fbpx
GameFever ID
News

Mixer Tidak Mengalami Peningkatan Seperti Platform Livestream Lainnya

Dalam rangka wabah Covid-19 yang menyerang seluruh dunia, banyak aktifitas sehari-hari berpindah ke dalam rumah hingga saat ini. Bagi para pemain video game, Steam, Origin, PlayStation Network, Xbox Live, Epic Games Store adalah pilihan layanan bermain video game yang cukup populer saat ini. Dan untuk para penggemar video game juga dapat menonton video game terpopuler dan terbaru yang sedang dimainkan oleh para streamer melalui platform livestream video game.

Berdasarkan informasi dari StreamElements dengan data dari rekannya Arsenal.gg, mereka mengumumkan laporan tahunan setiap platform livestream game:

Mixer Tidak Mengalami Peningkatan Seperti Platform Livestream Lainnya

Twitch tetap merupakan platform livestream game terpopuler, memiliki peningkatan 99% dibanding tahun lalu. YouTube Gaming menduduki posisi kedua jumlah penonton, dan Facebook Gaming pun memiliki peningkatan yang sangat tinggi juga. Mixer, platform livestreaming milik Microsoft Corporation tidak memiliki perubahan sama sekali dibandingkan tahun lalu, hanya memiliki kenaikan 0,2%.

Mixer Tidak Mengalami Peningkatan Seperti Platform Livestream Lainnya

Untuk laporan bulanan, perbandingan antara bulan Maret dan April tahun 2020 juga memiliki urutan yang sama. Facebook Gaming memiliki peningkatan waktu tontonan tertinggi, sebanyak 72%. Mixer 1% lebih tinggi daripada YouTube Gaming, sebanyak 15%.

Mixer didirikan oleh Matthew Salsamendi dan James Boehm pada bulan Januari tahun 2016. Fokus kepada livestream game dengan latency kecil dan memiliki fitur dimana para penonton dapat berinteraksi dengan para streamer secara langsung. Setelah diakuisisi oleh Microsoft pada tahun 2017 Mixer dijadikan salah satu fitur Xbox One.

Mixer Tidak Mengalami Peningkatan Seperti Platform Livestream Lainnya

Dalam rangka meningkatkan jumlah penonton, streamer Twitch nomer 1 Ninja mengumumkan pindah ke Mixer dengan kontrak eksklusif, diikuti oleh Shroud dan Gothalion. Hal ini diharapkan pihak Mixer dan Microsoft akan menarik para fans streamer-streamer tersebut untuk ikut pindah. Namun pada laporan kuartal ketiga tahun fiskal 2019 lalu jumlah penonton Mixer menurun sebanyak 11,7%. Kedua pendiri Mixer pun hengkang dari dari Microsoft pada bulan Oktober 2019.

Kita lihat apakah Mixer dapat bertahan hingga tahun depan, karena Ninja masih memiliki kontrak untuk mempopulerkan Halo Infinite saat rilis nanti.

Related posts

Second Extinction Mulai Buka Pendaftaran Tahap Beta di PC

MongJi

Microsoft Ungkap Spesifikasi Lengkap Xbox Series X!

MongJi

Xbox Bakal Hadirkan Event Digital Sebagai Pengganti E3

MongJi