fbpx
GameFever ID
Review

(Review) Call of Duty: Warzone – Penyegar Genre Battle Royale

Suksesnya Blackout sebagai mode Battle Royale di Call of Duty: Black Ops 4, Activision berniat memunculkan mode yang sama di seri Modern Warfare. Setelah sempat bocor, Activision pun memperkenalkan Warzone sebagai mode multiplayer baru yang diambil dari semesta seri Modern Warfare yang rilis 2019 lalu.

Setelah kami sendiri mencoba game-nya, Warzone memang menawarkan beragam fitur dan mekanisme yang belum ada di game battle royale lainnya. Penasaran dengan pendapat GameFever ID mengenai Call of Duty: Warzone? Berikut ulasan singkat kami mengenai game ini.

Free to Play

Kali ini Activision memang mencoba hal baru untuk mode battle royale. Alih-alih menjadi satu paket Call of Duty: Modern Warfare, Warzone justru menjadi game standalone yang berdiri sendiri tanpa ikut dengan Modern Warfare. Sehingga para calon pemain yang penasaran dengan Warzone dapat mencobanya tanpa harus memiliki Modern Warfare. Selain jadi game standalone, Warzone juga dirilis secara free to play alias gratis. Jadi game ini bisa dimainkan oleh semua orang dan menjadi kesempatan bagus bagi Activision menjaring pemain baru.

Meski gratis dan berdiri sendiri, Activision masih menyisipkan iklan untuk menggiring pemain Warzone membeli edisi penuh Modern Warfare. Tentu ada keuntungan yang didapat di Warzone bila kalian memiliki Modern Warfare. Salah satunya adalah progress yang kalian peroleh di Modern Warfare dapat dibawa ke Warzone.

Jadi game Free to Play, kalian wajib coba Warzone.

Mungkin salah satu kekurangan dari Warzone adalah keperluan kapasitas yang sangat besar, yaitu kurang lebih 100GB! Buat pemain yang terbatasi dengan terbatasnya tempat penyimpanan atau kuota internet, hal ini memang menyebalkan. Tetapi jika sudah memiliki Modern Warfare, kalian hanya perlu download sekitar  15 – 16GB di PlayStation 4 dan 20 – 25GB di PC. Yup! Salah satu keuntungan yang didapat bila kalian sudah memiliki Modern Warfare adalah hal tersebut.

Mencoba Beda Dari Battle Royale Lainnya

Activision dengan Warzone-nya memang ingin mencoba hal baru, menjadi angin segar bagi penggemar battle royale. Dari segi jumlah pemain, Warzone mampu menampung hingga 150 pemain dalam satu permainan. Verdansk menjadi map utama dengan berbagai lokasi yang bisa dipilih ketika pemain terjun ke dalam map. Luasnya map tentu dikondisikan dengan jumlah pemain yang sepadan, jadi pemain tidak merasakan kosong atau padat pemain.

Di Warzone sendiri, pemain akan membentuk regu yang terdiri dari 3 pemain. Tentu kekosongan regu bisa diisi dengan fitur matchmaking atau kalian bisa membentuk regu sendiri dengan fitur party. Pemain juga dapat berjuang sendiri lewat mode Solo. Sayangnya, hingga saat ini, Warzone belum mendukung Duo. Tapi lagi-lagi Warzone pun masih punya kelemahan dalam matchmaking ini. Sebab, tak jarang kami terpaksa bermain tanpa anggota regu Perbedaan yang dirasakan di Warzone mungkin kalian tidak merasa “telanjang” sebab pemain bakal dikasih bekal berupa pistol jenis handgun dan dua dari tiga strip armor. Jadi pemain bisa sedikit bertahan hidup dari musuh di awal-awal.

Sistem Ping seperti yang ada di Apex Legends pun diterapkan di Warzone. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sistem Ping memang sangat membantu pemain berkomunikasi satu sama lain. Jadi tak heran bila Warzone pun menerapkan sistem Ping yang sangat berguna ini.

Looting Praktis

Hal yang membuat Warzone menyenangkan adalah sistem looting yang mereka pakai. Warzone menyiapkan berbagai macam Supply Box yang tersebar di map untuk memperkuat diri. Berbeda sekali dengan kebanyakan game battle royale lainnya yang menyebar senjata dan lainnya di lantai. Di Warzone, looting pun terasa praktis sebab ketika Suppy Box dibuka, pemain bisa menemukan senjata, cash, equipment, hingga item Killstreaks untuk memperkuat diri. Serunya, setiap kotak Supply Box mengeluarkan bunyi spesifik yang dapat mengundang pemain lainnya datang. Mungkin terasa merugikan, namun terkadang suara ini juga bisa menguntungkan kalian yang tidak mau berjalan-jalan dari satu ruang ke ruang lainnya demi mendapatkan perlengkapan.

Looting di Warzone sangat praktis dan cepat,

Satu lagi mekanik yang membuat looting di Warzone jadi praktis adalah adanya Loadout Crate. Bila kalian menemukan Crate yang jatuh secara acak dari langit dengan variasi senjata dan armor yang langka di game battle royale lain, berbeda dengan apa yang ditawarkan oleh Warzone. Crate di Warzone memungkinkan pemain menggunakan Loadout sudah diracik untuk mode multiplayer yang lain. Ini berarti, pemain mempunyai kesempatan untuk menggunakan senjata yang terasa lebih familiar dengan gaya bermain sendiri bersama dengan semua attachment dan perk, lengkap dengan granat utama dan secondary yang sudah dipasang sebelumnya. Satu-satunya hal selanjutnya yang cukup repot adalah mencari peluru untuk tipe senjata Loadout tersebut. Sebab di dalam Crate yang jatuh itu sama sekali tidak memuat peluru di dalamnya.

Ada perombakan yang diusung oleh Warzone yang membantu pemain cepat masuk ke baku tembak. Contohnya adalah sistem armor tiga lapis yang bisa ditemukan dengan mudah di pertempuran, sistem regenerasi darah yang membuat pemain tidak perlu mencari dan menggunakan item penyembuh. Sistem senjata tanpa attachment yang biasanya membuat kami kerepotan pun dihapus sehingga bisa terjun langsung ke baku tembak. Sistem tipe kelangkaan senjata juga mudah dikenali dari warna yang berbeda sejak awal digunakan. Semua ini membuat Warzone terlihat sederhana karena menghapus elemen-elemen yang tidak perlu pemain pikirkan, tetapi langsung membawa pemain terjun untuk mencicipi pengalaman battle royale yang sengit.

Mari berbelanja!

Warzone memang mempunyai sistem-sistem baru yang sebelumnya belum pernah ditemukan di game battle royale lainnya. Sebut saja seperti sistem Cash alias uang yang bisa kalian dapatkan langsung dipermainan. Sesuai fungsinya, uang yang kalian dapat dari Supply Box atau dengan membunuh pemain lain bisa dibelanjakan lewat lokasi khusus yang bernama Buy Station. Lewat Buy Station pemain bisa membeli perlengkapan penunjang kemenangan. Contohnya mulai dari membeli Self-Survive Kit bisa membuat pemain bangkit sendiri dari kondisi Knockdown, hingga kesempatan untuk membangkitkan rekan tim yang tewas terlepas. Untungnya biaya yang ditawarkan Buy Station cukup seimbang agar tidak dieksploitasi secara berlebihan.

Contracs menjadi misi sampingan yang bisa dikerjakan untuk mendapatkan uang.

Selain bisa diperoleh lewat memungut dari Supply Box, Cash juga bisa didapatkan dari Contracts. Benar sekali, Contracts merupakan sistem baru di Warzone yang membuatnya berbeda dari game battle royale lainnya. Ketika aktif Contracts akan langsung memberikan pemain misi tambahan yang harus diselesaikan pemain. Misalnya saja memburu pemain lain yang dinobatkan sebagai bounty target. Setiap Contracts yang selesai akan menjatuhkan varian senjata dan equipment yang lebih langka dan uang dalam jumlah tertentu. Sudah pasti sistem ini lebih cocok untuk pemain yang suka tantangan karena sebagian besar misi yang ditawarkan membuat pemain mondar-mandir dan jadi mangsa pemain lainnnya.

Duel di Gulag

Warzone juga menawarkan fitur unik lainnya yang membuat cara kerja permainan berubah dan berbeda dari game battle royale kebanyakan. Khususnya kematian yang terkadang menjadi permanen dan “mengusir” pemain dari permainan. Di Warzone sendiri, pemain yang tewas akan dibawa ke sebuah tempat yang bernama Gulag. Di tempat yang mirip sekali dengan penjara ini, pemai-pemain yang tewas harus berduel satu lawan satu. Dibekali set senjata dan equipment yang sudah ditentukan, pemenang duel di Gulag ini bakal mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali dan terjun sekali lagi ke dalam arena battle royale.

Tentu pemain yang berhasil keluar dari Gulag dan kembali ke arena pertempuran battle royale akan kembali “telanjang” dan harus mencari perlengkapan kembali bila ingin bertahan hidup lebih lama. Sebab pemain yang keluar dari Gulag dan tewas kembali, maka tidak ada kesempatan lagi untuk pemain tersebut. Kecuali rekan rekan satu mau membayar $4500 di Buy Station untuk bisa menghidupkan kalian kembali.

Cari Jutawan di Mode Plunder

Selain menawarkan mode battle royale pada umumnya, Warzone juga menghadirkan mode bernama Plunder. Mode ini sebenarnya masih menjadikan battle royale sebagai dasar, namun dengan penyesuaian baru seperti tanpa senjata, tanpa lingkaran yang mengecil, dan respawn tak terbatas. Verdansk juga masih sebagai map utama dengan 150 pemain yang bertempur satu sama lain secara beregu (trio). Hal yang berbeda dari Plunder adalah pemain dituntut untuk mengumpulkan Cash atau uang sebanyak-banyaknya agar menjadi pemenang.

Untuk mendapatkan uang, pemain bisa memungutnya dari Supply Box atau membunuh pemain lainnya. Pemain yang berhasil dibunuh oleh pemain lainnya bakal kehilangan setengah uang yang dikantongi. Untuk menyelematkan uang yang berhasil dikumpulkan, pemain bisa harus membawanya ke lokasi helikopter untuk dibawa keluar dari arena. Serunya lagi, ketika proses pengiriman berjalan bakal ada notifikasi dan perubahan ikon yang bisa memanggil regu lainnya untuk menggagalkannya.

Amankan uang kalian lewat Cash Balloon.

Opsi lain untuk mengamankan uang yang telah dikumpulkan adalah lewat item bernama Cash Deposit Balloon. Item balon udara ini bisa diletakkan untuk membawa uang yang telah dimemicu proses ekstraksi yang lebih minim resiko. Namun tentu lokasi balon-balon udara ini letaknya acak dan tidak mudah untuk di prediksi. Pemain sebenarnya juga bisa membeli Cash Deposit Balloon di Buy Station. Tentu dengan harga yang cukup tinggi dan bakal menganggu kesehatan kantong yang justru menjadi vital di mode ini.

Kesimpulan

Dengan segala fitur dan mekanisme yang ditawarkan, untuk saat ini Warzone memang berhasil membawa warna tersendiri jika disejajarkan dengan game battle royale yang ada. Gaya pertempuran baku tembak ala battle royale klasik berhasil dipadukan dengan gaya cepat ala Call of Duty yang membuat Warzone sangat memesona. Map yang sangat luas juga diseimbangkan dengan jumlah pemain yang pas agar tidak terlalu kosong atau padat. Sistem Loadout Crate, sistem Gulag, dan sistem Cash pun membuat permainan menjadi kaya dan menuntut pemain lebih kreatif dalam berstrategi menjadi pemenang.

Bila berbicara kelemahan, kami rasa Activision perlu memperhatikan dua hal yang sempat dibicarakan di atas. Seperti menghadirkan format duo dan juga sebaran senjata di map yang lebih bervariasi. Dua masalah ini sebenarnya bisa diatasi lewat update-update yang akan datang, bila Activision benar-benar mendengarkan komunitasnya.

Menjadikan Warzone sebagai game Free to Play memang langkah yang kami rasa pas. Pemain yang penasaran bisa mencoba game-nya tanpa memikirkan harga game-nya. Ya meski, Warzone sendiri membutuhkan kapasitas yang sangat besar bila kalian tidak memiliki Modern Warfare. Tetapi “harga” tersebut setimpal dengan pengalaman yang bisa didapatkan dari permainan. Format gratis juga bisa membuat komunitas bertahan lebih lama. Kecuali secara tiba-tiba Activision tamak dan membuat kebijakan-kebijakan yang merugikan buat komunitas.

Related posts

[Genshin Impact] 10 Tips Berguna untuk Pemula

MongJi

[Genshin Impact] Daftar Lengkap Masakan Beserta Efek dan Bahannya

MongJi

Tim Bentukan InYourdreaM akan Wakili Indonesia di Turnamen IESF World Championship 2020

Roni Istianto

Leave a review

  • Overall