fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Death Stranding – Bukan untuk Semua Kalangan

Setelah pengumuman perdana yang dilakukan oleh Sony dan Kojima beberapa tahun yang lalu, Death Stranding sudah menjadi pusat perhatian gamer di seluruh dunia. Game pertama Kojima setelah keluar dari Konami, Death Stranding selalu menjadi bahan diskusi berkat cerita dan gameplay-nya yang rancu. Bahkan setelah merilis banyak video demo dan trailer menjelang perlisisan, pertanyaan masih menghantui para gamer mengenai tentang apa sebenarnya Death Stranding? Atau bagaimana mereka akan memainkannya nanti?

Setelah menyelesaikan Death Stranding, saya bisa bilang dengan pasti bahwa game ini adalah sebuah inovasi untuk game dengan genre single-player. Inovasi ini memperkenalkan sebuah konsep ambisius yang mengubah bagaimana kita melihat game single player di masa depan nanti. Hal ini juga ditambah dengan cerita yang dirajut oleh Hideo Kojima dengan apik, terus menerus membuat saya penasaran dalam 30-40 jam dalam memainkan game ini.

Namun tidak dapat saya pungkiri, gameplay Death Stranding bisa dibilang tidak cocok untuk semua orang. Alur gameplay game ini berkutat pada Mengantar barang dalam berbagai ukuran, ke segala penjuru yang kebanyakan hanya padang hampa, atau bukit terjal. Sedikit sekali sentuhan aksi di beberapa tempat dan alur cerita dalam game ini.

Banyak yang mungkin berpikir bahwa game ini jelek atau membosankan, tetapi menurut saya itu hal yang lumrah. Game ini tidak “menyenangkan”, untuk orang-orang yang melihat Kojima dan lantas membuat ekspektasi bahwa Death Stranding akan seperti karyanya yang dulu. Tetapi kalau kalian ingin melihat lebih dekat, mekanik permainan dalam game ini memberikan sedikit tantangan yang membuat Death Stranding lebih menarik dari yang kalian kira. Mengatur distribusi berat, mencari keperluan bertahan hidup, memilih rute, semua ini tambah dengan cerita yang sangat bagus, membuat game ini terus menerus menarik saya untuk tetap memainkan game ini.

Story

Cerita dalam Death Stranding berlatar belakang Amerika yang peradabannya diporak-porandakan oleh fenomena yang disebut Death Stranding. Fenomena ini menyatukan dunia kehidupan dan dunia kematian. Para arwah (disebut BT atau Beached Things di dalam game-nya) mulai menyerang orang-orang yang masih hidup. Hal ini ditambah lagi dengan Time Fall, sebuah fenomena hujan di mana semua yang terjebak dalam fenomena cuaca tersebut akan terhisap umurnya. Kedua fenomena tersebut memaksa manusia untuk mengungsi ke bungker bawah tanah.

Setelah Time Fall menghapus semua gedung dan infrastruktur lainnya, umat manusia bergantung kepada ‘Porter’, atau tukang antar. Pekerjaan ini dianggap sebagai satu-satunya cara untuk berkomunikasi atau mendapatkan sumber daya. Porter juga terbilang tidak konsisten kesuksesannya karena keberadaan BT dan Time Fall yang mengakibatkan banyak orang terdampar di bungker mereka.

Para pemain akan berperan sebagai Sam Bridges. Dia adalah seorang porter yang diberikan tugas oleh presiden Amerika Serikat untuk menjelajahi seluruh Amerika dan menyambungkan semua bungker dan tempat penampungan dengan Chiral Network. Chiral Network sendiri adalah sebuah jaringan yang mampu mentransfer benda fisik seperti makanan dan bahan baku ke semua lokasi yang tersambung dengan jaringan tersebut.

(Untuk mencegah spoiler kami tidak akan membahas detail dalam cerita, di luar ringkasan diatas, dan hanya akan membahas pendapat kami mengenai cerita di game ini).

Seperti yang kalian lihat di trailer yang sudah ada, cerita di Death Stranding cukup sulit untuk diikuti. Terutama di awal-awal permainan di mana kita terus-menerus diperkenalkan dengan misteri dan karakter baru. Semuanya hanya akan terungkap di akhir permainannya.

Salah satu tantangan dalam game ini adalah dialognya yang terlampau rumit dan penuh dengan kata-kata serta konsep yang sulit untuk dicerna atau diartikan. Inilah memang membuat cerita di game-nya sulit untuk diikuti, tapi disaat bersamaan semua misteri yang ada tetap membuat saya ingin menjalankan ceritanya.

Game dengan cerita layaknya film seri.

Shuhei Yoshida (ketua SIE) pernah mendeskripsikan Death Stranding sebagai sebuah serial di channel Netflix yang memiliki kualitas tinggi. Saya pun harus setuju dengan pendapat beliau. Death Stranding menggunakan format episodik yang setiap episode berpusat kepada seorang karakter.

Tema dari setiap cerita berkutat pada kehidupan, kematian, dan hubungan antar sesama. Semua ini dikemas dengan naskah yang sangat bagus serta kulitas akting dan suara yang sekaliber dengan bintang-bintang Hollywood. Kualitas animasinya sendiri patut diacungi jempol. Menurut saya, game yang setara kualitas akting dan animasnya saat ini hanya Call of Duty Modern Warfare.

Dibalik kualitas penulisanya, cerita dalam Death Stranding dibentuk untuk langsung diselesaikan secepatnya. Layaknya sebuah seri di Netflix, banyak detail di setiap episode yang terhubung dengan keseluruhan cerita dalam game ini. Semua detail ini sangat mudah dilupakan, terutama apabila kita tidak cepat-cepat melanjutkan cerita.

Saat kalian sudah mulai mencapai titik akhir permainan, akan ada banyak detil yang kalian lupakan. Hal ini membuat ceritanya sulit untuk dicerna. Terlebih lagi, detail-detail ini sering disampaikan via radio yang besar kemungkinan akan terlintas begitu saja di telinga. Apalagi saat kalian sedang mendaki tebing, menyebrangi sungai, atau mengendap-ngendap di perkemahan para bandit.

Secara garis besar, cerita di Death Stranding itu sangat membuat saya penasaran. Walaupun terkadang rancu, naskahnya yang bagus dan kisah-kisahnya yang berkutat pada kehidupan dan kematian telah berhasil di kemas dengan baik.

Perpaduan antara akting, dialog dan animasi menyempurnakan penyampaian cerita untuk game ini. Walaupun begitu, cara game ini menyempaikan ceritanya yang rumit sering kali dipotong oleh gameplay yang akhirnya sering kali membuat misteri di game ini sulit untuk dimengerti.

Bisa dibilang, seakan-akan Kojima membuat cerita yang yang bisa diselesaikan dalam hanya beberapa jam saja. Tapi kemudian memaksa orang-orang yang sedang menikmati ceritanya untuk berhenti menyimak dan memainkan gamenya.

Gameplay

Alur permainan di Death Stranding terbilang simpel. Kalian memilih dan menerima ‘order’ diberbagai bungker atau shelter, mengatur kargo dan peralatan. Kemudian mulai berjalan menuju bungker atau shelter lain. Walaupun begitu, game ini tidak sekedar pilih tugas, ambil barang lalu antar. Kalian harus mengatur berat barang yang kalian bawa, peralatan yang kalian butuhkan dan juga posisi dari barang tersebut.

Barang-barang yang besar bisa dibawa di punggung, sedangkan barang yang kecil bisa dikaitkan di lengan. Ini semua mempengaruhi keseimbangan Sam dalam perjalannya. Belum lagi beberapa barang memiliki spesifikasi khusus seperti tidak boleh dibanting, tidak boleh basah dan masih banyak lagi. Dibalik alurnya yang simpel, game ini memerlukan perencanaan yang baik untuk bisa dimainkan dengan sempurna.

Medan punya pengaruh besar dalam game ini dan ada banyak cara untuk menavigasi berbagai rintangan dalam proses antar-mengantar di dalam permainan. Tali dan tangga bakal jadi peralatan dasar untuk mencapai atau turun dari ketinggian. Pelampung jadi pilihan tepat untuk menyebrangi sungai dengan aman, dan kendaraan jadi solusi baik untuk membawa banyak barang sekaligus.

Terhubung satu sama lainnya

Salah satu fitur yang sangat menarik di game ini adalah terhubungnya semua permainan dengan satu sama lain. Fitur ini membuat semua barang atau peralatan yang dipasang atau disimpan oleh seorang pemain lainnya akan muncul di dunia pemain lain.

Contohnya pemain A menaruh tangga untuk menaiki bukit, maka tangga tersebut akan juga muncul di permainan pemain B. Tidak hanya itu, semua pemain juga bisa berkolaborasi untuk membuat tempat berteduh. Semua pemain cukup berkontribusi dengan menaruh bahan baku sampai gedung tersebut selesai. Game ini memang hanya dibuat single player, tapi Kojima berhasil membuat perjalanan kita lebih mudah berkat kontribusi pemain-pemain sebelumnya.

Medan bukanlah satu-satunya tantangan yang akan dihadapi Sam, masih ada dua tipe rintangan lainnya berupa MULE atau para bandit dan BT( Beached Things). MULE tersebar di dunia Death Stranding. Mereka berusaha untuk mengambil barang yang kalian bawa. Musuh ini bisa kalian hadapi dengan cara normal, dengan pertarungan terbuka atau stealth.

Akan tetapi, A.I dalam game ini cukup pintar. Jadi jangan harap usaha kalian akan mudah. Lain lagi urusannya dengan BT. Monster-monster ini akan kalian temukan di area yang di selimuti Time Fall. Gamenya sendiri akan memperingati kalian saat kalian mendekati area yang didiami oleh BT.

Walaupun begitu, mereka lebih terasa seperti penghalang biasa yang bisa dihindari (kecuali itu bagian dari cerita). Stealth dan peka dengan keadaan sekitar bakal jadi solusi satu-satunya untuk menghindari BT. Bila kalian ketahuan, maka mereka akan menarik Sam ke tanah dan sebuah boss BT akan muncul. Pilihan kalian adalah bertarung atau lari. Jika kalian memtuskan untuk bertarung, mengalahkan boss tersebut akan memberikan Chiral Crystal sebagai hadiah. Item ini bisa digunakan untuk membuat peralatan yang akan digunakan Sam dalam mengantar barang.

BB menjadi prioritas utama Sam

Salah satu aspek penting saat menghadapi BT adalah BB, bayi yang dibawa Sam di dadanya. Bekerja sama dengan Ordradek Scanner di pundaknya, BB membuat Sam mampu melihat BT saat dia diam di tempat. Kalian juga harus menjaga tingkat stres BB yang bisa dipengaruhi saat kalian berjalan atau berenang. Saat kalian melakukan aktifitas-aktifitas tersebut Stress meternya akan terus turun, dan saat habis, kalian tidak akan bisa melihat BT sama sekali, dan BB hanya akan bisa berfungsi kembali saat kalian mendatangi shelter.

Saat kalian melakukan aktifitas-aktifitas tersebut, Stress Meter-nya akan terus turun. Ketika habis, kalian tidak akan bisa melihat BT sama sekali dan BB hanya akan bisa berfungsi kembali saat kalian mendatangi shelter.

Kalau kalian sudah membaca sampai disini, harusnya kalian sudah melihat sendiri bahwa Death Stranding bukan sekedar game simulasi tukang antar barang. Meski game ini bisa dibilang hanya sekedar berpindah dari titik A ke titik B dan kembali ke titik A lagi, semua fitur-fitur yang disisipkan berpadu dengan baik dan membuat game-nya jauh lebih kompleks dan unik.

Presentasi

Seperti yang saya bilang sebelumnya, kualitas grafis dan animasi di Death Stranding bisa dibilang yang terbaik di kelasnya. Bahkan mampu mengalahkan Red Dead Redemption 2. Mimik wajah tiap karakter terlihat akurat dan hidup dan setiap mata terlihat nyaris tidak bisa dibedakan dengan mata manusia asli.

Komitmen untuk detail juga diaplikasikan ke dunia yang kalian jelajahi di gamenya. Selain medannya yang beragam berupa padang rumput yg luas, atau area penuh bebatuan dan tebing, semua fariasi dari segi geografis ini disempurnakan dengan draw distance yang cukup jauh. Hal ini menghasilkan dunia yang tidak hanya unik, tapi juga luas membentang.

Satu hal yang sangat saya sukai saat memainkan game ini adalah betapa optimal Death Stranding, bahkan untuk sebuah review copy. Dalam 40 jam memainkan game ini, saya sama sekali tidak menemukan satu bug apa pun.

Tidak hanya itu, di luar dari loading screen pertama saat kita menyalakan gamenya, game ini tidak memakan banyak waktu untuk me-load dunianya. Ini terbilang jarang kita temui di game zaman sekarang. Banyak game yang tidak seluas dan sedetail Death Strading yang dirilis penuh dengan bug yang menggangu permainan.

Kesimpulan

Cukup sulit untuk mengatakan seberapa banyak saya merasa ‘fun‘ saat memainkan Death Stranding. Bisa dengan jelas saya simpulkan bahwa game ini bukan game untuk semua orang. Permainannya yang lambat dan ceritanya yang rumit kurang cocok untuk banyak orang.

Tapi, secara keseluruhan Death Stranding berhasil menggabungkan semua mekanik-mekaniknya menjadi sebuah pengalaman yang menarik. Karya Hideo Kojima satu ini memang terbilang unik. Walaupun terkadang sulit dimengerti, game ini sangat pantas untuk kalian mainkan. Terkadang ada beberapa hal yang barus terasa manis setelah kita berkomitmen untuk melewati pahitnya terleih dahulu, dan saya mereka Death Stranding adalah salah satunya.

Related posts

Wattam Akhirnya Punya Tanggal Rilis

Aldurrr

Death Stranding Jadi Game PS4 Terlaris Kedua di Inggris Tahun Ini

MongJi

BB Death Stranding Hadir di Days Gone

clauscj

Leave a Comment

Leave a review

  • Overall