fbpx
GameFever ID
List

6 Game PC Legendaris Yang Gagal Saat Diadaptasi ke Console

Dahulu video game didevelop mayoritas untuk konsumen Personal Computer (PC), dan banyak game yang sukses baik dalam review dan penjualannya. Beberapa contoh adalah Half-Life, Civilization, Deus Ex, dan game-game Blizzard Entertainment. Hal ini membuat beberapa publisher game tertarik untuk memperluas penjualan mereka ke platform console. Porting (adaptasi) game PC ke console biasanya dilakukan oleh pihak developer lain, bukan developer utama game tersebut, karena merupakan ide dari pihak publisher sendiri. Namun dengan bahasa pemograman yang berbeda ditambah memory console yang terbatas, tidak semua game diadaptasi ke console sesuai harapan.

Beberapa game di bawah adalah contoh adaptasi game dari PC ke console yang gagal:

Diablo (PlayStation 1, rilis tahun 1998)

6 Game PC Legendaris Yang Gagal Saat Diadaptasi ke Console

Diablo dapat dibilang asal muasal game action RPG yang memiliki tingkat ketagihan tinggi karena sistem random item loot nya. Seri game Lineage, Borderlands, Dungeon Siege, Torchlight, Path of Exile dan banyak game lainnya meniru sistem RPG + sistem random loot milik Diablo. Karena kesuksesan besar saat rilis di PC, publisher Electronic Arts merilis versi PlayStation 1nya, dengan mengorbankan fitur online, digantikan dengan mode 2-player local cooperative. Waktu loading game pun terasa lebih lama jika dibandingkan dengan versi PC. Dan save game Diablo memakan block Memory Card PlayStation yang sangat banyak, hingga pemain harus mengorbankan save game lainnya.

Grand Theft Auto (Game Boy Color, rilis tahun 1999)

6 Game PC Legendaris Yang Gagal Saat Diadaptasi ke Console

Grand Theft Auto (GTA) adalah dimana karakter utama yang kita mainkan adalah seorang kriminal, dan memiliki banyak dialog dewasa/kasar di dalam gamenya. Dan salah satu tugas utama kita adalah mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dari merampok, sehingga sering harus mengendarai mobil menghindari para polisi. Saat GTA diadaptasi ke Game Boy Color, game tersebut mendapatkan rating Teen (T), karena ditargetkan untuk para gamer pasaran Nintendo. Alhasil kata-kata dan aksi kasar banyak yang disensor bahkan dihilangkan. Dan saat kita mengendarai mobil terasa tidak nyaman sama sekali, susah melakukan belok tikungan dan sering kali menabrak tembok. Bukanlah GTA kalo tidak ada aksi kejar-kejaran mobil yang seru dan menegangkan.

StarCraft 64 (Nintendo 64, rilis tahun 2000)

6 Game PC Legendaris Yang Gagal Saat Diadaptasi ke Console

Saat Blizzard Entertainment ingin mengadaptasi StarCraft untuk Nintendo 64, mereka langsung memasukkan seluruh game beserta expansionnya StarCraft: Brood War tanpa disesuaikan terdahulu. Alhasil banyak yang dikorbankan, seperti suara karakter dan adegan-adegan cinematic dihilangkan. Latar belakang musik hanya dibatasi 1 untuk tiap ras (total 3 ras), baik di game utama dan Brood War. Dan untuk memainkan story campaign Brood War memerlukan Nintendo 64 4Mb Expansion Pack, dikarenakan memory cartridge yang terbatas. Yang membuat para pemain rela memainkannya karena terdapat misi rahasia “Resurrection IV” yang eksklusif untuk Nintendo 64.

Max Payne (PlayStation 2, rilis tahun 2001)

6 Game PC Legendaris Yang Gagal Saat Diadaptasi ke Console

Kepopuleran film The Matrix dengan aksi efek bullet time menginspirasi developer Remedy Entertainment saat mendevelop Max Payne. Aksi baku tembak dalam game menjadi suatu hal yang baru saat Max Payne rilis di PC, sehingga mendapatkan review dan penjualan yang bagus. Tapi saat diadaptasi ke versi PlayStation 2, banyak hal yang harus dikorbankan. Save game hanya dapat dilakukan pada titik tertentu, dimana di PC pemain dapat melakukan save game kapan  saja. Dan area level yang cukup panjang dan besar di PC dibagi-bagi menjadi bagian kecil-kecil demi memperingan memory PlayStation 2. Tapi hal ini tetap membuat loading game menjadi lama jika dibandingkan versi PC.

The Orange Box (PlayStation 3, rilis tahun 2007)

6 Game PC Legendaris Yang Gagal Saat Diadaptasi ke Console

Saat developer Valve mengumumkan The Orange Box, para fans bersorak gembira saat mendengarnya. Half-Life 2, Half-Life 2: Episode One, Half-Life: Episode Two, Team Fortress 2 dan Portal digabung menjadi satu kumpulan game dengan harga 1 game. Rilis pertama kali untuk PC dan Xbox 360, publisher Electronic Arts mengambil alih adaptasi ke versi PlayStation 3 saat itu. Alhasil terdapat masalah waktu loading dan frame rate drop saat gamenya rilis. Gabe Newell, pendiri Valve Corporation menyebut bahwa adaptasi The Orange Box ke PlayStation 3 adalah “buang waktu saja”.  Butuh waktu beberapa bulan akhirnya versi PlayStation 3 mendapatkan patch, tapi tidak dijelaskan apakah telah membetulkan masalah-masalah di atas saat rilis.

Crysis 3 (PlayStation 3, rilis tahun 2013)

6 Game PC Legendaris Yang Gagal Saat Diadaptasi ke Console

Game Crysis pertama hingga saat ini tetap dikenal sebagai game PC yang memiliki kualitas grafis yang sangat tinggi, sehingga memaksa kekuatan PC jika ingin menikmatinya secara puas. Seperti Crysis 2 terdahulu, Crysis 3 rilis secara bersamaan di PC, PlayStation 3 dan Xbox 360 di awal tahun 2013. Untuk versi PlayStation 3 saat rilis mengalami banyak masalah seperti frame rate (fps) drop saat menggerakkan Prophet (karakter utama) di area yang banyak memiliki tekstur detil, yang tentunya hampir mayoritas dalam game nya. Dan yang paling meresahkan para pemain PlayStation 3 adalah saat mengalahkan final boss, tiba-tiba Crysis 3 terhenti (freeze) dan tidak dapat memunculkan ending cinematic dan credits. Hal game freeze ini tidak terjadi di versi PC dan Xbox 360.

Related posts

Sejarah Game-Game Sucker Punch Productions

clauscj

Mengenal Kartu Tag Team di Pokémon TCG

MongJi

Pokemon TCG Ekspansi Tag Team Sudah Meluncur di Indonesia!

MongJi