AFK Masters Cup Season 1 menjadi salah satu turnamen Mobile Legends: Bang Bang yang cukup ramai dibahas komunitas Indonesia. Turnamen ini tidak hanya mencuri perhatian karena Alter Ego berhasil keluar sebagai juara, tetapi juga karena banyak fans menyebutnya sebagai piala ciki. Sebutan itu muncul karena format peserta, jalur undangan, dan jumlah tim Asia Tenggara yang ikut dinilai tidak seberat turnamen internasional besar.
Ajang ini bernama lengkap CyberHero x Donatov.net AFK Masters Cup Season 1. Turnamen tersebut berlangsung pada 8 sampai 28 Juni 2026 di Rusia, dengan format online dan offline. Fase akhir digelar di Moskow, membuat event ini tetap punya panggung serius walau tidak berada di level turnamen utama seperti MSC atau M Series.
AFK Masters Cup Season 1 diikuti 10 tim. Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta berasal dari Rusia. Hanya dua tim dari Asia Tenggara yang ikut, yaitu Alter Ego dari Indonesia dan Aurora Gaming PH dari Filipina. Komposisi inilah yang membuat pembicaraan soal bobot turnamen menjadi cukup panas di kalangan fans MLBB.
Di atas kertas, AFK Masters Cup Season 1 bukan event receh. Total hadiah yang disediakan berada di kisaran 8,1 juta rubel, atau sekitar 108 ribu sampai 109 ribu dolar AS tergantung kurs. Untuk ukuran turnamen kelas menengah, angka itu cukup besar. Namun dalam dunia esports, gengsi sebuah turnamen tidak hanya dilihat dari hadiah. Nama peserta, jalur kualifikasi, tingkat persaingan, serta posisi turnamen dalam kalender kompetisi juga ikut menentukan penilaian publik.
Kenapa AFK Masters Cup Season 1 Disebut Piala Ciki
Sebutan piala ciki biasanya dipakai fans untuk menyindir turnamen yang dianggap kecil, terlalu mudah, atau tidak sepadat turnamen besar. Dalam kasus AFK Masters Cup Season 1, sindiran itu muncul karena Alter Ego dan Aurora Gaming PH langsung ditempatkan di fase playoff, sementara tim Rusia lain harus bertanding lebih dulu dari fase grup.
Bagi sebagian fans, jalur seperti itu membuat dua tim SEA terlihat sudah berada di posisi nyaman sejak awal. Mereka tidak perlu melewati fase penyisihan panjang, tidak perlu saling berebut poin, dan langsung masuk ke bagian turnamen yang lebih dekat dengan podium. Karena itu, beberapa komentar menyebut gelar dari turnamen ini tidak bisa disamakan dengan gelar dari ajang besar yang mempertemukan lebih banyak tim elite lintas kawasan.
Jalur Undangan Jadi Bahan Sindiran
Alter Ego dan Aurora Gaming PH datang sebagai tim undangan. Keduanya tidak bermain sejak fase grup, melainkan langsung masuk ke playoff. Format seperti ini membuat perjalanan mereka tampak lebih pendek dibanding tim lokal Rusia.
Dari sudut pandang penonton, ini mudah sekali memunculkan sindiran. Ketika sebuah tim langsung berada di top 4 sebelum memainkan laga resmi, fans akan bertanya apakah jalurnya terlalu ringan. Apalagi Alter Ego dan Aurora berasal dari dua negara yang dikenal sangat kuat di MLBB, yaitu Indonesia dan Filipina.
Namun dari sisi penyelenggara, undangan untuk dua tim SEA cukup bisa dimengerti. Indonesia dan Filipina punya basis penggemar MLBB yang sangat besar. Mengundang satu tim Indonesia dan satu tim Filipina bisa membuat turnamen Rusia ini mendapat sorotan lebih luas. Siaran jadi lebih hidup, pembahasan di media sosial lebih ramai, dan pertandingan punya nilai jual yang lebih besar.

Mayoritas Peserta Berasal dari Rusia
Alasan lain mengapa AFK Masters Cup Season 1 disebut piala ciki adalah komposisi pesertanya. Dari 10 tim, delapan berasal dari Rusia. Hanya Alter Ego dan Aurora Gaming PH yang datang dari luar kawasan tersebut.
Daftar peserta turnamen ini diisi oleh Alter Ego, Aurora Gaming PH, Verso Time, Virtus.pro, Team Yandex, CyberHero, FORZE Esports, Aura Farmers, Team Spirit Academy White, dan HARD GRIND. Komposisi seperti ini membuat AFK Masters Cup Season 1 terasa lebih seperti turnamen Rusia dengan dua tamu besar dari SEA.
Bila dibandingkan dengan turnamen global, jumlah perwakilan kawasan di AFK Masters Cup Season 1 memang jauh lebih terbatas. Tidak ada banyak tim dari Malaysia, Kamboja, Myanmar, Timur Tengah, Amerika Latin, atau wilayah lain. Karena itu, fans yang terbiasa dengan kompetisi dunia merasa ajang ini belum cukup kuat untuk disebut turnamen internasional besar.
Format Turnamen AFK Masters Cup Season 1
Format turnamen menjadi bagian yang paling sering dibahas. AFK Masters Cup Season 1 memakai jalur berbeda antara tim lokal Rusia dan tim undangan SEA. Fase grup diikuti oleh tim Rusia, lalu dua tim terbaik masuk playoff untuk menghadapi Alter Ego dan Aurora Gaming PH.
Pada fase grup, format yang dipakai adalah single round robin. Semua pertandingan dimainkan best of two. Jika sebuah tim menang 2 banding 0, mereka mendapat 3 poin. Jika hasilnya imbang 1 banding 1, masing masing mendapat 1 poin. Jika kalah 0 banding 2, tim tersebut tidak mendapat poin.
Fase Grup untuk Tim Rusia
Fase grup menjadi tempat delapan tim Rusia saling menguji kekuatan. Mereka harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk mendapat tiket menuju playoff. Format best of two membuat setiap game bernilai penting karena hasil imbang masih bisa menjaga peluang, sementara kekalahan 0 banding 2 langsung menyulitkan posisi klasemen.
Verso Time dan Virtus.pro menjadi dua nama yang paling menonjol dari fase ini. Keduanya mampu melewati persaingan internal dan memastikan tempat di playoff. Hasil tersebut membuat mereka menjadi wakil Rusia yang berhak menghadapi dua tim undangan dari SEA.
Verso Time tampil sebagai tim yang cukup solid. Mereka punya cara bermain yang sabar, tidak mudah terpancing, dan cukup baik dalam mengatur war besar. Virtus.pro juga tidak bisa diremehkan karena organisasi ini punya reputasi besar di esports, meski di MLBB mereka masih terus membangun pijakan.
Playoff Langsung Panas
Playoff AFK Masters Cup Season 1 mempertemukan empat tim, yaitu Alter Ego, Aurora Gaming PH, Verso Time, dan Virtus.pro. Formatnya double elimination, sehingga tim yang kalah masih punya kesempatan lewat lower bracket sebelum benar benar tersingkir.
Di sinilah kualitas dua tim SEA mulai diuji. Meski langsung masuk playoff, Alter Ego dan Aurora Gaming PH tidak otomatis mendapat jalan mulus. Mereka harus menghadapi tim Rusia yang sudah lebih dulu panas dari fase grup. Verso Time dan Virtus.pro sudah punya jam tanding, sudah merasakan pola turnamen, dan sudah membaca suasana kompetisi.
Bagi Alter Ego, situasi ini menjadi ujian cepat. Mereka tidak punya waktu panjang untuk pemanasan dalam turnamen. Begitu turun ke arena, mereka langsung berhadapan dengan Virtus.pro, salah satu nama terbesar dari sisi brand esports di Rusia.
Prizepool AFK Masters Cup Season 1
Besaran hadiah menjadi bagian penting dalam melihat posisi turnamen ini. Walau disebut piala ciki oleh sebagian fans, AFK Masters Cup Season 1 tetap membawa prizepool yang cukup serius untuk ukuran turnamen MLBB kelas menengah.

Total hadiah turnamen ini berada di angka 8.100.000 rubel. Bila dikonversi ke dolar AS, nilainya berada di kisaran 108 ribu sampai 109 ribu dolar AS. Alter Ego sebagai juara mendapat bagian terbesar, disusul Verso Time, Aurora Gaming PH, dan Virtus.pro.
| Peringkat | Tim | Asal | Hadiah Rubel | Perkiraan Hadiah Dolar AS |
|---|---|---|---|---|
| Juara 1 | Alter Ego | Indonesia | 3.750.000 rubel | Sekitar 50.690 dolar AS |
| Juara 2 | Verso Time | Rusia | 2.340.000 rubel | Sekitar 31.681 dolar AS |
| Juara 3 | Aurora Gaming PH | Filipina | 1.200.000 rubel | Sekitar 16.247 dolar AS |
| Juara 4 | Virtus.pro | Rusia | 810.000 rubel | Sekitar 10.900 dolar AS |
Melihat pembagian hadiah tersebut, AFK Masters Cup Season 1 jelas bukan turnamen tanpa nilai. Alter Ego membawa pulang hadiah utama yang cukup besar, sementara tiga tim lain juga mendapat bagian yang lumayan. Hal ini membuat sindiran piala ciki terasa lebih sebagai candaan komunitas daripada penilaian penuh terhadap nilai event.
Namun tetap saja, prizepool besar belum tentu membuat sebuah turnamen langsung dianggap elite. Fans MLBB biasanya menilai turnamen dari lawan yang dihadapi. Jika lawannya tidak sebanyak dan sekuat event global, maka sindiran tetap muncul meski hadiah uangnya cukup tinggi.
Recap Pertandingan AFK Masters Cup Season 1
Perjalanan AFK Masters Cup Season 1 bisa dibagi menjadi tiga bagian besar. Pertama, fase grup yang mempertemukan tim Rusia. Kedua, playoff ketika Alter Ego dan Aurora Gaming PH mulai turun. Ketiga, grand final yang mempertemukan Alter Ego dengan Verso Time.
Bagian playoff menjadi titik paling menarik karena di sinilah dua wakil SEA benar benar diuji. Alter Ego datang membawa nama Indonesia, sementara Aurora Gaming PH membawa reputasi Filipina sebagai salah satu negara paling kuat di MLBB.
Alter Ego Mengalahkan Virtus.pro
Laga pertama Alter Ego di playoff mempertemukan mereka dengan Virtus.pro. Pertandingan ini tidak berjalan mudah. Virtus.pro sempat memberi tekanan dan membuat Alter Ego harus bekerja keras untuk mengamankan seri.
Alter Ego akhirnya menang 2 banding 1. Kemenangan ini penting karena menjadi langkah awal mereka menuju grand final. Jika kalah pada laga pertama, Alter Ego harus langsung turun ke lower bracket dan menjalani jalur yang lebih berbahaya.
Dalam seri ini, Alter Ego terlihat lebih tenang saat memasuki fase objektif besar. Mereka mampu menjaga posisi, memilih momen war, dan tidak terlalu terbawa tempo lawan. Meski Virtus.pro sempat mencuri game, Alter Ego tetap punya jawaban saat seri memasuki game penentu.
Kemenangan atas Virtus.pro juga memberi pesan bahwa Alter Ego tidak datang ke Rusia hanya sebagai pemanis event. Mereka tetap harus bertarung, tetap harus menyusun draft, dan tetap harus menjaga mental di seri yang ketat.
Aurora Gaming PH Berhadapan dengan Verso Time
Aurora Gaming PH menghadapi Verso Time dalam laga playoff yang juga menyita perhatian. Sebagai tim Filipina, Aurora datang dengan reputasi besar. Namun Verso Time bukan lawan yang bisa dilewati begitu saja.
Verso Time menunjukkan gaya bermain yang cukup rapi. Mereka tidak hanya mengandalkan war, tetapi juga sabar dalam mengatur tekanan map. Aurora yang biasanya nyaman bermain agresif harus menghadapi lawan yang mampu menahan tempo dan menghukum kesalahan kecil.
Pertemuan Aurora dengan Verso Time menjadi sinyal bahwa tim Rusia punya kualitas yang lebih baik dari perkiraan sebagian fans. Verso Time tidak terlihat gentar menghadapi tim SEA. Mereka bisa menahan tekanan, membalas rotasi, dan membawa pertandingan ke arah yang lebih sulit untuk Aurora.

Alter Ego Menundukkan Verso Time di Upper Final
Setelah menang atas Virtus.pro, Alter Ego bertemu Verso Time di upper final. Laga ini menjadi ujian yang jauh lebih serius karena Verso Time tampil sebagai tim Rusia paling berbahaya di turnamen.
Alter Ego justru tampil sangat kuat. Mereka berhasil mengalahkan Verso Time dengan skor 2 banding 0. Hasil ini membawa Alter Ego langsung ke grand final, sekaligus membuat Verso Time turun ke lower bracket.
Kemenangan 2 banding 0 tersebut menjadi salah satu titik terbaik Alter Ego sepanjang turnamen. Mereka bukan hanya menang, tetapi juga membuat Verso Time terlihat kesulitan menemukan ruang bermain. Draft Alter Ego lebih siap, rotasi mereka lebih cepat, dan eksekusi saat perebutan objektif terasa lebih bersih.
Bagi fans Indonesia, hasil ini mulai mengubah suasana pembicaraan. Dari yang awalnya banyak menyindir turnamen sebagai piala ciki, mulai muncul suara bahwa Alter Ego tetap pantas diberi kredit karena mampu menundukkan tim terbaik Rusia dengan cukup meyakinkan.
Aurora Gaming PH Menghentikan Virtus.pro
Di lower bracket, Aurora Gaming PH kembali menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan Virtus.pro. Aurora menang 3 banding 0 dan membuat Virtus.pro harus puas finis di posisi keempat.
Kemenangan telak ini memperlihatkan bahwa Aurora masih sangat kuat ketika mendapat ruang bermain. Mereka mampu mempercepat tempo, menekan lane, dan memaksa Virtus.pro bertahan lebih lama di area sendiri.
Namun kemenangan ini tidak cukup untuk membawa Aurora ke grand final. Mereka masih harus menghadapi Verso Time, tim yang sebelumnya sudah memberi banyak masalah.
Verso Time Menyingkirkan Aurora Gaming PH
Laga Verso Time melawan Aurora Gaming PH di lower final menjadi salah satu seri paling keras di AFK Masters Cup Season 1. Pertandingan berjalan sampai lima game, dan Verso Time akhirnya menang 3 banding 2.
Hasil ini cukup mengejutkan sebagian fans SEA. Aurora Gaming PH yang membawa nama Filipina harus tersingkir oleh tim Rusia. Verso Time membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim tuan rumah yang numpang tampil, tetapi benar benar punya kualitas untuk menantang tim kuat dari kawasan lain.
Kemenangan atas Aurora membuat Verso Time berhak kembali menantang Alter Ego di grand final. Mereka datang dengan modal besar, yaitu keberhasilan menyingkirkan wakil Filipina dalam seri panjang. Tetapi di sisi lain, mereka juga harus menghadapi Alter Ego yang sebelumnya sudah mengalahkan mereka 2 banding 0.
Grand Final Alter Ego vs Verso Time
Grand final AFK Masters Cup Season 1 mempertemukan Alter Ego melawan Verso Time. Laga ini menjadi duel Indonesia melawan Rusia di panggung utama. Alter Ego datang dari jalur upper bracket, sementara Verso Time datang dari lower bracket setelah menyingkirkan Aurora Gaming PH.
Pertandingan grand final dimainkan best of seven. Format panjang seperti ini menuntut tim punya stamina, variasi draft, dan mental yang kuat. Satu kemenangan game tidak cukup. Tim harus mampu bertahan dari perubahan strategi lawan dari game ke game.
Alter Ego Menang 4 Banding 2
Alter Ego akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Verso Time dengan skor 4 banding 2. Skor ini menunjukkan bahwa final tidak berjalan satu arah. Verso Time mampu mencuri dua game dan memberi perlawanan serius, terutama karena mereka tampil di depan dukungan penonton lokal.
Namun Alter Ego tetap lebih matang dalam momen penentuan. Mereka mampu menjaga kepala dingin saat Verso Time mencoba mengejar. Saat pertandingan mulai masuk fase krusial, Alter Ego lebih rapi dalam mengambil objektif, memilih target, dan menutup game.
Kemenangan ini membuat Alter Ego membawa pulang gelar AFK Masters Cup Season 1 serta hadiah utama sekitar 50 ribu dolar AS. Gelar tersebut menjadi pencapaian internasional yang menarik untuk tim Indonesia, meski status turnamennya masih menjadi bahan perdebatan fans.
Verso Time Tetap Layak Dapat Kredit
Verso Time finis sebagai runner up, tetapi performa mereka tidak bisa diremehkan. Mereka berhasil melewati fase grup, masuk playoff, mengalahkan Aurora Gaming PH, lalu memaksa Alter Ego bermain sampai enam game di final.
Untuk tim Rusia, hasil ini cukup kuat. Verso Time menunjukkan bahwa scene MLBB di luar SEA mulai punya tim yang bisa memberi perlawanan. Mereka belum cukup kuat untuk menumbangkan Alter Ego di final, tetapi mereka sudah memberi sinyal bahwa jarak kualitas tidak selalu sejauh yang dibayangkan.
Penampilan Verso Time juga membuat AFK Masters Cup Season 1 lebih menarik. Tanpa perlawanan mereka, turnamen ini mungkin akan semakin mudah dicap piala ciki. Karena Verso Time mampu menyingkirkan Aurora dan mencuri dua game dari Alter Ego, pembahasan soal level turnamen jadi sedikit lebih berimbang.
Mengapa Hanya Dua Tim SEA yang Ikut
Pertanyaan besar yang terus muncul adalah mengapa hanya dua tim SEA yang ikut. Jawaban paling masuk akal adalah karena AFK Masters Cup Season 1 memang bukan turnamen global terbuka dengan slot besar untuk banyak kawasan. Event ini lebih terlihat sebagai turnamen Rusia yang diberi tambahan dua undangan dari kawasan paling kuat di MLBB.
Alter Ego mewakili Indonesia, sedangkan Aurora Gaming PH mewakili Filipina. Dua negara ini punya nilai jual besar di MLBB. Dengan menghadirkan keduanya, turnamen bisa menarik perhatian penonton internasional tanpa harus mengundang terlalu banyak tim dari luar Rusia.

Event Rusia dengan Bumbu SEA
AFK Masters Cup Season 1 pada dasarnya punya basis peserta Rusia. Tim lokal menjadi tulang punggung turnamen, sementara dua tim SEA menjadi magnet tambahan. Pola seperti ini sering terjadi dalam esports, terutama ketika penyelenggara ingin menaikkan perhatian tanpa mengubah identitas event lokal.
Bagi penonton Rusia, kehadiran Alter Ego dan Aurora membuat turnamen terasa lebih spesial. Mereka bisa melihat tim lokal bertanding melawan wakil kawasan yang selama ini dikenal sangat kuat di MLBB. Bagi penonton SEA, event ini menjadi tontonan tambahan untuk melihat tim favorit bertanding di luar negeri.
Namun bagi fans yang mencari turnamen internasional penuh, jumlah dua tim SEA tentu terasa kurang. Tidak ada banyak wakil dari kawasan lain. Tidak ada bracket besar yang mempertemukan banyak juara regional. Karena itu, label piala ciki muncul dengan cukup mudah.
Jadwal Berdekatan dengan Turnamen Besar
Faktor jadwal juga perlu diperhatikan. AFK Masters Cup Season 1 selesai pada 28 Juni 2026, sementara MSC 2026 di Esports World Cup dimulai pada 1 Juli 2026. Jaraknya sangat dekat, hanya beberapa hari.
Dengan jadwal seperti itu, banyak tim top SEA kemungkinan lebih memilih fokus pada persiapan turnamen besar. Perjalanan jauh ke Rusia, adaptasi waktu, jadwal latihan, dan kondisi pemain menjadi hal yang perlu dihitung. Tidak semua tim mau mengambil risiko tampil di event tambahan menjelang ajang yang hadiahnya jauh lebih besar.
Karena itu, hanya dua tim SEA yang ikut bukan berarti kawasan ini kekurangan tim kuat. Lebih tepatnya, turnamen ini memang tidak disusun sebagai ajang SEA besar. Penyelenggara tampaknya cukup memilih dua nama untuk menarik perhatian, lalu menaruh mereka langsung di playoff agar event terasa lebih padat.
Apakah Gelar Alter Ego Layak Dianggap Serius
Perdebatan soal piala ciki tidak akan hilang begitu saja. Fans MLBB sangat aktif dalam membandingkan gelar, lawan, format, dan bobot turnamen. Karena itu, kemenangan Alter Ego di AFK Masters Cup Season 1 akan tetap punya dua sisi pembahasan.
Satu sisi menyebut gelar ini tidak sebesar turnamen elite. Sisi lain menilai Alter Ego tetap pantas dihargai karena mereka menang dalam aturan yang sudah dibuat penyelenggara. Dalam olahraga elektronik, tim tidak bisa memilih siapa lawannya setelah turnamen dimulai. Mereka hanya bisa menjalankan tugas dan mengalahkan tim yang ada di depan mereka.
Alasan Gelar Ini Tetap Punya Nilai
Ada beberapa alasan mengapa gelar Alter Ego tetap layak dihargai.
- Turnamen digelar dengan prizepool yang cukup besar untuk kelas menengah.
- Alter Ego tetap harus mengalahkan Virtus.pro dan Verso Time.
- Grand final dimainkan best of seven, bukan laga singkat satu game.
- Verso Time sebelumnya berhasil menyingkirkan Aurora Gaming PH.
- Alter Ego menang di luar Indonesia, dengan tekanan panggung Rusia.
Dari poin tersebut, jelas bahwa gelar ini bukan hadiah kosong. Alter Ego tetap harus bermain serius, menyesuaikan draft, dan menjaga mental sampai final selesai.
Alasan Fans Team lain Tetap Menyindir
Meski begitu, alasan fans menyindir juga tidak bisa diabaikan. Jalur Alter Ego menuju gelar memang lebih pendek dibanding turnamen besar. Mereka tidak bermain di fase grup dan langsung masuk playoff. Jumlah tim SEA juga hanya dua, sehingga aroma persaingan internasionalnya tidak sekuat event global.
Selain itu, mayoritas peserta berasal dari Rusia. Bagi fans yang terbiasa melihat tim Indonesia melawan Filipina, Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan tim kuat lain di event besar, AFK Masters Cup Season 1 terasa belum cukup padat.
Jadi, sebutan piala ciki lebih tepat dilihat sebagai bahasa komunitas. Ada unsur bercanda, ada unsur kritik, dan ada juga rasa iri atau gengsi antar fans. Tetapi sebagai hasil kompetitif, Alter Ego tetap sah menjadi juara.
Posisi AFK Masters Cup Season 1 di Kalender MLBB
AFK Masters Cup Season 1 lebih cocok ditempatkan sebagai turnamen internasional kelas menengah. Ia bukan event terbesar, tetapi juga bukan pertandingan hiburan kosong. Ada hadiah besar, ada panggung offline, ada tim undangan dari SEA, dan ada hasil yang cukup ramai dibahas.
Turnamen ini juga memperlihatkan bahwa MLBB semakin dicoba di luar pusat utamanya. Rusia ingin punya panggung sendiri, dan kehadiran tim seperti Alter Ego serta Aurora Gaming PH membantu menaikkan perhatian publik.
Panggung untuk Scene Rusia
Bagi scene Rusia, AFK Masters Cup Season 1 menjadi ruang penting. Tim seperti Verso Time dan Virtus.pro mendapat kesempatan menghadapi tim dari Indonesia dan Filipina. Pengalaman seperti ini bisa membantu perkembangan kompetitif mereka.
Verso Time menjadi cerita terbesar dari pihak Rusia. Mereka sukses mencapai grand final, menyingkirkan Aurora Gaming PH, dan memberi perlawanan panjang kepada Alter Ego. Hasil ini membuat mereka keluar dari turnamen dengan reputasi lebih baik.
Virtus.pro juga mendapat panggung berharga. Meski finis keempat, mereka tetap terlibat dalam playoff dan menghadapi dua tim kuat dari SEA. Untuk organisasi besar seperti Virtus.pro, kehadiran di turnamen MLBB seperti ini bisa menjadi pijakan untuk membangun nama di cabang tersebut.
Panggung Pembuktian Alter Ego
Bagi Alter Ego, AFK Masters Cup Season 1 menjadi ajang pembuktian yang cukup manis. Mereka datang dengan sorotan yang tidak sebesar tim favorit dunia, tetapi pulang sebagai juara. Mereka mengalahkan Virtus.pro, menundukkan Verso Time dua kali, lalu mengangkat trofi di Rusia.
Kemenangan ini tidak langsung menempatkan Alter Ego sebagai tim terbaik dunia. Namun gelar ini tetap bisa memberi dorongan moral. Tim yang sering menerima kritik dari fans akhirnya punya pencapaian internasional yang bisa ditunjukkan.
Alter Ego juga memperlihatkan kemampuan bertahan dalam seri panjang. Grand final best of seven melawan Verso Time bukan laga yang mudah. Menang 4 banding 2 menunjukkan bahwa mereka tidak hanya unggul di awal, tetapi juga mampu menyesuaikan permainan saat lawan mulai memberi balasan.
Warna Baru dari Turnamen Kelas Menengah
AFK Masters Cup Season 1 mungkin tidak akan ditempatkan sejajar dengan turnamen paling besar di MLBB. Namun turnamen ini tetap punya tempat sendiri dalam perjalanan kompetitif 2026. Ada tim Indonesia yang juara, ada tim Rusia yang memberi kejutan, ada wakil Filipina yang tersingkir secara ketat, dan ada perdebatan panjang soal nilai sebuah trofi.
Bagi fans yang suka melihat MLBB berkembang di luar SEA, turnamen ini memberi tontonan yang berbeda. Rusia tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan, tetapi juga menghadirkan tim yang mampu memberi perlawanan. Verso Time menjadi bukti paling jelas bahwa peserta lokal tidak datang hanya untuk meramaikan daftar.
Bagi Alter Ego, kemenangan ini menjadi catatan manis. Mereka pulang membawa hadiah terbesar, mengangkat trofi, dan membuat nama Indonesia muncul di podium utama. Di balik semua sindiran piala ciki, tetap ada fakta sederhana yang tidak bisa dibantah: Alter Ego adalah juara AFK Masters Cup Season 1.

