fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Days Gone – Tak Ada yang Spesial

Game yang dikembangkan oleh Bend Studio ini baru saja rilis 26 April 2019. Pertama kali dikembangkan pada 2015, Days Gone beberapa kali menunda waktu perilisannya. Awalnya, Days Gone dijadwalkan rilis Februari 2019. Akan tetapi, karena merasa belum maksimal, tanggal perilisan Days Gone pun terpaksa mundur hingga April.

Alasan tersebut membuat para pemain yang sudah sempat mencobanya dalam beberapa kesempatan menaikkan ekspektasi dan menganggap masih ada sesuatu yang kurang dari Days Gone di awal. Lalu, apakah ekspektasi gamer terealisasi?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, tim Game Fever Indonesia pun mencoba memainkan game tersebut. Sebagai catatan, ulasan kali ini merupakan pengalaman kami dalam memainkan Days Gone selama, lebih kurang, 10 jam.

 

Plot

Days Gone bercerita tentang sebuah virus yang menyerang sebagian besar populasi manusia dan membuatnya menjadi tak terkendali. Di tengah kekacauan yang disebabkan virus, Deacon St. John berusaha untuk menyelamatkan diri. Dia ditemani sang istri (Sarah) dan sahabat baiknya (Boozer). Saat Sarah terluka parah, Deek (panggilan untuk Deacon) membawanya ke helikopter penyelamat milik organisasi bernama NERO (National Emergency Response Organization). Berhubung helikopter tersebut cuma bisa menampung dua orang, Deek tidak ikut tim penyelamat san melanjutkan petualangannya bersama Boozer.

Kisah cinta Deacon dan istrinya yang menarik dari cerita di Days Gone

Setelah dua tahun, Deek dan Boozer masih bertahan hidup di tengah-tengah pandemik virus misterius yang menyerang manusia dan mengubah manusia menjadi freakers. Mereka menjelajah kota mati tersebut dan mencari beragam cara untuk terus bertahan.

Di tengah perjalanan, mereka melihat bangkai helikopter yang membawa Sarah di tempat evakuasi. Meski masih belum tahu nasib sang istri, Deek memutuskan untuk terus bertahan hidup dan menjadi seorang drifters dan bounty hunters yang membantu survivor di beragam camp. Petualangan sebenarnya pun dimulai.

 

Presentasi

Dunia yang memesona menjadi syarat utama dan menjadi penilaian awal untuk game open world akhir-akhir ini. Untungnya menurut kami, Bend Studio berhasil mempresentasikannya dengan baik di Days Gone. Detail landmark dan lingkungan alam sekitar “digambar” dengan akurat dan baik. Efek-efek lainnya seperti hujan ataupun angin yang membuat rumput di sekitar bergoyang menjadikan nilai tambahan dari kami pribadi. Apalagi siklus siang dan malam juga terjadi sangat natural. Days Gone pastinya menawarkan sistem tata cahaya cukup akurat untuk merefleksikan waktu yang tengah pemain jalani.

Perpaduan visual pemandangan indah dengan suasana mencekam post apocalypse

Selain alam yang memesona, Bend Studio juga sukses menggambarkan sisi dunia yang gelap akibat kehancuran yang disebabkan oleh serangan Freakers. Selain bisa melihat pemandangan yang indah, kalian sebenarnya bisa melihat hancurnya kota yang porak poranda akibat serangan Freakers di sepanjang permainan. Mulai dari banyaknya mobil hangus dan hancur yang ditinggalkan begitu saja hingga rumah atau bangunan yang kosong dan juga berantakan di sisi jalan. Belum lagi banyaknya mayat manusia ataupun Freakers yang berserakkan atau manusia yang memilih bunuh diri dengan cara gantung diri karena lebih memilih mati menjadi manusia daripada berubah menjadi Freakers. Hal inilah yang membuat yakin bahwa kami memang berada di tengah situasi post apocalypse.

Sayangnya untuk presentasi yang bagus untuk keadaan alam sekitar kurang diimbangi dengan presentasi manusianya. Tidak buruk memang, tapi kami merasakan grafis manusia yang ditawarkan oleh Bend Studio tidak seistimewa presentasi lingkungannya. Kami memang belum mencobanya di PS4 Pro (karena memang belum ada konsolnya), tetapi kami yakin Bend Studio bisa membuat desain manusianya lebih bisa memuaskan.

 

Gameplay

Kalau untuk gameplay, menurut kami tidak ada yang spesial memang dari Days Gone. Kalian masih bisa merasakan gameplay dari game-game open world lainnya di Days Gone yang memang tidak menawarkan banyak hal yang baru di dalamnya. Di permainan pemain bisa menggunakan tiga jenis serangan, mulai dari stealth, jarak dekat (melee) dan jarak jauh (range). Untuk serangan jarak dekat, pemain disediakan berbagai senjata yang bisa dipakai dan bisa hancur jika sering dipakai (ada durability). Untuk stealth, pisau masih menjadi senjata standar yang digunakan dan selalu nempel dengan Deacon sang tokoh utama.

Beragam senjata api memang tersedia dan bisa dipakai oleh pemain. Pemain bisa membawa tiga macam senjata api, senjata utama, senjata side arm dan senjata spesial. Namun lagi-lagi tidak ada hal spesial yang dapat ditawarkan oleh Days Gone.

Pertarungan tangan kosong (melee) di Days Gone

Di Days Gone kalian juga bisa menemukan sistem crafting instan juga masih kalian temukan. Menggunakan sumber daya yang ada seperti botol bir, kepingan barang bekas dan lainnya menjadi barang berguna. Kombinasi botol bir dengan kain dan minyak tanah bisa menjadi bom molotov atau menggabungkan beberapa barang yang untuk membuat senjata melee yang lebih mematikan. Meski tidak ada yang baru, Days Gone memberikan sesuatu yang akan memberikan kemudahan untuk pemain dalam menemukan sumber daya, seperti mobil polisi yang selalu menyediakan item amunisi, mobil ambulans yang menyediakan item penyembuh atau mobil-mobil lainnya yang menyediakan item scrap yang berguna untuk memperbaiki motor yang rusak.

Menu crafting dengan wheel menu.

Sangat disayangkan Bend Studio belum bisa menawarkan hal yang spesial untuk game open world-nya ini.

 

Freakers, Rippers, dan Manusia

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, virus yang menyebar menjadikan sebagian besar populasi manusia berubah menjadi Freakers. Untuk memberikan variasi di dalamnya, para Freakers ini dibagi menjadi beberapa macam kelas dengan kemampuan spesifik. Ada Swarmer yang bergerak secara  individual, Screamer yang akan berteriak dan memanggil Swarmer yang lain jika bertemu pemain atau Newt yang merupakan anak-anak terinfeksi yang bisa berakhir mencuri barang.

Sekumpulan Freakers yang ternyata terbagi kelompoknya.

Di Days Gone, Freakers bukan satu-satunya musuh yang harus dihadapi oleh pemain. Para manusia yang masih hidup pun pada akhirnya membuat faksi sendiri dan mencoba membunuh anda untuk sekedar mengambil barang yang dibawa. Ada lagi Rippers yang merupakan kultus pemuja Freakers dan berusaha hidup menyerupai mereka. Di sepanjang permainan, pemain dapat menyaksikan konfrontasi antara manusia dengan manusia, manusia dengan Freakers hingga Freakers dengan Freakers. Hal yang membuat gameplay terasa menegangkan setiap bertemu dengan mereka semua.

Hal menjual lainnya yang ditawarkan oleh Days Gone adalah Horde, segerombolan Freakers yang sangat amat banyak dan siap menyerang kalian. Pemain memang ditugaskan untuk membersihkan Horde dari sebuah area, yang membuat kami mau tidak mau menghadapi dan membunuh semuanya. Seru dan menegangkan yang mengharuskan kami harus berpikir bagaimana caranya menghabisi Horde tersebut dengan amunisi yang terbatas.

Hordeeeeeeee.

 

Peran Sepeda Motor

Sepeda motor menjadi moda transportasi utama dan satu-satunya di Days Gone. Terlihat simpel memang, tapi yang kami rasakan tidak begitu. Layaknya di dunia nyata, Bend Studio menghadirkan mekanisme yang menarik untuk sepeda motor, yaitu adanya durability dan bahan bakar. Bila kalian sering menabrakan sepeda motor ke pohon, jatuh dari tempat tinggi atau menghajar Freakers dengan menabraknya akan membuat durability-nya berkurang dan membuatnya rusak. Bila sudah rusak total, pemain tidak bisa memakainya sama sekali dan harus memperbaikinya di camp atau di tempat menggunakan scrap yang bisa ditemukan di permainan.

Jangan lupa untuk mengisi bahan bakar.

Mekanisme bahan bakar juga membuat kami harus menghemat atau memprediksi kapan habis. Karena cukup merepotkan bila tiba-tiba bahan bakar habis di tengah jalan, karena kami harus mendorongnya ke pom bensin atau sampai kami menemukan jerigen bahan bakar yang cukup langka dan sulit ditemukan. Belum lagi sistem Fast Travel yang memakan banyak bahan bakar membuat kami harus memastikan bahan bakar cukup untuk pulang.

Tentunya, Bend Studio menyertakan fitur kustomisasi untuk sepeda motor. Pemain bisa meng-upgrade kemampuan sepeda motor dengan mengubah tank bahan bakar ke kapasitas lebih besar, mesin dengan daya yang lebih kuat atau menambahkan nitro agar dapat melaju dengan kencang.

Fitur kostumisasi sepeda motor.

Lagi-lagi, tidak ada yang spesial di fitur ini, namun Bend Studio berusaha memasukkan mekanisme yang cukup membuat kami harus berpikir untuk mengatasi masalah bahan bakar misalnya.

 

Kesimpulan

Memang waktu permainan kami masih sangat jauh dari yang ditawarkan oleh Bend Studio, yakni 30 jam waktu permainan untuk menyelesaikan cerita. Meski memang harus berjuang untuk menyelesaikannya, kami sudah bisa memberikan “sedikit” pengalaman bermain Days Gone. Bend Studio memang tidak banyak memberikan hal baru di dalamnya tetapi apresiasi tetap kami berikan kepada Bend Studio.

Ekseskusi yang bagus namun sayang tak ada yang spesial di Days Gone.

Bukan game yang sempurna, tetapi Days Gone masih bisa menawarkan permainan yang menghibur dan menegangkan. Tampilan visual dan sisi cerita yang menjadi nilai besar dari kami untuk Days Gone, tetapi tidak untuk gameplay-nya yang memang tidak menawarkan hal spesial. Itu yang kami rasakan.

Related posts

[Opini] Patutkah Loot Box Dianggap Sebagai Perjudian?

MongJi

Monster Rancher Bakal Hadir di Switch?

MongJi

[Gamescom 2019] Watch Dog: Legion Perlihatkan Uniknya Kelompok Perlawanan Lewat Trailer Baru

MongJi

Leave a Comment

Leave a review

  • Gameplay
  • Graphics
  • Story