Penunjukan Kenny “Xepher” Deo sebagai pelatih Timnas MLBB Indonesia membuat obrolan soal komposisi pemain kembali panas. PB ESI telah menunjuk Xepher untuk menangani Timnas MLBB Indonesia pada agenda internasional 2026, termasuk Asian Games dan Esports Nations Cup, sementara susunan pemain resmi belum diumumkan. Xepher juga sudah memberi gambaran bahwa ia ingin membawa gaya Indonesia yang agresif, disiplin, dan cerdas, bukan sekadar memilih nama besar di tiap role.
Dalam ruang diskusi komunitas, rekomendasi ala Gamefever menjadi salah satu susunan yang menarik dibahas untuk turnamen negara seperti IESF. Komposisinya cukup berani karena memadukan pemain ONIC dan Alter Ego, dua kubu yang sama sama punya bahan kuat untuk gaya main cepat. Daftar yang diajukan Gamefever adalah Sanz sebagai midlane, Arfy sebagai goldlane dengan Savero sebagai pelapis, Yazukee yang sering disebut Yasuke sebagai jungler dengan Alberttt sebagai pelapis, Kiboy sebagai roamer dengan Alekk sebagai pelapis, lalu Nino di explane.
Kenapa Komposisi Gamefever adalah yang terbaik ?
Komposisi ini tidak hanya mengumpulkan nama populer, tetapi mencoba menyusun tulang punggung permainan yang cocok dengan karakter Coach Xepher. Di satu sisi ada Sanz dan Kiboy dari ONIC yang dikenal punya jam terbang tinggi. Di sisi lain ada Arfy, Yazukee, Alekk, dan Nino dari Alter Ego yang tentu lebih dekat dengan pola latihan Xepher di level klub.
Sanz dan Kiboy masih tercatat sebagai bagian dari roster ONIC Season 17, dengan Sanz di midlane dan Kiboy sebagai roamer. Sementara itu, laman resmi MPL Indonesia untuk Alter Ego Season 17 mencatat Xepher sebagai coach, Yazukee sebagai jungler, Arfy sebagai goldlane, Alekk sebagai roamer, dan Nino sebagai explane.
Pilihan ini terasa punya dua lapisan. Lapisan pertama adalah kualitas individu. Lapisan kedua adalah kedekatan sistem. Pemain dari Alter Ego membawa bahasa permainan yang sudah lebih mudah disambungkan dengan arahan Xepher. Pemain ONIC membawa pengalaman panggung besar, kedisiplinan rotasi, dan kebiasaan bermain di laga berat.
Sanz Jadi Otak Serangan dari Midlane
Sanz berada di posisi yang sangat penting dalam rancangan Gamefever. Midlane bukan hanya soal clear minion dan hadir ke objektif. Role ini menjadi pusat tempo, penghubung antara jungler, roamer, goldlane, dan explane. Dalam komposisi nasional, midlaner yang dipilih harus bisa bermain hemat gerakan, cepat memberi informasi, dan tetap berani saat harus membuka ruang.

Sanz cocok untuk kebutuhan itu. Ia bukan tipe midlaner yang hanya menunggu war besar. Ia terbiasa ikut mengatur jalur rotasi sejak menit awal. Ketika roamer bergerak ke arah goldlane, midlaner seperti Sanz bisa ikut memberi tekanan. Ketika jungler butuh ruang menuju turtle, ia mampu membantu dengan penempatan skill yang rapi.
Kelebihan lain Sanz adalah ketenangan. Dalam turnamen negara, tekanan tidak sama seperti liga reguler. Pemain membawa nama Indonesia, bukan hanya organisasi. Sanz punya pengalaman panjang bersama ONIC dan sudah terbiasa berada di pusat sorotan. Dalam komposisi Gamefever, ia bisa menjadi pengatur nada permainan yang membuat tim tidak terburu buru mengambil keputusan.
Di bawah Coach Xepher, Sanz juga bisa diberi tugas lebih agresif. Bukan sekadar menjaga lane tengah, tetapi menjadi poros serangan kedua setelah roamer. Bila Kiboy membuka jalur dengan inisiasi, Sanz bisa menjadi pemain yang menyambung serangan dengan hero burst, control mage, atau pick yang punya mobilitas tinggi.
Arfy Jadi Goldlane Utama yang Punya Ruang Berkembang
Rekomendasi Arfy sebagai goldlane utama terasa menarik karena tidak sepenuhnya aman, tetapi punya nilai besar. Arfy tercatat sebagai goldlane Alter Ego di MPL Indonesia Season 17. Dalam susunan Gamefever, ia dipilih bukan hanya karena berada dekat dengan sistem Xepher, tetapi juga karena role goldlane membutuhkan pemain yang bisa tumbuh cepat dalam pola main pelatih.
Goldlaner tim nasional tidak boleh hanya kuat farming. Ia harus tahu kapan harus diam, kapan harus bertukar pukulan, dan kapan harus masuk war tanpa membuat tim kehilangan damage utama. Arfy punya modal karena ia sudah berproses di lingkungan kompetitif yang dipimpin Xepher. Hubungan seperti ini penting untuk turnamen singkat.

Dalam skema agresif, goldlaner sering menjadi sasaran lawan. Musuh akan mencoba menekan lane sejak awal, memaksa roamer membantu terlalu cepat, lalu mencuri area jungle. Jika Arfy dipasang sebagai starter, tugas terbesar Xepher adalah memastikan ia mendapat perlindungan pada menit awal tanpa membuat lane lain kehilangan tekanan.
Pilihan Arfy juga memberi warna baru. Indonesia sering memiliki banyak goldlaner populer, tetapi Gamefever terlihat ingin memberi tempat pada pemain yang bisa masuk ke sistem, bukan hanya pemain dengan nama paling ramai dibahas. Itu sejalan dengan ucapan Xepher bahwa pemilihan calon atlet tidak hanya soal pemain terbaik di role, tetapi juga soal kecocokan dengan gaya yang akan dibawa.
Savero Sebagai Pelapis Goldlane yang Bisa Mengubah Rencana
Savero sebagai pelapis Arfy membuat posisi goldlane terasa lebih aman. Savero bukan nama kecil. Ia dikenal sebagai pemain Indonesia yang berani keluar dari zona nyaman dan tercatat bermain sebagai goldlaner untuk ONIC Philippines.
Dalam turnamen negara, pelapis bukan sekadar cadangan. Pelapis bisa menjadi senjata ketika lawan sudah terlalu paham pola starter. Jika Arfy dipakai untuk menjaga struktur utama, Savero bisa masuk saat tim butuh gaya berbeda. Ia bisa memberi variasi dalam pemilihan hero, cara bertahan di lane, dan cara mengubah arah war.

Savero juga menarik karena punya pengalaman lintas lingkungan. Bermain di luar Indonesia membuat pemain merasakan gaya komunikasi dan tempo yang berbeda. Untuk level internasional, pengalaman seperti ini bisa membantu. Ia tidak mudah kaget dengan pendekatan lawan yang lebih sabar, lebih disiplin objektif, atau lebih cepat melakukan punish.
Dalam versi Gamefever, duet Arfy dan Savero memberi dua opsi. Arfy sebagai goldlane yang dekat dengan sistem Xepher, Savero sebagai pelapis yang bisa menambah kejutan. Keduanya membuat posisi goldlane tidak bergantung pada satu gaya saja.
Yazukee atau Yasuke Jadi Jungler Utama
Nama yang disebut Gamefever adalah Yasuke, namun di daftar resmi MPL Alter Ego, pemain jungler yang relevan adalah Yazukee. Ia tercatat sebagai jungler Alter Ego Season 17, satu tim dengan Arfy, Alekk, Nino, dan berada di bawah arahan Xepher.
Jika yang dimaksud adalah Yazukee, maka rekomendasi ini sangat logis dari sisi hubungan pelatih dan pemain. Jungler adalah role yang paling sering bergantung pada arahan makro. Ia harus tahu kapan mengambil turtle, kapan menukar objektif, kapan masuk ke area musuh, dan kapan mundur untuk menjaga tempo.

Yazukee punya keunggulan karena sudah mengenal cara Xepher membangun tekanan. Dalam permainan agresif, jungler tidak boleh pasif. Ia harus berani masuk, tetapi tetap bersih dalam hitungan retri dan posisi. Satu keputusan kecil di area turtle atau lord bisa mengubah arah laga.
Kekuatan rekomendasi Gamefever ada pada chemistry. Sanz bisa membantu mid control, Kiboy bisa membuka map, Nino bisa menahan sisi jauh, Arfy bisa dijaga pada fase awal. Di tengah semua itu, Yazukee menjadi penerima ruang. Jika empat role lain berhasil membuat area aman, jungler tinggal mengeksekusi objektif dengan tenang.
Alberttt Sebagai Pelapis Jungler yang Punya Nama Besar
Menempatkan Alberttt sebagai pelapis Yazukee bukan keputusan biasa. Alberttt adalah salah satu nama paling dikenal di role jungler Indonesia. Alberttt juga dikenal sebagai pemain aktif yang pernah mengisi role jungler dan goldlaner.
Sebagai pelapis, Alberttt memberi jaminan pengalaman. Ia bisa menjadi opsi ketika tim butuh jungler dengan reputasi besar, mental panggung tinggi, dan kemampuan carry yang sudah lama dikenal publik. Dalam turnamen pendek, ada kalanya pelatih perlu mengganti tempo karena lawan sudah menemukan pola utama.

Alberttt cocok menjadi kartu kedua. Ia bisa masuk dalam pertandingan yang membutuhkan pendekatan lebih berani di jungle. Ia juga bisa memberi tekanan psikologis kepada lawan karena namanya sudah punya bobot di skena MLBB Indonesia.
Namun, menaruh Alberttt sebagai pelapis juga berarti Gamefever lebih memprioritaskan sistem. Starter bukan selalu nama paling populer. Starter adalah pemain yang paling cocok dengan rencana utama. Alberttt tetap penting sebagai senjata rotasi, terutama untuk seri panjang ketika adaptasi menjadi penentu.
Kiboy Jadi Roamer Utama untuk Menyalakan Mesin Tim
Kiboy sebagai roamer utama adalah salah satu pilihan paling kuat dalam daftar Gamefever. Kiboy dikenal sebagai roamer dengan jam terbang tinggi dan pemain yang bisa menghidupkan tempo sejak early game.
Dalam gaya main agresif yang diinginkan Xepher, roamer adalah saklar utama. Tanpa roamer yang berani, agresi hanya menjadi keinginan. Kiboy punya karakter untuk itu. Ia bisa membuka semak, memberi informasi, memancing skill lawan, lalu memulai war dengan timing yang sulit dibaca.

Kiboy juga punya nilai besar untuk Sanz. Keduanya pernah lama berada dalam satu lingkungan ONIC. Hubungan mid dan roam adalah jantung permainan. Jika dua role ini sudah punya rasa saling percaya, rotasi tim bisa lebih cepat terbentuk. Mereka tahu kapan harus bergerak bersama, kapan harus menahan lane, dan kapan harus memotong jalur lawan.
Dalam level IESF, roamer seperti Kiboy bisa menjadi pembeda. Tim nasional lawan biasanya punya pemain terbaik dari negaranya masing masing. Mereka tidak mudah dihancurkan hanya dengan mekanik. Dibutuhkan roamer yang bisa mencuri informasi, memecah fokus lawan, dan memberi ruang kepada goldlaner serta jungler.
Alekk Sebagai Pelapis Roam yang Dekat dengan Sistem Xepher
Alekk sebagai pelapis Kiboy memberi kedalaman yang cukup menarik. Ia tercatat sebagai roamer Alter Ego Season 17. Dalam struktur Gamefever, Alekk bukan hanya pemain cadangan, tetapi pilihan yang bisa menjaga gaya Xepher tetap berjalan bila Kiboy tidak dipasang.
Kiboy membawa pengalaman besar. Alekk membawa kedekatan sistem. Dua nilai ini berbeda, tetapi sama sama dibutuhkan. Jika tim ingin bermain dengan chemistry ONIC di area mid dan roam, Kiboy menjadi pilihan utama. Jika tim ingin lebih dekat dengan rancangan Xepher dari Alter Ego, Alekk bisa menjadi opsi.

Roamer pelapis harus siap masuk tanpa banyak penyesuaian. Ia tidak boleh hanya menunggu kesempatan. Ia harus paham draft, pola komunikasi, dan kebutuhan tiap lane. Alekk memiliki keuntungan karena sudah terbiasa bekerja dengan Arfy, Yazukee, dan Nino.
Dalam seri panjang, Alekk bisa dipakai untuk membuat lawan sulit menebak arah draft. Misalnya, ketika Kiboy terlalu sering diincar dalam ban hero atau pola geraknya sudah dibaca, Alekk bisa masuk memberi gaya yang lebih segar. Kehadirannya membuat posisi roam tidak bergantung pada satu pemain.
Nino Jadi Explaner yang Membawa Ketenangan di Sisi Map
Nino sebagai explane menjadi pilihan yang cukup kokoh. Ia tercatat sebagai explane Alter Ego Season 17 dan berada langsung dalam tim yang dilatih Xepher.
Explane adalah role yang sering terlihat sunyi, tetapi sangat menentukan. Pemain di role ini harus kuat sendirian, paham timing rotasi, dan sanggup masuk war dari sudut yang tepat. Nino punya karakter yang cocok untuk menjaga sisi map sambil memberi tekanan ketika objektif besar muncul.

Dalam komposisi Gamefever, Nino bisa menjadi penyeimbang. Sanz, Kiboy, dan Yazukee dapat bergerak agresif di area tengah dan jungle. Arfy bisa menjadi fokus perlindungan di goldlane. Nino bertugas memastikan sisi lain tidak runtuh. Ia juga harus siap menjadi pembuka war kedua saat roamer sudah memancing perhatian lawan.
Nino juga punya keunggulan hubungan kerja dengan Xepher. Dalam turnamen negara, waktu latihan biasanya tidak sepanjang liga klub. Pemain yang sudah paham instruksi pelatih bisa mempercepat penyatuan tim. Itulah alasan mengapa memasukkan beberapa pemain Alter Ego terasa masuk akal.
Versi Delwyn, Komposisi Bisa Lebih Fleksibel
Selain rekomendasi Gamefever, nama Delwyn bisa ditempatkan sebagai sudut pandang pembanding. Versi Delwyn akan menarik bila ia menilai roster bukan hanya dari starter utama, tetapi dari fleksibilitas selama turnamen. Artinya, pemain pelapis tidak hanya disiapkan untuk berjaga, tetapi benar benar bisa dipakai untuk mengubah cara main.
Dalam versi Delwyn, Sanz tetap sulit digeser dari midlane. Alasannya jelas, role mid butuh pemain paling stabil secara keputusan. Untuk goldlane, Delwyn bisa saja tetap memilih Arfy sebagai starter karena sudah menyatu dengan gaya Xepher, tetapi memberi ruang lebih besar kepada Savero ketika tim butuh damage dealer yang lebih berani mengambil duel.
Untuk jungler, Delwyn mungkin melihat persaingan Yazukee dan Alberttt sebagai bagian paling panas. Yazukee unggul dari sisi sistem Alter Ego, sedangkan Alberttt unggul dari nama besar dan pengalaman carry. Pilihan starter bisa ditentukan dari lawan. Jika menghadapi tim dengan tempo sangat cepat, Yazukee bisa dipertahankan. Jika membutuhkan jungler yang bisa membawa tekanan individu lebih besar, Alberttt layak dimainkan.
Di posisi roam, Delwyn kemungkinan tetap menempatkan Kiboy sebagai pilihan utama karena ia punya jam terbang tinggi dan chemistry dengan Sanz. Alekk tetap penting sebagai opsi yang lebih dekat dengan pola Alter Ego. Untuk explane, Nino masih menjadi pilihan aman karena ia menyatu dengan tiga nama Alter Ego lain dalam daftar.

Kekuatan Utama Roster Ini Ada di Mid dan Roam
Jika daftar Gamefever dibedah lebih dalam, kekuatan paling jelas ada di sambungan Sanz dan Kiboy. Mid dan roam adalah dua role yang mengatur wajah permainan. Dengan Sanz di tengah dan Kiboy di depan, Indonesia bisa bermain cepat tanpa kehilangan arah.
Kiboy dapat membuka jalur. Sanz dapat mengikuti dan memberi damage atau crowd control. Yazukee mendapat ruang untuk mengambil objektif. Arfy mendapat perlindungan dari rotasi. Nino dapat memilih kapan harus ikut war atau menahan lane. Pola seperti ini membuat tim punya alur yang mudah dilihat, tetapi sulit dihentikan jika eksekusinya rapi.
Kekuatan kedua ada pada kedekatan Alter Ego. Arfy, Yazukee, Alekk, dan Nino datang dari lingkungan yang sama dengan Xepher. Ini bisa mempercepat proses latihan. Mereka sudah mengenal cara pelatih memberi instruksi, cara membedah draft, dan cara mengatur ulang rencana ketika tertinggal.
Kekuatan ketiga ada pada pelapis yang bukan sekadar nama tambahan. Savero, Alberttt, dan Alekk masing masing bisa memberi variasi. Savero untuk goldlane, Alberttt untuk jungle, Alekk untuk roam. Tiga nama ini membuat roster punya opsi saat harus menyesuaikan diri dalam seri best of three atau best of five.
Tantangan Terbesar Ada di Penyatuan Dua Gaya
Meski terlihat kuat, roster Gamefever tetap punya pekerjaan berat. Menggabungkan pemain ONIC dan Alter Ego bukan sekadar menaruh nama di satu daftar. ONIC punya cara main sendiri. Alter Ego punya kebiasaan sendiri. Pemain yang terbiasa dengan shotcall klub harus mau menyesuaikan diri dengan komando tim nasional.
Sanz dan Kiboy mungkin punya koneksi yang sangat baik. Namun, mereka tetap harus menyatu dengan Arfy, Yazukee, dan Nino. Goldlane dan jungler dari Alter Ego harus nyaman menerima informasi dari roamer ONIC. Explaner harus tahu kapan mengikuti rotasi versi Sanz dan Kiboy. Semua detail kecil ini perlu dilatih berulang.
Tantangan lain ada pada status Arfy sebagai goldlane utama. Ia punya potensi, tetapi tekanan tim nasional berbeda. Lawan bisa saja langsung mengincar lane tersebut sejak menit pertama. Jika Arfy berhasil melewati tekanan awal, komposisi Gamefever akan terlihat sangat hidup. Jika tidak, Xepher harus cepat memutuskan kapan memakai Savero.
Di jungle, Yazukee juga akan mendapat sorotan besar karena ada Alberttt di belakangnya. Persaingan seperti ini bisa menjadi energi positif, tetapi juga bisa menjadi beban. Xepher harus membuat hierarki yang jelas sejak awal. Pemain harus tahu siapa starter, siapa pelapis, dan kapan rotasi dilakukan.
Draft Hero yang Cocok untuk Rekomendasi Gamefever
Dengan Sanz, Arfy, Yazukee, Kiboy, dan Nino, draft idealnya tidak terlalu pasif. Tim ini cocok bermain dengan mid hero yang bisa cepat clear lane, roam hero pembuka map, jungler yang punya mobilitas, goldlaner yang aman di fase awal, dan explane yang bisa masuk war dari sisi samping.
Sanz bisa diberi hero mage kontrol atau mid dengan burst tinggi. Kiboy cocok memakai hero inisiasi yang bisa memaksa lawan bereaksi. Yazukee bisa diarahkan ke jungler yang kuat mengambil objektif dan tetap bisa ikut fight. Arfy perlu hero goldlane yang aman, tetapi tetap punya damage besar saat item utama selesai. Nino dapat memakai fighter tebal atau hero yang bisa memotong jalur belakang lawan.
Jika Savero masuk, draft goldlane bisa dibuat lebih agresif. Jika Alberttt masuk, draft jungle bisa diarahkan ke hero carry yang lebih menonjol. Jika Alekk masuk, draft roam bisa disesuaikan dengan komunikasi Alter Ego yang lebih familier bagi Arfy, Yazukee, dan Nino.
IESF Membutuhkan Roster yang Cepat Panas Sejak Game Pertama
IESF World Esports Championship 2025 untuk MLBB berlangsung pada 3 sampai 7 Desember 2025 di Malaysia, dengan 16 tim peserta, prize pool 65 ribu dolar AS, dan Malaysia keluar sebagai juara setelah mengalahkan Kamboja 3 0 di grand final. Turnamen tersebut juga mencatat peak viewers 351.806 penonton.
Data itu menunjukkan bahwa turnamen negara seperti IESF bukan ajang kecil. Tekanan besar, jadwal padat, dan lawan dari berbagai negara membuat tim tidak punya banyak ruang untuk lambat panas. Roster harus siap sejak game pertama.
Komposisi Gamefever punya modal untuk itu. Sanz dan Kiboy bisa langsung mengangkat tempo. Yazukee sudah dekat dengan sistem Xepher. Arfy punya pelapis Savero jika dibutuhkan. Alberttt bisa dipakai jika jungle perlu variasi. Alekk bisa menjaga role roam tetap punya opsi. Nino menjadi jangkar kuat di explane.
Jika daftar ini benar benar dipertimbangkan, bagian paling penting bukan sekadar siapa starter. Yang lebih menentukan adalah bagaimana Xepher membuat semua pemain menerima peran masing masing. Starter harus percaya diri. Pelapis harus siap kapan saja. Tim harus bermain sebagai satu unit, bukan kumpulan nama besar.

