fbpx
GameFever ID
List

7 Kontroversi Video Game Terbesar di 2020

2020 telah menjadi tahun pergolakan yang juga berlaku untuk industri video game. Banyak yang telah terjadi selama dua belas bulan terakhir. Bahkan, ada beberapa kontroversi yang besar terjadi di industri ini. Kali ini, kita akan melihat kembali beberapa kontroversi terbesar yang muncul di industri selama tahun 2020 kemarin.

Bocornya Plot Penting The Last of Us Part II dan Reaksi yang Timbul

The Last of Us™ Part II_20200603192043

Tidak bisa dipungkiri bahwa The Last of Us Part II adalah judul yang sangat dinantikan. Apalagi game garapan Naughty Dog ini juga sempat tertunda beberapa kali yang membuat gamer semakin tidak sabar untuk memainkannya. Sayangnya hanya beberapa minggu sebelum dirilis secara final, ada sebuah kejadian yang cukup mengejutkan. Beberapa plot terpenting dari cerita The Last of Us Part II bocor. Tentu hal ini adalah pukulan besar yang tidak dapat diharapkan oleh siapa pun termasuk para penggemar setianya.

Namun masalah baru adalah reaksi yang ditimbulkan oleh kebocoran tersebut. Hal tersebut semakin parah setelah menjadi nyata dan para penggemar juga tidak terima dengan keputusan Naughty Dog di dalam cerita tersebut. Tidak sedikit penggemar yang melampiaskan rasa tidak puas mereka dengan cara berlebihan ke tim yang terlibat langsung dengan The Last of Us Part II.

Rumor Budaya Crunch dari Developer Papan Atas

Crunch adalah budaya lembur berlebihan yang terjadi di industri video game. Kontroversi crunch ini juga sempat mewarnai industri game di 2020 kemarin dan developer yang menjadi buah bibir saat itu adalah Naughty Dog dan CD Projekt Red. Saat pengerjaan The Last of Us Part II, Naughty Dog dikabarkan melakukan jam lembur yang memberatkan tim produksi demi mengejar deadline. Hal ini juga dilakukan oleh CD Projekt Red saat menggarap Cyberpunk 2077. Kontroversi crunch ini sempat ramai dibicarakan setelah anggota tim yang merasakannya mulai membeberkan hal ini ke luar.

Delay-nya Cyberpunk 2077

Cyberpunk 2077 adalah game yang sangat nantikan oleh gamer sejak tahun 2012. Namun, ketika diumumkan kembali secara resmi pada tahun 2018, antisipasi itu berubah menjadi kekecewaan. Di 2019. CD Projekt Red sempat mengumumkan bahwa Cyberpunk 2077 akan meluncur di April 2020. Kenyataannya justru berbanding terbalik yang mana pada akhirnya Cyberpunk 2077 justru tertunda hingga tiga kali. Dari April, ditunda hingga September dan kemudian tertunda lagi hingga November. Kemudian dari November, akhirnya Cyberpunk 2077 baru bisa dirilis secara resmi di Desember. Pada saat penundaan terakhirnya, rasa frustrasi yang dirasakan banyak gamer sudah sangat terasa.

Baca Juga: 5 Game Nintendo Terbaik 2020 Versi GameFever ID

Ditundanya Event Besar

2020 memang bukanlah tahun yang cukup baik untuk dunia, termasuk industri video game. Pandemi COVID-19 yang terjadi masif dan global membuat beberapa event tahunan besar video game terpaksa ditunda, bahkan berujung pada pembatalan. Sejumlah acara besar, konvensi, turnamen dan konferensi ditunda atau dibatalkan seluruhnya. Meski beberapa event tetap berjalan namun mengubah format menjadi digital atau online sehingga masih dapat disaksikan oleh gamer diseluruh dunia. Salah satu pembatalan event gaming paling menonjol adalah E3 2020. Tahun kemarin menjadi tahun pertama tanpa E3 yang sudah berjalan sejak 1995.

Pre Order Konsol Next-gen yang Dianggap Gagal

Sebenarnya, bukan rahasia umum bila sulit untuk mendapatkan konsol baru saat pertama kali rilis. Namun kedatangan PS5 dan Xbox Series X|S ternyata jauh lebih rumit dari biasanya. Kedua konsol next-gen tersebut memang diluncurkan di tengah pandemi yang membuat ritel dan pasokan keduanya sama-sama dibatasi karena keadaan di luar kendali mereka yang pasti akan menimbulkan masalah.

Namun yang menjadi kontroversi adalah Sony yang dinilai tidak menangani pre order PS5 dengan sangat baik. Salah satunya adalah pemberitahuan pembukaan pre order yang sangat mendadak yang menyebabkan gamer melewatkan momen untuk mendapatkan PS5. Belum lagi masalah penimbunan yang terjadi di seluruh wilayah dan beberapa toko langsung mematok harga selangit untuk meminang PS5 di hari pertama peluncurannya.

Capcom Diretas

Berurusan dengan kebocoran atau rumor adalah sesuatu biasa dialami oleh setiap publisher di industri video game. Tetapi di akhir 2020 kemarin, Capcom menjadi korban kebocoran data yang sangat besar. Setelah data dan informasi penting dicuri dan Capcom menolak untuk membayar uang tebusan, pelaku kemudian membocorkan informasi penting besar-besaran termasuk beberapa rencana Capcom untuk game-game yang akan datang 3-4 tahun ke depan. Beberapa game yang menjadi korban kebocoran adalah Resident Evil Village, seri Monster Hunter baru hingga proyek-proyek yang masih dirahasiakan oleh Capcom.

Harga Game Konsol Next-Gen

Kontroversi selanjutnya yang cukup ramai di tahun 2020 adalah harga untuk game-game konsol next-gen. Kenaikan harga game-game next-gen terakhir terjadi di tahun 2005 dan 2006, ketika mulainya era Xbox 360 dan PS3. Namun, diluncurkannya PS5 dan Xbox Series X|S tahun ini, beberapa publisher memutuskan untuk menaikkan harga game sekali lagi. Beberapa perusahaan besar seperti Take-Two dengan NBA 2K21, Gearbox dengan Godfall, Activision dengan Call of Duty: Black Ops Cold War, dan juga Sony untuk hampir semua game PS5 mereka menaikan harga game. Dan tampaknya hal seperti itu juga diikuti oleh publisher lainnya.

***

Itulah 7 kontroversi seputar industri video game yang terjadi dan ramai dibicarakan oleh para gamer. Dari ketujuh kontroversi di atas, manakah yang sangat menjadi perhatian kalian?

Related posts

God of War Ragnarok Akhirnya Resmi Diumumkan!

MongJi

Horizon Forbidden West Tawarkan Update Gratis Versi PS4 ke PS5

MongJi

Bandai Namco Umumkan Little Nightmares II Enhanced Edition

MongJi

1 comment

6 Hal yang Paling Dibenci Gamer di 2020 | GameFever ID 6 January 2021 at 12:46 pm

[…] Baca Juga: 7 Kontroversi Video Game Terbesar di 2020 […]

Reply

Leave a Comment