fbpx
GameFever ID
Tips and Tricks

Alasan Meta 1-3-1 Jadi Overpower Di LoL: Wild Rift

Riot Games, developer dari Lol: Wild Rift berencana mengembangkan kompetisi esports mereka. Oleh karena itu kini turnamen-turnamen esports baik tingkat amatir sampai profesional mulai bermunculan. Turnamen besar terakhir yang digelar di Indonesia yaitu Wild Rift SEA Icon Series 2021 – Preseason Indonesia dan berhasil dimenangkan oleh Bigetron Infinity.

Kemenangan Bigetron Infinity di ajang pra musim Wild Rift SEA Icon Series tersebut mendapatkan banyak perhatian dari komunitas Wild Rift. Hal ini karena Bigetron Infinity tidak sekalipun mengalami kekalah di semua pertandingan hingga babak grand final. Strategi yang digunakan oleh Bigetron Infinity terkesan berbeda dari yang lainnya dan sulit untuk di counter oleh tim lainnya.

Lalu kira-kira strategi apa yang diterapkan oleh Bigetron Infinity di Wild Rift SEA Icon Series tanpa mengalami satu kekalahan sekali pun?

Baca Juga: [LoL: Wild Rift] Tips dan Build Terbaik Galio Sebagai Mid Laner

Strategi 1-3-1

Strategi yang digunakan oleh Bigetron Infinity adalah 1-3-1, menerapkan duo Dragon Lane yang biasanya diisi oleh ADC dan Support justru pinda ke Mid Lane bersama Jungler mereka. Sementara posisi Mid Lane bertukar dan mengisi Dragon Lane sendiri. Padahal sebelumnya Riot Games sudah memberikan nerf untuk spell Smite agar tidak ada pemain nakal menggunakannya saat dia bukan seorang Jungler.

Tentu saja Bigetron Infinity sudah mencoba strategi ini sebelumnya dan malah digunakan saat turnamen berlangsung. Kekompakan tim dan komposisi tim juga tentunya menjadi salah satu faktor kemenangan tim Bigetron Infinity di kancah Wild Rift Indonesia. Namun apakah ada hal lain yang menjadi alasan strategi 1-3-1 milik Bigetron ini terasa overpower?

Komposisi Tim

Komposisi tim harus diperhatikan saat menggunakan strategi 1-3-1 ini. Champions ADC, Jungler, dan Support harus Champions yang kuat saat awal permainan. Mereka akan bermain agresif dengan bergerombol 3 orang sekaligus. Champions ADC menjadi yang diprioritaskan untuk mendapatkan Minion dan kill saat pertempuran terjadi.

Sementara itu posisi solo Laner baik Baron Laner maupun Mid Laner (menjadi Dragon Laner) merupakan Champions yang kuat saat team fight berlangsung atau seorang Split Pusher. Jika strategi 1-3-1 ini gagal di awal permainan, maka tim akan kesulitan saat permainan mencapai Late Game. Oleh karena itu menggunakan Champions Split Pusher akan memperkecil ketertinggalan mereka nantinya.

Roaming adalah Kunci

Salah satu alasan strategi di Wild Rift yang berbeda dengan League of Legends adalah proses roaming. Di Wild Rift sendiri pemain dapat melakukan roaming (berjalan ke area lainnya) dengan cepat dibandingkan dengan League of Legends. Kemudian damage yang dihasilkan Champions di awal permainan ke Minion juga terasa masih kecil. Selain itu spawn Minion Wave juga terbilang lama di awal permainan.

Hal ini menjadi alasan terbentuknya formasi 1-3-1 yang terkesan mirip Mobile Legends. Saat tim selesai membunuh Minion Wave di Mid Lane, mereka dapat dengan mudah melakukan roaming ke area Jungle dan balik lagi ke Mid Lane tanpa kehilangan Gold dari Minion serta Turret tim.

Kelemahan dari formasi 1-3-1 adalah experience point (level) yang akan terbagi. Namun hal ini tidak akan menjadi sebuah masalah jika tim berhasil mendapatkan kill di awal permainan. Kekuatan pertempuran 3 lawan 2, 4 lawan 3, atau 5 lawan 4 sangat terlihat berbeda sekali di awal permainan. Saat pertempuran di Dragon Pit terjadi, semua anggota tim bisa saja terbunuh hanya karena pertempuran jumlah pemain yang berbeda dari kedua tim. Tentu saja tim dengan komposisi Champions roaming akan sangat diuntungkan dalam hal ini.


Kita lihat saja dengan kuatnya strategi 1-3-1 ini apakah tim lain akan menggunakannya juga? Atau mereka malah sudah menemukan cara untuk meng-counter strategi 1-3-1 ini? Namun hingga saat ini Riot Games sepertinya masih belum menanggapi adanya strategi ini.

Jika Riot Games terganggu dengan adanya strategi ini, kemungkinan ke depannya mereka akan mengubah HP atau armor dari Turret agar tidak mudah dihancurkan di awal permainan. Mereka juga bisa mempercepat atau mengubah waktu Wave Minion di awal permainan, sehingga tim yang sering melakukan roaming akan tertinggal dalam segi CS (minion kills).

Related posts

Kolaborasi Ragnarok X: Next Generation dengan Anime “That Time I Got Reincarnated as a Slime” Sudah Dimulai!

MongJi

Genshin Impact Rilis Update 2.1 di September 2021

MongJi

Sistem Pet Ragnarok X: Next Generation Kini Sudah Hadir

MongJi

Leave a Comment