fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Shadow Arena – Genre Baru Battle Royale

Banyak pemain pasti sudah tahu betul dengan Black Dessert Online. Game yang MMORPG yang bisa dikatakan cukup sukses baik di PC, maupun versi konsolnya. Tidak sedikit juga pemain pasti tahu dengan Shadow Arena. Yap, mini-game yang sempat hadir di Black Dessert Online (disingkat BDO) ini akhirnya memutuskan untuk masuk ke tahap early access di PC via Steam (gratis). Kalian bisa cek  laman lengkapnya di Shadow Arena Steam dan akan resmi rilis di 2020 ini (belum ada tanggal pasti). Kalian juga bisa membaca preview Shadow Arena di sini.

Berbeda dengan tahap Beta yang hanya menghadirkan 9 karakter, di tahap early access ini Shadow Arena menyediakan 10 karakter dengan keahliannya yang berbeda satu lain. Setiap karakter tersebut bisa dibeli dengan menggunakan Silver yang bisa kalian dapatkan dari permainan atau membelinya dengan menggunakan GCoin yang bisa dibeli dengan uang asli. Tidak hanya itu, setiap karakter tersebut juga memiliki skin alternatif yang bisa dibeli, cukup menarik bukan? Uniknya lagi, ketika melawan AI kalian juga bisa mendapatkan Silver walaupun tidak banyak, setidaknya bisa mengurangi stres kita ketika kalah oleh pemain lain bukan?

Lalu bagaimana pengalaman saya ketika menjajal Shadow Arena yang sudah memasuki tahap early access ini? Berikut review-nya.

 

Grace Period Masih yang Terbaik

Mirip dengan preview tahap beta, Grace Period menjadi salah satu hal yang paling saya suka selama bermain Shadow Arena. Selama masa Grace Period, pemain yang mati akan Respawn walaupun harus kehilangan barang yang sudah mereka ambil. Jujur, saya bukan pemain yang sangat kompetitif. Bahkan bisa dibilang saya sama sekali tidak baik dalam hal game kompetitif. Jadi ketika saya bermain game Battle Royale seperti Player’s Unknown Battlegrounds atau Apex Legends, itu membuat saya cukup frustasi karena saya akan kalah dalam hitungan menit, tapi tidak dengan Shadow Arena. Selama masa Grace Period, saya bisa Respawn berkali-kali dan memberi saya kesempatan untuk bisa memenangkan permainan walaupun saya yakin banyak yang lebih lihai dibandingkan saya.

 

RPG atau Battle Royale?

Berbeda dengan Battle Royale FPS, Shadow Arena mengharuskan pemain untuk mengalahkan monster-monster yang tersebar untuk bisa mendapatkan senjata yang digunakan untuk bertahan atau menyerang lawan. Tidak hanya senjata, kalian juga bisa mendapatkan Skill Book, Potion, atau bahkan jebakan untuk membantu kalian bertahan hidup. Cukup menarik bukan? Karena di sini kalian dituntut untuk bisa cepat dalam mengambil keputusan antara mencari barang atau mengalahkan pemain lain.

Tidak hanya itu, setiap permainan terdapat monster besar bernama Shadow Lord yang akan memberikan karakter kalian kekuatan yang sangat besar. Ada juga sistem bernama Altar yang aktif di waktu tertentu. Altar ini bisa kalian gunakan untuk  membangkitkan teman kalian hingga mendapatkan senjata dengan Rarity yang tinggi. Jadi mau tidak mau kalian diharuskan sedikit melakukan grinding agar bisa bertahan hidup.

Selama 6 jam permainan, saya merasa mengalahkan Shadow Lord sangat penting untuk bertahan hidup. Namun, tetap saja senjata dan skill bermain kalian jauh lebih penting. Tapi kalau bisa lebih kuat hanya dengan mengalahkan monster, kenapa tidak?

Stun-lock yang Tidak Imbang

Bagi kalian yang pernah memainkan BDO, saya rasa Shadow Arena pun terasa mirip berkat sistem grinding-nya. Jadi sebenarnya tidak ada hal yang asing bagi saya, namun tetap saja ada hal yang lumayan membuab frustasi. Hal tersebut adalah adanya Stun-lock yang bisa membunuh karakter kalian dalam sekejap. Stun-lock ini cukup menggangu karena ketika terkena Knockback atau Stun, saat itu juga saya akan kalah dalam permainan. Sangat menyebalkan memang.

Meski mati, saya cukup berterima kasih dengan adanya Grace Periode di Shadow Arena. Berkat sistem ini, pemain bisa Respawn dan melanjutkan permainan. Namun tetap saja Stun-lock ini harus mengalami sedikit penyesuaian. Ketika kalian harus kalah dalam permainan, pastikan kalian bermain dengan teman agar bisa membangkitkan kalian lagi. Jujur ini juga menjadi fitur yang menurut saya menjadi nilah tambah untuk Shadow Arena. Ketika di dalam permainan, pasti kita pernah merasakan dengan perlengkapan yang dimiliki bisa memenangkan permainan tapi karena satu hal yang cukup konyol, bisa membuat kita menjadi mati sia-sia.

Membangkitkan pemain dalam Battle Royale seperti Shadow Arena membuat saya untuk tetap berada dalam permainan dengan harapan teman saya bisa membangkitkan saya. Menurut saya pribadi, fitur seperti ini jauh lebih menyenangkan dibandingkan langsung kembali ke Lobby ketika kita mati.

 

Kesimpulan

Walaupun Stun-lock menjadi isu utama bagi saya, fitur lain seperti Grace Period dan Revive di dalam permainan membuat saya tetap memainkan Shadow Arena. Masih banyak Bug memang yang ditemukan, namun bagi saya masih bisa dikatakan wajar karena masih dalam tahap Early Access. Tapi hal tersebut tidak membuat saya sangat frustasi ketika mati oleh Stun-lock.

Shadow Arena bisa menjadi game pengganti ketika kalian bosan dengan Battle Royale FPS. Setiap permainan kalian dipastikan tidak akan sama karena adanya perbedaan karakter dengan skill yang variatif dan juga tidak adanya pemain yang akan membunuh kalian dari jarak jauh akan memastikan kalian tidak kebingungan siapa yang membunuh kalian.

Berikut beberapa Screenshot tambahan dari Shadow Arena:

Altar
Shop
Lobby sebelum permainan
Contoh item yang didrop oleh monster
Skill masing-masing Hero
Layar ketika selesai dari permainan

Related posts

Ubisoft Umumkan Tanggal Rilis Pasti untuk Watch Dogs: Legion

MongJi

Assassin’s Creed Valhalla Dapatkan Tanggal Rilis Pasti

MongJi

Ubisoft Akhirnya Resmi Umumkan Far Cry 6

MongJi