fbpx
GameFever ID
List

5 Kasus Cheater Terbesar dalam Sejarah Esports

Dunia esports semakin berkembang pesat setiap tahunnya. Turnamen-turnamen berskala internasional diadakan dengan jumlah peserta dan hadiah yang semakin tinggi. Namun dengan baiknya perkembangan esports juga tidak luput dari kecurangan, salah satunya cheater. Istilah tersebut digunakan kepada pemain yang berbuat curang dalam permainan. Banyak sekali pemain yang sengaja menggunakan cheat untuk memenangkan pertandingan, tak terkecuali para pemain profesional.

Berikut ini lima kasus cheater terbesar dalam sejarah esports:

[League of Legends] Azubu Frost vs Team Solo Mid

Skandal cheater terbesar dalam sejarah League of Legends terjadi saat Azubu Frost bertanding melawan Team Solo Mid (TSM) dalam turnamen World Championship Season 2 tahun 2012. Pertandingan tersebut merupakan babak perempat final dan memperebutkan satu tempat ke babak semi final.

Dalam pertandingan tersebut, pihak penyelenggara menempatkan layar besar untuk para penonton. Sayangnya, layar tersebut ternyata dapat dilihat juga oleh sebagian pemain Azubu Frost sehingga mereka bisa mengetahui keberadaan para pemain TSM. Bukannya melaporkannya kepada pihak penyelenggara, tim Azubu Frost malah menggunakan layar tersebut untk keuntunggan mereka dan berhasil memenangkan pertandingan.

Akhirnya wakil tim League of Legends dari Amerika tersebut harus pulang terlebih dahulu. Setelah kasus ini terjadi dan diketahui oleh publik, Riot Games memberikan denda sebesar USD 30.000 atau sekitar Rp400 juta kepada Azubu Frost. Namun tim Azubu Frost masih dapat melanjutkan mengikuti turnamen World Championship Season 2 sampai selesai.

[Fortnite] Percobaan Aim Bot FaZe Jarvis

Ini adalah kejadian konyol yang sepertinya tidak akan diulangi lagi oleh pemain profesional Fortnite dari tim FaZe Clan. Jarvis seorang streamer video game dan juga pemain profesional dari FaZe Clan melakukan percobaan atau eksperimen dengan cheat Aim Bot saat bermain Fortnite. Karena kelakuannya tersebut, Epic Games selaku sang developer game Fortnite memberikan ban permanen kepada Jarvis.

[Rainbow 6 Siege] Skandal Cheat Shaiiko

Shaiiko adalah pemain profesional Rainbow Six Siege asal Perancis dan juga tim BeGenius. Saat bertanding melawan tim PENTA Sports dalam turnamen ESL Challenger League tahun 2017, salah satu pemain lawan menuduh Shaiiko menggunakan cheat. Saat diselidiki lebih jauh ternyata Shaiiko menggunakan makro untuk memencet tombol 4. Tidak diketahui apa kegunaan memencet tombol 4 yang dilakukan oleh Shaiiko, namun permainan Shaiiko terlihat sangat menonjol. Karena pihak ESL melarang penggunaan makro maka Shaiiko didiskualifikasi dari turnamen dan dilarang mengikuti turnamen ESL hingga 2 tahun.

[CS:GO] Aksi Menggunakan Cheat KQLY

Hovik “KQLY” Tovmassian adalah pemain profesional Counter Strike: Global Offensive yang sedang naik daun di 2014. Sayangnya karirnya harus ternodai ketika sistem anti-cheat dari Valve berhasil menemukan software yang diduga cheat di PC milik KQLY. Selanjutnya komunitas CS:GO dunia langsung menyoroti penggunaan cheat dari KQLY. Apakah memang KQLY jago bermain CS:GO ataukah karena bantuan dari cheat. Selain itu juga belum diketahui sejak kapan KQLY mulai menggunakan cheat tersebut. Karena insiden tersebut akhirnya KQLY diban permanen oleh Valve dan tidak diizinkan untuk mengikuti segala jenis turnamen CS:GO.

[CS:GO] Skandal Cheat Forsaken

Aksi menggunakan cheat oleh Forsaken ini dapat dikatakan sebagai kasus terbesar dalam esports, khususnya untuk game CS:GO. Pemain CS:GO asal India yaitu Nikhil “Forsaken” Kumawat yang bermain untuk tim OpTic India kedapatan menggunakan cheat saat bertanding dalam turnamen LAN eXTREMESLAND 2018 Asia Finals berlangsung.

Pihak penyelenggara turnamen melihat ada kejanggalan dalam PC yang digunakan oleh Forsaken dan gaya permainannya. Saat diselidiki ternyata ada file bertuliskan “world.exe” di PC tersebut yang diduga sebagai cheat. Karena kejadian itu OpTic India langsung didiskualifikasi dari turnamen dan dilarang mengikuti turnamen dari Valve seumur hidup.


Itulah tadi kasus penggunaan cheat terbesar dalam sejarah esports. Sebagai seorang pro player tentunya harus menjunjung tinggi nilai fair play. Semoga saja kasus-kasus diatas tidak terulang lagi ke depannya.

Related posts

Sony Patenkan Sistem untuk Taruhan di Turnamen eSports

MongJi

[Returnal] Cara Menggunakan (Cheat) Kode-Kode Debug

clauscj

Berprestasi, Inilah 5 Tim Esports Terbaik di Dunia

Roni Istianto

Leave a Comment