fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Resident Evil 3 Remake – Bukan Lagi ‘Jill Sandwich’

Review menggunakan versi PC (Steam)

Resident Evil 3 Nemesis merupakan game Resident Evil pertama yang saya selesaikan dan membuat tertarik untuk mencoba seri lainnya. Hingga akhirnya saya mendeklarasikan diri menjadi seorang penggemar Resident Evil. Sejak tahu Capcom membuat versi remake untuk Resident Evil, membuat saya benar-benar tidak sabar ingin memainkannya. Impresi saya ketika memainkan demo-nya pun sangat menyenangkan walaupun hanya sebenta. Hingga akhirnya Resident Evil 3 Remake resmi dirilis pada 3 April 2020. Impian saya untuk kembali memainkan game ini dalam format remake secara utuh pun tercapai.

Resident Evil 3 Remake masih menggunakan sistem yang dengan versi remake sebelumnya (Resident Evil 2). Capcom mengambil perspektif over-the-shoulder, tapi pemain masih bisa tetap bergerak walaupun sedang dalam posisi Aim Down Sight. Kalau pernah memainkan Dead Space, pasti kalian akan merasa tidak asing dengan kontrol seperti ini. Resident Evil 3 Remake mengambil timeline yang bersamaan dengan Resident Evil 2 Remake, pemain ditempatkan di Raccoon City dan harus bisa keluar dari kota tersebut hidup-hidup.

Berikut review saya untuk Resident Evil 3 Remake.

Capcom benar-benar tidak melupakan hal kecil

Berlatar tempat di kota Raccoon yang sedang mengalami kerusuhan akibat virus yang lepas, Capcom tetap berhasil dalam memperlihatkan bagaimana RE Engine bisa memberikan detail yang nyaris sempurna untuk para pemain nikmati. Deatail ini semakin bagus ketika pemain berhasil mengambil kontrol penuh dari Jill Valentine. Seperti banyaknya mobil yang hancur di depan toko-toko, api yang tidak bisa berhenti padam, hingga toko-toko yang kosong akibat virus ini. Walaupun tetap tidak bisa melakukan hal apapun ke lingkungan yang ada (kecuali memang kalian diharuskan untuk melakukan sesuatu), hal ini akan tetap membuat kalian untuk tetap berhati-hati akan kemunculan zombie yang tiba-tiba.

Setiap ruangan yang dibuat oleh Capcom tidaklah sia-sia. Di permainan pertama, saya tidak menemukan sebuah ruangan yang bisa dibilang ‘tidak berguna’. Entah bagaimana, Capcom menambahkan sesuatu di ruangan tersebut. Membuat saya ingin menuju dan melihat ruangan tersebut apakah mengandung sesuatu yang menarik. Dan tidak ketinggalan, warna peta akan menjadi berwarna merah apabila masih terdapat barang yang bisa diambil.

Item Micromanagement juga sukses kembali untuk membuat Resident Evil 3 Remake seperti game horor pada zamannya. Tas kalian pada awalnya sangatlah terbatas, jadi penempatan barang di sini sangatlah penting dan bisa saja membuat kalian harus kembali lagi ke Safe Room hanya untuk mengambil sesuatu yang penting untuk bisa melanjutkan progress. Di permainan pertama, saya hampir tidak pernah kehabisan peluru. Hal ini bukan disebabkan oleh banyaknya peluru atau Green Herb yang disediakan. Tetapi karena tidak ada ruangan yang sia-sia disini. Inilah yang membuat saya melihat ke seluruh penjuru tempat yang disediakan hingga map saya berwarna biru semua. Selama berhati-hati, kalian tidak akan mengalam masalah selama permainan. Hal ini biasanya menandakan game tersebut merupakan game klasik Survival Horror Game (setidaknya ini dipemikiran saya).

Dimana Clock Tower?

[Spoiler] Capcom mengubah sedikit alur cerita dari Resident Evil 3 Remake. Secara pribadi, saya merasa sedikit kecewa (hanya sedikit saja). Capcom menghilangkan salah satu adegan yang menurut saya lebih epik dibandingkan dengan menamatkan game ini. Yup, adegan di Clock Tower. Walaupun demikian, Capcom juga menambahkan sesuatu yang bisa dibilang cukup untuk menggantikan adegan-adegan yang dihilangkan tersebut. Sejatinya, ketika sebuah developer memutuskan untuk me-‘remake’ suatu game, kalian tidak bisa berharap bahwa game tersebut akan mirip dengan versi originalnya. Yang berarti, segala sesuatu yang berada di dalam game teresbut akan diubah secara keseluruhan mulai dari 0 (nol). Jadi tidak masalah bukan?

Walaupun demikian, Capcom masih membuat game ini dengan baik walaupun hanya dalam waktu satu tahun saja sejak perilisan Resident Evil 2 Remake. Capcom berhasil memberikan sebuah game yang bisa dikatakan penuh dengan aksi dan tantangan. Mulai dari dikejar oleh Nemesis, hingga adegan-adegan yang ternyata berhasil dibuat jauh lebih menegangkan dibandingkan dengan versi PS1-nya, yaitu diburu oleh Drain Deimos. Percayalah ketika saya mengatakan ini, dikejar oleh Drain Deimos akan memberikan kalian sedikit latihan jantung karena mereka kecil, cepat, dan sulit untuk bisa mendapatkan Perfect Dodge, jadi semoga kalian beruntung.

Nemesis seperti mantan yang tidak bisa ‘Move on’

Hal lain yang ditambahkan oleh Capcom adalah gameplay sebagai Carlos yang ternyata ditambahkan. Kalau kalian mengingat kembali Resident Evil 3: Nemesis, pasti mengingat adegan ketika kalian harus menggerakan Carlos dan tidak mempunyai banyak sumber daya untuk kalian bisa mengalahkan semua musuh yang ada. Dan hal ini kembali lagi di Resident Evil 3 Remake. Capcom tidak menghilangkan bagaimana sulitnya menjadi Carlos. Karena Jill membutuhkan segala sesuatu yang ada di game untuk bisa membantunya mengalahkan Nemesis. Nemesis disini sangatlah kuat, cepat, dan bergerak benar-benar seperti Super Human.

Sangat disayangkan memang, Nemesis tidak muncul sesering Mr. X di Resident Evil 2 Remake. Mungkin hal ini dikarenakan adanya perbedaan yang signifikan untuk persenjataan mereka di mana Nemesis memiliki segudang senjata yang bisa membuat kalian bertanya-tanya ‘bagaimana mengalahkannya?‘. Pada akhirnya, semakin jauh permainan, kalian tidak akan lagi dikejar oleh Nemesis seperti masih berada di Downtown Raccoon City. Hal ini membuat permainan sedikit tidak menantang ketika kalian hanya mengalahkan zombie-zombie biasa (jujur saja, saya sangat suka dengan adrenalin ketika dikejar oleh Nemesis dan juga Drain Deimos, dan hal ini yang membuat saya ketagihan dengan game Horor).

Di Resident Evil 3 Remake tidak ada Mode New Game+, tapi jangan khawatir sebab Capcom sudah menyiapkan Challenge yang bisa kalian kerjakan (seperti menghancur semua Mr. Charlie) yang nantinya setiap tantangan ini akan memberikan kalian mata uang yang bisa ditukarkan dengan senjata, koin, maupun tas untuk membantu pemain ‘menyelesaikan’ tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Seperti RE2 Remake, RE3 Remake benar-benar membuat saya semakin menyenangi seri Resident Evil. Mulai dari sensasi horornya, tegangnya ketika dikejar oleh Nemesis, dan juga ending yang membuat saya berhasil nostalgia. RE3 Remake tidak ada Mercenaries Mode, tapi Capcom menambahkan tingkat kesulitan tambahan yang bisa membuat waktu WFH saya tidak membosankan. Walaupun menyelesaikan RE3 Remake dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, tidak memberikan kalian apa-apa selain kepuasan (bahkan tidak ada kostum yang bisa dibuka). Jika saja semua game remake bisa sebagus ini, saya yakin semua orang akan kembali menjadi penggemar Capcom. Berikut beberapa screenshot tambahan dari permainan saya.

Related posts

Data Penting Capcom Diretas, Banyak Info Penting Dibocorkan Pelaku

MongJi

Mari Intip Gameplay Singkat dari Resident Evil Village!

MongJi

Film Monster Hunter Akhirnya Rilis Trailer Perdana!

MongJi

Leave a Comment