fbpx
GameFever ID
News

Valve dan 5 Publisher Lainnya Didenda Oleh Komisi Uni Eropa Hingga Rp131 Miliar

Valve dan lima publisher video games ternama di dunia baru-baru ini mendapat denda dari komisi Uni Eropa atas tindakan yang melanggar hak konsumen. Mereka semua didakwa atas tuduhan membatasi pemasaran video games yang mereka terbitkan di beberapa negara-negara Eropa. Negara seperti Republik Ceko, Polandia, Hungaria, Romania, Slovakia, Estonia, Latvia, Lithuania dan beberapa wilayah Eropa lainnya diyakini tidak bisa membeli game dari lima publisher termasuk Valve. Hal ini termasuk melanggar hak konsumen yang telah disepakati oleh pihak komisi Uni Eropa.

Dilansir dari The Verge, kelima publisher yang dimaksud adalah Bandai Namco, Capcom, Focus Home, Koch Media, dan ZeniMax. Bandai Namco sendiri didenda Rp5,7 miliar, Capcom sebesar Rp6,7 miliar, Focus Home sebesar Rp48 miliar.

Sedangkan Knoch Media didenda sebesar Rp16 miliar dan ZeniMAx sebesar Rp27 miliar. Sementara itu Valve harus membayar denda hingga Rp27,5 miliar. Keputusan tersebut diambil oleh komisi Uni Eropa setelah menggelar penyelidikan selama 7 tahun terakhir.

Komisi Uni Eropa menyebut kasus ini sebagai “geo-bloking”. Bisa dibilang geo-blocking di industri video game adalah game-game yang dijual di toko (termasuk dengan kode untuk diaktifkan) oleh pihak ketiga yang ada di negara tertentu tidak dapat dapat dibeli oleh pemain di negara lain. Hal ini agar pemain dari negara yang gamenya dijual lebih tinggi tidak membeli ke negara dengan harga yang lebih rendah.

Related posts

Bandai Namco Umumkan Little Nightmares II Enhanced Edition

MongJi

Tidak Didukung Pemerintah Swedia, Turnamen The International Terancam Batal

Roni Istianto

Lewat Pertarungan Sengit, T1 Juarai Dota 2 ESL One Summer 2021

Roni Istianto

Leave a Comment