fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Monster Hunter Rise – Pemburu, Bersatu!

Gamer Switch akhirnya bisa bersorak gembira, sebab akhirnya Capcom merilis game Monster Hunter ke konsol handheld buatan Nintendo tersebut. Berita baiknya lagi, Capcom tidak benar-benar mem-porting Monster Hunter World ke Switch. Mereka justru membuat seri baru berjudul Monster Hunter Rise. Tentu Capcom sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk para pemain, baik sebagai kejutan bagi veteran atau pemain baru.

Bagi saya sendiri, Monster Hunter Rise terasa sangat istimewa dengan tema yang sangat cocok buat selera pribadi. Tapi saya yakin, Monster Hunter Rise juga bisa diterima oleh penggemar beratnya atau pemain yang benar-benar baru mencicipinya.

Lantas, bagaimana ulasan Monster Hunter Rise dari GameFever ID sendiri? Berikut review kami untuk Monster Hunter Rise.

Baca Juga: Baru Seminggu, Monster Hunter Rise Tembus 4 Juta Unit

Mari Lindungi Desa Kamura!

Monster Hunter Rise sendiri berlatar belakang di sebuah desa bernama Kamura. Saya pribadi cukup dengan dengan usaha Capcom untuk membawa suasana Jepang era feodal ke game ini. Kamura memang dipresentasikan sebagai sebuah desa di zaman Jepang dulu. Lengkap dengan gaya pakaian yang diperlihatkan para NPC-nya.

Suasana semakin nyata bisa dirasakan apabila dubbing-nya kalian ubah ke bahasa Jepang. Apalagi saat berada di desa Kamura, kalian juga bisa mendengarkan musik dan nyanyian ala yang sangat cocok sekali perpaduannya.

Capcom sendiri juga tidak membuat Monster Hunter Rise tanpa cerita utama. Di game ini, seperti biasa kalian adalah seorang Hunter atau pemburu monster yang berhasil promosi oleh Guild di sana. Sebagai pemburu yang berhasil promosi, kalian tentu akan disambut baik oleh Fugen si kepala desa. Fugen juga memberikan peringatan untuk tetap waspada terhadap monster-monster dan tanda-tanda dimulainya “The Rampage”.

Di Monster Hunter Rise, The Rampage adalah sebuah bencana misterius yang pernah menyerang desa Kamura 50 tahun lalu. Bencana tersebut membuat desa Kamura diserang oleh monster-monster besar yang entah kenapa amarahnya tidak terkontrol. Oleh karena itu, sebagai pemburu kalian diminta untuk bersiap-siap karena sepertinya The Rampage akan terjadi lagi.

Lalu apakah sebagai pemburu kita dapat melindungi desa Kamura dari bencana The Rampage ini? Kira-kira apa penyebab monster-monster besar yang tiba-tiba marah dan menyerang? Tentu kalian bisa menemukan jawabannya setelah menyelesaikan story di Monster Hunter Rise.

Meski datang dengan cerita baru, saya justru merasa bahwa story Monster Hunter Rise terasa sangat singkat. Padahal tema yang diangkat cukup bagus. Namun saya berpikir rasanya penggemar Monster Hunter tidak memainkan game ini untuk terlalu menikmati cerita utamanya. Jadi, ya saya pribadi masih memaklumi.

Terasa Mudah, tetapi Juga Menantang

Hal yang saya senangi di Monster Hunter Rise adalah Capcom benar-benar merangkul para pemainnya, baik para veteran atau pemain baru. Saya sendiri datang dari penikmat game-game Monster Hunter, tetapi bukan juga gamer yang luar bisa layaknya mereka yang memperlihatkan kemampuan memburu monster di YouTube.

Meskipun begitu Rise tetaplah game Monster Hunter yang khas, sebuah game action RPG yang cukup kompleks. Para pemainnya dituntut untuk cekatan dan mempunyai strategi sendiri untuk mengalahkan seekor monster. Pemain memilih class sesuai dengan gaya permainannya, termasuk penggunaan senjata untuk berburu. Siklus khas Monster Hunter juga masih terasa di sini, pemain berburu monster, mengambil material, dan membuatnya menjadi sebuah senjata dan armor untuk melawan monster yang lebih berbahaya lagi.

Saya juga merasakan bahwa Monster Hunter Rise memang sangat pas dimainkan secara portable seperti yang diharapkan oleh gamer handheld. Pemain tidak pergi berkeliaran begitu saja untuk memburu monster. Perubahan lain yang bisa kalian rasakan juga saat menabang ore atau menggali di tumpukan tulang. Kalian bisa melakukannya dengan cepat lewat satu tombol saja dan mendapatkan semua hasilnya sekejap.

Buat yang tidak terlalu farmiliar dengan game Monster Hunter, saya yakin kalian tidak mengalami kesulitan berarti di Monster Hunter Rise. Saya sendiri merasa bahwa Monster Hunter Rise tidak sesulit game-game Monster Hunter lainnya. Di game ini kalian bisa menemukan misi “Village” yang akan membawa pemain menikmati cerita utama dan menuju konten end-game dengan mudah. Monster-monster di misi “Village” memang sangat mudah dilawan dan cocok buat yang mungkin baru belajar memahami Monster Hunter. Saya paham betul misi “Village” mungkin bukan ditujukan untuk para pemain veteran. Namun tidak ada masalah sebab semua jenis pemain masih bisa menikmati Monster Hunter Rise.

Buat pemain veteran, ada juga serangkaian misi menantang lewat misi “Hub” yang juga tersedia dari awal permainan. Jadi bila tidak terlalu ingin menikmati cerita yang ada, kalian bisa terjun langsung ke misi “Hub”. Tentu monster yang ada di misi “Hub” mendapatkan penyesuaian. Dari status HP dan damage yang ditingkatkan, makin agresif dan juga gerakan atau Movement baru yang berbahaya. Di sinilah kalian juga bisa berburu monster dengan pemain lainnya.

Lingkungan Sekitar yang Siap Membantu

Seperti game-game Monster Hunter lainnya, pemain juga perlu menyiapkan segala sesuatunya sebelum mulai berburu. Contohnya seperti memilih makanan untuk meningkatkan status karakter atau perlengkapan lain untuk senjata. Di Monster Hunter Rise, semua itu dibuat semakin sederhana. Pemain masih bisa menikmati makanan penambah status yang kini dipresentasikan sederhana berupa dango, makanan khas Jepang.

Selain makanan, pemain bisa mendapatkan buff lainnya dari Endemic Life yang tersebar di peta-peta Monster Hunter Rise. Kalian bisa menemukan burung-burung kecil warna-warni bernama Spiritbirds yang tersebar di peta. Tiap warna Spiritbirds menandakan status yang ditingkatkannya. Merah berarti untuk Attack, hijau untuk Health, orange untuk Defense, dan kuning untuk Stamina. Buff yang diberikan oleh Spiritbirds ini permanen, jadi sebelum berburu monster kalian bisa berkeliling mengumupulkannya.

Selain Spiritbirds, kalian juga bisa mendapatkan bantuan lainnya dari lingkungan sekitar. Di sepanjang map, kalian juga bisa menemukan serangga-serangga yang juga memberikan buff seperti Spiritbirds. Tetapi, biasanya kalian harus melakukan aksi untuk mendapatkannya, tidak seperti Spiritbirds yang cukup kalian sentuh untuk memperolehnya. Buff dari serangga ini sifatnya juga sementara dan ada waktu yang membatasinya.

Di Monster Hunter Rise, ada lagi mekanik baru yang siap membantu kalian berburu. Mekanik tersebut adalah Wyvern Riding yang membuat kalian bisa menunggangi monster-monster besar. Saat menunggangi monster, kalian bisa menyerang monster besar lainnya untuk membantu perburuan. Untuk melakukan Wyvern Riding, setidaknya ada 3 cara.

Pertama, kalian harus menyerang monster yang ingin ditunggangi dengan Wirebug Damage. Kedua, tidak jarang juga dua monster yang sedang berkelahi satu sama lain bisa memicu Wyvern Riding, jadi pemain bisa memanfaatkan salah satu monster. Ketiga, kalian bisa menggunakan Endemic Life bernama Puppet Spiders yang bisa ditemui di peta.

Saat menunggangi monster, kalian mendapatkan kontrol penuh terhadap monster itu. Tetapi tetap ada waktu yang membatasinya. Kalian bisa menghajar monster buruan dengan monster yang kalian tunggangi. Atau menunggangi monster buruan kalian dan membuatnya menabraki tembok untuk mendapatkan damage yang memberikan keuntungan bagi kalian.

Dengan Wyvern Riding, Monster Hunter Rise memang terasa lebih mudah. Kalian bisa menghabisi monster ganas dengan monster ganas yang ditunggangi. Dengan begitu, tidak banyak waktu habis terbuang untuk berburu monster.

Baca Juga: Nintendo Umumkan Switch Edisi Monster Hunter Rise

Mekanik Baru nan Seru

Selain Wyvern Riding, Capcom juga sudah menyiapkan konten baru untuk Monster Hunter Rise dan menjadi kejutan juga untuk penggemar setianya. Di Monster Hunter Rise, Capcom secara resmi memperkenalkan dua Companion yang siap menemani kalian berburu monster. Pertama tentu karakter kucing atau yang biasa disebut Palico di game-game Monster Hunter. Peran Palico di Monster Hunter Rise sama dengan di game-game Monster Hunter lain. Mereka akan membantu kalian menyerang monster atau memberikan keuntungan lain sesuai dengan role yang dipilih.

Selain Palico, di Monster Hunter Rise kalian akan kedatangan Companion baru bernama Palamute. Bila Palico digambarkan sebagai seekor kucing, maka Palamute digambarkan sebagai seekor anjing. Peran Pamute juga sama dengan Palico, membantu kalian dengan menyerang monster yang dilawan. Selain itu, pemain juga dapat menunggangi Palamute sebagai “kendaraan” saat menjelajahi map. Kehadiran Palamute di Monster Hunter Rise tentu akan membantu mobilitas kalian saat berburu monster yang kadang jaraknya cukup jauh.

Bila berbicara tentang mobilitas, ada satu lagi mekanik baru yang ada di Monster Hunter Rise yaitu Wirebug. Menurut saya sendiri, Wirebug adalah mekanik bisa menambah gaya permainan kalian saat berburu. Kegunaan Wirebug ini mirip dengan sebuah tali yang banyak sekali manfaatnya. Untuk mobilitas, kalian bisa menggunakan Wirebug untuk membantu naik ke atas tebing misalnya.

Saat melawan monster, pemain juga bisa menggunakan Wirebug untuk menghindari serangan monster yang sangat mematikan. Sambil menghindari, kalian juga bisa meluncurkan serangan menggunakan bantuan Wirebug. Seperti yang sudah sempat dibahas sebelumnya, Wirebug juga digunakan untuk naik ke atas monster saat fase Wyvern Riding terpicu.

Di Monster Hunter Rise ada lagi yang namanya Switch Skills. Mekanik ini bisa membuat pemain mengatur skill sesuai senjata yang dipakai. Untuk saat ini, ada 3 slot yang tersedia di senjata yang bisa diisi dengan skill-skill tiap senjata. Dengan Switch Skill ini, pemain tidak usah repot lagi melancarkan serangan pamungkas dengan banyak kombinasi tombol. Cukup memasukkannya ke slot Switch Skill di senjata, kalian cukup menekan dua kombinasi tombol untuk mengeluarkannya.

Tidak hanya itu, slot Switch Skills juga kalian bisa isi dengan Silkbind Attack yang merupakan perpaduan serangan dengan menggunakan Wirebug. Uniknya lagi, tiap senjata juga sudah menyediakan serangan-serangan Silkbind berbeda satu sama lain.

Rampage, Berburu Monster ala Tower Defense

Tidak hanya mekanik, di Monster Hunter Rise juga ada konten baru yang bernama Rampage. Di Monster Hunter Rise, Rampage adalah sebuah bencana misterius yang membuat monster-monster menyerang desa Kamura. Sesuai dengan jalan cerita yang ada, kalian juga bisa memanfaatkan Rampage dalam berburu monster.

Konsep mode Rampage di sini sebenarnya sama dengan permainan ala Tower Defense. Pemain diminta untuk memasang senjata-senjata di titik tertentu untuk menghalau monster yang datang terus menerus. Kalian bisa mengatur balista, meriam, dan lainnya untuk mempertahankan gerbang dari serangan monster yang muncukl tiap gelombag (Wave).

Mode Rampage ini memang sesuatu yang baru dan juga menghibur. Kalian bisa bekerja sama dengan pemain lainnya untuk mempersiapkan pertahana sebelum para monster menyerang. Sayangnya, saya merasa mode Rampage ini masih belum memberikan keuntungan para pemburu. Memang monster yang muncul di mode ini berbeda-beda, tetapi tidak semuanya bisa kalian ambil materialnya.

Hanya monster terakhir yang kalah di satu permainan yang bisa diambil. Banyaknya waktu yang kalian habiskan untuk menyelesaikan satu permainan tidak setimpal dengan apa yang bisa kalian dapatkan.

Kesimpulan

Bagi saya, Monster Hunter Rise adalah salah satu game terbaik di Switch untuk tahun ini. Ya, meskipun di 2022 game ini juga akan rilis di PC. Monster Hunter Rise adalah perpaduan apik antara Monster Hunter klasik dengan pengingkatan dari seri World dengan segudang mekanik baru di dalamnya.

Berkat RE Engine yang digunakan Capcom, visual Monster Hunter Rise terlihat istimewa meski dari layar kecil Switch sekalipun. Desain karakter, desa, peta, juga monster terlihat sangat baik. Apalagi vibe ala Jepang di era feodal juga sangat terasa di dalamnya.

Soal mekanik, Monster Hunter Rise sukses memberi kejutan untuk penggemar setia khususnya gamer Switch. Kehadiran Wirebug terasa spesial karena mampu menghadirkan permainan yang seru dan gaya permainan yang menyesuaikan. Kemampuannya sebagai alat mobilitas juga berjalan baik, beriringan dengan mengendarai Palamute untuk menjelajahi map.

Sayangnya, saya merasa konten Monster Hunter Rise masih agak kurang. Cerita utama terlalu singkat dan tidak terlalu kuat. Sementara, mode Rampage juga terasa bermain game Tower Defense dengan makhluk-makhluk dari Monster Hunter. Capcom memang sudah menyiapkan konten baru pasca rilis untuk Monster Hunter Rise di akhir April nanti. Namun bagi saya masih tetap kurang. Capcom harus terus memberikan konten-konten baru untuk menjaga umur game ini di pasaran.

Monster Hunter Rise sendiri sudah bisa kalian mainkan di Switch. Di 2022 nanti, Capcom juga berencana untuk merilisnya ke platform PC.

Related posts

Patch Pertama Outriders Berikan Item Gratis Dan Nerf Beberapa Skill

clauscj

Ninjala Siap Kolaborasi dengan Monster Hunter Rise

MongJi

Jadwal Resident Evil Showcase April 2021 Akhirnya Diumumkan

MongJi

Leave a Comment