fbpx
GameFever ID
Tech

[Review] Redragon Draconic K530 – Keyboard Gaming Imut Tapi Tahan Lama

Di era gaming yang semakin maju saat ini, gamer sudah memiliki beragam opsi keyboard gaming yang bisa dipilih. Mulai dari wireless, mechanical, berukuran besar dan masih banyak lagi jenis-jenisnya. Kali ini GameFever ID akan mengulas salah satu keyboard gaming dari Redragon yang mencuri perhatian kami.

Redragon K530 Draconic 60% Compact RGB Wireless Mechanical Keyboard, nama ini memang panjang. Namun ukurannya justru berbeda dengan namanya yang panjang. Selain itu ada beberapa hal menarik dari K530 Draconic yang akan saya ulas.

Penasaran seperti review kami untuk K530 Draconic? Yuk disimak. 

60% Lebih Kecil! Jadi Imut

Sesuai namanya, K530 Draconic memiliki ukuran yang kecil dibandingkan dengan keyboard gaming biasanya. Keyboard yang satu ini berukuran 60% dari ukuran keyboard biasanya, yakni hanya 291,7 x 101,7 x 36 mm saja. Oleh karena itu ada beberapa tuts yang dihilangkan dari K530 Draconic dan yang paling jelas adalah tidak adanya tuts arrow, tombol-tombol Numpad dan F1 hingga F12.

Karena ukurannya yang kecil, penempatan tuts juga terasa rapat ditambah tidak adanya bezzel membuat K530 Draconic terasa lebih padat. Untuk mengatasi hilangnya tutstuts penting, K530 Draconic menggunakan fungsi tuts Function (Fn) sebagai penggantinya. Selain tuts Fn biasa, di K530 Draconic kita bisa menjumpai tuts Fn1 dan Fn2 yang letaknya cukup tidak terlihat. Pasalnya, tulisan Fn1 dan Fn2 berada di sisi bawah tuts, jadi sangat sulit menemukannya di awal pemakaian. Tuts ini digunakan saat pengguna ingin memakai fungsi F1. Misalnya bila ingin menggunakan F1, kalian harus memencet tuts Fn2 + angka 1 di keyboard.

Meskipun ukurannya yang ringkas, K530 Draconic bukan keyboard yang paling ringan yang pernah saya review. Beratnya hanya 0,8kg, jadi tidak terlalu berat. Bahkan, build-nya terasa cukup kokoh dalam membangunnya.

K530 Draconic juga dilengkapi tombol dengan lampu latar belakang berupa lampu LED seperti keyboard gaming era sekarang. Lampu-lampu LED tersebut juga tersedia lebih dari 16,8 juta warna RGB yang semuanya dapat disesuaikan melalui software Draconic.

Secara keseluruhan, desain dan build K530 Draconic sangat kokoh. Beratnya mungkin sedikit lebih berat daripada keyboard konvensional yang memiliki ukuran 60% juga, tetapi K530 Draconic terasa jauh lebih kuat.

Baca Juga: [Review] Redragon M908 Impact – Mouse Gaming Murah yang Kaya Fitur

Dua Opsi Pilihan Koneksivitas

K530 Draconic memiliki dua koneksivitas yang bisa dipilih oleh penggunanya. Pertama koneksi tanpa kabel (wireless) yang menggunakan Bluetooth. Dengan dukungan teknologi Bluetooth 5.0, K530 Draconic sangat mudah saat dipasang ke PC, laptop hingga ke tablet sekalipun. Saat menyalakan keyboard dan tidak terhubung ke kabel USB, Bluetooth akan secara otomatis beralih ke mode pencarian. Kalian dapat melihatnya melalui lampu merah yang berkedip di sebelah keyboard.

Untuk mode kabel (wired), K530 Draconic sudah menyiapkan kabel USB Type C sepanjang 2 meter. Uniknya, kabel USB yang ditawarkan ini ujungnya 90 derajat mirip huruf L dan sangat mendukung penggunaan keyboard tanpa membuat kabel di ujungnya khawatir cepat putus.

Beberapa alat penunjang lainnya juga disediakan di K530 Draconic. Seperti alat untuk mencabut caps keyboard dan pengangkat switch. Ditambah dengan 4 buah Mechanical Switch cadangan yang terdiri dari warna merah, biru, cokelat, dan hitam. Masing-masing berjumlah satu, jadi kalian hanya bisa ubah sesuai dengan keinginan di tombol tertentu saja.

Soal baterai, bisa diadu!

Untuk mode wireless, kalian juga tidak usah khawatir sebab K530 Draconic memiliki kapasitas baterai hingga 3.000 mAh. Selama proses penggunaan, saya mencoba menggunakan K530 Draconic dengan posisi RGB yang menyala dan hanya ini memakai sekitar 2-3% per jamnya.

Saat menggunakan keyboard ini selama kurang lebih 6 jam, saya mendapati posisi baterai berada di 80%. Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa ketika K530 Draconic berada pada posisi baterai 100%, kalian bisa menggunakan keyboard ini hingga 30 jam dengan mode wireless dan RGB yang menyala. Tapi kalau kalian memilih untuk tidak menyalakan RGB, saya berani jamin baterai K530 Draconic pasti akan bertahan sangat lama lagi.

Main Game RPG Jadi Lebih Sulit

Sebagai gamer, saya lebih banyak memakai K530 Draconic untuk bermain video game di PC. Selama proses review, saya benar-benar merasa kesulitan di game yang membutuhkan untuk menekan F1 dan seterusnya sepeti Dota 2 dan juga Genshin Impact. Masalahnya, saya diharuskan untuk menekan tombol FN2 + 1 terlebih dahulu saat ingin menggunakan F1.

Tetapi untuk bermain game yang tidak membutuhkan tombol banyak seperti game-game FPS, saya rasa kalian masih nyaman menggunakan K530 Draconic. Saya juga mencoba K530 Draconic untuk memainkan game FPS seperti Apex Legends, Valorant atau CS:GO yang tidak membutuhkan banyak tombol.

Sedikitnya tombol yang tersedia di K530 Draconic tidak terlalu berpengaruh karena yang lebih sering ditekan hanyalah WASD, tombol angka untuk mengganti senjata dan juga mouse. Untuk urusan pekerjaan sehari-hari, juga tidak terlalu menggangu karena kebetulan saya tidak menggunakan F1 dan seterusnya saat bekerja. Namun sebaliknya, penggunaan K530 Draconic ini lumayan akan membuat proses pekerjaan kalian sedikit jadi lama.

Kesimpulan

Memilih hadir dengan ukuran lebih kecil dari keyboard biasanya, membuat Redragon menghilangkan beberapa tombol di K530 Draconic. Meski fungsinya digantikan dengan tombol Function (Fn), saya merasa itu bukan solusi yang cukup baik. Apalagi bila kalian menggunakannya untuk berbagai macam kegiatan. K530 Draconic juga memiliki build yang kokoh meskipun beratnya tidak seringan keyboard 60% lainnnya.

Hal yang menjadi nilai tambah dari K530 Draconic ada opsi koneksivitas yang tersedia. Kalian bisa memilih menggunakan di mode wired dengan ujung kabel USB berbentuk L atau mode wireless dengan teknologi Bluetooth 5.0. Keduanya berjalan dengan baik saat saya menggunakannya. Apalagi dengan daya baterai hingga 3.000 mAh, K530 Draconic lumayan cukup awet saat digunakan tanpa kabel.

Draconic K530 bisa dibilang keyboard yang cocok untuk kalian yang memainkan game-game tanpa tombol banyak. Game-game FPS seperti Valorant, CS:GO, dan juga Apex Legends sangat bisa sekali menggunakan K530 Draconic. Untuk pekerjaan sehari-hari, saya juga tidak menganjurkan kalian menggunakan K530 Draconic karena tombol yang tersedia sedikit sekali.

Keyboard gaming Redragon Draconic K530 ini dibanderol dengan harga Rp950.000 dan kalian bisa mendapatkannya di Official Online Store Redragon Indonesia atau toko-toko gaming gear favorit lainnya.

Related posts

Razer Kraken V3 X, Siap Bikin Nyaman Para Gamer Bermain

MongJi

Peduli Dengan Lingkungan, Razer Galakan Gerakan #GoGreenWithRazer

MongJi

[Review] Redragon GM100 Seyfert – Mudah Dipasang dan Tangkapan Suara yang Jauh

Bartholomew

Leave a Comment