular season MPL S17 memakai sistem double round robin dengan match best of three, dan enam tim teratas berhak melaju ke playoff.
RRQ sudah memainkan 8 laga dan masih memiliki 8 laga tersisa. RRQ akan menghadapi Bigetron dan ONIC pada pekan keenam, EVOS dan Geek Fam pada pekan ketujuh, Team Liquid ID dan NAVI pada pekan kedelapan, lalu Alter Ego dan Dewa United pada pekan kesembilan.
Dengan rekor 0 menang dan 8 kalah, poin maksimal RRQ adalah 8 kemenangan jika mereka menyapu bersih seluruh laga tersisa. Angka itu masih cukup secara matematika untuk mengejar zona playoff. Tetapi secara realita kompetitif, RRQ tidak boleh lagi kehilangan banyak match. Satu atau dua kekalahan tambahan bisa membuat nasib mereka bergantung penuh pada hasil tim lain.

Skenario RRQ Hoshi Untuk Mengejar Enam Besar
Skenario paling aman bagi RRQ adalah menang semua sisa laga. Jika RRQ menutup regular season dengan 8 menang dan 8 kalah, peluang playoff akan terbuka jauh lebih besar. Catatan itu juga bisa membantu mereka melewati NAVI, Geek Fam, atau EVOS jika pesaing di papan bawah terpeleset pada beberapa laga berikutnya.
Skenario kedua adalah RRQ menang 7 dari 8 laga sisa. Dengan total 7 kemenangan, peluang masih ada, tetapi RRQ harus berharap tim posisi keenam dan ketujuh gagal menjaga laju. Saat ini EVOS dan Geek Fam sama sama sudah punya 4 kemenangan, sementara NAVI punya 3 kemenangan. Artinya, RRQ harus menang cepat sambil berharap pesaing hanya mengambil sedikit poin tambahan.
Skenario ketiga adalah RRQ hanya menang 6 dari 8 laga sisa. Ini mulai sangat rawan. Total 6 kemenangan bisa saja cukup jika batas zona keenam berhenti di angka 6 atau 7 kemenangan, tetapi RRQ akan kesulitan karena net game win mereka saat ini minus 13. Jika terjadi seri jumlah kemenangan, selisih game bisa menjadi pembeda yang menyakitkan.
Skenario paling berat adalah RRQ kembali kalah pada pekan keenam. Mereka akan menghadapi Bigetron dan ONIC, dua tim papan atas yang sedang punya posisi kuat di klasemen. Jika RRQ kalah dua laga itu, rekor mereka menjadi 0 menang dan 10 kalah. Dari titik tersebut, mereka hanya bisa finis maksimal 6 kemenangan, dan jalan playoff akan nyaris tertutup.
Laga Kontra Bigetron dan ONIC Bisa Jadi Penentu Arah
Pekan keenam menjadi ujian paling keras sekaligus kesempatan paling besar untuk mengubah suasana tim. RRQ akan bertemu Bigetron pada 2 Mei 2026 pukul 20.15, lalu ONIC pada 3 Mei 2026 pukul 17.15. Dua laga ini menjadi agenda RRQ pada pekan keenam.
Kemenangan atas Bigetron atau ONIC akan memberi nilai lebih dari sekadar satu poin. RRQ butuh kemenangan untuk mematahkan tekanan mental. Mereka juga butuh bukti bahwa roster ini masih bisa bersaing melawan tim papan atas. Jika mampu mencuri poin dari salah satu laga tersebut, RRQ punya bekal emosional untuk memasuki pekan ketujuh melawan EVOS dan Geek Fam.
Namun bila kembali kalah, tekanan bisa makin besar. Fans RRQ dikenal sangat vokal, dan perhatian terhadap tim ini selalu tinggi. Semua lima match terpopuler MPL S17 sampai pekan keempat melibatkan RRQ Hoshi, dengan jumlah average viewers RRQ yang masih sangat besar walau tim belum menang.
EVOS, Geek Fam, dan NAVI Jadi Lawan Kunci di Papan Bawah
Meski laga melawan Bigetron dan ONIC penting, pertandingan paling menentukan untuk skenario playoff justru bisa hadir saat RRQ bertemu EVOS, Geek Fam, dan NAVI. Tiga tim ini berada dekat dengan batas bawah zona playoff. EVOS ada di posisi keenam dengan 4 kemenangan, Geek Fam di posisi ketujuh dengan 4 kemenangan, dan NAVI di posisi kedelapan dengan 3 kemenangan.
Jika RRQ ingin masuk enam besar, mereka wajib mengalahkan pesaing langsung. Menang atas EVOS berarti memangkas jarak dari posisi keenam. Menang atas Geek Fam membuat RRQ mencegah pesaing papan bawah menjauh. Menang atas NAVI menjadi harga mati karena NAVI adalah tim yang masih paling mungkin dikejar lebih dulu dari posisi RRQ saat ini.
Laga seperti ini biasanya lebih berat dari yang terlihat. Tim papan bawah sama sama bermain dengan tekanan tinggi. Satu kesalahan draft, satu Lord gagal secure, atau satu team fight buruk bisa mengubah hitungan klasemen. RRQ perlu datang dengan rencana jelas, terutama dalam urusan objective setup dan disiplin lane.
Yang Harus Diperbaiki RRQ Hoshi Mulai Pekan Ini
RRQ tidak bisa lagi hanya mengandalkan nama besar. Mereka harus memperbaiki hal dasar yang terlihat dari statistik dan jalannya match. Pertama, jumlah deaths harus ditekan. Terlalu banyak kematian membuat RRQ kehilangan tempo dan memberikan ruang farming gratis kepada lawan.
Kedua, RRQ harus lebih tajam mengunci objektif besar. RRQ baru mengamankan 13 Lord, jauh di bawah beberapa tim pesaing. Dalam meta kompetitif, Lord sering menjadi pembuka map paling penting. Jika RRQ gagal menguasai Lord, mereka akan terus dipaksa bertahan dari gelombang minion dan tekanan lane.
Ketiga, komunikasi saat mid game perlu lebih rapi. Banyak tim yang masih bisa bertahan meski kalah early game karena punya keputusan mid game yang tenang. RRQ harus tahu kapan harus trade turret, kapan mundur, kapan contest Turtle, dan kapan melepas objektif demi menjaga gold lane tetap hidup.
RRQ Masih Punya Nama Besar, Tapi Nama Besar Tidak Menang Sendiri
RRQ Hoshi tetap menjadi salah satu tim dengan basis fans paling kuat di MLBB Indonesia. Itu terbukti dari perhatian penonton yang tetap besar meski tim sedang tanpa kemenangan. Namun di MPL S17, dukungan besar tidak otomatis memberi poin di klasemen. Yang dibutuhkan RRQ sekarang adalah kemenangan pertama, lalu kemenangan berikutnya secara beruntun.
Peluang playoff belum tertutup secara angka, tetapi RRQ harus hampir sempurna di sisa regular season. Mereka perlu menyapu laga penting, memperbaiki selisih game, dan berharap pesaing di posisi keenam sampai kedelapan tersandung. Jalan itu berat, tetapi masih ada selama RRQ belum kehabisan match.
Jadwal Sisa RRQ Hoshi Yang Wajib Dimaksimalkan
RRQ akan menjalani sisa musim dengan urutan lawan yang tidak ringan. Bigetron dan ONIC menjadi tembok pertama pada pekan keenam. Setelah itu, EVOS dan Geek Fam menunggu pada pekan ketujuh. Team Liquid ID dan NAVI hadir pada pekan kedelapan. Alter Ego serta Dewa United menjadi dua lawan terakhir pada pekan kesembilan.
Dari seluruh jadwal itu, RRQ harus memprioritaskan kemenangan atas pesaing yang posisinya paling dekat. EVOS, Geek Fam, dan NAVI adalah match yang nilainya terasa ganda karena bisa menambah poin RRQ sekaligus menahan laju rival. Melawan tim papan atas, RRQ tetap perlu mencuri hasil, terutama jika ingin menjaga peluang finis di angka 7 atau 8 kemenangan.
Tekanan besar kini ada di tangan Khezcute dan para pemain. RRQ harus segera menemukan komposisi paling nyaman, memperjelas gaya main, dan membuat keputusan lebih bersih di area objektif. MPL S17 belum selesai untuk RRQ, tetapi waktu mereka semakin pendek, dan setiap game berikutnya sudah terasa seperti laga hidup mati.

