fbpx
GameFever ID
eSports News

Buruknya Pengelolaan Esports dari Valve Membuat Banyak Tim Dota 2 Bubar

Ranah kompetitif esports Dota 2 sedang mengalami penurunan drastis. Jika sebelumnya turnamen-turnamen major DPC yang batal digelar, kini giliran turnamen The International yang kian tidak jelas keberadaanya. Valve sendiri mengindikasikan bahwa turnamen TI tidak akan diselenggarakan tahun ini dan akan diganti 2021 mendatang.

Sedikitnya turnamen yang digelar oleh Valve selaku publisher game Dota 2 memunculkan beragam kekecewaan dari para pemain dan penggiat esports dari seluruh dunia. Para analis dan caster Dota 2 mengkritik kurang sigapnya Valve dalam mengelola ekosistem esports Dota 2. Hal tersebut berbeda jauh dengan RIOT Games yang sangat bagus mengelola ekosistem esports League of Legends.

Meskipun pandemi COVID-19 masih menghantui berbagai negara belahan dunia, namun RIOT Games masih menyelenggarakan liga-liga League of Legends meskipun secara online. Terbilang sukses, RIOT Games juga berencana mengadakan turnamen tahunan terbesar League of Legends yaitu World Championship akhir september mendatang di Tiongkok.

Imbas dari buruknya pengelolaan Valve terhadap ekosistem esports khususnya Dota 2 membuat tim dan pemain profesional kena imbasnya. Banyak tim-tim esports Dota 2 yang membubarkan diri karena sedikitnya turnamen yang mereka ikuti dan ketidak jelasan The International 2020. Tim Geek Fam dan Reality Rift adalah daftar terbaru tim esports yang bubar.

Related posts

Rilis Ulang, Metal Gear Solid dan Metal Gear Solid 2: Substance Tersedia di GOG

MongJi

Kian Populer, Jumlah Pemain Aktif Among Us di Steam Samai PUBG

Roni Istianto

Capcom Berusaha Bawa Resident Evil Village ke PS4 dan Xbox One

MongJi