fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Cyberpunk 2077 – Open World Ambisius yang Rilis Terlalu Dini

Game ini direview menggunakan PlayStation 5 dengan game PlayStation 4 yang memiliki fitur Backward Compatibility

Setelah selesai merilis The Witcher 3: Wild Hunt beserta 2 ekspansinya, developer CD Projekt Red (CDPR) telah mempersiapkan sebuah game baru. Kali ini mereka mencoba genre baru yaitu First-Person Shooter (FPS) dan bertema masa depan, memiliki judul Cyberpunk 2077. Berdasarkan dari game tabletop RPG berjudul Cyberpunk, CDPR mencoba sebuah proyek game baru yang cukup ambisius dengan setting game open world.

Night City, kota masa depan yang kelam dan kejam

Cyberpunk 2077 berlokasi di kota fiksi Night City, dipenuhi oleh penduduknya yang terdiri dari berbagai macam suku dan status sosial. Lampu neon di gedung-gedung tinggi dan papan iklan menghiasi dan menerangi kota, khususnya saat malam hari. Para mega-corporation saling bersaing dalam hal teknologi, seperti cybernetic augmentation yang digunakan oleh para penduduknya. Dengan ini banyak terjadi perang antar gank di kalangan bawah, yang menguasai tiap wilayah kota. Disinilah karakter kalian, V, memiliki peranan penting sebagai seorang bounty hunter pemula yang sedang merintis “karir” demi menjadi seorang legenda.

Ditemani rekan bounty hunter Jackie Welles dan seorang netrunner bernama T-Bug, V berusaha mencari pekerjaan bounty dari para Fixer lokal untuk meningkatkan nama. Suatu hari mereka diberi pekerjaan untuk mencuri sebuah biochip dari dari salah satu mega-corp bernama Arasaka. Saat mencuri biochip mereka menyaksikan pembunuhan yang menyebabkan mereka terjebak dan menjadi tersangka utama. Ditambah dengan kotak pengaman biochip rusak saat sedang melarikan diri, sehingga harus dipasang dalam kepala V demi mengamankan kondisinya. Ternyata biochip tersebut berisi daya ingat digital milik Johnny Silverhand, yang telah dinyatakan mati pada tahun 2023. Salah satu efek samping biochip tersebut adalah daya ingat Johnny akan mengambil alih tubuh V dalam hitungan minggu. Dengan ini V berusaha keras mencari jalan untuk mengeluarkan biochip tersebut dan tetap hidup normal.

Kustomisasi karakter yang sangat detail

Saat memulai kalian akan diberikan 3 pilihan “Lifepath”, semacam latar belakang karakter, lengkap dengan pilihan kustomisasi karakter. Ketiga Lifepath ini tidak terlalu mempengaruhi jalan cerita, dan kurang “dalam” dan terkesan diburu-buru. Dari jenis retina mata, warna rambut, tattoo hingga jenis kelamin, pilihan kustmisasi V cukup beragam dan detil. Kalian dapat melihat muka dan penampilan V buatanmu di cermin apartemen miliknya dan di kamar kecil. Sayangnya kita tidak dapat mengubah penampilan V setelah memulai permainan, berbeda dengan game Saints Row dimana terdapat fitur operasi plastik di dalam game.

Membahas jenis kelamin lebih jauh, pilihan ini cukup berpengaruh jika kalian hendak melakukan “romance” dengan beberapa NPC dalam Cyberpunk 2077. Contoh: Panam Palmer hanya dapat kalian “romance” jika memilih suara maskulin dan jenis kelamin pria. Dan jika kalian ingin “romance” dengan Judy Alvarez, maka kalian harus memilih suara feminin dan jenis kelamin wanita. Walau ini tidak terlalu berpengaruh, namun jika kalian pernah memainkan seri Mass Effect, maka fitur ini cukup menghibur.

Pilihan gameplay yang beragam dan sangat luas

CDPR mendesain dunia Night City beserta isinya dengan cukup detil, sehingga mereka memilih untuk menggunakan tampilan first person. Hal ini merupakan sesuatu yang baru, dimana game-game sebalum mereka menggunakan tampilan third person. Mayoritas saat bermain kalian hanya dapat melihat kedua tangan dan senjata-senjata yang sedang digunakan oleh V. Para non-playable character (NPC) baik yang pasif dan agresif terlihat cukup detil saat dilihat dalam jarak dekat. Untuk menjelajahi Night City kalian dapat melakukannya dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan bermotor. Tersedia juga fitur Fast Travel jika kalian hendak ke suatu wilayah yang cukup jauh, selama kalian sudah pernah melewati dan menemukan mesin-mesin yang tersebar di sekeliling Night City. Kalian dapat menggunakan elevator, memasuki beberapa gedung yang memiliki beberapa lantai secara langsung tanpa harus mengalami proses loading. Kalian juga dapat memanjat beberapa gedung jika menginstal augment untuk melompat lebih tinggi.

Untuk pertama kalinya juga CDPR membuat game bergenre FPS, yang sangat jauh berbeda dengan seri trilogy The Witcher. Dengan ini rasa tiap senjata api dan jarak dekat sangat berperan penting saat sedang melawan para musuh. Terdapat banyak jenis senjata yang dapat kalian pilih dan gunakan, namun beberapa memerlukan syarat level dan stats tertentu untuk dapat menggunakannya. Satu senjata memiliki fitur Smart Weapon, dimana saat kita menembak tidak perlu diarahkan kepada musuh. Untuk dapat menggunakan smart weapon ini kalian harus menginstal cyberware eye augment terdahulu di V.

Ingin menjadi hacker? Pilih jalur Netrunner

Seperti genre Cyberpunk umumnya, kalian dapat pula membuat V menjadi seorang Netrunner, merupakan ahli hacking. Dengan kemampuan hacking dapat mempermudah pengalaman bermain kalian, seperti membuka pintu tertentu, mematikan kamera dan turret musuh, mengakibatkan musuh menjadi korslet. Selain itu jika kalian pernah menonton trailer pertama Cyberpunk 2077, kalian akan melihat sebuah Mantis Blades keluar dari lengan seorang perempuan. Mantis Blades ini dapat kalian pasang dan gunakan sebagai senjata jarak dekat yang mematikan, didapat dari membeli atau mengerjakan side quest.

Menggunakan senjata api, mantis blades, atau menjadi netrunner adalah beberapa pilihan character build yang dapat kalian buat dalam Cyberpunk 2077. Kalian dapat mengubah ulang stats V milikmu dengan sebuah item Tabula E-Rasa, namun harga item tersebut sangat mahal. Jadi sebelum memulai permainan sebaiknya kalian perhatikan dahulu ingin membuat V tipe apa. Atau jika hanya ingin menikmati story kalian tidak perlu memikirkan soal character build sama sekali.

Beberapa Side Job mempengaruhi Ending

Dengan kisah utama Cyberpunk 2077 yang lebih pendek kalo dibandingkan dengan The Witcher 3, namun sangatlah banyak side quest tersedia di dalam game. Side quest dibagi menjadi 3 macam: Side Jobs, Gigs, dan Rides. Side Jobs dan Gigs memberikan pekerjaan tambahan untuk V untuk menaikkan level dan Street Credits, mendapatkan uang dan item reward lainnya. Rides merupakan penawaran kendaraan bermotor khusus yang tidak kalian dapatkan secara normal saat bermain. Semakin tinggi Street Credits milik V, semakin banyak terbuka Side Jobs, Gigs dan Rides yang ditawarkan oleh para Fixer.

Yang cukup unik dan tanpa diketahui adalah beberapa Side Jobs dapat mempengaruhi ending saat kalian mendekati akhir story. Tanpa memberikan spoiler, kalian harus menyelesaikan Side Jobs dari 2 NPC wanita untuk dapat mengaktifkan 2 pilihan tambahan ending tersebut. Jika kalian berhasil mendapatkan 2 pilihan, maka dari tiap pilihan ending dapat bercabang lagi untuk mendapatkan ending game yang cukup banyak. Tidak perlu khawatir apakah kalian harus mengulang bermain dari awal, setelah after credits selesai kalian diberikan pilihan untuk mengulang chapter terakhir. Atau kalian dapat melakukan save game terdahulu sebelum harus memilih 1 dari 3 pilihan utama ending. Apakah cukup penting untuk menamatkan semua ending Cyberpuunk 2077? Ini kembali lagi ke selera kalian masing-masing, akan lebih senang dan puas terhadap ending story yang mana setiap menamatkannya.

Serasa hidup dalam sebuah kota yang nyata

Saat menjelajahi jalanan dan suasana kota, banyak sekali pemandangan menarik dari para penduduk Night City sangat memperhatikan gaya dan penampilan mereka. Kalian dapat melihat penampilan V milikmu saat mengganti-ganti pakaian/gear yang didapat dari loot musuh atau membeli. Saat pertama kali bermain di konsol PlayStation 4 Pro dan Xbox One X, grafik Cyberpunk 2077 terlihat diturunkan kualitasnya dengan tampilan yang sedikit buram. Dan juga gerakan karakter kita tidak selincah saat bermain di konsol PlayStation 5, Xbox Series X|S dan PC. Hal ini mungkin tidak terlalu mempengaruhi permainan, tapi tentunya mempengaruhi tampilan Night City beserta isinya yang ingin kita perhatikan secara detil. Bagi kalian yang ingin mengabadikan tampilan grafik, terdapat fitur Photo Mode yang lengkap dengan pilihan filter, sticker hingga frame agar dapat kalian bagikan melalui akun media sosial.

Berbicara tentang suara dan musik, suasana Night City cukup hidup, seperti kota sungguhan. Kalian dapat mendengar para penduduk berbicara dengan berbagai macam bahasa, dan suara pengumuman publik atau iklan yang terdengar dimana-mana. Musik latar belakang juga menghiasi saat kita memasuki sebuah bar atau melewati toko-toko tertentu. Dan saat berkendara kita dapat merubah-ubah stasiun radio untuk mendengarkan puluhan original soundtrack Cyberpunk 2077 yang beragam. Kalian akan merasa hidup dalam sebuah kota nyata saat sedang menjelajahi Night City.

Tidak lepas dari bug dan crash hingga saat ini

Saat rilis, Cyberpunk 2077 memiliki banyak masalah teknis dan bug, hingga mengakibatkan permainan kita sering crash. Tanggal 23 Januari lalu CDPR mengeluarkan Patch Hotfix 1.1, dimana mereka menjanjikan membetulkan mayoritas masalah dalam game. Namun saat bermain hingga review ini ditulis, masih terlihat banyak bug dan crash yang sangat terlihat. Contoh gampang adalah karakter V dan para NPC lainnya tidak “berisi”, dapat saling menembus saat berpapasan. Dan juga banyak bug visual terlihat saat sedang bermain, dan juga gerakan para NPC yang tidak normal saat sedang berbelok jalan. Suatu kali ada adegan dimana kita sedang mendengar konser musik lalu berpindah menjadi gameplay, namun suara musik tersebut terus terdengar sehingga beradu dengan suara game. Untuk menghilangkannya kalian harus load save game atau checkpoint terdekat, yang sedikit mengganggu waktu kita.

Nampaknya CDPR perlu waktu yang sangat lama jika ingin memperbaiki mayoritas bug dan crash Cyberpunk 2077, dimana mereka sudah menjanjikan akan melakukannya dalam tahun ini. Karena Night City cukup besar dan padat, sehingga tidak lepas dari berbagai macam bug, baik minor dan major.

Kesimpulan

Cyberpunk 2077 merupakan game open world yang sangat ambisius, dimana kita dapat menjelajahi Night City secara horizontal maupun vertikal. Di luar masalah bug dan crash, kalian dapat bermain game ini hingga tamat sebagaimana kalian ingin menikmatinya. Kisah utama yang menarik ditambah side quest yang dapat mempengaruhi akhir cerita membuat kalian ingin mengerjakan semuanya. Dengan banyak pilihan Lifepath dan character build membuat Cyberpunk 2077 memiliki replay value yang tinggi, dan juga CDPR berjanji akan memberikan DLC gratis di tahun ini.

Seandainya tidak diburu-buru untuk segera rilis, game ini bisa menjadi salah satu game yang “abadi” dan jadi patokan game open world lainnya kedepan. Mungkin ini bukanlah game terbaik CDPR dan di tahun 2021, tapi merupakan salah satu game yang patut dimainkan, khususnya bagi para fans cyberpunk dan scifi.

Related posts

Overwatch Bakal Dapat Fitur Crossplay

MongJi

Kalahkan Team Aster, T1 Amankan Tiket Ke The International 10

Roni Istianto

Battlefield 2042 Resmi Diumumkan, Rilis Oktober 2021

MongJi

Leave a Comment