fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Marvel’s Avengers – Fanservice MCU Yang Cukup Potensial

Game ini direview menggunakan PlayStation 4 Pro

Akhirnya game berdasarkan Marvel Cinematic Universe (MCU) yang telah ditunggu-tunggu oleh para fans nya telah rilis di awal September 2020 ini. Game action-adventure dengan tampilan third person ini merupakan looter game, seperti Destiny, The Division dan lainnya. Bedanya di Marvel’s Avengers adalah kalian tidak perlu membuat karakter superhero sendiri, tapi memainkan ke-6 karakter Avengers yang telah disediakan: Iron Man, Thor, Hulk, Black Widow, Captain America dan Ms. Marvel.

Kembalinya para Avengers

Kamala Khan adalah seorang fangirl Avengers dan salah satu finalis kompetisi menulis kisah petualangan superhero idamannya, diundang untuk menghadiri acara final di A-Day (Avengers Day). A-Day ini sekaligus perayaan markas kedua Avengers di San Francisco, sekaligus memamerkan Helicarrier terbaru mereka, Chimera. Chimera ditenagai oleh sebuah benda alien bernama Terrigen Crystal yang ditemukan oleh para Avengers beberapa tahun sebelumnya. Perayaan A-Day ini diganggu oleh serangan teroris yang dipimpin oleh Taskmaster. Saat Chimera diaktifkan terjadi komplikasi dengan Terrigen Crystal, menyebabkan helicarrier tersebut meledak bersama dengan Captain America di dalamnya. Efek ledakan Chimera menyebabkan hembusan gas Terrigen di sekeliling kota San Francisco. Para manusia yang terkena gas ini akan memiliki kekuatan super yang tidak stabil, dinamakan Inhumans. Dengan ini para Avengers disalahkan dan dibubarkan demi meredam amukan masa dan pemerintah Amerika Serikat.

5 tahun kemudian Kamala yang juga terkena gas Terrigen, memiliki kekuatan polymorph, dapat merubah ukuran badannya menjadi lebih besar dan panjang. Dia mendapatkan informasi mengenai kisah sebenarnya saat Helicarrier meledak saat perayaan A-Day. Dengan informasi ini dia hendak mencari para anggota Avengers untuk memberitahu bahwa ada sebuah konspirasi dibalik serangan Taskmaster 5 tahun lalu. Namun karena para Inhuman diburu oleh A.I.M. yang dikepalai oleh George Tarleton, petualangan Kamala Khan tidaklah mudah dan penuh halangan.

Untuk story campaign memiliki total 16 misi utama, dengan tambahan beberapa misi lain seiring jalan cerita. Di sini kita dapat melihat porsi para karakter Avengers yang cukup bagus sebagai perkenalan tiap kekuatan miliknya. Karena setelah story campaign tamat terdapat konten endgame yang dapat dimainkan oleh karakter manapun. Beberapa misi memiliki boss fight yang cukup susah jika tidak berhati-hati, dan HP mereka cukup tebal. Yang membuat story campaign menarik adalah misi terakhir cukup panjang, kurang lebih 2 jam penuh pertarungan dan boss fight yang seru. Dan tentunya bukanlah Avengers jika tidak memiliki kostum seragam yang sangat keren, kalian harus memainkan story campaign hingga saat terakhir untuk mendapatkan kostum ini.

Menjadi karakter-karakter Avengers favoritmu

Di awal story campaign kita akan memainkan 5 karakter Avengers secara bergantian seiring jalan cerita. Tiap karakter memiliki gerakan pukulan atau tembakan sesuai dengan kekuatan superhero masing-masing, dan diperkenalkan dengan tutorial singkat. Dan saat kita memulai Kamala Khan pun diberi semacam turorial juga mengenai kekuatan dan keunikan dia dari superhero lainnya. Untuk serangan melee menggunakan light dan heavy attack, dan serangan range seperti game shooter biasanya, menggunakan kombinasi tombol aim + shoot. Selain serangan utama, terdapat juga Heroic Ability yang dibagi menjadi 3 macam: Support, Assault dan Ultimate. Buat para pemain Destiny tentunya tidak asing, karena menggunakan tombol yang sama (di PlayStation 4 menggunakan tombol L1, R1, dan L1 + R1).

Tiap superhero memiliki serangan yang disesuaikan dengan karakteristiknya: Hulk yang bisa menggenggam musuh untuk digunakan sebagai senjata memukul musuh lainnya. Black Widow yang menggunakan 2 baton untuk melee dan 2 pistol untuk range. Iron Man memiliki pilihan tembakan repulsor, laser dan rockets sebagai range attacknya. Thor disini bagaikan Kratos di God of War terakhir, dapat melempar dan memanggil Mjolnir untuk memberikan damage 2x kepada musuh. Captain America dapat menyeruduk musuh dengan berlari sambil menaruh shieldnya di depan, dan melempar shield untuk mengenai beberapa musuh sekaligus. Kamala Khan dapat menyerang dan menghindar serangan dengan mengelastiskan tubuhnya. Semua karakter Avengers terasa unik dan berbeda saat dimainkan, apalagi saat unlock skill tree untuk memaksimalkan serangan dan pertahanan masing-masing.

Crystal Dynamics terkenal dengan seri reboot Tomb Raider trilogi, sehingga saat kalian memainkan Marvel’s Avengers akan terasa beberapa kemiripan. Para Avengers dapat lompat, bergelayutan dan wall running untuk melewati antar platform dengan secara luwes. Saat bertarung pun tiap karakter juga terasa lincah, membuat tiap pertarungan selalu seru. Iron Man dan Thor dengan mudah bertarung di darat maupun di udara hanya dengan menekan tombol lompat untuk mengambang dan mendarat. Namun ada beberapa saat kadang terjadi masalah framerate drop kalau terlalu banyak efek tembakan dan ledakan secara bersamaan.

Loot system yang kurang kompleks dan “dalam”

Dengan Marvel’s Avengers didesain sebagai Games as a Service (GaaS), atau bahasa umumnya adalah game online, maka terdapat fitur level, gear dan skill. Mengikuti konsep Borderlands, Marvel’s Avengers memiliki fitur multiplayer cooperative, dengan maksimum 4 pemain secara bersamaan. Tiap karakter Avengers akan mulai dari level 1 dengan memiliki gear dan skill awal. Dengan memainkan story campaign dan misi lainnya, tiap karakter yang kita pilih akan mendapatkan EXP dan loot. Tiap naik level maka karakter tersebut akan mendapatkan 1 skill point untuk dipergunakan membuka skill di skill tree. Loot item pun tidaklah berbeda dengan game looter lainnya, memiliki tingkat rarity dan warna yang umum digunakan. Tiap item mulai dari rarity uncommon dapat diupgrade (Boost sebutannya) untuk menaikkan Power Level karakter tersebut, dan membuka perk tambahan gear tersebut.

Disinilah fitur gear Marvel’s Avengers saat ini memiliki faktor kekurangan, yaitu kurang terasanya efek perk tiap gear. Saat kalian memilih misi-misi khususnya setelah tamat story campaign, akan terlihat sebuah angka minus (warna hijau) dan plus (warna merah) di tiap keterangan misi. Angka-angka tersebut menjelaskan Power Level tingkat kesusahan misi tersebut, apakah dapat kalian mainkan secara langsung atau tidak. Untuk ini fokus utama kita tentunya menaikkan Power Level karakter Avengers favorit kita (saya menggunakan Hulk) secepatnya agar dapat memainkan semua misi yang tersedia. Otomatis perk gear tidak terlalu diperhatikan dan juga tidak memliki efek yang signifikan saat kita memainkan tiap misi. Mungkin saat kita hendak menaikkan difficulty ke Challenge III atau IV akan memerlukan gear dengan perk yang bagus dan sesuai. Dengan belum ada info aktifitas seperti Raid dan misi khusus lainnya, nampaknya saat ini fokus utama kalian adalah menaikkan level dan power level karakter favorit kalian mencapai maksimum.

Multiplayer yang seru jika bersama teman-teman

Saat hendak memulai permainan, terdapat 2 pilihan di menu utama: Campaign (kisah utama) dan Avenger’s Initiative (War Zones). Kalian dapat memainkan War Zones secara langsung tanpah harus menamatkan Campaign terdahulu, namun beberapa misi akan berhubungan dan memiliki efek spoiler. Sehingga sangat disarankan kalian memainkan dan menamatkan Campaign terdahulu, agar mengerti kisah, fitur dan mekanisme permainan Marvel’s Avengers. Dan beberapa misi Initiative juga muncul di Campaign, dan jika kalian telah menyelesaikannya akan terlihat tulisan Complete baik di Campaign dan Initiative. Bedanya di Initiative memiliki misi-misi tambahan sehingga jika kalian periksa di War Table (menu misi dalam game) akan terlihat jumlah misi yang lebih banyak dibandingkan di Campaign.

Tiap misi dapat kalian mainkan secara solo, atau bersama maksimum 3 karakter Avengers lain yang kalian pilih sebagai karakter NPC. Dan untuk misi yang ada di Campaign dan Initiative dapat kalian pilih untuk dimainkan secara online matchmaking, tanpa harus kembali ke menu utama terdahulu. Di sini terlihat fitur Avengers Initiative agak membingungkan, karena hanya memiliki perbedaan lebih banyak misi dibandingkan Campaign. Seperti Destiny dan The Division misi-misi endgame muncul setelah kita menamatkan story campaign, dan beberapa misi yang muncul di tengah campaign juga akan tersedia kembali. Hal ini mempermudah fokus para pemain untuk menamatkan story terdahulu, lalu dapat memainkan segala macam misi yang sanggup dimainkan setelahnya.

Harap diperhatikan jika kalian menggunakan matchmaking online, maka harus memilih karakter yang akan kalian mainkan terdahulu. Karena sistem multiplayer Marvel’s Avengers adalah dalam 1 tim tidak dapat menggunakan 2 karakter yang sama. Jadi jika kalian ingin menggunakan Kamala Khan tapi di matchmaking pemain lain sudah memilih terdahulu, kalian terpaksa mengganti ke karakter lainnya. Marvel’s Avengers secara halus meminta kita memainkan seluruh karakter-karakternya, dimana kedepannya akan bertambah terus.

Memainkan multiplayer di Marvel’s Avengers akan lebih seru jika bersama teman-teman, karena kalian dapat melihat gerakan-gerakan unik karakter yang sedang kalian tidak mainkan. Dan dengan lebih mudah kalian berkomunikasi untuk berbagi tugas mengalahkan musuh lebih cepat dan efektif dibandingkan main solo atau dengan pemain lain.

Factions dan Challenge Card memberikan bumbu tambahan aktifitas endgame

Selain misi-misi terdapat juga fitur Faction, dimana saat ini tersedia S.H.I.EL.D. dan Inhumans di lokasi social space masing-masing. Tiap faksi memberikan 8 challenge dan misi special yang berubah setiap 24 jam. Kegunaan mengerjakan Factions adalah dengan meningkatkan tiap 1 level akan memberikan resource material untuk upgrade gear dan artifact miliki kita. Dan juga tiap faksi memiliki vendor yang menjual gear dengan power level rata-rata lebih tinggi dari yang kita kenakan saat ini. Jadi sambil kita memainkan misi akan juga menyelesaikan tiap challenge untuk menaikkan level kedua faksi tersebut tiap hari nya.

Selain Factions yang memberikan challenge harian, terdapat juga fitur Challenge Card, semacam Battle Pass jika kalian terbiasa memainkan game genre Battle Royale. Challenge Card saat ini memiliki batas level 40 per karakter Avengers, dimana untuk menaikkan level dengan menyelesaikan challenge harian dan mingguan. Untuk menyelesaikan challenge ini cukup kalian baca di bagian bawah Challenge Card tiap karakter, yang rata-rata memerlukan skill atau mengalahkan musuh tertentu. Hadiah tiap level Challenge Card cukup beragam, dari kostum/emote/nameplate karakter, resource material, upgrade module, dan credits. Square Enix menyediakan pilihan bagi para pemain yang ingin membuka level Challenge Card tertentu dengan menggunakan credits, yang dapat kalian beli di online store platform Marvel’s Avengers masing-masing. Tentunya bagi para fans Marvel Comics atau Cinematic Universe akan sangat tertarik untuk mengkoleksi kostum-kostum tertentu.

Suara para karakter dan musik game yang memukau

Karena Marvel’s Avengers merupakan video game berdasarkan seri film MCU, maka suara dan musik gamenya juga harus disesuaikan. Suara tiap karakter Avengers dibuat mirip dengan film bioskopnya, dengan gaya para pengisi suara masing-masing. Troy Baker mengisi suara Bruce Banner, dimana agak terasa seperti Joel (The Last of Us) versi muda jika diperhatikan. Yang menarik didengar suaranya adalah Nolan North (Uncharted‘s Nathan Drake) sebagai Tony Stark, sangat “kena” gaya tengilnya sehingga sangat menghibur. Sandra Saad pun juga terdengar cocok memerankan Kamala Khan.

Untuk musik Cystal Dynamics kembali bekerjasama dengan composer Bobby Tahouri, dimana dia terkenal saat mengerjakan musik Rise of the Tomb Raider. Tiap karakter Avengers memiliki theme song berbeda, dan saat sedang memainkan story campaign dan misi lainnya kita akan terasa sedang dalam film-film MCU.

Kesimpulan

Marvel’s Avengers adalah usaha pertama Square Enix memasuki era game online atau Games as a Service, dimana akhir tahun 2020 akan merilis Outriders yang juga memiliki model layanan game yang serupa. Dengan menggunakan karakter-karakter favorit Marvel Cinematic Universe (MCU), para fans diharapkan akan bernostalgia sambil memainkan gerakan-gerakan ciri khas Iron Man dan kawan-kawan. Dengan story campaign yang cukup menarik dan seru khususnya di chapter final, kalian kan merasa cukup puas dan “haus” akan kisah selanjutnya. Namun setelah tamat campaign hanya terdapat misi-misi yang mirip satu dengan lainnya, tanpa belum ada informasi mengenai adanya Raid dungeon atau aktifitas endgame yang sangat menantang. Jika kalian rela memainkan seluruh karakter Avengers maka game ini akan terasa cukup lama sambil menunggu Hawkeye, Black Panther, Spider-Man dan lainnya kedepan. Tapi jika kalian jenis pemain yang menginginkan game looter mirip Destiny dan The Division, maka untuk saat ini Marvel’s Avengers tidak cukup “berisi” kontennya.

Related posts

Rilis Ulang, Metal Gear Solid dan Metal Gear Solid 2: Substance Tersedia di GOG

MongJi

Animal Crossing: New Horizons Umumkan Update Bertema Halloween

MongJi

Kian Populer, Jumlah Pemain Aktif Among Us di Steam Samai PUBG

Roni Istianto