Nama Donkey pernah berdiri di titik paling tinggi skena Mobile Legends Indonesia. Ia bukan sekadar mantan pemain EVOS Legends, melainkan bagian dari roster legendaris yang membuat Indonesia punya gelar juara dunia M1 World Championship 2019. Di balik nickname yang mudah diingat itu, Donkey dikenal sebagai roamer keras kepala, vokal, spontan, dan punya gaya main yang sering bikin lawan kehilangan ruang gerak.
Kini, nama Donkey kembali jadi sorotan bukan karena comeback ke Land of Dawn, melainkan karena kabar dirinya mulai merintis jalur baru sebagai DJ. Perubahan jalur hidup ini langsung ramai dibahas komunitas MLBB karena Donkey bukan nama kecil. Ia pernah menjadi simbol kejayaan EVOS, pendiri GPX, streamer dengan basis penggemar besar, lalu kini muncul dengan cerita yang jauh lebih personal. Sejumlah pemberitaan menyebut Donkey mengaku harus memulai lagi dari nol dan memilih dunia DJ sebagai salah satu cara untuk bertahan serta bangkit kembali.
Profil Donkey, Dari Surabaya Sampai Jadi Nama Besar MLBB
Sebelum dikenal sebagai salah satu roamer paling ikonik di Indonesia, Donkey adalah Yurino Putra Angkawijaya, sosok asal Surabaya yang kemudian tumbuh menjadi figur penting dalam perkembangan Mobile Legends Tanah Air. Nama Donkey melekat kuat karena ia punya karakter kuat di dalam dan luar pertandingan. Ia bukan tipe pemain yang kalem di depan publik, tetapi justru karena gaya blakblakan itu, ia punya warna sendiri di mata penggemar.
Beberapa sumber mencatat Donkey sebagai mantan pemain profesional Mobile Legends yang pernah membela EVOS Legends, dikenal sebagai founder Geng Kapak, dan aktif sebagai konten kreator setelah meninggalkan karier kompetitif. Data biodata Donkey juga banyak dirangkum media esports Indonesia, termasuk nama asli, asal, tanggal lahir, nickname, serta kanal media sosial yang membuatnya terus dekat dengan komunitas.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama lengkap | Yurino Putra Angkawijaya |
| Nickname | Donkey |
| Nama panggilan | Yur |
| Tempat dan tanggal lahir | Surabaya, 26 September 1989 |
| Asal | Surabaya |
| Role saat aktif bermain | Tank dan roamer |
| Tim paling dikenal | EVOS Legends |
| Status di skena kompetitif | Pensiun sebagai pro player |
| Organisasi yang ikut ia bangun | Geng Kapak atau GPX |
| Aktivitas setelah pro player | Streamer, konten kreator, figur esports, dan kini mulai merintis sebagai DJ |
Donkey dan Julukan Bapak Tank Indonesia
Donkey punya tempat khusus di hati pemain lama Mobile Legends karena ia muncul pada era ketika role tank masih sangat berat. Saat itu, tank bukan cuma pembuka perang, tetapi juga pengatur tempo, penjaga core, pembaca rotasi, dan sosok yang sering harus mati duluan demi memenangkan objektif. Donkey paham betul cara memainkan peran itu dengan gaya yang agresif.

Gaya Main yang Keras dan Berani
Saat aktif bermain, Donkey kerap memakai hero tebal dengan kemampuan inisiasi. Ia tidak takut masuk lebih dulu, bahkan sering terlihat seperti pemain yang sengaja memancing lawan agar formasi musuh pecah. Gaya seperti ini cocok dengan EVOS Legends yang saat itu punya pemain mekanik tinggi seperti Wannn, Oura, Rekt, dan Luminaire.
Dalam grand final M1 2019, salah satu momen yang sering dibahas adalah permainan Grock milik Donkey. Pada game pertama, ONE Esports menulis bahwa pertahanan kuat dari Grock milik Donkey sempat menghalangi RRQ menyelesaikan Lord pada menit krusial. Detail kecil seperti ini menunjukkan bahwa kontribusinya tidak selalu terlihat dari jumlah kill, tetapi dari keputusan yang membuat tim tetap hidup dalam pertandingan panjang.
Bukan Cuma Mekanik, Donkey Punya Aura Pemimpin
Donkey juga dikenal sebagai pemain yang vokal. Ia bisa membakar semangat rekan setim, mengganggu mental lawan, sekaligus menghidupkan suasana tim. Dalam dunia kompetitif, sosok seperti ini penting karena pertandingan besar sering ditentukan oleh keberanian mengambil keputusan dalam hitungan detik.
Beberapa hal yang membuat Donkey punya tempat kuat di komunitas MLBB adalah:
- Punya gaya komunikasi yang lantang
- Berani mengambil risiko saat membuka team fight
- Kuat dalam membaca posisi lawan
- Punya persona yang mudah dikenali penggemar
- Tidak ragu menunjukkan emosi di panggung besar
Era EVOS Legends dan Lahirnya Roster WORLD
Nama Donkey mencapai titik paling tinggi saat EVOS Legends membentuk roster yang kemudian dijuluki WORLD. Lineup ini berisi Donkey, Oura, Rekt, Luminaire, dan Wannn. Kombinasi tersebut menjadi salah satu roster paling bersejarah dalam MLBB Indonesia karena berhasil menjuarai MPL Indonesia Season 4 lalu melanjutkan performa gemilang ke M1 World Championship 2019.
Roster EVOS untuk MPL Indonesia Season 4 juga tercatat di laman resmi MPL Indonesia, dengan Donkey masuk sebagai pemain role Tank bersama nama besar lain seperti Rekt, Oura, Luminaire, Wannn, Bajan, Four, Rexxy, Vinss, dan Zunz.
MPL Indonesia Season 4 Jadi Gerbang Kejayaan
Sebelum menaklukkan dunia, EVOS Legends lebih dulu merapikan panggung domestik. Mereka menjadi juara MPL Indonesia Season 4 setelah mengalahkan RRQ dengan skor 3 sampai 1 di grand final. Gelar ini bukan cuma trofi lokal, tetapi tiket mental bagi EVOS untuk membawa rasa percaya diri ke M1.
ONE Esports mencatat EVOS Esports keluar sebagai juara MPL Indonesia Season 4 setelah mengalahkan RRQ di grand final. Kemenangan itu mempertegas panasnya rivalitas El Clasico MLBB Indonesia, yang saat itu benar benar menjadi tontonan utama komunitas.
M1 2019 dan Malam Bersejarah di Kuala Lumpur
M1 World Championship 2019 digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Turnamen ini mempertemukan 16 tim dari berbagai negara dengan total prize pool 250 ribu dolar Amerika Serikat. Formatnya membuat M1 terasa besar sejak fase grup, karena setiap wakil negara datang membawa nama komunitas masing masing.
EVOS Legends mencapai grand final dan kembali bertemu RRQ. Duel Indonesia melawan Indonesia di final dunia ini menjadi salah satu episode paling gila dalam sejarah MLBB. EVOS sempat tertinggal 1 sampai 3, lalu membalikkan keadaan sampai menang 4 sampai 3. Esports Charts mencatat EVOS Legends mengalahkan RRQ Hoshi di grand final dan membawa pulang hadiah 80 ribu dolar Amerika Serikat dari total prize pool 250 ribu dolar Amerika Serikat.
| Tahun | Turnamen atau Momen | Tim atau Peran | Hasil |
|---|---|---|---|
| 2017 | MPL ID Season 1 Qualifier 2 | Pemain Mobile Legends | Juara 1 sampai 2 |
| 2018 | MPL ID Season 1 | Pemain kompetitif | Runner up |
| 2018 | MPL ID Season 2 Qualifier | Pemain kompetitif | Juara 1 sampai 2 |
| 2018 | MPL ID Season 2 | Pemain kompetitif | Peringkat 4 |
| 2019 | Mobile Star League Season 2 | Pemain kompetitif | Peringkat 5 |
| 2019 | Mobile Star League Season 3 | Pemain kompetitif | Peringkat 3 |
| 2019 | MPL Indonesia Season 4 | EVOS Legends | Juara 1 |
| 2019 | M1 World Championship | EVOS Legends | Juara 1 dunia |
| 2019 | SEA Games 30 | Tim Indonesia Mobile Legends | Medali perak |
| 2020 | MPL Indonesia Season 5 | EVOS Legends | Runner up |
Setelah Pensiun, Donkey Tidak Hilang dari Komunitas
Banyak pro player kehilangan sorotan setelah pensiun, tetapi Donkey tidak masuk kategori itu. Ia tetap dekat dengan penggemar melalui live streaming, konten hiburan, obrolan seputar Mobile Legends, dan komentar spontan yang sering jadi bahan diskusi komunitas. Donkey sadar bahwa namanya tidak hanya hidup dari trofi, tetapi juga dari karakter publik yang kuat.

GPX dan Jalan Baru Para Mantan Pro Player
Salah satu langkah besar Donkey setelah era EVOS adalah keterlibatannya di GPX atau Geng Kapak. Organisasi ini identik dengan nama Donkey, Oura, dan Marsha. GPX awalnya dikenal dari komunitas dan konten, lalu berkembang menjadi organisasi esports dan talent management.
Profil GPX di LinkedIn menyebut organisasi ini berdiri pada 2021 dengan nama Steven Kurniawan atau Marsha, Yurino Putra atau Donkey, dan Eko Julianto atau Oura sebagai figur penting di dalamnya. Liquipedia juga mencatat Donkey sebagai founder GPX.
| Fase Karier | Peran Donkey | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Awal kompetitif | Pemain Mobile Legends | Mulai dikenal sebagai tanker dengan gaya keras dan vokal |
| Era EVOS Legends | Tank dan roamer | Masuk dalam roster kuat bersama Oura, Rekt, Luminaire, dan Wannn |
| MPL ID Season 4 | Pemain inti EVOS | Membantu EVOS menjadi juara Indonesia |
| M1 World Championship 2019 | Pemain EVOS Legends | Menjadi bagian dari tim juara dunia pertama MLBB |
| Setelah pensiun | Streamer dan konten kreator | Tetap aktif menyapa komunitas lewat konten dan live streaming |
| Era GPX | Founder dan figur organisasi | Ikut membangun Geng Kapak sebagai wadah esports dan hiburan |
| Periode terbaru | Merintis jalur DJ | Diberitakan mulai masuk dunia hiburan musik setelah mengaku memulai lagi dari nol |
Banting Setir Jadi DJ, Kabar yang Bikin Komunitas Ramai
Kabar Donkey mulai menjadi DJ muncul ketika sejumlah unggahan pribadinya ramai dibahas. Hasagi menulis bahwa Donkey mengungkap dirinya harus memulai kembali dari titik nol dan mengambil langkah baru di dunia hiburan malam sebagai DJ. Pemberitaan itu juga menyebut keputusan tersebut diambil karena kebutuhan hidup, bukan semata karena keinginan pribadi.
Bagi penggemar lama, kabar ini terasa mengejutkan. Donkey adalah nama yang pernah mengangkat trofi dunia, punya nama besar di EVOS, dan menjadi bagian dari GPX. Namun, sisi manusiawi dari cerita ini justru membuat banyak orang melihat Donkey bukan hanya sebagai legenda game, tetapi juga seseorang yang sedang mencari pijakan baru.
Dari Roamer ke DJ, Sama Sama Butuh Timing
Menariknya, dunia DJ dan role roamer punya satu kesamaan besar, yaitu timing. Roamer harus tahu kapan masuk, kapan mundur, kapan memancing lawan, dan kapan membuka perang. DJ juga harus membaca suasana ruangan, mengatur tempo, dan tahu kapan menaikkan energi.
Perbedaannya jelas, satu berada di Land of Dawn, satu lagi berada di panggung musik. Namun, karakter Donkey yang ekspresif, percaya diri, dan terbiasa tampil di depan ribuan pasang mata bisa menjadi modal besar. Ia bukan sosok yang asing dengan spotlight. Sejak masih menjadi pro player, Donkey sudah terbiasa tampil dengan tekanan besar.
Reaksi Komunitas, Antara Kaget dan Memberi Dukungan
Komunitas MLBB punya hubungan emosional dengan Donkey. Banyak penggemar mengenalnya sebagai bagian dari masa kejayaan EVOS. Karena itu, ketika kabar Donkey merintis DJ muncul, reaksi yang muncul tidak hanya bercanda, tetapi juga dukungan.
Beberapa alasan kabar ini cepat ramai dibahas adalah:
- Donkey punya nama besar sebagai juara M1
- Ia dikenal punya karakter kuat dan apa adanya
- Perubahan dari pro player ke DJ terasa sangat kontras
- Cerita memulai dari nol membuat penggemar ikut bersimpati
- Komunitas MLBB masih mengikuti kehidupan roster WORLD sampai sekarang
Warisan Donkey di Mobile Legends Indonesia
Donkey tidak hanya meninggalkan statistik dan trofi. Ia meninggalkan gaya bermain yang membuat role tank terlihat garang. Pada era ketika banyak pemain ingin menjadi core, Donkey menunjukkan bahwa tank juga bisa menjadi pusat perhatian. Ia membuat roamer terasa punya nilai besar, bukan sekadar pelengkap dalam draft.
Juara M1 yang Masih Sulit Dilupakan
Gelar M1 2019 tetap menjadi titik emas bagi EVOS Legends dan Indonesia. Saat itu, EVOS menjadi juara dunia pertama MLBB setelah mengalahkan RRQ dalam best of seven penuh tujuh game. Digital News Asia mencatat EVOS keluar sebagai juara dunia pertama MLBB dengan skor 4 sampai 3 atas RRQ dan membawa pulang 80 ribu dolar Amerika Serikat.
Momen tersebut masih sering diulang dalam konten nostalgia karena susunan pemainnya terasa komplet. Oura dengan permainan offlane, Wannn sebagai midlaner eksplosif, Rekt yang fleksibel, Luminaire yang cerdas dalam support, dan Donkey sebagai tank pembuka jalan. Tanpa satu elemen itu, cerita EVOS di M1 tidak akan terasa sama.
Donkey Membuka Ruang Bagi Roamer Lokal
Pengaruh Donkey juga terasa pada cara pemain publik melihat role roamer. Ia membuat tank tidak terlihat pasif. Ia memperlihatkan bahwa pemain depan bisa menjadi pembeda sejak fase awal, bukan hanya tameng saat late game. Gaya seperti ini ikut membentuk selera komunitas terhadap roamer agresif di Indonesia.
Dalam banyak pertandingan, Donkey sering menjadi orang pertama yang masuk ke area berbahaya. Tugas itu tidak selalu terlihat keren di statistik, tetapi sangat terasa bagi rekan setim. Ketika roamer berhasil membuka ruang, core bisa farming lebih nyaman, midlaner bisa rotasi lebih bebas, dan offlaner bisa mengambil tekanan dengan lebih rapi.
Donkey Hari Ini, Figur Game yang Sedang Menulis Bab Baru
Perjalanan Donkey sekarang bukan lagi soal mengejar trofi MPL atau M Series. Ia sedang menjalani fase hidup yang berbeda, dari panggung esports menuju panggung musik. Perpindahan ini mungkin tidak biasa, tetapi Donkey sejak awal memang bukan figur biasa. Ia selalu punya cara sendiri untuk muncul di tengah keramaian.

Kabar Donkey menjadi DJ membuat publik kembali melihat bahwa karier seorang figur esports tidak berjalan lurus. Ada masa naik, masa kehilangan arah, masa mencoba lagi, dan masa mencari tempat baru. Bagi Donkey, panggung DJ bisa menjadi ruang lain untuk tetap tampil, bekerja, dan menunjukkan bahwa ia belum selesai.
Nama Besar Tidak Selalu Membuat Jalan Mudah
Status juara dunia tidak otomatis membuat hidup selalu ringan. Donkey pernah berada di puncak bersama EVOS, tetapi kini ia juga berhadapan dengan fase yang lebih personal. Inilah yang membuat cerita Donkey terasa dekat bagi banyak penggemar. Di balik sorak sorai arena dan piala M1, ada manusia yang tetap harus melanjutkan hidup.
Perubahan karier Donkey menjadi DJ juga menunjukkan bahwa mantan pro player bisa masuk ke banyak bidang selama punya keberanian untuk mulai lagi. Donkey punya modal popularitas, mental panggung, dan pengalaman menghadapi tekanan. Tiga hal itu bisa menjadi bekal penting di dunia hiburan.
Dari EVOS WORLD ke Booth DJ
Donkey pernah berdiri di samping rekan setimnya saat EVOS Legends mengangkat trofi dunia. Kini, ia berdiri di ruang yang berbeda, dengan perangkat berbeda, dan penonton yang berbeda. Namun, satu hal yang masih sama adalah keberaniannya untuk tampil.
Bagi komunitas Mobile Legends, Donkey akan tetap dikenang sebagai roamer juara M1. Bagi penonton baru di dunia musik, ia mungkin akan dikenal sebagai sosok yang datang dari esports lalu mencoba membangun nama di panggung DJ. Dua identitas itu tidak harus saling menghapus. Justru keduanya membuat cerita Donkey semakin berlapis.
Fakta Singkat Donkey yang Perlu Diketahui Penggemar MLBB
Nama Donkey akan terus melekat dengan EVOS Legends, GPX, dan M1 2019. Namun, untuk memahami sosoknya secara utuh, penggemar juga perlu melihat beberapa sisi lain dari perjalanan kariernya.
- Donkey adalah salah satu tank paling dikenal di era awal MPL Indonesia
- Ia menjadi bagian dari roster EVOS Legends yang menjuarai MPL ID Season 4
- Ia ikut membawa EVOS Legends menjadi juara M1 World Championship 2019
- Ia dikenal sebagai sosok vokal dengan persona kuat di komunitas
- Ia ikut membangun GPX bersama figur besar lain dari skena MLBB
- Setelah pensiun, ia aktif sebagai streamer dan konten kreator
- Pada periode terbaru, ia diberitakan mulai merintis jalur sebagai DJ

