Di Maret 2026, pasar mouse gaming lagi seru karena produsen tidak cuma adu sensor dan ringan ringan saja. Banyak yang bermain di fitur “unik tapi kepakai” seperti panel tombol super banyak buat MMO, roda scroll yang bisa diatur karakternya, sampai layar OLED untuk notifikasi, bahkan mouse yang bisa berubah jadi joystick. Buat gamer, ini kabar baik, karena pilihan makin spesifik sesuai gaya main, bukan sekadar “yang paling mahal”.
Di artikel ini, aku pilih 7 mouse gaming yang benar benar menonjol per kategori dan fitur. Ada yang fokus kompetitif untuk FPS, ada yang cocok buat grinder MMO, ada yang tampil beda dengan joystick analog dan layar. Semua dilengkapi tabel spesifikasi masing masing dan pembahasan fitur gamingnya berbasis info pabrikan dan ulasan tepercaya.
Cara cepat memilih mouse gaming yang cocok buat gaya main kamu
Sebelum masuk daftar, ada satu kebiasaan yang sering bikin orang salah pilih. Banyak yang terpaku angka DPI paling tinggi, padahal yang terasa di game itu gabungan sensor, bentuk, letak tombol, bobot, kaki PTFE, juga kestabilan koneksi. DPI tinggi memang penting, tapi di tangan yang tidak nyaman, akurasi justru turun.
Kalau kamu sering main FPS kompetitif, prioritaskan bentuk yang “ngunci” grip kamu, bobot ringan, dan polling rate tinggi. Kalau kamu main MMO atau game yang banyak skill, cari tombol samping yang gampang diraba tanpa bikin ibu jari keram. Kalau kamu tipe yang suka setting cepat di tengah match, fitur seperti layar OLED, profile switch yang jelas, dan roda scroll multi mode itu rasanya mewah tapi bikin hidup gampang.
1. Logitech G PRO X SUPERLIGHT 2, raja esports buat FPS yang geraknya licin
Mouse ini masih jadi patokan buat pemain kompetitif yang mau gerakan bersih dan stabil. Seri Superlight terkenal karena desainnya minim gangguan, tidak banyak “gimmick”, fokus ke kontrol dan konsistensi. Di 2026, Superlight 2 tetap relevan karena sensor HERO 2 dengan DPI tinggi dan dukungan polling cepat untuk tracking yang responsif.
Yang bikin enak, bentuknya aman untuk banyak tipe tangan. Tombol tidak berlebihan, jadi jari tidak gampang salah tekan saat flick. Buat aim training, mouse ini tipenya “ikut tangan” bukan “narik tangan”.
Fitur gaming yang paling terasa
Kunci di Superlight 2 itu kestabilan input. LIGHTSPEED wireless terkenal rendah latency, dan di generasi ini Logitech menonjolkan dukungan polling sampai 8 kHz pada mode wireless. Buat FPS, ini terasa saat micro adjustment, terutama kalau kamu sens rendah dan sering tracking musuh jarak menengah.
Tabel spesifikasi Logitech G PRO X SUPERLIGHT 2
| Poin | Detail |
|---|---|
| Sensor | HERO 2 |
| DPI maksimum | Hingga 44.000 DPI |
| Polling rate | Hingga 8.000 Hz (wireless) |
| Kecepatan tracking | Hingga 888+ IPS |
| Akselerasi | Hingga 88G |
| Berat | Sekitar 60 g |
| Tombol | 5 programmable |
| Koneksi | LIGHTSPEED wireless, wired USB C |
2. Razer Basilisk V3 Pro 35K, mouse serba bisa dengan scroll wheel “pintar” dan tombol lengkap
Kalau kamu suka mouse ergonomis yang enak buat sesi panjang, Basilisk V3 Pro 35K adalah salah satu paket paling lengkap. Seri Basilisk itu sering jadi pilihan gamer yang main banyak genre, dari FPS santai sampai action RPG, karena tombolnya cukup banyak tapi tetap rapi.
Versi 35K ini menonjol karena sensor Focus Pro generasi baru dan roda scroll Razer HyperScroll Tilt Wheel yang bisa diubah rasa putarnya. Ada mode free spinning untuk scroll cepat dan mode tactile untuk step yang presisi.
Fitur gaming yang paling terasa
Basilisk terasa seperti “mouse komando”. Ada multi function trigger yang sering dipakai jadi clutch DPI, push to talk, atau skill favorit. Lalu HyperScroll yang bisa diatur, cocok buat game yang butuh ganti senjata cepat atau spam input tertentu tanpa bikin jari capek.
Tabel spesifikasi Razer Basilisk V3 Pro 35K
| Poin | Detail |
|---|---|
| Sensor | Focus Pro 35K Optical Sensor Gen 2 |
| DPI maksimum | 35.000 DPI |
| Akselerasi | 70G |
| Tombol | 11 programmable |
| Switch | Optical Mouse Switches Gen 3, 90 juta klik |
| Scroll wheel | 4 arah HyperScroll tilt wheel, mode notched dan free spin |
| Koneksi | HyperSpeed Wireless, Bluetooth, wired |
| Memori | On board memory 5 profil |
3. Corsair SCIMITAR ELITE WIRELESS SE, mouse MMO tombol banyak yang rapi dan enak diraba
Kalau kamu main MMO, ARPG, atau game yang butuh banyak macro, Scimitar ini salah satu pilihan paling aman. Corsair bikin side panel 12 tombol yang bisa digeser posisinya, jadi tidak harus “maksa ibu jari” ke layout yang itu itu saja. Itu detail kecil yang kelihatan sepele, tapi buat raid panjang, terasa banget.
Versi Wireless SE ini juga dibekali sensor MARKSMAN S 33K dan baterai yang lama kalau RGB dimatikan.
Fitur gaming yang paling terasa
Scimitar itu “keyboard mini” di ibu jari. Untuk MMO seperti FF XIV atau game yang skillnya bertingkat, kamu bisa mapping rotation, potion, mount, sampai push to talk. SLIPSTREAM Wireless dengan polling 1.000 Hz menjaga input tetap responsif, dan optical switch membantu klik terasa cepat.
Tabel spesifikasi Corsair SCIMITAR ELITE WIRELESS SE
| Poin | Detail |
|---|---|
| Sensor | MARKSMAN S 33K |
| DPI maksimum | 33.000 DPI |
| Kecepatan tracking | Hingga 750 IPS |
| Akselerasi | Hingga 50G |
| Tombol | 16 programmable, termasuk 12 tombol samping Key Slider |
| Polling rate | 1.000 Hz via SLIPSTREAM |
| Baterai | Hingga 150 jam 2.4 GHz RGB off, hingga 500 jam Bluetooth RGB off |
| Berat | 114 g |
| Koneksi | 2.4 GHz SLIPSTREAM, Bluetooth, wired |
4. Razer Naga V2 Pro, panel tombol bisa ganti ganti untuk MMO sampai battle royale
Kalau kamu suka konsep “satu mouse untuk semua game”, Naga V2 Pro itu idola banyak pemain. Kekuatan utamanya ada di side plate magnetik yang bisa diganti, dari 12 tombol untuk MMO, 6 tombol untuk genre yang butuh tombol ekstra tapi tidak ekstrem, sampai plate 2 tombol yang lebih aman untuk FPS.
Razer juga kasih baterai besar, sensor Focus Pro 30K, dan roda scroll HyperScroll Pro Wheel yang bisa diatur feel nya.
Fitur gaming yang paling terasa
Naga V2 Pro itu tentang fleksibilitas. Hari ini kamu main MMO, besok battle royale, lusa action RPG. Tinggal ganti plate, mapping ulang skill, dan kamu dapat feel yang beda tanpa beli mouse baru. Untuk pemain yang sering ikut event guild dan juga masih main FPS bareng teman, ini mouse yang sangat masuk akal.
Tabel spesifikasi Razer Naga V2 Pro
| Poin | Detail |
|---|---|
| Sensor | Focus Pro 30K Optical Sensor |
| DPI maksimum | 30.000 DPI |
| Tombol | Hingga 22 programmable controls dengan 3 side plate |
| Baterai | Hingga 150 jam HyperSpeed, 300 jam Bluetooth |
| Koneksi | HyperSpeed Wireless 2.4 GHz, Bluetooth, wired USB C |
| Switch | Optical Mouse Switches Gen 3 disebut di halaman produk |
5. ASUS ROG Chakram X Origin, mouse dengan joystick analog yang bikin control lebih “console”
Ini salah satu mouse yang paling beda di daftar karena ada joystick analog di sisi. Buat gamer yang suka binding gerak kamera, strafe, weapon swap, atau skill tertentu ke analog, joystick ini bisa jadi jalan pintas yang terasa natural.
Chakram X Origin juga tidak main main di spek. Sensor ROG AimPoint sampai 36.000 DPI dan polling rate sampai 8.000 Hz, plus koneksi tri mode dan hot swappable switch socket.
Fitur gaming yang paling terasa
Joystick di Chakram itu bukan sekadar gaya. Di beberapa game, analog bisa jadi input tambahan yang lebih halus daripada tombol biasa. Misalnya buat lean, ping, atau akses quick menu. Buat pemain yang sering multitasking skill, kombinasi tombol dan joystick ini terasa seperti “controller mini” di mouse.
Tabel spesifikasi ASUS ROG Chakram X Origin
| Poin | Detail |
|---|---|
| Sensor | ROG AimPoint |
| DPI maksimum | 36.000 DPI |
| Polling rate | Hingga 8.000 Hz |
| Kecepatan tracking | 650 IPS |
| Akselerasi | 50G |
| Tombol | 11 programmable buttons plus joystick analog |
| Koneksi | 2.4 GHz, Bluetooth 5.2, wired USB C |
| Baterai | Hingga 114 jam (klaim ASUS) |
6. Swiftpoint Z2, mouse “eksperimen” yang punya OLED dan bisa berubah jadi joystick
Kalau kamu tipe yang suka kustomisasi ekstrem, Swiftpoint Z2 ini salah satu mouse paling niat di kelasnya. Ada 13 tombol yang bisa dijangkau tanpa banyak ubah grip, ada OLED display untuk cek profil dan DPI, ada trigger buttons yang unik, dan ada detachable joystick extender yang bikin mouse ini bisa dipakai seperti joystick.
Bukan cuma itu, Z2 punya gyroscope untuk tilt gesture, jadi kamu bisa bikin input tambahan dari gerakan miring. Buat game tertentu, ini seru karena bisa jadi shortcut yang tidak bikin jari pindah posisi.
Fitur gaming yang paling terasa
OLED display itu terasa banget saat kamu sering pindah game atau profil. Kamu tidak perlu nebak, sedang di DPI berapa, profil mana yang aktif. Joystick extender dan gyro juga membuka gaya kontrol yang beda, misalnya untuk kendaraan, kamera, atau binding utility.
Tabel spesifikasi Swiftpoint Z2
| Poin | Detail |
|---|---|
| Sensor | Pixart PAW3395 |
| DPI maksimum | 26.000 DPI |
| Tombol | 13 customizable buttons |
| Layar | OLED display |
| Fitur unik | Detachable joystick extender, built in gyroscope, tilt gestures |
| Berat | Min 117 g, max 135 g (tergantung konfigurasi) |
| Profil | Onboard memory 20+ profil (klaim Swiftpoint) |
7. SteelSeries Rival 710, mouse dengan OLED dan getar notifikasi yang masih unik sampai sekarang
Rival 710 itu salah satu mouse yang “punya karakter”. SteelSeries pasang OLED screen untuk notifikasi, statistik in game, sampai GIF kecil. Yang lebih menarik, ada tactile alerts berupa getaran yang bisa dipakai untuk cue seperti ultimate siap atau kondisi tertentu.
Walau modelnya bukan rilisan terbaru, fiturnya masih jarang ditiru secara serius. Untuk gamer yang suka informasi cepat tanpa alt tab, Rival 710 masih terasa spesial.
Fitur gaming yang paling terasa
OLED screen dan tactile alerts itu cocok buat game yang penuh timing. Notifikasi kecil di mouse bisa jadi pengingat yang tidak mengganggu layar. Getaran juga bisa disetel pola dan intensitasnya, jadi kamu bisa bedakan cue penting.
Tabel spesifikasi SteelSeries Rival 710
| Poin | Detail |
|---|---|
| Sensor | TrueMove3 optical sensor |
| CPI | 100 sampai 12.000 CPI |
| Kecepatan tracking | 350+ IPS |
| Polling rate | 1.000 Hz |
| Tombol | 7 buttons |
| Berat | 135 g |
| Layar | OLED screen |
| Fitur unik | Tactile alerts getar, modular parts |
Catatan gaya main, biar kamu gampang menentukan pilihan dari 7 mouse ini
Kalau kamu pemain FPS yang serius naik rank, Logitech G PRO X SUPERLIGHT 2 masih salah satu yang paling “bersih” dan minim distraksi, cocok buat aim latihan tiap hari.
Kalau kamu mau satu mouse ergonomis untuk banyak game, Razer Basilisk V3 Pro 35K itu opsi yang enak, terutama kalau kamu suka roda scroll yang bisa diubah rasa putarnya dan tombol trigger tambahan.
Kalau fokus kamu MMO dan butuh tombol bejibun, Corsair Scimitar Elite Wireless SE itu nyaman karena 12 tombol sampingnya bisa digeser sesuai posisi ibu jari.
Kalau kamu suka gonta ganti genre dan tidak mau ribet beli banyak mouse, Razer Naga V2 Pro enak karena side plate nya bisa ganti sesuai kebutuhan.
Kalau kamu ingin fitur yang benar benar beda seperti joystick analog, ASUS ROG Chakram X Origin punya identitas kuat dan speknya tinggi.
Kalau kamu penggemar kustomisasi ekstrem, Swiftpoint Z2 itu seperti laboratorium input device, ada OLED dan bisa jadi joystick dengan extender.
Kalau kamu suka mouse yang bisa kasih notifikasi tanpa mengganggu layar, SteelSeries Rival 710 masih punya keunikan yang sulit ditiru, OLED plus getar cue.