fbpx
GameFever ID
Tech

[Review] Razer Blackwidow V3 Pro – Keyboard Gaming Premium Dengan Segudang Fitur

Review Razer Blackwidow V3 Pro Indonesia

Tentu kalian sudah paham betul soal Razer dengan segala produk mewahnya yang kerap membuat gamer ngiler. Produk-produk premium Razer memang tidak dibanderol dengan harga murah, namun kualitasnya tentu dapat berbiicara. Seperti apa yang ditawarkan oleh Razer Blackwidow V3 Pro, keyboard gaming mechanical yang akan saya ulas kali ini.

Penasaran se-kece apa ini ? Yuk disimak review lengkapnya:

Desain Hitam-Hitam yang Mewah

Tampilan fisik dari Razer Blackwidow V3 Pro bisa dibilang mirip dengan keyboard mechanical full-sized pada umumnya. Dengan warna keseluruhan hitam, penampilan Blackwidow V3 Pro cukup mewah. Apalagi rangka keyboard ini dibuat dengan konstruksi alumunium sehingga cukup kuat untuk digunakan dalam waktu lama ditambah finishing dengan bahan matte yang bersih.

Untuk keycaps-nya, Blackwidow V3 Pro menggunakan Doubleshot ABS dengan proses pencetakan doubleshot untuk memastikan pelabelan tidak pernah hilang. Keycaps juga memiliki dinding ekstra tebal yang membuatnya sangat tangguh untuk menahan penggunaan berulang dalam waktu yang lama.

Baca Juga: [Review] Dareu A840 – Keyboard Gaming Premium yang Minim Fitur

Di pojok kanan atas, terdapat empat tombol media untuk mengatur musik, mulai dari Play, Pause, Skip dan Volume. Tombol Volume malahan bisa diputar, layaknya pengatur volume di radio zaman dahulu. Blackwidow V3 Pro juga dilengkapi dengan Razer Chroma RGB yang sayangnya hanya bisa diatur dengan aplikasi Synapse 3 (akan dibahas terpisah).

Terlepas dari desainnya yang sederhana namun mewah, Blackwidow V3 Pro justru memiliki bobot yang berat. Mungkin semua itu hasil dari rangka konstruksi alumunium yang menjadi pondasi kokoh untuk keyboard ini. Namu buat kalian yang tidak membawa keyboard kemana-mana, seharusnya ini tidak terlalu memusingkan kalian, ya.

Multi Koneksivitas

Untuk koneksivitas, Blackwidow V3 Pro menawarkan 3 mode berbeda dalam penggunaannya yaitu lewat kabel, wireless, dan juga Bluetooth. Untuk kabel, Blackwidow V3 Pro dilengkapi dengan kabel USB Typa A to Type C dengan panjang hingga 2 meter. Untuk bahan kabelnya juga merupakan jenis kabel yang menjadi favorit saya, yaitu Soft Wire yang mirip tali sepatu.

Selain kabel, juga ada dongle sebagai opsi lain untuk mengkoneksikan keyboard di PC atau laptop kalian. Dengan teknologi Hyperspeed Wireless, Blackwidow V3 Pro sangat nyaman digunakan meski tanpa kabel. Untuk dongle-nya sendiri, dengan kecepatan 2.4 Ghz benar-benar memudahkan penggunanya agar bisa dengan cepat menyambungkan koneksi antar keyboard dan PC. Dengan dongle, pengguna juga bisa memindahkan penggunaan keyboard ke komputer satu ke lainnya cukup dengan memindahkan dongle tersebut ke komputer lain.

Di sisi kiri keyboard terdapat switch untuk mengganti koneksi antara Blutooth atau wireless 2.4 Ghz. Namun untuk penggunaan wireless atau Bluetooth, kalian juga harus memperhatikan daya baterainya.

Apabila baterai dari keyboard ini menyentuh angka 5% ke bawah, bisa dipastikan setiap tombol yang kalian tekan pasti mengalami delay. Selain itu terdapat lampu yang meredup yang menandakan keyboard ini sudah masuk dalam mode Low Battery. Jadi ketika hal ini terjadi, pastikan kalian menyiapkan kabel dan mulai menggunakan mode kabel agar tidak mengganggu aktivitas kalian.

Wrist Rest Empuk dan Nyaman

Saat pertama kali membuka box Razer Blackwidow V3 Pro, saya langsung tertarik dengan Wrist Rest yang ada di paketannya. Blackwidow V3 Pro memang menawarkan sebuah Wrist Rest dalam paketnya. Wrist Rest ini sangat didesain cukup mewah dengan logo Razer di tengah, namun yang membuat lebih oke adalah adanya bantalan empuk yang dibungkus dengan bahan kulit. Berbeda dengan yang ditawarkan keyboard mechanical lainnya, Wrist Rest dari Blackwidow V3 Pro ini sangat empuk dan tentu saja nyaman.

Baca Juga: Razer Luncurkan Huntsman V2, Keyboard Gaming Analog dengan Teknologi Canggih

Sebagaian orang yang biasanya cukup terganggu dengan adanya Wrist Rest, namun saya justru merasa yang ini cukup nyaman untuk digunakan. Sesuai namanya, pergelangan tangan kita benar-benar bisa “diistirahatkan” lewat Wrist Rest ini. Pemakaian dalam waktu yang lama tidak perlu kalian khawatirkan lagi. Sebab, bantalan yang empuk membuat pergelangan tangan kita nyaman meski sedang menggunakan keyboard dalam waktu lama.

Bukan Merah atau Biru, melainkan Green Switch!

Untuk Switch, Razer Blackwidow V3 Pro sebenarnya memberikan dua opsi warna yaitu Green atau Yellow. Razer memang mempunya teknologi Switch sendiri yang berwarna hijau dan kuning, yang biasanya mereka gunakan di keyboard mechanical termasuk di Blackwidow V3 Pro. Untuk unit review ini kebetulan saya mendapatkan Switch dengan warna hijau.

Saat menggunakannya, saya merasa suara yang dihasikan oleh Green Switch ini mirip dengan Blue Switch. Cukup berisik, namun itu juga bisa menjadi penanda bahwa kalian sedang menggunakan keyboard mechanical. Jadi kalau kalian seorang gamer yang suka bermain saat malam hari, dan tidur bersama dengan kakak atau adik atau istri atau suami, dipastikan mereka akan cukup terganggu dengan bunyinya.

Meskipun begitu, Green Switch buatan Razer ini memang benar-benar jauh lebih mudah saat ditekan bila dibandingkan dengan Blue Switch pada umumnya. Selain itu, Razer juga sudah menyediakan kemudahan untuk para gamer dengan Gaming Mode. Dengan Gaming Mode, gamer tidak bisa menekan tombol Alt+Tab dan juga Alt+F4. Jadi gamer akan fokus di jendela game mereka dan tidak bisa pergi ke jendela aplikasi lainnya.

Synapse 3, Aplikasi Pengatur

Saya mencoba menggunakan keyboard ini dengan tingkat pencahayaan maksimal dan beberapa kali mengganti tipe RGB baik Rainbow Wave maupun Static Color. Dengan pengaturan di atas, saya berhasil mendapatkan baterai yang bertahan hingga 14 jam dengan RGB yang secara otomatis mati ketika saya tidak aktif selama 15 menit.

Tentu saja baterai ini bisa saya perpanjang dengan menggunakan tingkat pencahayaan lebih rendah dan juga mode RGB yang lebih ramah baterai seperti Ripple yang menyala ketika di tekan. Tapi kalau kalian tidak ingin menggunakan RGB sama sekali, Blackwidow V3 Pro ini menurut Razer bisa bertahan hingga 192 jam. Jadi pilihan tetap di tangan kalian ya.

Razer Synapse 3 disiapkan untuk hampir semua produk dari Razer termasuk Blackwidow V3 Pro ini. Mulai dari profil keyboard, warna RGB dan tipe efek lampu yang ingin kalian gunakan, tingkat pencahayaan yang bisa diatur, hingga pilihan untuk mematikan RGB ketika kalian sedang tidak aktif.

Intinya, semua pengaturan tersedia di aplikasi Synapse 3 yang bisa di-download di website resmi Razer.

Kesimpulan

Lewat Blackwidow V3 Pro ini benar-benar menunjukan bahwa Razer meruapakan salah satu brand gaming yang memiliki kualitas produk di level High-end. Keyboard mehanical dari Razer ini berhasil mematahkan stigma saya soal wireless yang sangat tidak bisa diandalkan karena sinyal yang sering putus-putus. Terkecuali kasus kondisi baterai Blackwidow V3 Pro dibawah 5%. Wrist Rest dengan bantalan empuk juga menambah nilai dari saya karena dipastikan membuat tangan kalian merasa nyaman.

https://www.youtube.com/watch?v=aIG6mUGJq18

Razer Blackwidow V3 Pro merupakan salah satu rekomendasi saya bagi kalian yang ingin membeli keyboard dengan spesifikasi High-end. Terlepas dari persoalan soal baterai dan juga pengaturan yang sangat bergantung pada aplikasi dan juga berisiknya setiap tekanan, Blackwidow V3 Pro benar-benar memberikan kualitas terbaik mulai dari Wrist Rest, jenis kabelnya, hingga USB Dongle-nya yang bisa diandalkan. Namun apabila kalian mencari keyboard mechanical yang ramah di kantong, Blackwidow V3 Pro bukanlah jawaban yang tepat. 

Razer Blackwidow V3 Pro sudah tersedia di Indonesia dan dibanderol dengan harga Rp3.799.000 di Official Online Store Reseller Razer Indonesia. Kalian juga bisa mendapatkanya di website resmi Razer.

Related posts

Razer Perkenalkan Koleksi Pakaian Dari Daur Ulang Plastik Laut

MongJi

Razer Kraken V3 X, Siap Bikin Nyaman Para Gamer Bermain

MongJi

Peduli Dengan Lingkungan, Razer Galakan Gerakan #GoGreenWithRazer

MongJi

Leave a Comment