Kembalinya Coach Yeb ke roster ONIC ID di MPL ID Season 17 langsung memantik perhatian besar di kalangan penggemar Mobile Legends Indonesia. Bukan hanya karena nama Yeb begitu melekat dengan era emas Landak Kuning, tetapi juga karena momen kembalinya terjadi setelah ONIC sempat diganggu dua kekalahan penting dari Bigetron by Vitality dan Geek Fam. ONIC memang masih berada di puncak klasemen, namun dua noda itu cukup untuk membuat publik bertanya, ada apa dengan ONIC, dan kenapa Yeb harus kembali sekarang?
Yeb Balik ke Roster ONIC ID, Bukan Pengumuman Biasa
Kabar kembalinya Yeb muncul jelang Week 7 MPL ID S17. ONIC melalui akun resminya menyampaikan bahwa Baba Yeba kembali membantu ONIC ID mulai pekan ketujuh. Pengumuman ini terasa besar karena sebelumnya roster resmi ONIC di laman MPL ID Season 17 mencantumkan CW sebagai coach dan Paddington sebagai assistant coach, sementara barisan pemain berisi SANZ, KELRA, LUTPI, KIBOY, KAIRI, dan SSAMUEL.
Bagi penggemar lama ONIC, nama Yeb bukan sekadar pelatih asing yang pernah datang dan pergi. Ia adalah sosok yang ikut membentuk ketegasan gameplay ONIC dalam beberapa musim besar. Ia dikenal mampu merapikan cara tim mengambil objektif, membaca rotasi lawan, mengatur urutan team fight, dan menjaga mental pemain saat pertandingan masuk fase rawan. Karena itu, saat namanya kembali muncul di roster MPL ID S17, publik langsung mengaitkannya dengan kebutuhan ONIC untuk mengunci ulang standar permainan mereka.
ONIC Masih di Puncak, Tetapi Ada Retakan yang Terlihat
Secara angka, ONIC masih sangat kuat. Data klasemen MPL ID menunjukkan ONIC berada di posisi pertama dengan catatan 9 menang dan 2 kalah, match point 9, net game win 15, serta game win loss 20 banding 5. Angka ini jelas masih lebih baik dibanding pesaing terdekat seperti Dewa United, BTR, Team Liquid ID, Alter Ego, dan EVOS.
Namun esports tidak hanya bicara posisi klasemen. Tim yang sedang berada di puncak tetap bisa menyimpan masalah kecil yang lama lama membesar jika tidak dibenahi. Kekalahan dari BTR pada Week 3 dan Geek Fam pada Week 5 membuat ONIC terlihat tidak sepenuhnya kebal. Mereka masih bisa ditekan, dipancing masuk ke team fight yang kurang nyaman, dan dipaksa bermain di tempo lawan.
Kekalahan dari BTR Jadi Alarm Pertama
Kekalahan ONIC dari Bigetron by Vitality terjadi pada Week 3, Sabtu 11 April 2026. Laman resmi MPL ID mencatat ONIC kalah 1 lawan 2 dari BTR pada laga tersebut. Hasil itu penting karena menjadi salah satu kekalahan awal ONIC di musim ini setelah mereka membuka musim dengan laju yang sangat kuat.
Dalam pertandingan itu, ONIC sempat memberi perlawanan dan tidak langsung runtuh. Beberapa laporan pertandingan menyebut BTR berhasil membalikkan keadaan setelah ONIC mengambil game pertama, lalu Robot Merah tampil lebih rapi pada dua game berikutnya. Kunci BTR ada pada kesabaran mengatur tempo, menjaga disiplin area, dan tidak terpancing terlalu jauh oleh agresivitas ONIC.
Kekalahan itu memberi pesan bahwa ONIC bisa dihentikan bila lawan mampu bertahan dari tekanan awal. Saat ONIC gagal memaksakan snowball, lawan punya ruang untuk menyusun ulang posisi, menunggu item inti, lalu menghukum kesalahan kecil saat perebutan Turtle, Lord, atau area jungle.
BTR Membongkar Celah Tempo ONIC
Salah satu hal yang paling terasa dari laga melawan BTR adalah bagaimana ONIC bisa kehilangan kendali saat lawan tidak panik. BTR tidak hanya menang lewat mekanik pemain, tetapi juga lewat pemilihan waktu masuk team fight yang lebih bersih. Saat ONIC mencoba mengunci momentum, BTR beberapa kali mampu mengubah arah pertandingan lewat duel area.
Bagi ONIC, kekalahan ini bukan sekadar soal kalah draft atau kalah eksekusi. Yang terlihat adalah adanya celah pada pengambilan keputusan saat pertandingan tidak berjalan sesuai rencana awal. Ketika rute rotasi Kairi mulai dibaca, ketika ruang SANZ mulai dipersempit, dan ketika Kelra tidak bisa bebas memberikan damage, ONIC membutuhkan rencana cadangan yang lebih matang.
Geek Fam Memberi Pukulan Kedua yang Lebih Menyakitkan
Kekalahan dari Geek Fam terasa lebih mengejutkan karena terjadi saat ONIC masih dipandang sebagai tim paling stabil. Pada Week 5, Minggu 26 April 2026, Geek Fam menang 2 lawan 1 atas ONIC. Catatan resmi MPL ID juga menampilkan skor tersebut sebagai kekalahan kedua ONIC di regular season.
Geek Fam berhasil menunjukkan bahwa ONIC bisa ditekan bukan hanya oleh tim papan atas, tetapi juga oleh tim yang sedang berjuang naik dari area tengah. Beberapa laporan pertandingan menyebut Geek Fam mampu menyamakan kedudukan pada game kedua, lalu memastikan kemenangan pada game penentuan setelah perebutan Lord dan eksekusi late game yang lebih siap.
Kemenangan Geek Fam juga memperlihatkan bahwa ONIC tidak boleh hanya mengandalkan reputasi. Lawan lawan di MPL ID S17 makin berani meladeni duel mekanik, makin siap menukar objektif, dan makin pintar mencari momen saat ONIC terlalu percaya diri membuka perang.
Geek Fam Menyerang Titik Sabar ONIC
Geek Fam tampil dengan pendekatan yang sabar. Mereka tidak terus menerus memaksa adu cepat sejak awal. Saat ONIC mencoba mengambil ruang, Geek Fam menjaga jarak, menunggu kesalahan posisi, lalu mengubah satu pick off kecil menjadi dorongan objektif yang lebih besar.
Di sinilah ONIC tampak kurang nyaman. Landak Kuning biasanya sangat kuat saat punya kendali map sejak early game. Namun ketika lawan bisa memutus alur farm, mengganggu jalur rotasi jungler, dan menutup ruang goldlaner, ONIC harus bermain lebih lama dari tempo ideal mereka. Geek Fam sukses membawa pertandingan ke titik yang mereka inginkan, lalu memukul ONIC di fase krusial.
Kenapa Yeb Kembali Sekarang?
Kembalinya Yeb terasa seperti jawaban atas dua sinyal yang sudah terlihat. Pertama, ONIC membutuhkan penguatan di sisi pembacaan pertandingan. Kedua, ONIC membutuhkan figur yang bisa menjaga ketenangan pemain saat lawan mulai menemukan cara menahan gaya mereka.
Yeb punya reputasi sebagai pelatih yang kuat dalam menyusun identitas tim. Ia bukan tipe pelatih yang hanya mengandalkan draft populer. Ia dikenal mampu membuat pemain memahami alasan di balik setiap rotasi, setiap pemilihan hero, dan setiap keputusan untuk masuk atau mundur dari team fight. Dalam musim yang semakin padat, kehadiran sosok seperti ini bisa memberi ONIC lapisan tambahan di balik layar.
CW dan Paddington Tetap Penting dalam Susunan Teknis
Kembalinya Yeb tidak harus dibaca sebagai penghapusan peran CW dan Paddington. Roster resmi MPL ID S17 mencantumkan CW sebagai coach dan Paddington sebagai assistant coach, sehingga kembalinya Yeb lebih masuk akal dilihat sebagai tambahan tenaga besar untuk memperkaya ruang strategi.
CW punya kedekatan kuat dengan para pemain karena pernah menjadi bagian dari inti ONIC sebagai player. Ia memahami kebiasaan tim, karakter pemain, dan tekanan panggung MPL ID. Paddington juga memberi peran penting sebagai staf yang mendampingi kerja teknis. Dengan Yeb masuk lagi, ONIC bisa memiliki tiga sudut pandang yang saling mengisi.
Masalah ONIC Bukan Klasemen, Melainkan Standar
Masalah ONIC saat ini bukan posisi. Mereka masih peringkat pertama. Masalahnya adalah standar yang mereka tetapkan sendiri. Tim seperti ONIC tidak hanya dituntut menang, tetapi juga dituntut tampil meyakinkan. Ketika mereka menang 2 lawan 0 atas Team Liquid ID dan RRQ pada Week 6, tiket playoff berhasil diamankan lebih cepat. Medcom juga mencatat ONIC menjadi tim pertama yang mengamankan tiket playoff setelah menang atas RRQ pada Week 6.
Tetapi kemenangan besar tidak serta merta menghapus catatan dari BTR dan Geek Fam. Di level ONIC, dua kekalahan itu menjadi bahan evaluasi serius. Bukan karena mereka terancam jatuh, melainkan karena calon lawan playoff akan mempelajari dua laga tersebut sebagai bahan menyerang.
BTR dan Geek Fam Bisa Jadi Bahan Belajar Tim Lain
BTR dan Geek Fam sudah memperlihatkan dua cara berbeda untuk mengganggu ONIC. BTR menahan agresivitas, menjaga struktur, lalu membalikkan pertandingan saat ONIC mulai kehilangan tempo. Geek Fam lebih berani memainkan kesabaran, membawa ONIC ke fase yang lebih panjang, dan memanfaatkan momen Lord dengan lebih tajam.
Bagi tim lain, dua laga ini adalah contoh bahwa ONIC bisa dipaksa keluar dari zona nyaman. Jika ONIC tidak segera menutup celah tersebut, lawan seperti Dewa United, BTR, Team Liquid ID, Alter Ego, bahkan Geek Fam sendiri bisa datang dengan persiapan yang lebih berbahaya saat playoff.
Kairi Tetap Jadi Poros, Tetapi Butuh Perlindungan Lebih Rapi
Kairi masih menjadi poros permainan ONIC. Sebagai jungler, ia adalah pemain yang sering menentukan arah tempo tim. Saat Kairi mendapatkan ruang farm dan dukungan rotasi, ONIC biasanya mudah membuka map. Masalah muncul ketika lawan berani mengganggu jalur farming, menutup akses buff, atau memaksa Kairi bertarung sebelum item siap.
Yeb bisa menjadi sosok yang membantu merapikan perlindungan terhadap Kairi. Bukan hanya lewat draft hero, tetapi juga lewat rute rotasi midlane dan roamer. Jika SANZ dan KIBOY bisa kembali memberi ruang lebih nyaman, Kairi punya peluang lebih besar untuk menjadi pengatur tempo, bukan sekadar pemain yang dipaksa menjawab tekanan lawan.
Kelra dan Damage Late Game Perlu Ruang Aman
KELRA sebagai goldlaner membawa warna baru bagi ONIC di MPL ID S17. Ia punya kemampuan mekanik tinggi, tetapi tetap butuh ruang aman agar bisa menjadi senjata utama di late game. Saat lawan mampu menekan goldlane terlalu awal, ONIC harus bekerja lebih keras untuk menjaga damage dealer mereka tetap relevan.
Di laga melawan BTR dan Geek Fam, terlihat bahwa lawan tidak membiarkan ONIC terlalu bebas mengembangkan lane. Mereka berani menekan area samping, memaksa rotasi bantuan, lalu mencuri ruang di bagian map lain. Inilah pekerjaan besar staf pelatih ONIC, yaitu memastikan Kelra tidak terlalu sering menjadi korban dari tekanan berlapis.
SANZ dan Kiboy Harus Kembali Mengunci Tengah Map
SANZ dan KIBOY selama ini menjadi dua nama penting dalam kendali map ONIC. SANZ punya peran besar dalam membersihkan wave, memberi damage area, dan membuka jalur rotasi. KIBOY bertugas membaca momen masuk, menahan tekanan, serta membuat lawan ragu melangkah terlalu jauh.
Saat ONIC kalah, area tengah sering menjadi titik yang sangat menentukan. Begitu midlane tidak dikuasai, jungler kehilangan jalur aman, goldlane lebih mudah ditekan, dan objektif besar menjadi lebih sulit diamankan. Kembalinya Yeb bisa membantu mengembalikan kedisiplinan area tengah, terutama dalam urutan clear wave, masuk sungai, dan menjaga vision.
ONIC Butuh Variasi Draft yang Lebih Sulit Ditebak
Salah satu tantangan tim papan atas adalah draft mereka selalu dipelajari. ONIC tidak bisa terlalu nyaman dengan pola hero yang sama. Lawan akan mencari jawaban, mulai dari ban prioritas, counter pick, sampai strategi menunda power spike pemain kunci.
Yeb dikenal sebagai pelatih yang mampu memberi variasi. Kehadirannya bisa membuat ONIC lebih berani menyimpan pilihan kejutan, terutama saat playoff nanti. Variasi draft tidak selalu berarti memakai hero aneh. Kadang, variasi cukup datang dari susunan lane, perubahan prioritas objektif, atau cara memindahkan tekanan dari satu sisi map ke sisi lain.
Week 7 Jadi Panggung Awal Kembalinya Sentuhan Yeb
Jadwal ONIC berikutnya pada Week 7 mempertemukan mereka dengan NAVI pada 9 Mei 2026 pukul 20.15. Laga ini menjadi panggung awal untuk melihat apakah kehadiran Yeb langsung terasa dari cara ONIC bermain.
NAVI bukan lawan yang boleh diremehkan. Tim seperti NAVI bisa berbahaya bila diberikan ruang mengambil tempo sejak awal. ONIC harus tampil rapi, bukan hanya menang lewat kualitas individu. Yang dinanti penggemar adalah apakah rotasi ONIC lebih bersih, apakah draft lebih tajam, dan apakah keputusan saat Lord menjadi lebih tenang.
Puncak Klasemen Tidak Boleh Membuat ONIC Terlena
ONIC berada di posisi yang nyaman secara angka, tetapi posisi nyaman sering menjadi jebakan bagi tim besar. Saat tim merasa sudah aman, detail kecil bisa lepas. Mulai dari disiplin wave, pemilihan waktu reset, posisi saat perebutan Turtle, sampai keputusan mengejar kill yang seharusnya tidak perlu.
Kembalinya Yeb dapat menjadi pengingat bahwa ONIC belum selesai. Regular season memang hampir mengantar mereka ke tahap lebih panas, tetapi lawan lawan di bawahnya sedang berburu celah. Dewa United mengejar posisi atas, BTR sudah pernah membuktikan bisa menumbangkan ONIC, sedangkan Geek Fam punya bukti bahwa mereka mampu memberi kejutan.
Ada Apa dengan ONIC?
Pertanyaan ada apa dengan ONIC sebenarnya punya jawaban yang cukup jelas. ONIC tidak sedang hancur. ONIC juga tidak sedang kehilangan identitas. Mereka tetap tim paling kuat secara klasemen. Namun mereka sedang berada di titik ketika dominasi harus diperiksa lagi. Dua kekalahan dari BTR dan Geek Fam menunjukkan bahwa gaya ONIC mulai bisa dipelajari.
Kembalinya Yeb adalah sinyal bahwa ONIC tidak ingin menunggu masalah menjadi lebih besar. Mereka memilih bergerak lebih cepat, memperkuat ruang strategi, dan membawa lagi sosok yang memahami karakter Landak Kuning dari dalam. Untuk tim sebesar ONIC, keputusan seperti ini bukan tanda panik, melainkan tanda bahwa mereka sadar setiap detail kecil bisa menentukan nasib di pertandingan besar.
Landak Kuning Menatap Pekan Ketujuh dengan Wajah Baru
Week 7 akan menjadi titik penting untuk menilai perubahan rasa permainan ONIC. Publik akan memperhatikan apakah ONIC lebih sabar saat membuka map, lebih disiplin saat unggul, dan lebih tenang ketika lawan memberi tekanan. Kehadiran Yeb tidak otomatis membuat semua masalah selesai, tetapi ia memberi ONIC bekal yang sangat mereka kenal, yaitu struktur, ketegasan, dan keyakinan bermain.
ONIC kini punya kombinasi menarik di ruang pelatih. Ada CW yang memahami pemain dari dekat, Paddington yang sudah mendampingi musim ini, dan Yeb yang kembali membawa pengalaman besar. Bila tiga elemen itu berjalan selaras, ONIC bisa kembali terlihat seperti tim yang tidak hanya menang karena nama besar, tetapi menang karena setiap gerakan mereka terasa dihitung dengan matang.