fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Resident Evil Village – Kisah Survival Horror Yang Menakjubkan

Game ini direview menggunakan PlayStation 5 dengan review code yang disediakan oleh Capcom Asia

Tahun 2017 Resident Evil 7: Biohazard rilis dengan memberikan babak baru dengan mengubah tampilan permainan menjadi first-person untuk pertama kalinya. Memperkenalkan seorang protagonis baru yang tidak terlihat mukanya, Ethan Winters, pergi mencari istrinya yang telah hilang selama tiga tahun. Pencarian Ethan mengarahkan dia ke kota Dulvey dan mencapai ke rumah keluarga Baker yang terlihat misterius dan tidak normal. Dengan kegigihan dan perjuangan tiada henti, Ethan akhirnya berhasil menyelamatkan Mia dari cengkraman Eveline, sebuah Bio-Organic Weapon (BOW) yang menguasai keluarga Baker, dibantu oleh Chris Redfield.

Taman Impian Jaya Mutan

Resident Evil Village menlanjutkan kisah Ethan, tiga tahun setelah selesainya peristiwa di Resident Evil 7. Ethan dan Mia telah memiliki seorang bayi perempuan bernama Rosemary, dan tinggal di suatu kota terpencil di negara Eropa Utara. Namun satu malam terjadi hal yang tidak disangka-sangka, menyebabkan Ethan terdampar di tengah hutan. Saat sedang mencari jalan keluar hutan, Ethan muncul di sebuah pedesaan yang terlantar dan mendapatkan informasi bahwa bayinya Rose juga berada di desa ini.

Para makhluk mutan bernama Lycan telah menguasai pedesaan ini, menghalangi perjalanan Ethan saat mencari jalan dan memecahkan teka-teki ala Resident Evil seperti biasanya. Perjalanan Ethan akhirnya mengarahkan dia ke sebuah bangunan istana kuno di balik pedesaan, dimana dia diperkenalkan dengan Mother Miranda dan ke empat ‘anak’nya: Lord Heisenberg, Lady Dimitrescu, Lord Moreau dan Lady Beneviento. Ethan berhasil lolos dari cengkraman mereka dan bertemu dengan seorang pedagang bernama Duke, yang menjelaskan situasi dan kondisi pedesaan dan bahaya yang menunggu Ethan jika ingin menyelamatkan Rose.

Seperti kita tahu, kisah dan narasi seri Resident Evil tidaklah terlalu penting dari game pertama hingga RE7. Namun di Village kali ini kita diberikan suatu narasi yang cukup dalam dan mengejutkan mengenai mengapa Rose diculik oleh Mother Miranda. Tanpa memberikan spoiler, perjalanan Ethan dalam menyelamatkan Rose akan memberikan penjelasan di penghujung cerita. Dari siapakah Mother Miranda beserta empat Lord/Lady miliknya, kondisi pedesaan, hingga ke inti kisah Resident Evil 7 dan Resident Evil pertama. Kalian perlu membaca dengan teliti tiap file atau dokumen yang ditemukan dalam game, karena beberapa memiliki informasi penting dan jawaban yang kalian cari. Bagi kalian yang merasa bingung dan memiliki berbagai macam pertanyaan saat menamatkan Resident Evil 7, semua akan terjawab di Resident Evil Village.

Suasana Yang Lebih Terang Namun Tetap Mencekam

Dikarenakan saran dan kritik dari para fans mengenai Resident Evil 7: Biohazard yang terlalu menakutkan, maka di Village kalian akan merasa ‘terhibur’. Suasana pedesaan terlihat cukup terang dengan nuansa warna abu-abu dan banyak lokasi di tempat terbuka. Namun bukan berarti kalian dapat menjelajahi area pedesaan dengan santai, di tiap tikungan atau dalam rumah para penduduk para Lycan siap menyergap kalian setiap saat.

Saat kalian memasuki tiap House para penguasa pun akan tetap merasa sigap, karena beberapa ruangan cukup sempit dan linear, dan terkadang di ujung ruangan yang dituju terdapat para musuh yang menghadang kita. Contoh saat kita menjelejahi house Dimitrescu, Lady Dimitrescu terkadang muncul tiba-tiba dari pintu di depan kita. Bagaikan Mr. X di Resident Evil 2, Lady Dimitrescu akan mengejar kita tiada henti saat melihat kita dengan kuku-kuku jari kanannya yang panjang dan tajam. Kita harus pintar memutari ruangan-ruangan sekitar hingga berpindah lantai untuk membuat dia berhenti mengejar kita. Namun harap hati-hati saat memasuki ruangan yang belum pernah kita jelajahi, anak-anak Lady Dimitrescu juga ingin menangkap dan memangsa Ethan.

Di Village kita diberikan pilihan weapon yang lebih banyak dan beragam jenisnya dibandingkan RE7. Mayoritas weapon memiliki custom parts yang dapat kalian temukan atau dengan membeli dari Duke. Dan juga kalian dapat mengupgrade tiap weapon yang kita miliki untuk menaikkan kekuatan tembakan, kecepatan tembakan, kecepatan reload, dan jumlah ammo. Namun biaya yang diperlukan untuk membeli custom parts dan mengupgrade tidaklah murah, sehingga kalian harus memilih weapon manakah yang menjadi weapon andalan milikmu.

Bukan Resident Evil jika tidak memliki berbagai macam teka-teki yang harus dipecahkan untuk melanjutkan permainan. Kalian akan sering bolak-balik ke rumah-rumah di pedesaan untuk membuka pintu yang memerlukan kunci tertentu. Di tiap lokasi para penguasa juga terdapat satu teka-teki Labyrinth yang akan memberikan sebuah item valuable dengan harga cukup tinggi.

Duke, Sang Pedagang Segala Ada

Duke adalah seorang pedagang yang senantiasa mengikuti perjalanan Ethan dalam rangka menyelamatkan anaknya Rose. Jika kalian pernah memainkan Resident Evil 4, maka kalian akan merasakan kemiripan fungsi Duke dengan Merchant. Bahkan diapun mengakui mengenal sang Merchant jika kalian perhatikan salah satu dialog Duke saat kita sedang mengunjunginya.

Menu utama Duke dibagi menjadi 3 bagian: Supplies, Gunsmithy, dan The Duke’s Purse. Supplies berisi weapon, ammo, First Aid Med, dan upgrade inventory yang dapat kalian beli menggunakan uang dalam game disebut dengan Lei. Seiring jalan cerita akan terdapat tambahan weapon, upgrade inventory dan custom parts yang dapat kalian beli. Gunsmithy adalah fitur dimana kalian mengupgrade weapon yang kalian gunakan. The Duke’s Purse adalah tempat dimana kita dapat menukarkan item-item valuable demi Lei. Item-item yang terdapat di inventory utama juga dapat kalian jual jika merasa tidak digunakan lagi dan memerlukan slot inventory lebih.

Saat kalian menyelesaikan House Dimitrescu, Duke akan menawarkan keahlian dia memasak makanan yang memiliki efek meningkatkan jumlah HP, serangan yang diterima saat melindungi diri menjadi lebih rendah, hingga gerakan berlari lebih cepat. Bahan-bahan masakan ini didapat dengan memburu para binatang yang berkeliaran di sekeliling pedesaan, dan beberapa memiliki lokasi rahasia. Menyelesaikan seluruh resep makanan ini sangatlah penting, karena efek makanan akan terbawa terus ke New Game+.

Kalian Dapat Mendorong Mundur Para Musuh

Resident Evil Village memperkenakan sebuah teknik combat baru, yaitu Guard, dengan animasi mengangkat kedua tangan kalian menutupi layar. Guard ini sangat berguna saat melawan musuh yang cukup lincah atau tidak dapat kalian hindari. Saat berhasil menahan serangan musuh, kalian dapat dengan cepat menekan tombol Guard kembali untuk menendang musuh mundur. Jika musuh berhasil terdorong mundur, mereka akan terdiam untuk beberapa detik, memberikan waktu untuk berlari/reload weapon. Fasihkan teknik combat baru ini, karena akan sangat membantu kalian sepanjang permainan, khususnya di bagian akhir dimana para musuh lebih banyak, kuat dan lincah.

Selain itu di beberapa ruangan atau rumah juga terdapat rak kayu yang dapat kalian geser untuk menutup pintu masuk. Hal ini berguna di saat kalian harus mempertahankan diri dari serangan musuh yang cukup banyak secara bersamaan. Biasanya kalian dapat combo dengan menaruh Mine / ranjau di balik rak, jadi saat rak itu hancur dan musuh maju, mereka akan menginjak jebakan tersebut.

RE Engine Memberikan Visual Village Yang Menakjubkan

Memainkan Resident Evil Village membuat mata kita serasa dimanja dengan visual yang cukup detil, walau merupakan game survival horror. Dimulai dengan Resident Evil 7, Village pun menggunakan engine game Capcom tersendiri yang dinamakan Reach for the Moon Engine, atau singkatnya RE Engine. Para musuh di Village lainnya pun terlihat jelas berbeda satu dengan lainnya, tidak hanya cuma beda di tampilan luar (skin) saja. Para Lycan terlihat bergerak dan bertingkah laku seperti seekor binatang, dan para Moroaică memiliki gerak-gerik seperti zombie Resident Evil biasanya.

Ke empat lokasi tempat tinggal para penguasa masing-masing memiliki desain gedung atau wilayah yang berbeda satu dengan lainnya. House Dimitrescu yang merupakan tujuan pertama dalam game memiliki bentuk bangunan istana tua yang tinggi megah menghiasi bagian belakang pedesaan. Saat memasuki, desain interior House Dimitrescu sangat indah dan klasik, penuh dengan lukisan-lukisan dan perabotan kuno. House Heisenberg merupakan sebuah pabrik raksasa bernuansa industrial penuh dengan peralatan mesin besi baja. House Moreau dan House Beneviento pun memiliki ciri khas masing-masing, membuat kalian terbawa suasana saat memasukinya.

Pertempuran dengan tiap boss utama dan mini boss pun terlihat seru dan mencekam, dimana beberapa bangunan dan tembok dapat ditabrak atau dihancurkan oleh mereka. Dan beberapa area boss pun dapat berubah drastis dengan cukup cepat dan lancar, membuat permainan kalian terasa sangat mulus.

Suasana Pedesaan Yang Terlihat Hening Namun Mencekam

Dari Resident Evil pertama di tahun 1996, suara pada zombie dan musuh lain sangatlah khas sehingga kita dapat mengenalnya hanya dengan mendengar suaranya. Hal ini pun terus berlanjut hingga Resident Evil Village, dimana suara yang disajikan memberikan nuansa yang hening namun mencekam. Saat menjelajahi pedesaan kalian dapat mendengar suara para Lycan di balik dinding rumah atau rerumputan siap ‘menyambut’ kalian. Para karakter-karakter Village juga memiliki suara yang sangat khas dan jelas, sehingga kita akan terus mengingatnya walau sudah menamatkan gamenya.

Di tiap wilayah para boss utama pun terdengar suara sekitar yang khas dan berbeda, sehingga kita langsung terbawa suasana wilayah tersebut saat baru memasukinya. Kalian akan tahu Lady Dimitrescu sedang berada dekat kita hanya dengan mendengar suara langkah kakinya. Dan saat menjelajahi Heisenberg’s Factory kalian akan mendengar suara-suara mesin uap dan mesin berat lainnya. Dan tentu saja yang paling ‘menyenangkan’ adalah saat kalian sedang memasuki House Beneviento.

Kesimpulan

Dengan visual yang lebih terang dari seri sebelumnya, Resident Evil Village tetap menjaga nuansa survival horror dengan jenis musuh baru. Petualangan terbaru Ethan Winters tetap membuat kita harus selalu sigap dalam situasi dan kondisi manapun. Lady Dimitrescu dan para Lord/Lady lainnya memberikan tantangan dan gameplay yang berbeda saat kita menjelajahi wilayah mereka masing-masing. Walau tetap menggunakan tampilan first-person, Village terasa sedikit lebih pelan dibandingkan RE7, memberikan banyak ruang untuk kalian bernafas dan menenangkan diri. Dan untuk pertama kalinya sebuah game Resident Evil memiliki kisah yang sangat berarti. Saat menamatkannya kalian akan mendapatkan penjelasan kisah seri Resident Evil yang sudah berjalan selama 25 tahun. Bagi para fans game survival horror khususnya Resident Evil tidak boleh melewati salah satu game terbaik tahun 2021 ini.

Related posts

God of War Ragnarok Akhirnya Resmi Diumumkan!

MongJi

Horizon Forbidden West Tawarkan Update Gratis Versi PS4 ke PS5

MongJi

Bandai Namco Umumkan Little Nightmares II Enhanced Edition

MongJi

Leave a Comment