Isu bursa pemain Mobile Legends Indonesia kembali memanas setelah nama Tazz ikut terseret dalam obrolan soal RRQ Hoshi. Sosok RRQ AP disebut penasaran dengan Tazz, terutama setelah tim berjuluk Sang Raja mengalami musim yang sangat berat di MPL ID Season 17. Pertanyaan besarnya kini sederhana, apakah ada jalan bagi Tazz untuk masuk ke RRQ Hoshi pada MPL ID Season 18?
RRQ AP dan Rasa Penasaran Lama yang Kembali Muncul
Nama Tazz sebenarnya bukan nama baru dalam radar RRQ. Pada bursa pemain sebelumnya, Tazz pernah dikaitkan dengan Sang Raja ketika ia masih sangat identik dengan EVOS. Kala itu, rumor bermula dari live TikTok AP, CEO RRQ, yang menyebut akan menghubungi pihak EVOS untuk menanyakan kemungkinan transfer Tazz. GGWP juga mencatat bahwa AP sempat menilai kehadiran Tazz bisa membuat Ferxiic lebih terpacu karena sama sama bermain sebagai jungler.
Ketertarikan itu tidak berhenti sebagai bahan obrolan biasa. Dalam fase transfer MPL ID Season 13, Tazz bahkan sempat disebut berada dalam proses yang cukup jauh sebelum akhirnya batal. Eks manajer EVOS, Aji Wicaksono, pernah menjelaskan bahwa ada perbedaan soal proses trial. Pihak RRQ disebut ingin Tazz menjalani trial, sementara situasi EVOS saat itu tidak memungkinkan karena tim sedang berada dalam masa krusial regular season.
Kisah lama itu membuat rumor kali ini terasa lebih berbobot. Ketika nama Tazz kembali muncul bersama RRQ jelang MPL ID Season 18, publik tidak melihatnya sebagai gosip kosong yang berdiri sendiri. Ada riwayat komunikasi, ada kebutuhan posisi, dan ada kondisi RRQ yang sedang butuh penyegaran besar setelah musim yang jauh dari standar mereka.
Mengapa Posisi Jungler RRQ Jadi Sorotan Besar?
RRQ Hoshi menjalani MPL ID Season 17 dengan hasil yang sulit diterima oleh basis suporternya. Situs resmi MPL Indonesia menempatkan RRQ di peringkat sembilan regular season dengan dua kemenangan dan empat belas kekalahan. Catatan itu membuat RRQ gagal masuk playoff karena tiga posisi terbawah tidak melaju ke babak tersebut.
Dalam roster resmi MPL ID Season 17, RRQ mencantumkan Super Kenn sebagai jungler, dengan Khezcute sebagai coach, NMM sebagai asisten coach, dan Pauuu sebagai analyst. Komposisi itu terlihat ambisius di awal musim, tetapi hasil kompetitif tidak berjalan sesuai harapan.
Posisi jungler otomatis menjadi salah satu titik yang paling sering dibahas karena role ini memegang tempo permainan. Jungler bukan hanya pencari objektif seperti Turtle dan Lord, tetapi juga pengatur awal rotasi, pembuka keunggulan gold, serta penentu apakah lane bisa bermain nyaman sejak menit awal.
Beban Jungler di MPL ID Semakin Berat
Di MPL ID era sekarang, jungler dituntut punya paket lengkap. Pemain di role ini tidak cukup hanya cepat farming atau jago mekanik. Ia harus paham kapan memaksa team fight, kapan melepas objektif, kapan masuk ke backline lawan, dan kapan bermain sabar untuk menunggu power spike.
Beberapa tuntutan jungler papan atas MPL ID antara lain:
- Mampu memainkan hero assassin, fighter, dan tank jungler sesuai kebutuhan draft.
- Punya keberanian mengambil Lord atau Turtle dalam situasi adu retri.
- Bisa menjadi motor snowball ketika tim mendapat momentum awal.
- Tetap stabil saat tim tertinggal dan harus mencari pick off kecil.
- Punya komunikasi kuat dengan roamer dan midlaner.
Dalam keadaan RRQ sedang mencari bentuk terbaiknya, nama seperti Tazz menjadi menarik karena ia punya pengalaman besar di role tersebut. Ia bukan pemain mentah yang baru muncul dari ranked, melainkan jungler yang pernah tampil di turnamen besar, membawa nama Indonesia, dan merasakan tekanan panggung MPL.
Profil Tazz, Jungler Muda dengan Jam Terbang Panjang
Tazz dikenal sebagai salah satu jungler Indonesia yang punya gaya bermain agresif. Ia sempat identik dengan EVOS, lalu melanjutkan karier bersama Alter Ego dan Alter Ego X. Esports Charts mencatat nama lengkapnya sebagai Darrel Jovanco Wijaya, lahir 6 September 2005, berasal dari Indonesia, dan saat ini tercatat bersama Alter Ego X.
Dari profil tersebut, nilai jual Tazz terlihat cukup jelas. Ia masih muda, tetapi sudah lama berada di ekosistem kompetitif. Usia 20 tahun membuatnya masih punya ruang berkembang, sementara pengalaman di EVOS dan Alter Ego memberinya pemahaman tentang tekanan bermain di organisasi besar.
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Nickname | Tazz, Tazz DD, tazzdd |
| Nama lengkap | Darrel Jovanco Wijaya |
| Tanggal lahir | 6 September 2005 |
| Usia | 20 tahun |
| Negara | Indonesia |
| Game | Mobile Legends: Bang Bang |
| Role utama | Jungler |
| Tim saat ini | Alter Ego X |
| Riwayat tim besar | EVOS Legends, EVOS Icon, Alter Ego, Alter Ego X |
| Total hadiah turnamen tercatat | 21.233,25 dolar AS dari 8 turnamen menurut Esports Earnings |
Identitas Bermain Tazz
Tazz dikenal sebagai jungler yang tidak takut mengambil risiko. Ketika memakai hero lincah, ia bisa masuk ke area lawan dengan percaya diri. Ketika memakai hero objektif, ia bisa bermain lebih disiplin dan menunggu waktu yang tepat. Karakter seperti ini cocok untuk tim yang ingin membangun serangan cepat dari area jungle.
Yang membuat Tazz menarik adalah gaya bermainnya tidak hanya mengandalkan satu jenis hero. Ia pernah dikenal dengan permainan assassin, tetapi juga bisa mengikuti kebutuhan meta saat jungler fighter atau tank menjadi prioritas. Fleksibilitas semacam ini penting untuk MPL ID Season 18 karena draft antar tim semakin ketat.
Pencapaian Tazz yang Membuat Namanya Tetap Mahal
Tazz punya catatan prestasi yang cukup kuat untuk ukuran pemain muda. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah gelar IESF World Esports Championship 2022 bersama tim nasional Indonesia. Antara melaporkan bahwa Indonesia menjuarai nomor MLBB IESF Bali 2022 setelah mengalahkan Filipina dengan skor 3 banding 0, dan Tazz masuk dalam roster bersama Dreams, Branz, Saykots, dan Hijumee.
| Tahun | Turnamen | Hasil |
|---|---|---|
| 2021 | ONE Esports MPL Invitational 2021 | Posisi 17 sampai 20 |
| 2022 | MPL Indonesia Season 10 | Posisi 7 |
| 2022 | IESF World Championship 2022 MLBB | Juara 1 |
| 2023 | MPL Indonesia Season 11 | Runner up |
| 2023 | MLBB Southeast Asia Cup 2023 | Posisi 5 sampai 8 |
| 2023 | Snapdragon Pro Series Season 3 SEA Challenge | Posisi 9 sampai 10 |
| 2023 | MPL Indonesia Season 12 | Posisi 7 |
| 2023 | ONE Esports MPL Invitational 2023 | Posisi 9 sampai 12 |
Catatan Esports Earnings juga menampilkan hasil turnamen Tazz, termasuk juara IESF 2022, runner up MPL Indonesia Season 11, posisi tujuh MPL Indonesia Season 12, dan partisipasi di MSC 2023.
Apakah Tazz Cocok dengan RRQ Hoshi?
Secara kebutuhan, Tazz masuk akal untuk dibahas sebagai kandidat. RRQ butuh jungler yang bisa mengangkat tempo, sedangkan Tazz punya reputasi sebagai pemain yang berani mengambil inisiatif. Jika RRQ ingin kembali bermain lebih agresif, Tazz bisa menjadi opsi yang membuat permainan lebih hidup sejak early game.
Namun, kecocokan tidak hanya soal mekanik. RRQ adalah organisasi besar dengan tekanan suporter yang sangat tinggi. Pemain yang datang harus siap menghadapi sorotan sejak hari pertama. Kesalahan kecil bisa langsung menjadi topik besar di media sosial, terutama jika menyangkut role jungler yang sering terlihat jelas saat tim menang atau kalah.
Nilai Plus Tazz untuk RRQ
Ada beberapa alasan mengapa nama Tazz bisa terus dikaitkan dengan RRQ:
- Ia sudah punya pengalaman MPL dan tidak perlu adaptasi dari nol.
- Ia pernah menjadi juara dunia bersama tim nasional Indonesia di IESF 2022.
- Ia masih muda dan punya ruang untuk dibentuk oleh sistem pelatih baru.
- Ia punya gaya bermain agresif yang bisa memberi warna berbeda untuk RRQ.
- Namanya punya daya tarik besar di kalangan fans MLBB Indonesia.
“Kalau RRQ mencari jungler yang bisa langsung membawa energi baru, Tazz jelas nama yang layak masuk daftar. Masalahnya, transfer besar di MPL bukan cuma soal ingin, tetapi juga soal kontrak, harga, restu tim, dan kesiapan pemain masuk ke tekanan Sang Raja.”
Hambatan yang Bisa Membuat Transfer Ini Tidak Mudah
Walau terlihat menarik, peluang Tazz ke RRQ tidak otomatis besar. Ada beberapa penghalang yang harus dilihat secara realistis. Pertama, status Tazz masih tercatat bersama Alter Ego X menurut Esports Charts. Kedua, RRQ juga masih punya opsi lain di posisi jungler. Ketiga, bursa MPL sering bergerak tertutup sampai pengumuman resmi keluar.
Riwayat batalnya transfer Tazz ke RRQ pada periode sebelumnya juga memberi pelajaran. Saat itu, perbedaan soal trial membuat proses tidak berjalan mulus. Jika pembicaraan semacam itu terjadi lagi, RRQ perlu memastikan semua pihak punya kesepahaman sejak awal agar tidak terjadi kebuntuan yang sama.
Faktor Kontrak dan Harga Pemain
Pemain dengan nama besar biasanya tidak murah. Apalagi jika pemain tersebut masih terikat organisasi lain. Dalam ekosistem MPL, transfer bisa melibatkan banyak hal, mulai dari buyout, durasi kontrak, role yang dijanjikan, sampai rencana tim untuk satu musim penuh.
Bagi RRQ, merekrut Tazz hanya akan masuk akal jika ia memang diproyeksikan sebagai bagian inti. Untuk pemain seperti Tazz, status cadangan tanpa arah jelas bisa menjadi risiko. Ia butuh menit bermain agar tetap tajam, sementara RRQ butuh pemain yang siap memberi hasil cepat.
Peluang Menuju MPL ID Season 18
Sampai 4 Juli 2026, belum ada pengumuman resmi yang memastikan Tazz menjadi pemain RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 18. Informasi yang tersedia masih berada pada level rumor, riwayat ketertarikan, dan pembacaan kebutuhan roster setelah MPL ID Season 17. Roster resmi RRQ yang tercantum di laman MPL saat ini masih mengacu pada Season 17, bukan Season 18.
Meski begitu, peluangnya tidak bisa ditutup begitu saja. RRQ punya alasan kuat untuk melakukan perubahan, terutama setelah menempati posisi terbawah regular season S17. Di sisi lain, Tazz punya profil yang cocok untuk menjadi bahan pertimbangan jika RRQ ingin mencari jungler lokal berpengalaman.
Jika ingin menilai peluangnya, skenarionya bisa dibagi seperti ini:
- Peluang kecil jika Alter Ego X masih ingin memakai Tazz sebagai bagian utama proyek mereka.
- Peluang sedang jika RRQ benar benar membuka negosiasi dan siap memenuhi nilai transfer.
- Peluang besar jika Tazz sendiri ingin kembali ke MPL dengan panggung lebih besar dan mendapat peran inti.
RRQ Butuh Lebih dari Sekadar Nama Besar
RRQ tidak bisa hanya membeli nama populer lalu berharap semuanya langsung berubah. MPL ID Season 18 akan menuntut rancangan tim yang lebih matang. Jungler baru harus punya koneksi kuat dengan midlaner dan roamer. Tanpa itu, pemain seagresif apa pun bisa terlihat sendirian di Land of Dawn.
Tazz akan cocok jika RRQ membangun sistem yang memberi ruang untuknya bergerak. Ia membutuhkan roamer yang aktif membuka map, midlaner yang cepat merespons rotasi, dan exp laner yang bisa menahan tekanan saat objektif pertama diperebutkan. Jika elemen itu tersedia, Tazz bisa menjadi jungler yang memberi ledakan permainan sejak menit awal.
“Nama Tazz memang menarik untuk RRQ, tetapi nilai terbesarnya baru keluar kalau tim punya struktur yang jelas. Jungler agresif tanpa dukungan rotasi hanya akan terlihat nekat, sementara jungler agresif dengan sistem rapi bisa menjadi pembeda besar.”
Rumor yang Masih Pantas Dipantau
Bicara soal kemungkinan Tazz ke RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 18, jawabannya adalah mungkin, tetapi belum bisa disebut dekat selama belum ada pengumuman resmi. Secara kebutuhan tim, nama Tazz relevan. Secara riwayat, RRQ AP memang pernah menaruh perhatian kepada Tazz. Secara karier, Tazz punya pengalaman dan pencapaian yang membuatnya pantas masuk daftar incaran.
Yang membuat rumor ini hidup adalah kondisi kedua sisi. RRQ butuh perubahan setelah S17 yang pahit, sementara Tazz adalah jungler lokal dengan jam terbang, usia muda, dan nama besar. Bila negosiasi berjalan, ia bisa menjadi salah satu transfer paling ramai di MPL ID Season 18.
Untuk saat ini, fans RRQ hanya bisa menunggu sinyal resmi dari manajemen. Dalam bursa pemain Mobile Legends Indonesia, satu live singkat, satu komentar pemain, atau satu unggahan samar bisa langsung mengubah arah pembicaraan. Nama Tazz sudah berada di meja obrolan, tinggal melihat apakah RRQ benar benar berani membawa rasa penasaran lama itu menjadi keputusan transfer nyata.