Kalau kamu ngikutin pergerakan roster MLBB Indonesia, kabar pamitnya Xorizo dan Roundel dari EVOS Esports terasa seperti satu pintu ditutup, lalu pintu lain langsung kebuka. Bukan cuma soal pergantian nama, tapi juga soal gaya main, chemistry, dan rencana besar yang biasanya baru kelihatan beberapa minggu setelahnya.
Di tengah dinamika kompetisi MPL Indonesia, perpisahan itu selalu punya dua sisi. Ada apresiasi buat yang sudah sempat berjuang, ada juga rasa penasaran soal siapa yang bakal masuk dan bagaimana struktur tim berubah.
Kabar farewell yang didapat dari Live Membership Evos
Unggahan perpisahan dari kubu EVOS untuk Roundel dan Xorizo menyebar cepat, dengan nuansa terima kasih atas peran mereka mengisi mid lane dan exp lane di musim sebelumnya. Dari cara penyampaiannya, ini tipikal pesan pamit yang rapi, singkat, dan menandakan status keduanya sudah tidak berada di dalam rencana skuad aktif berikutnya.
Di momen seperti ini, reaksi fans biasanya kebagi dua. Ada yang melihatnya sebagai reset yang dibutuhkan, ada juga yang menilai keduanya belum diberi panggung cukup panjang untuk benar benar “nempel” di identitas permainan EVOS.
Isyaratnya bukan sekadar perpisahan
Kalau sebuah organisasi sebesar EVOS mengumumkan pamitnya dua pemain di posisi krusial, biasanya itu bukan keputusan tunggal yang berdiri sendiri. Mid lane dan exp lane adalah jalur yang menentukan tempo, bukan sekadar pengisi komposisi. Pergeseran di dua titik ini sering berarti EVOS ingin mengubah cara mereka mengambil objektif, cara mereka membuka map, sampai cara mereka menutup game.
Di level MPL, perubahan kecil saja bisa mengubah wajah tim. Apalagi bila yang keluar adalah pemain yang sebelumnya masuk sebagai bagian dari perombakan roster.
Mengapa nama Xorizo dan Roundel sempat terasa penting di proyek EVOS
Sebelum cerita pamit ini muncul, EVOS sempat memperkenalkan proyek roster yang menaruh harapan pada kombinasi pemain lama dan wajah baru, termasuk masuknya Xorizo di posisi exp laner dan Roundel sebagai opsi mid lane.
Langkah itu masuk akal. Di atas kertas, Xorizo membawa jam terbang dari beberapa organisasi besar. Roundel juga datang dengan narasi talenta yang naik kelas dari jalur pengembangan, lalu dibawa ke panggung utama.
Roster itu pernah diposisikan sebagai jawaban
Dalam pemberitaan roster Season 16, EVOS menyebut Xorizo sebagai pilar yang bisa menjaga sisi pertahanan sekaligus jadi eksekutor saat momentum terbuka, sementara Roundel datang setelah berpisah dari Alter Ego Esports untuk menambah kedalaman mid lane.
Secara sederhana, keduanya sempat diposisikan sebagai bagian dari solusi. Karena itu, saat kabar pamit muncul, wajar kalau publik langsung menebak: EVOS sedang mengubah struktur, bukan cuma mengganti nama.
Perjalanan karier Xorizo, dari jalur pengembangan sampai panggung besar
Xorizo punya jalur karier yang cukup “rapi” untuk ukuran pemain exp lane. Ia tumbuh dari level pengembangan, lalu masuk ke tim utama, dan akhirnya pindah membawa pengalaman itu ke beberapa organisasi yang punya tuntutan tinggi.
Riwayat tim yang tercatat menunjukkan perjalanannya dari Bigetron Beta, naik ke Bigetron Esports, lalu sempat memperkuat Dewa United Esports sebelum akhirnya bergabung ke EVOS.
Titik yang membuat namanya makin sering disebut
Di level prestasi, Xorizo punya beberapa hasil yang menonjol, termasuk gelar di Piala Presiden Esports 2022 serta hasil kompetitif di MPL dan turnamen regional. Ia juga tercatat pernah tampil di ajang IESF World Esports Championship sebagai bagian dari perjalanan kompetitifnya.
Yang menarik, hasil hasil ini menggambarkan bahwa ia bukan pemain “baru kemarin sore”. Ini tipe exp laner yang sudah terbiasa main di bawah tekanan best of series dan seri panjang liga.
Perjalanan dan prestasi Xorizo
Berikut ringkasan perjalanan tim dan beberapa capaian yang paling sering jadi rujukan publik.
| Periode | Tim | Peran | Catatan penting |
|---|---|---|---|
| 12 Feb 2021 sampai 26 Agu 2021 | Bigetron Beta | EXP laner | Masa pembentukan di level pengembangan |
| 26 Agu 2021 sampai 7 Jul 2024 | Bigetron Alpha | EXP laner | Mulai stabil di panggung utama, ikut berbagai musim MPL |
| 1 Agu 2024 sampai 10 Agu 2025 | Dewa United Esports | EXP laner | Dua musim MPL bersama Dewa United |
| 12 Agu 2025 sampai terbaru | EVOS Esports | EXP laner | Masuk proyek roster baru EVOS |
| Tahun | Turnamen | Hasil | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 2022 | Piala Presiden Esports 2022 | Juara 1 | Salah satu puncak trofi yang tercatat |
| 2023 | IESF World Esports Championship 2023 | Runner up | Ajang level nasional internasional |
| 2023 | MPL Indonesia Season 12 | Peringkat 3 | Finis kompetitif di liga utama |
| 2024 | MPL Indonesia Season 13 | Peringkat 4 | Tetap konsisten di papan atas |
Perjalanan karier Roundel, mid laner yang sempat naik panggung di momen besar
Roundel dikenal sebagai mid laner yang sempat melewati jalur tim pengembangan dan ekosistem kompetitif di bawah payung Alter Ego, sebelum akhirnya diumumkan bergabung ke EVOS untuk memperkuat opsi mid lane.
Buat EVOS, tipe pemain seperti ini biasanya diproyeksikan untuk memberi warna berbeda. Mid laner tidak cuma soal mekanik, tapi soal cara membaca rotasi, mengatur tempo turtle atau lord, dan memilih kapan harus menahan, kapan harus all in.
Jalur tim yang membentuk Roundel
Dari catatan profil kompetitif, Roundel punya jejak panjang di beberapa tim, termasuk fase bersama Alter Ego dan Alter Ego X, sebelum masuk EVOS.
Ini penting karena menunjukkan bahwa ia bukan pemain yang langsung lompat ke panggung utama tanpa “tempaan”. Ada fase pengembangan yang biasanya membentuk kebiasaan komunikasi dan disiplin makro.
Perjalanan dan prestasi Roundel
| Periode | Tim | Peran | Catatan penting |
|---|---|---|---|
| 7 Des 2021 sampai 20 Jan 2024 | Yasbih Esports | Mid laner | Masa awal karier kompetitif |
| 20 Jan 2024 sampai 13 Mar 2024 | Alter Ego | Mid laner | Mulai masuk radar ekosistem tim besar |
| 13 Mar 2024 sampai 27 Jul 2024 | Alter Ego X | Mid laner | Berkutat di level pengembangan |
| 27 Jul 2024 sampai 21 Mar 2025 | Alter Ego | Mid laner | Kembali ke roster utama dalam periode tertentu |
| 4 Agu 2025 sampai terbaru | EVOS Esports | Mid laner | Masuk proyek roster EVOS |
| Tahun | Turnamen | Hasil | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 2023 | Kohai SEA Championship Season 2 | Peringkat 3 | Turnamen regional level Asia Tenggara |
| 2023 | MDL Indonesia Season 8 | Peringkat 5 sampai 8 | Pengalaman kompetitif di liga pengembangan |
Apa yang tertinggal setelah dua posisi ini kosong
Perpisahan dua pemain ini otomatis membuka dua lubang yang sensitif. Exp lane itu seperti engsel, kadang terlihat diam tapi menentukan arah pintu tim bergerak. Mid lane adalah pusat rotasi. Kalau EVOS mengganti dua titik ini sekaligus, ada kemungkinan mereka ingin mengubah pola permainan dari early sampai late.
Di sisi lain, pamitnya Xorizo dan Roundel juga menutup satu bab roster yang sempat diumumkan sebagai langkah perombakan untuk Season 16.
Fans biasanya mengingat hal hal kecil yang tidak masuk highlight
Ada hal menarik dari cara publik menilai dua pemain seperti ini. Bukan cuma soal KDA atau momen pentakill. Kadang yang paling diingat adalah satu momen zoning yang rapi, satu rotasi mid yang bikin lawan kehabisan map, atau satu keputusan menahan war yang menyelamatkan lord.
Buat sebagian fans EVOS, Xorizo akan diingat sebagai exp laner yang datang dengan reputasi matang dari jalur panjang liga. Roundel akan diingat sebagai mid laner yang sempat memberi opsi baru, terutama ketika EVOS butuh variasi tempo dan gaya setup.
Dan setelah kata pamit itu diumumkan, yang tersisa sekarang cuma satu pertanyaan yang selalu muncul tiap bursa roster: siapa yang akan mengisi ruangnya, dan bentuk EVOS seperti apa yang sedang disiapkan.