fbpx
GameFever ID
News

Tagar Boikot Genshin Impact Ramai di Twitter, Ternyata Ini Penyebabnya

Nama Genshin Impact memang mendapatkan perhatian gamer di seluruh dunia. Apalagi game buatan miHoYo ini bisa dimainkan secara gratis dan tersedia di berbagai platform termasuk mobile. Namun, dalam beberapa hari ini sebuah drama muncul kembali di kalangan komunitas Genshin Impact. Tagar #boycottGenshinImpact ramai di Twitter, mengajak para pemain untuk berhenti memainkannya.

Lantas apa yang membuat tagar #boycottGenshinImpact ramai di Twitter? Ternyata ini penyebabnya:

Baca Juga: [Genshin Impact] Barang yang Harus Dipersiapkan Untuk Rosaria

Masih Belum Adanya Fitur Two-factor Authentication

Sepertinya yang sudah kita ketahui, Genshin Impact akhir-akhir ini sering mendapatkan kasus pencurian akun atau hack. Ribuan pemain melaporkan bahwa akun mereka di-hack atau dicuri oleh orang lain. Mulai dari mengambil alih akun tersebut atau mengacak-acak akun tersebut. Tentu masalah ini membuat komunitas mendesak miHoYo untuk mengimplementasikan fitur Two-factor Authentication untuk keamanan.

Sayangnya, hingga saat ini fitur Two-factor Authentication masih belum tersedia di Genshin Impact yang membuat sebagian pemain frustasi dan ikut melontarkan tagar #boycottGenshinImpact di Twitter.

Hubungan antara Hillichurl dengan Penduduk Asli

Muncul sebuah video yang memperlihatkan tim animator Genshin Impact saat meracang Hillichurl. Di video tersebut animator menggunakan tarian dari penduduk asli Amerika saat membuat Hillichurl. Pengungkapan video akhirnya ini menyebabkan para pemain mempertanyakan seluruh spesies Hillichurl.

Orang yang membagikan video tesebut adalah pengguna Twitter bernama Milo, yang menggunakan akun @venluvr dan mengidentifikasi dirinya sebagai Kulit Hitam dan Penduduk Asli Amerika. Karena itu, ia akhirnya memutuskan untuk menghapus Genshin Impact dan tidak akan meng-install-nya lagi miHoYo menjelaskan mengapa tim mereka menggunakan penduduk asli sebagai referensi untuk Hillichurl.

Baca Juga: [Genshin Impact] Build Noelle Terbaik Jadi DPS dan Support

Masalah Warna Kulit

Masalah warna kulit juga menjadi pemicu tagar #boycottGenshinImpact ramai di Twitter. Awalnya, hanya ada dua karakter berkulit gelap di Genshin Impact yaitu Kaeya dan Xinyan, sedangkan karakter lainnya berkulit putih. Bagian penjelasan, Kaeya ditulis memiliki penampilan yang eksotis sedangkan Xinyan dilabeli karakter yang galak dan menakutkan.

Hal ini memicu beberapa pengguna Twitter menganggap konsep tersebut dapat menimbulkan pemikiran bahwa seorang kulit gelap dipandang lebih rendah dibanding kulit putih.

Pedofilia

Cerita NPC yang digambarkan sebagai orang dewasa kerap diceritakan sering memperlihatkan ketertarikannya terhadap NPC lain bernama Flora yang digambarkan sebagai anak di bawah umur. Orang-orang menilai bahwa cerita itu sangat tidak pantas karena terkesan mempromosikan pedofilia di sebuah game. Mereka juga menyarankan cerita tersebut dapat diganti.

Menunda Konten-konten Baru

miHoYo juga dianggap sengaja menunda-nunda konten baru seperti alur cerita, map, hingga karakter baru untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Meskipun tagar #boycottGenshinImpact sempat ramai, tetapi pemain Genshin Impact lainnya tidak keberatan dengan poin-poin di atas. Bahkan tagar #boycottGenshinImpact kini sudah diganti dengan #DoBetterMihoyo untuk mengkritik tim developer.

Bagaimana dengan kalian sendiri? Setuju dengan poin-poin di atas atau tidak sama sekali?

Sumber: Inverse | DualShockers

Related posts

Kalahkan Team Aster, T1 Amankan Tiket Ke The International 10

Roni Istianto

Battlefield 2042 Resmi Diumumkan, Rilis Oktober 2021

MongJi

Palworld, Gabungkan Game Pokemon dan Shooter

MongJi

Leave a Comment