fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Judgment – Detektif Rasa Yakuza

Judgment atau yang sebelumnya dikenal sebagai Project Judge merupakan proyek terbaru dari Ryu Ga Gotoku Studio, developer dibalik seri game Yakuza. Pertama kali rilis di Jepang pada Desember 2018, Judgment akhirnya juga hadir untuk pemain di luar Jepang pada 25 Juni 2019 dengan dua pilihan bahasa, Jepang dan Inggris.

Hadir sebagai spin-off dari seri Yakuza, Judgment memakai tema detektif sebagai plot utamanya. Meski begitu, Ryu Ga Gotoku Studio masih menyisipkan gameplay pertarungan jalanan ala Yakuza dan tentunya variasi mini game seru yang tentunya tidak bakal dilewati oleh pemain. Kombinasi tema detektif dengan rasa dari seri Yakuza menjadi daya tarik dari Judgment untuk para penikmat game-game dari Ryu Ga Gotoku Studio.

Takayuki Yagami siap mengungkap kasus besar di Kamurocho.

Lalu apa yang ditawarkan Ryu Ga Gotoku Studio lewat Judgment? Game Fever ID sendiri memang belum menyelesaikan game ini hingga akhir, namun semoga review ini mungkin bisa memberikan pandangan bagi kalian yang memang ingin membeli game-nya. Penasaran? Yuk langsung dibaca ya.

 

Plot

Di Judgment, pemain berperan sebagai Takayuki Yagami, seorang detektif swasta yang memiliki sebuah kantor penyelidikan kecil di Kamurocho. Sebelum menjadi seorang detektif swasta, Yagami merupakan seorang pengacara yang cukup laris. Banyak klien yang meminta bantuan jasa Takayuki untuk membela mereka di persidangan. Tetapi sayangnya karir Takayuki sebagai pengacara harus berhenti. Alasannya karena Takayuki merasa bersalah terhadap orang yang pernah ia bela dari tuduhan pembunuhan justru malah membunuh lagi setelah dinyatakan tidak bersalah.

Karir awal Takayuki Yagami sebagai pengacara.

Di 2018, Kamurocho dikejutkan oleh berita serangkaian pembunuhan dimana tiga anggota Yakuza dari wilayah Kansai menjadi korban dalam rentang tiga bulan. Setelah tiga tahun hanya menyelesaikan kasus biasa, kini Takayuki Yagami dan rekannya yang mantan seorang Yakuza, Masaharu Kaito harus pergi ke sudut-sudut Kamurocho untuk menginvestigasi dan menemukan bukti-bukti demi memecahkan kasus ini.

Mampukah Takayuki Yagami dan Masaharu Kaito memecahkan siapa dalang dari serangkaian pembunuhan anggota kelompok Yakuza di Kamurocho? Sudah dipastikan kalian harus memainkan game-nya demi menjawab pertanyaan ini.

 

Presentasi

Ryu Ga Gotoku Studio masih menggunakan Dragon Engine untuk Judgment, engine yang mereka gunakan juga di Yakuza 6. Pemakaian Dragon Engine pertama kali memang memanjakan mata pemain. Berkat teknologi ini, beberapa tempat familiar menjadi semakin terlihat nyata. Kualitas dari adegan-adegan cutscene juga makin membaik, bahkan terlihat seperti menonton drama. Hal inilah yang membuat pemain semakin nyaman dengan racikan dari Ryu Ga Gotoku Studio ini.

Kamurocho di malam hari.

Di Judgment, Dragon Engine masih menampilkan performa yang cukup baik. Berkat pencahayaan yang apik, Dragon Engine mampu menampilkan Kamurocho yang semakin indah di malam hari lewat dengan lampu neon berwarna-warni, lampu di jalan, lampu lalu lintas hingga bayangan yang disebabkan oleh cahaya lampu di sekitar. Memanjakan mata pemain ketika menjelajahi Kamurocho untuk mencari petunjuk.

Detail karakater di Judgment.

Tidak hanya presentasi untuk keadaan sekitar, desain karakter di Judgment juga bisa dibilang sempurna. Tidak ada peningkatan signifikan memang bila membandingkan desain karakter di Judgment dengan Yakuza 6 atau Kiwami 2. Tetapi itu bukan masalah yang berarti buat para pemain. Dragon Engine sudah melakukan tugasnya dengan baik di Yakuza 6 dan Kiwami 2 untuk masalah desain karakter. Begitupun juga di Judgment. Selama bermain, ekspresi karakter terlihat rapi.

 

Gameplay

Ketika pertama kali diperkenalkan, Judgment memang bisa diprediksi memiliki kemiripan gameplay dengan Yakuza. Namun berkat tema detektif yang diusung, Judgment jadi memiliki elemen baru nan segar dari sisi gameplay. Kalian masih bisa menemukan pertarungan jalanan seperti yang ada di seri Yakuza. Jadi buat kalian yang menyenangi poin ini tidak usah khawatir.

Buat kalian yang pernah memainkan seri Yakuza sebelumnya pasti tidak akan menemukan kesulitan, begitupun buat pemain baru. Tombol kotak untuk serangan biasa dan tombol segitiga untuk serangan kuat masih menjadi kontrol dasar dalam pertarungan. Pemain bisa menggunakan kombinasi dengan kedua tombol tersebut untuk melakukan serangan.

Adegan pertarungan satu lawan satu.

Barang-barang sekitar seperti cone, papan penanda toko hingga sepeda masih bisa pemain gunakan sebagai senjata atau sekedar hancur bila musuh mendarat ke sana. Mekanisme EX Action sebagai finisher juga masih bisa ditemui di Judgment. Bahkan kini lebih bervariasi. Tidak hanya finisher keji dan menyakitkan, kalian juga bisa menemukan finisher yang lucu dan konyol.

 

Elemen Detektif yang Menyenangkan

Bertemakan seorang detektif, Ryu Ga Gotoku Studio pastinya menyiapkan mekanisme permainan yang berbeda dari game-game Yakuza sebelumnya. Di Judgment, pemain harus menemukan bukti, melakukan penyelidikan, baru dapat menghakimi orang. Game Fever ID sendiri sangat menikmati proses ini. Sebagai contoh, ketika mendapatkan tugas untuk mencari bukti di sebuah gedung dan ternyata gedung itu terkunci, pemain bisa menggunakan sebuah drone untuk memantau gedung tersebut demi menemukan jalan masuk. Setibanya di sebuah ruangan, pemain memasuki mode investigasi untuk menemukan sebuah petunjuk di area tersebut.

Mengamati gedung memakai drone.

Ada juga dimana pemain diminta untuk membuntuti NPC untuk mendapatkan informasi atau bukti. Di sini pemain tidak boleh ketahuan oleh NPC tersebut dan jika sudah menimbulkan kecurigaan dari orang yang dibuntuti, pemain bisa bersembunyi dengan memanfaatkan sesuatu di sekitar.

Sebagai seorang detektif, tiap dialog dengan NPC juga bisa menghasilkan sebuah petunjuk. Opsi-opsi dalam sebuah dialog bisa menuntun pemain agar bisa mendapatkan kesimpulan. Jadi bisa dibilang pemain harus selalu memperhatikan tiap detail yang ada di sebuah dialog.

Jujur, terkadang kami menjadi bosan atau meremehkan percakapan. Ujung-ujungnya membuat kami bingung untuk melanjutkan cerita atau kasus. Game ini terbilang jarang menggandeng tangan pemainnya. Kasus sampingan jarang sekali memiliki indikator di peta dan hal ini memaksa pemain untuk mengecek kembali data yang mereka dapatkan untuk mencari orang atau lokasi yang perlu kita tuju.

Dialog di Judgment bisa menuntun pemain mendapatkan bukti.

Kamurocho memang terlihat akrab untuk sebagian pemain, tetapi Ryu Ga Gotoku menyisipkan mekanisme baru di Judgment. Mekanisme tersebut membuat pemain bisa menjalin hubungan pertemanan dengan NPC yang ada. Untuk meningkatkan tali pertemanan dengan NPC, pemain biasanya diminta untuk melakukan sesuatu yang sederhana. Misalnya membantu menangkap rambut palsu milik NPC yang tertiup angin atau menjadi seorang sales untuk membantu memasarkan sebuah produk yang dikelola oleh NPC. Pemain pastinya mendapatkan keuntungan dari hubungan baik dengan NPC ini seperti mendapatkan hadiah sebagai contoh.

Mekanisme friendship bisa memberikan keuntungan dalam permainan.

Hal inilah yang membuat pemain bisa merasakan ada suatu kehidupan di Kamurocho, tidak sekedar jalan-jalan mencari petunjuk dan inilah yang membuat Judgment dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pemain yang sudah akrab dengan Yakuza sebelumnya dan juga pemain baru.

 

Kesimpulan

Hadir sebagai spin-off dan masih satu dunia dari seri Yakuza, membuat Judgment tidak dapat lepas dari pernyataan yang menyebutkan game ini tidak berbeda dengan Yakuza. Tetapi dengan membawa tema detektif, Judgment jadi menawarkan kesegaran baru bagi pemain yang sudah pernah memainkan seri game Yakuza ataupun belum pernah sekalipun.

Membuntuti salah satu terduga.

Dragon Engine masih memperlihatkan kemampuannya dengan baik dengan menampilkan Kamurocho yang semakin hidup hingga desain karakter yang menawan. Meski tidak memperlihatkan peningkatan yang signifikan, Game Fever ID rasa semua ini sudah cukup memuaskan.

Banyak variasi mini game yang bisa dinikmati ketika lelah mencari bukti.

Game Fever ID memang belum menyelesaikannya hingga tamat, tetapi selama permainan yang sudah di angka 20 jam, kami merasakan cerita yang disajikan sangat amat kuat. Bahkan bisa dikatakan cerita yang ditawarkan oleh Judgment sudah sekelas film-film serial televisi yang juga mengangkat tema detektif.

Related posts

[Opini] Patutkah Loot Box Dianggap Sebagai Perjudian?

MongJi

Monster Rancher Bakal Hadir di Switch?

MongJi

[Gamescom 2019] Watch Dog: Legion Perlihatkan Uniknya Kelompok Perlawanan Lewat Trailer Baru

MongJi

Leave a Comment

Leave a review

  • Gameplay
  • Graphics
  • Story