Kalau ngomongin Mobile Legends Indonesia, nama Coach Adi yang dulu lebih akrab dipanggil Acil itu hampir selalu muncul di dua momen berbeda: saat timnya menang dan terlihat “rapi”, atau saat draft terasa “aneh” lalu kolom komentar langsung panas. Sosoknya bukan tipe pelatih yang suka cari panggung, tapi jejaknya panjang dan penuh cerita, mulai dari dunia Dota 2 profesional, masuk ke MLBB tanpa jalur pemain, sampai akhirnya jadi salah satu coach dengan koleksi trofi MPL terbanyak.
Di balik gaya kerja yang lebih banyak “di belakang meja”, Coach Adi punya paket lengkap yang bikin kariernya unik: pengalaman MOBA PC yang tajam, jam terbang kompetitif yang matang, dan mentalitas analisis yang kadang membuat pilihannya tampak berani, bahkan nekat, tergantung kacamata penonton.
Biodata singkat Coach Adi / Acil
Coach Adi dikenal sebagai figur yang identik dengan disiplin sistem. Banyak fans mengenalnya dari masa RRQ Hoshi sebagai “Acil”, lalu berubah branding menjadi “Adi” ketika kariernya menanjak bersama ONIC dan staf kepelatihan yang lebih modern.
Nama lengkap dan identitas
Coach Adi memiliki nama lengkap Adi Syofian Asyauri. Ia juga sering disebut dengan nama panggung Acil, terutama ketika berada di lingkungan RRQ Hoshi dan era awal perjalanannya di scene MLBB.
Tim yang dibela dan peran terkini
Dalam beberapa musim terakhir, Coach Adi tercatat berada di ONIC Esports sebagai pelatih. Pada laman roster resmi MPL Indonesia, namanya tercantum sebagai Coach untuk ONIC di Season 16, bersama staf lain seperti asisten coach dan analis.
Rekam jejak sebelum MLBB: berangkat dari Dota 2 kompetitif
Salah satu alasan kenapa Coach Adi terasa “beda” dibanding pelatih yang lahir murni dari MLBB adalah fondasi awalnya. Ia dibentuk dari kultur Dota 2 yang terkenal keras, detail, dan sangat menuntut pemahaman strategi makro.

Masa pro player Dota 2 di RRQ
Coach Adi memulai karier esportsnya sebagai pro player Dota 2 bersama RRQ. Dalam salah satu catatan profil, perjalanan ini sudah dimulai sejak sekitar 2016, dan menjadi fase pembentukan karakter analisisnya sebagai pemain kompetitif.
Prestasi Dota 2 yang ikut mengangkat namanya
Di masa Dota 2, namanya juga sempat tercatat ikut tampil di kompetisi seperti GESC Indonesia Minor 2018, serta mengoleksi beberapa hasil yang disebut sebagai pencapaian di level regional. Ini jadi modal penting saat ia banting setir, karena insting “baca permainan” dari Dota biasanya lebih tebal dibanding pemain yang hanya belajar dari 1 ekosistem MOBA.
Prestasi Coach Adi: sebelum ML dan di dunia MLBB
Di fase ini, menariknya bukan cuma trofi, tapi transisi perannya. Coach Adi termasuk tipe yang “naik kelas” bukan karena popularitas, tapi karena kebutuhan tim pada sosok analis yang bisa memegang struktur.
| Periode | Game | Peran | Pencapaian utama |
|---|---|---|---|
| Sebelum MLBB | Dota 2 | Pro Player | Tampil di GESC Indonesia Minor 2018 |
| Sebelum MLBB | Dota 2 | Pro Player | Runner up Join Dota League 13 Asia |
| Sebelum MLBB | Dota 2 | Pro Player | Runner up Indonesia Games Championship 2018 |
| Era awal MLBB | MLBB | Coach | Runner up MPL Indonesia Season 4 |
| Era awal MLBB | MLBB | Coach | Runner up M1 World Championship |
| RRQ era lanjut | MLBB | Coach | Juara MPL Indonesia Season 9 |
| ONIC era | MLBB | Coach | Juara MPL Indonesia Season 11 |
| ONIC era | MLBB | Coach | Juara MSC 2023 |
| Catatan khusus | MLBB | Coach | 6 piala MPL ID (rekor pelatih Indonesia) |
Data ringkasan pencapaian MLBB di atas tercantum dalam rangkuman profil yang memuat posisi RRQ di MPL S4, M1, hingga status juara MPL S9.
Untuk catatan “6 piala MPL ID”, MPL Indonesia juga pernah menyorot Coach Adi sebagai pelatih Indonesia dengan koleksi trofi terbanyak.
Transisi ke MLBB: bukan jalur player, tapi jalur strategi
Di MLBB, banyak orang masuk lewat jalur pro player dulu, baru jadi pelatih setelah pensiun. Coach Adi justru terkenal karena transisinya lebih “langsung kerja”: otaknya dipakai untuk menyusun struktur tim.

Dari RRQ ke panggung dunia M1
Dalam salah satu rangkuman profil, disebutkan bahwa Adi membawa RRQ Hoshi menjadi runner up MPL Indonesia Season 4, lalu masuk runner up M1 World Championship. Buat ukuran pelatih yang baru menyesuaikan diri dengan ekosistem game baru, ini pencapaian yang gila cepat.
Keluar, masuk Aerowolf, lalu kembali lagi
Kariernya juga sempat berputar. Ia pernah meninggalkan RRQ dan masuk ke Aerowolf di periode tertentu, sebelum kemudian balik lagi ke RRQ di musim berikutnya. Pola seperti ini sering terjadi di esports Indonesia, tapi untuk Coach Adi, pindahnya dia sering diikuti satu hal: timnya jadi lebih “terbentuk” secara sistem.
Era RRQ Hoshi: Acil jadi simbol “kerja senyap” di balik drama Royal Derby
Di RRQ, nama Acil bisa dibilang punya dua wajah di mata publik. Satu sisi, ia pelatih yang membawa tim konsisten papan atas. Sisi lain, ia juga sering jadi sasaran kalau RRQ kalah di laga besar.
Royal Derby yang ikut membesarkan namanya
RRQ dan ONIC itu ibarat dua magnet utama MLBB Indonesia. Bahkan ONE Esports pernah menggambarkan dominasi mereka yang begitu sering bertemu di final sampai plesetan “Royal Bestie” muncul, karena kebanyakan ketemu lagi ketemu lagi.
Puncak kontroversi RRQ: M4 dan titik ledak emosi fans
Momen yang paling sering dibahas fans RRQ adalah setelah RRQ tersingkir di M4. Secara hasil, RRQ finis peringkat 3 di M4 World Championship, karena kalah dari ECHO di lower bracket final.
Namun buat sebagian fans, “peringkat 3 dunia” tetap terasa pahit karena RRQ datang dengan ekspektasi juara, apalagi turnamennya berlangsung di Indonesia. Dan dari sinilah, narasi “ganti coach” makin keras.
Pindah ke ONIC: rebranding jadi Coach Adi dan langsung panen piala
Setelah era RRQ, langkah Coach Adi ke ONIC jadi salah satu babak paling menentukan. Ia seperti dapat panggung baru, roster baru, dan cara kerja yang lebih cocok dengan pendekatan analisisnya.
MPL ID S11, ONIC langsung tampil ngeri
ONE Esports menulis bahwa sejak bergabung awal 2023, MPL ID S11 jadi ajang pertama Coach Adi bersama ONIC dan hasilnya langsung juara. Bahkan diceritakan ONIC menang sangat dominan di playoff, sampai menutup grand final dengan skor 4 0.
MSC 2023, Adi dapat gelar internasional besar
Masih dari catatan ONE Esports, ONIC lanjut menjaga performa di MSC 2023 dan akhirnya juara setelah melewati laga berat hingga grand final. Buat Adi, ini termasuk gelar internasional besar yang mempertegas namanya bukan sekadar “pelatih lokal”.
Total 6 piala MPL ID yang bikin namanya makin meledak
MPL Indonesia sendiri pernah memposting bahwa Coach Adi menjadi pelatih Indonesia dengan 6 piala MPL ID. Ini semacam stempel resmi bahwa secara angka, Adi sudah masuk kategori legenda.
Cara kerja dan gaya kepelatihan: detail kecil yang sering menentukan game besar
Di MLBB modern, pelatih bukan cuma “yang ngatur draft”. Ada sistem latihan, komunikasi psikologis, pembagian peran, sampai cara menghadapi tekanan panggung.

Adi dikenal kuat di sisi analisis dan struktur
Latar Dota 2 biasanya membuat pelatih punya kebiasaan membaca permainan dari pola objektif dan tempo. Ini yang terlihat dari bagaimana tim yang dipimpin Adi sering punya ritme teamfight yang rapi, terutama di momen turtle dan lord.
Draft Adi kadang terlihat “berani”, kadang terlihat “maksa”
Di sinilah awal mula lahirnya debat publik. Karena kalau draft itu menang, orang bilang “genius”. Kalau draft itu kalah, komentarnya berubah jadi “ngapain sih”.
Dan Coach Adi termasuk yang sering ambil opsi out of comfort, entah karena membaca lawan, percaya scrim, atau yakin pada eksekusi pemainnya.
“Draft Adi jelek” sampai tagar adiout: kenapa kritiknya bisa segede itu?
Di komunitas MLBB Indonesia, kritik itu normal. Tapi yang menarik, kritik terhadap Coach Adi sering berubah jadi gerakan sosial media yang massal.
Ketika netizen merasa draft tidak nyambung dengan gameplay tim
Ada beberapa konten komunitas yang secara terang membahas isu “ADI OUT” dan menyorot draft sebagai akar masalah kekalahan. Salah satu contoh yang ramai adalah video diskusi yang membawa tema “ONIC ADI OUT” dan menilai kombinasi draft tidak sinkron dengan kebutuhan permainan.
Di titik ini, kata “tagar” seperti adiout sering dipakai sebagai simbol frustrasi. Biasanya pemicunya bukan satu pertandingan, tapi akumulasi: pick yang dinilai terlalu spekulatif, ban yang dianggap “membiarkan hero kunci lawan”, atau strategi yang tampak terlalu percaya diri.
Ada juga faktor ekspektasi: ONIC dan RRQ selalu dituntut juara
Konteks ini penting. Coach Adi sering berada di tim yang “tidak boleh biasa saja”. RRQ dan ONIC itu targetnya trofi, bukan sekadar playoff. Jadi ketika kalah, yang kena duluan biasanya dua pihak: pemain yang blunder, lalu coach yang draft.
BKENT dan momen tumpeng: “perayaan” yang bikin komunitas makin panas
Salah satu drama yang sampai sekarang masih sering dipanggil ulang di timeline MLBB adalah hubungan unik antara fans RRQ, Brandon Kent (BKENT), dan Coach Acil.

Tumpeng perpisahan Acil dari RRQ yang jadi viral
Indozone pernah mengangkat cerita bahwa YouTuber Brandon Kent merayakan kabar hengkangnya Coach Acil dari RRQ dengan cara yang tidak biasa, yaitu melakukan potong tumpeng. Dalam artikelnya, disebutkan ini terjadi setelah RRQ gagal meraih gelar di M4, dan Brandon Kent membuat momen “syukuran” untuk farewell Acil.
Kenapa momen ini terasa menampar?
Karena ini bukan sekadar bercandaan internal fans. Buat sebagian orang, video tumpeng itu seperti “simbol kemenangan” fans yang sudah lama menuntut pergantian coach.
Di sisi lain, ada juga yang menilai ini kelewatan, karena bagaimanapun Acil punya kontribusi besar di RRQ. Tapi itulah khasnya kultur esports Indonesia: drama sering berjalan seiring dengan prestasi.
Coach Adi sekarang: tetap jalan, tetap dibahas, tetap jadi pusat perhatian
Terlepas dari semua kritik dan meme, fakta paling kuat adalah satu: Coach Adi masih berada di level tertinggi MLBB Indonesia, dan namanya tetap tercatat sebagai bagian dari tim elite.
Posisi resmi di ONIC dan struktur staff
Pada roster resmi MPL ID untuk ONIC, Coach Adi tercantum sebagai pelatih tim. Ini memperlihatkan bahwa organisasi masih memberi kepercayaan pada perannya dalam struktur kompetitif mereka.
Nama yang selalu memancing reaksi, apa pun hasilnya
Coach Adi adalah tipe figur yang tidak bisa netral di mata publik. Saat ONIC menang, ia dipanggil jenius. Saat kalah, namanya ikut trending.
Dan mungkin itu harga yang harus dibayar kalau kamu berdiri di kursi coach tim besar: kerja kamu paling terasa saat orang tidak suka hasil akhirnya, sementara prosesnya hanya dipahami segelintir orang yang ikut di dalam tim.

