fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Final Fantasy VII Remake – Tetap yang Terbaik!

Seperti yang pernah dijanjikan Square Enix lima tahun lalu, Final Fantasy VII Remake akhirnya rilis bulan ini. Penantian yang cukup panjang akhirnya terbayarkan sudah. Banyak perasaan yang muncul ketika kami memainkan game ini. Tentu rasa nostalgia tidak bisa terhindarkan lagi ketika memainkan game ini. Namun, Square Enix juga menyiapkan hal baru yang siap memberikan pengalaman baru dan kejutan yang menunggu di dalam permainan. Jadi kami rasa, Final Fantasy VII Remake bukanlah game untuk penggemar lama saja, tetapi juga untuk kalian yang masih baru mengenal seri ini.

Kami pun sudah menyelesaikan Final Fantasy VII Remake dan benar-benar banyak perasaan yang kami dapat di game ini. Untuk itu, dalam review kali ini kami ingin mengulas sedikit pengalaman ketika memainkan Final Fantasy VII Remake. Penasaran seperti apa ulasan dari GameFever ID?

Catatan : Dalam review kali ini, kami sebisa mungkin menjamin tidak ada spoiler jalan cerita sama sekali. Namun masih ada kemungkinan spoiler minor untuk beberapa aspek lainnya dalam game ini. GameFever ID pun ingin mengucapkan terima kasih kepada Sony PlayStation Asia dan Square Enix Asia yang telah memberikan kami review code untuk Final Fantasy VII Remake.

Story

Coba bayangkan sebuah kotak persegi yang sekarang dibagi menjadi empat kotak untuk menambah detail pola yang ada. Sama juga bayangkan misalkan ada sebuah garis dr titik A ke B, lalu garis itu kini menjadi lebih berliku dalam perjalanannya dari titik A ke B. Hal ini tentu membuat kalian memiliki point of view yang baru dan detail narasi cerita yang lebih dalam dari versi asli.

Cerita utama di versi remake tidak jauh-jauh dari versi original-nya yang rilis 1997 silam. Di bagian pertama ini, Square Enix masih mengusung konflik antara Avalanche, Shinra, dan misteri Sephiroth selama di kota Midgar. Tapi di versi remake ini tentu cerita yang ada dibuat lebih luas dan mendalam. Bahkan ekspansinya terlalu luas malahan. Seperti ada beberapa filler yang kami rasa kurang penting dan tidak membuahkan sesuatu yang berarti untuk jalan cerita utama. Beberapa scene tertentu bisa berbeda antar pemain sesuai pilihan dialog dan cara bermain kalian. Hal serupa sebenarnya juga ada di versi original-nya dulu walaupun di sini tidak sekompleks dulu.

Cerita utama di Final Fantasy VII Remake masih seputar kejadian di Midgar.

Tiap karakter di Final Fantasy VII Remake membunyai background cerita, terutama beberapa NPC utama. Cerita dibalik karakter-karakter tersebut benar-benar dipertegas lewat pengembangan karakter yang bagus sehingga kalian akan lebih merasa simpatik dan berempati ketika melewati momen-moment dalam storyline-nya.

Motivasi, cara pikir, dan kepribadian berbagai karakter di game ini benar-benar dipaparkan secara gamblang dibanding versi aslinya dulu. Sehingga kini kalian bisa melihat berbagai kepribadian masing-masing karakter yang terasa begitu pekat yang menghasilkan interaksi satu sama lain yang terasa natural dalam berbagai cutscene, terutama di tiap percakapan. Namun cukup disayangkan beberapa karakter baru yang sempat dipromosikan Square Enix justru menjadi karakter ‘batu loncatan’ yang hanya muncul sebentar dalam jalan cerita tanpa ada kelanjutannya. Atau mungkin Square Enix punya rencana lain dengan karakter ini di bagian-bagian selanjutnya?

Interaksi antara karakter pun kini lebih hidup.

Sebagai penilaian pribadi, menurut kami ada satu bagian cerita filler yang terasa out of character, cheesy dan awkward untuk dilihat. Namun, kami tetap yakin hal ini memang sengaja diselipkan Square Enix sebagai fan service ke penggemar lama. Mengingat hal yang awkward seperti ini sebenarnya juga banyak bermunculan di sela-sela jalan cerita utama versi aslinya. Mungkin persepsi ini muncul karena Final Fantasy VII Remake ini digambarkan lewat grafis modern generasi sekarang, sehingga beberapa adegan terlihat agak risih, feel-nya berbeda bila dibandingkan dulu. Wajar saja, semu adegan yang disajikan dulu dibuat lewat medium grafis 2D yang lebih banyak mengandalkan imajinasi masing-masing pemain sebagai interpetasi scene yang ada. Semoga eksekusi story dan scene filler bisa diperbaiki di sekuel game ini nantinya.

Hal yang kurang kami sukai adalah pacing dari game ini yang cukup baik di awal hingga pertengahan game. Pacing yang terasa cepat tapi tidak terburu-buru secara tiba-tiba menjulang tinggi mendekati akhir permainan. Banyak juga hal-hal atau latar belakang cerita yang kurang dijelaskan dengan lebih detail. Padahal game ini memiliki basis universe yang cukup besar. Mungkin Square Enix beranggapan bahwa para pemainnya sudah mengatahui jalan cerita utama dan back story dari Final Fantasy VII atau mungkin mereka sengaja menyimpan ini di bagian berikutnya? Who knows?

Grafis

Untuk masalah grafis, kami rasa tidak usah berbicara banyak karena kami puas dengan pekerjaan Square Enix. Melihat tiga tokoh utama, Cloud, Tifa, dan Aerith lewat presentasi di versi remake ini jelas sekali perbedaannya. Presentasi karakter lewat grafis yang menawan membuat percakapan atau interaksi karakter terasa hidup. Bahkan lebih hidup dan berasa sekali lewat cutscene yang ditampilkan.

Penampilan Summon Ifrit di Final Fantasy VII Remake

Layout kota di Midgar juga terasa apik dan realistis, sektor kumuh kota Midgar yang banyak terdiri dari gang-gang sempit dan jalan kecil bisa membuat kalian bingung dan tersesat pada awalnya, namun tidak butuh lama untuk bisa terbiasa karena kota yang bisa kalian eksplor juga hanya ada beberapa sesuai versi original nya. Sebenarnya sangat disayang sektor-sektor lain di Midgar tidak masuk kedalam bagian ekspansi game ini.

Salah satu masalah yang suka kami temui di dalam grafis adalah adanya low texture di sekitar. Contohnya saja seperti botol-botol yang ada di bar Sevent Heaven atau pintu apartemen Cloud yang terlihat sangat kurang. Tetapi kembali lagi, dengan tekstur mewah di tiap karakternya, semua itu memang terlihat menjadi minor meski terkadang sedikit mengganggu mata.

Gameplay

Gameplay FFVII Remake ini masih linear, mirip FFX atau FFXIII bila kalian pernah memainkannya. Pemain akan dituntun di dalam area bermain untuk mejalankan cerita. Petualangan kalian akan berkutat di dalam selokan kota, kereta bawah tanah, kota dan area penghubung lainnya. Kami sedikit menekannya bahwa FFVII Remake bukanlah game open-world. Tetapi memang area dibuat sedemikian rupa agar dapat dijelajahi para pemain lebih dalam. Jadi memang ada beberapa area yang dibuat agak luas yang sengaja dibuat untuk ekplorasi lebih.

Musuh yang berkeliaran juga terbatas dan tanpa adanya random encounter. Musuh yang kalian habiskan tidak akan muncul lagi bila kalian kembali ke tempat di mana musuh itu muncul. Maka pemain bisa mengeksplorasi peta lebih leluasa ketika sudah membasmi seluruh musuh di area tersebut.

Sound

FFVII Remake dipenuhi nada-nada yang terasa familiar di telinga. Notasi berdasarkan dari background music FFVII dulu dan kini di modernisasi dan diaransemen ulang dengan versi orkestra secara penuh totalitas ala Nobuo Uematsu. Pemakaian musik di versi remake juga disesuaikan dengan tone masing-masing kondisi dan area tempat yang kalian jelajahi. Penempatan musik tidak hanya sebagai background tetapi bisa ditemui juga pada music box yang bisa kalian temui hampir di tiap area.

Lewat musik yang ada, terlihat sekali usaha Square Enix memberikan fan service lewat penempatan musik-musik yang familiar tersebut di berbagai scene. Bahkan menurut kami ada beberapa yang dirasa agak memaksa walaupun perasaan nostalgia tak bisa dihindarkan. Oh ya selain itu kalian juga bisa menemui beberapa music score baru di dalam game ini yang sepengetahuan kami tidak ada di versi pendahulunya.

Battle

Dari awal, FFVII Remake bukan game hack n slash, jadi jangan harap kalian bisa terus meluncurkan basic attack kalian untuk memenangkan pertempuran. Di game ini pemain dituntut untuk dapat memadukan Ability dan Magic yang menjadi kelemahan lawan untuk menghasilkan status Stagger. Yup, status Stagger di FFVII Remake ini merupakah kunci utama di setiap pertarungan. Karena dalam status Stagger, kalian bisa menghasilkan damage yang cukup besar untuk menghabisi bar HP musuh. Jadi menurut kami pemain memang harus bermain efektif ketika bertempur sehingga tidak menghabiskan sumber daya yang ada.

Sistem pertarungan di FFVII Remake juga membuat kalian harus jeli dalam melakukan pergantian antar karakter. Pengisian ATB bar lebih optimal saat kalian memainkan karakter tersebut untuk melakukan berbagai aksi seperti basic attack, block maupun berlarian menghindari serangan lawan. Pelajari masalah timing dalam pergantian karakter di tiap pertarungan. Jangan lupa juga untuk bereksperimen dengan tombol shortcut di setiap kesempatan agar tidak melulu melancarkan aksi lewat menu. Hal tersebut membuat pertarungan kalian tidak efektif karena memakan waktu yang cukup lama. AI lawan juga akan lebih aktif mengincar karakter yang sedang kalian kendalikan, hal ini bisa digunakan sebagai keuntungan untuk mengisi ATB bar.

Pengisian ATB Bar jadi hal utama dalam pertarungan.

Hal yang sedikit disayangkan adalah tidak adanya sistem pengaturan strategi untuk AI dalam party member yang tidak sedang dikendalikan. Dalam pertarungan terkadang mereka hanya bisa berdiam diri dan malahan terlihat pasrah di tengah pertempuran. Mestinya Square Enix bisa memberikan pengaturan AI untuk anggota tim di dalam party. Misalkan berfokus pada pertahanan, healing, mengincar satu musuh atau bagian part dari lawan yang bisa memancing Stagger.

Soal tingkat kesulitan, Square Enix benar-benar menyajikan permainan yang cukup menantang bahkan di tingkat Normal sekalipun. Di saat tertentu kalian bisa garuk-garuk kepala saat melawan kerumunan musuh. Apabila kalian tidak memikirkan langkah kalian dengan baik dan cepat atau engah, satu langkah yang salah bisa membuat tim rata seketika dan membuat permainan berakhir alias Game Over.

Pemakian Magic juga harus kalian perhatikan baik-baik. Selain penggunaan MP yang bertambah sesuai tinggkatan, casting Magic pun berlaku sama. Magic tingkat tinggi seperti Firaga membutuhkan casting time lebih lama dan jika musuh menyerang kalian dengan strong attack pada saat tersebut, bisa membuat casting gagal dan MP akan tetap hilang. Jadi lagi-lagi pemain harus memperhatikan timing dan rencanakan strategi yang baik untuk pertarungan yang efektif.

Untuk sumber kekuatan tiap karakter, tetap ada di senjata. Selain memberikan status yang berbeda tiap karakter, senjata yang digunakan juga memberikan Ablity baru. Abilty ditiap senjata juga bisa menjadi permanen apabila profiency-nya sudah 100% atau penuh. Jadi, pemain tidak harus memakai senjata A untuk dapat menggunakan Abilty A apabila profiency-nya sudah penuh.

Peningkatan senjata menjadi sumber kekuatan di FInal Fantasy VII Remake.

Senjata yang juga bisa di-upgrade untuk menambah status yang sistemnya mirip dengan Sphere Grid di FFX. Senjata-senjata lama kalian tidak serta merta menjadi barang ktinggalan jaman yg tidak berguna lagi bila mendapat senjata baru. Semua senjata bisa kalian upgrade menggunakan SP dan masing-masing memiliki karakter dan potensi serta penggunaaan yang berbeda sesuai playstyle. Penggunaanya pun dapat disesuaikan dengan lawan yang akan dihadapi. Misalkan Hardedge milik Cloud kuat dalam di Physical Attack, namun lebih efektif bila memakai Mythril Sword untuk lawan-lawan yang memiliki immune Physical Attack dan hanya rentan dengan serangan Magic.

Jika kalian merasa terlalu pro untuk urusan game action RPG dan merasa butuh tantangan lebih, tingkat kesulitan Hard akan terbuka setelah game berhasil diselesaikan. Di mode Hard kalian tidak dapat menggunakan item dan rest area hanya akan memulikan HP saja tidak termasuk MP. Namun ada beberapa hal yang kalian bisa temui hanya di tingkat kesulitan Hard. Jadi jangan ragu-ragu untuk mencobanya walaupun terdengar sulit.

Kesimpulan

Tidak Sempurna, tapi tetap yang terbaik. Mungkin itu tag line utama yang cocok untuk review FFVII Remake ini. Secara personal, kami sangat mengapresiasi usaha Square Enix. Usaha mereka sangat terlihat jelas ingin memanjakan penggemar lewat berbagai fan-service dan inovasi di game ini.  Bukan hanya mengincar sukses secara komersil tapi juga hendak memanjakan penggemar setia FFVII yang sudah menanti cukup lama.

kami tentu menantikan kelanjutan kisah Cloud dan timnya dalam part berikut dari Final Fantasy VII Remake!

Perasaan nostalgia dan senang tentu ada setelah kami menyelesaikan game ini. Juga dengan pengalaman baru lewat sistem atau mekanik baru di dalam permainan. Berbagai kejutan juga mewarnai permainan kami dan membuat waktu berjalan tanpa terasa. Dengan pengalaman yang apik lewat adegan atau permainan, kami tentu menantikan kelanjutan kisah Cloud dan timnya dalam part berikut dari Final Fantasy VII Remake!

Related posts

Sony Tunda Event PS5 Pekan Ini

MongJi

Harvest Moon: One World Juga Tuju PS4

MongJi

Outriders Siap Meluncur Akhir Tahun 2020

clauscj

Leave a review

  • Overall