fbpx
GameFever ID
Review

[Review] The Legend of Zelda: Link’s Awakening – Remake yang Luar Biasa!

The Legends of Zelda: Link’s Awakening memang bukanlah game baru. Game ini sebenarnya sudah pernah dirilis pada 1993 untuk Game Boy dan 1998 untuk Game Boy Color dengan format DX. Dengan kehadirannya di Switch, membuat Link’s Awakening sudah dirilis tiga kali dan semuanya untuk konsol handheld dari Nintendo.

Lalu apa yang ditawarkan oleh Link’s Awakening untuk Switch ini? Dari segi gameplay memang tidak banyak. Tapi dari segi grafis, tentunya membuat kualitas Link’s Awakening menjadi sangat lebih baik. Lebih jelasnya mungkin kalian bisa membaca artikel review Link’s Awakening dari GameFever ID kali ini.

Plot

Cerita latar belakang Link’s Awakening versi remake ini masih sama dengan versi sebelumnya. Link terombang-ambing ditengah laut karena kapal yang ditumpanginya hancur oleh badai. Sampai pada akhirnya dia terdampar di sebuah pulau bernama Koholint. Link kemudian ditolong oleh gadis setempat bernama Marin.

Untuk keluar dari pulau Koholint dan kembali ke “rumah”, Link harus membangunkan Wind Fish yang tertidur di atas puncak gunung Tamaranch. Untuk membangunkan Wind Fish, Link harus mengumpulkan delapan instrumen musik yang tersebar di dungeon-dungeon pulau Koholint. Lalu apa yang terjadi setelah Link berhasil membangunkan Wind Fish? Apakah Link benar-benar bisa pulang ke “rumah”? 

Presentasi

Grafis menjadi nilai jual utama dari Link’s Awakening versi remake ini. Gaya khas game Zelda klasik dipermak signifikan menjadi 3D dan HD. Dipoles dengan palet warna cerah yang vibrant, benar-benar membuat game ini memang tidak layak disebut hanya sebagai versi remastered. Walau sama persis dengan pendahulunya, desain karakter dan dunia pulau Koholint tetap dipertahankan ciri khasnya. Namun sekarang dibalur dengan sentuhan modern minimalis yang membuat Link’s Awakening versi ini sangat berbeda.

Link’s Awakening versi remake ini juga masih menyajikan sudut kamera dari versi originalnya, yaitu overhead view. Tetapi di beberapa kesempatan, kamera juga berubah menjadi side scrolling yang memudahkan pemain dalam sudut pandang permainan.

Soal musik dan efek suara, Nintendo juga melakukannya yang terbaik untuk Link’s Awakening. Efek suara di Link’s Awakening juga sangat pas untuk melengkapi interaksi pemain dalam menjelajahi dunia permainan open world yang menggemaskan.

Musik yang dulunya khas 8bit, kini diolah menjadi versi remix yang nyaman di telinga. Perasaan nostalgia langsung muncul ketika mendengar iringan lagu di dalam permainan karena terasa familiar tetapi dibungkus lagi menjadi lebih indah. Kita bisa saja meletakan kontroler tanpa melakukan apa-apa demi mendengar soundtrack yang berputar berkali-kali.

Sekali lagi, Nintendo melakukan tugasnya dengan baik. Transformasi yang ditawarkan Link’s Awakening sangat terasa. Grafis baru membuat Link dan karakternya tambah membuat gemas, Untuk musiknya sendiri sangat easy listening untuk pemain baru sekalipun. Bahkan sampai sekarang pun masih terngiang-ngiang di telinga sebab sangat catchy maksimal.

Gameplay

Action RPG legendaris ini punya formula yang sama dengan pendahulunya. Menjelajahi dunia, mencari petunjuk hingga memecahkan puzzle yang siap memutar otak. Terlihat simpel, namun ketika mencoba kalian baru bisa merasakan gregetan dan keseruan selama proses permainan. 

Monster dan dungeon di Link’s Awakening versi Switch ini juga masih berdasarkan dari game aslinya sejak era Game Boy dan Game Boy Color. Dari segi percakapan hingga pola serangan tidak ada perubahan yang signifikan. Jadi buat kalian yang sudah pernah memainkan versi aslinya, mungkin dapat membantu dalam mencari jalan yang terbuka di dungeon atau membaca pola serangan dari para bos dungeon.

Namun, di versi ini saya merasakan sedikit lebih sulit dibanding versi aslinya. Di sini saya merasakan kesulitan mendapatkan Heart sebagai life point serta power up yang jarang terlihat. Di sisi lain, saya justru merasakan kemudahan ketika menghadapi boss battle. Damage yang dihasilkan dari bos dungeon justru tidak terasa menyakitkan. Bahkan untuk menaklukan bos dungeon hanya memerlukan beberapa pukulan. Beda cerita jika kalian mencoba tingkat kesulitan Hero yang membuat lebih rentan terbunuh tanpa power up.

Mini Games

Link’s Awakening versi Switch ini juga masih menghadirkan mini game yang berasal dari versi aslinya. Mini games memancing yang kini membuat pemain mudah memainkan berkat sudut pandang side scrolling hingga Trendy Game yang masih tetap membuat penasran. Meski begitu, perubahan yang ada membuat kita sebagai pemain lebih menikmati mini games yang ada.

Meski adanya mini game yang sama persis, bukan berarti Nintendo tidak membuat sesuatu yang baru di Link’s Awakening. Lewat mode bernama Chamber Dungeon, Link’s Awakening memang layak disebut game remake.

Chamber Dungeon adalah sebuah mode permainan dimana pemain bisa membuat dungeon sendiri dan dibagikan ke pemain lainnya. Dalam pembuatan dungeon, pemain bisa menggunakan aset yang berasal dari permainan langsung. Jadi, setiap dungeon atau bos yang sudah kalian kalahkan bisa digunakan dalam pembuatan dungeon versi sendiri lewat mode Chamber Dungeon.

Untuk membagikan dungeon yang didesain sendiri ke pemain lain, kita membutuhkan Amiibo. Cukup menempelkan Amiibo ke Switch, kita bisa memainkan dungeon buatan pemain lainnya atau menyimpan desain sendiri ke pemain lain.

Kesimpulan

Nintendo paham betul untuk membuat ulang mahakaryanya ini yang sudah berumur lebih dari dua dekade. Lewat blueprint yang sama, Nintendo dapat meracik ulang dan menyempurnakannya dengan baik. Saya juga tidak ragu menyebut Link’s Awakening sebagai game remake yang luar biasa tahun ini.

Meski ada isu frame rate drop yang terjadi di Link’s Awakening, tidak membuat game ini jelek. Bahkan ketika bermain saya tidak merasakan frame rate yang turun. Mungkin saja karena saya terlalu menikmati permainannya sehingga penurunan frame rate itu tidak terasa signifikan.

Saya bukan fans berat game Zelda, namun Link’s Awakening benar-benar luar biasa di mata saya. Link’s Awakening juga sangat cocok buat kalian penggemar action RPG yang belum sama sekali mencoba seri ini atau untuk kalian yang ingin bernostalgia dengan seri ini.

Related posts

10 Game Baru Siap Diumumkan Dalam Acara The Game Awards 2019

MongJi

(Guide) – Segala Sesuatu Tentang IV di Pokemon Sword dan Shield

Aldurrr

Inilah Peraturan Resmi Pokemon Video Game Championship

Aldurrr

Leave a Comment

Leave a review

  • Overall