fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Sakura Wars – Bukan Untuk Semua Kalangan

Direview oleh Kenrick Wangkawinata 

Setelah selesai memainkan Sakura Wars, game ini menjadi game yang benar-benar terasa ‘paling anime’ selama pengalaman saya bermain video game. Tentu, pasti ada berbagai macam game anime di luar sana, tapi tidak semua game tersebut dapat memberikan kalian rasa seperti menjadi bagian dari ceritanya. Dramatic Action, petualangan episodik yang berisikan karakter unik dan juga certia yang melodrama dan dapat sesekali membuat kalian tertawa kecil. Walaupun di mulai dengan banyak dialog, Sakura Wars masih mampu memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan hingga akhir.

Plot Cerita

Sakura Wars versi PS4 ini bisa dibilang merupakan semi-reboot dari seri sebelumnya yang hanya di rilis untuk wilayah Jepang saja. Sakura Wars mengambil tema Jepang di era 1940. Di era tersebut, teknologi uap lebih cepat berkembang dibandingkan dengan listrik. Di era juga, prajurit tidaklah berperang di Perang Dunia, melainkan melawan penjajahan dari iblis yang juga dikendalikan oleh uap yang disebut Spiricle Strikers. Akan ada banyak hal yang membuat pemain kebingungan pastinya, mengingat tidak banyak seri Sakura Wars yang dibuat dalam bahasa Inggris. Padahal, beberapa hal yang menjadi referensi dari seri sebelumnya akan bermunculan disini.

Pemain akan bermain sebagai Seijuro, seorang veteran militer yang kini menjadi seorang pemimpin dari grup militer kecil bernama Tokyo Imperial Theatre. Anggota-anggota yang bergabung dengan kelompok ini kebanyakan sekumpulan amatir. Bahkan kelompok ini bisa dikatakan sangat buruk yang karena tidak bisa melindungi kota Tokyo dari serangan iblis. Tidak hanya mengalahkan iblis-iblis ini saja, pemain nantinya akan menghadapi sebuah turnamen internasional. Tim yang ikut berpartisipasi dan kalah di turnamen tersebut harus membubarkan diri. Di situlah peran kalian sebagai pemain, supaya kelompok Tokyo Imperial Theatre dapat bertahan dan tidak bubar.

Format Cerita Episodik nan Menarik

Sakura Wars menyajikan ceritanya menggunakan format episodik, lengkap dengan ‘jeda’ disetiap poin penting di setiap episodenya. Sayangnya, tidak banyak lokasi yang bisa dikunjungi di Sakura Wars. Namun entah kenapa tempat yang sudah ada terasa sangat enak untuk dilihat dan terlihat hidup selama permainan. Design karakter juga menambahkan kesan hidup ke game ini dan lebih berasa di sepanjang permainan. Tidak hanya wanita-wanita dari Imperial Combat Revue saja, kalian juga akan disuguhkan dari wanita dari berbagai macam negara seperti London, Shanghai, Jerman yang membawa karakteristik dan juga penampilan menarik serta berbeda untuk tiap negara.

Karakter yang bisa dimainkan di Sakura Wars bisa dikatakan tidak cukup banyak. Kalian hanya bisa memainkan lima karakter yang tersedia, yaitu Amamiya Sakura, Shinonome Hatsuho, Clarissa Snowflake, Mochizuki Azami, Anastasia PalmaMelihat masing-masing karakter tersebut, jujur saya sangat berharap game ini bisa dikembangkan lebih lagi dengan penambahan karakter yang jauh lebih banyak. Masing-masing karakter ini memiliki penampilan, karakteristik, dan juga visual design yang berhasil di-render dengan sangat baik, meskipun beberapa bagian akan terasa berlebihan. Dari sisi pengisi suara (tidak ada dubbing bahasa Inggris), mereka benar-benar mampu mengeluarkan perasaan ketika sebuah dialog diucapkan oleh karakter yang mereka perankan sampai-sampai berhasil membuat saya sedikit tertawa kecil.

Layaknya Dating Simulator

Interaksi setiap karakter di Sakura Wars merupakan bagian yang bisa dikatakan paling penting. Di setiap dialog, kalian akan dihadapkan beberapa pilihan yang memiliki waktu dan ada konsekuensi. Apabila salah memilih, tentunya hal ini akan berdampak pada rasa percaya karakter tersebut terhadap kalian. Contohnya ketika Seijuro secara tidak sengaja masuk ke ruang ganti wanita, tentu saja kalian memerlukan alasan yang baik bukan untuk bisa terhindar dari situasi ini?

Hal ini juga beberapa kali membuat saya ingin melakukan sedikit eksperimen untuk memilih jawaban yang berbeda hanya untuk melihat respon yang terjadi. Ketika berhasil mencapai titik kepercayaan dari lima karakter tersebut, kalian bisa memulai untuk memulai hubungan yang lebih serius. Seperti misalnya, kalian bisa memulai untuk berbicara tatap muka. Karakter yang sudah memiliki kepercayaan yang besar terhadap kalian, nantinya akan mulai terbuka. Pembicaran mulai dalam dan mereka akan lebih banyak bercerita yang lebih prribadi. Bahkan penampilan mereka cukup menggoda dengan pipi yang memerah dan juga muka yang mendekat secara perlahan. Tentu bila karakter tersebut wanita, kalian pasti berdebar-debar bukan? Mungkin buat kalian yang sudah familiar dengan game-game dating simulator atau visual novel akan menyukai Sakura Wars.

Gameplay Pertarungan yang kurang berkesan

Pada akhirnya, pertempuran tidak bisa terhindar disetiap chapter baik itu melalui portal yang terbuka untuk menuju dunia iblis maupun penjajahan dalam skala kecil oleh iblis tersebut. Setiap hubungan yang berhasil dikembangkan akan meningkatkan moral kelompok kalian di pertempuran Hal ini pun bisa berdampak pada jumlah serangan yang bisa kalian berikan dan juga kalian terima dari musuh.

Untuk segi pertempuran, tidak ada hal menarik dari Sakura Wars. Tidak ada hal yang membuat saya merasa ‘wah‘ maupun ‘meh‘ selama permainan, benar-benar terlihat biasa saja. Mulai dari kombo pukulan yang sudah diatur, hingga adegan slow motion apabila kalian berhasil menghindar dari serangan musuh di detik-detik akhir. Apabila kalian sudah terbiasa dengan game action, ini tentu saja tidak akan menjadi masalah untuk kalian karena sedikitnya variasi tombol ketika pertempuran.

Kesimpulan

Ketika saya berhasil menyelesaikannya, Sakura Wars benar-benar mencerminkan perkembangan dari Combat Revue. Sempat meragukan di awal, namun seterusnya saya justru menikmatinya. Seperti ketika Seijuro melihat timnya pertama kali, saya juga merasa tidak yakin game ini patut untuk dimainkan. Seiring berjalannya waktu, hal ini berubah drastis dan saya juga terbiasa dengan keadaan wanita-wanita yang ada di game ini. Mungkin, fitur ala dating simulator yang membuat saya menikmati Sakura Wars. Soal gameplay khususnya dari pertempuran memang kurang kuat di Sakura Wars. Namun game ini memberikan kesan melodrama yang kuat dan benar-benar membuat hal tersebut bisa saya toleransi.

 

Related posts

Sony Tunda Event PS5 Pekan Ini

MongJi

Harvest Moon: One World Juga Tuju PS4

MongJi

Deretan Rekomendasi Game Terbaru Rilis Juni 2020

MongJi