fbpx
GameFever ID
Review

[Review] Call of Duty: Modern Warfare – Franchise Tersukses Diperbaharui

Game ini direview menggunakan PlayStation 4 Pro

Tahun 2007 dunia game First Person Shooter berubah selamanya saat Call of Duty 4: Modern Warfare rilis. Datang dengan tema cerita lebih mendekati jaman sekarang di mana tren game FPS saat itu adalah Perang Dunia II, membuat Call of Duty 4: Modern Warfare saat itu disukai. Belum lagi karakter Captain Price yang sangat ikonik dan tidak terlupakan sebagai NPC di ketiga seri tersebut. Mode multiplayer gaya baru yang seru dan cepat dengan memperkenalkan fitur Killstreak dan Weapon Perks.

Tahun ini Call of Duty: Modern Warfare rilis untuk memperkenalkan ulang franchise tersukses Activision ke generasi baru. Apakah sesuai harapan? Mari kita kupas tuntas.

Jendral Roman Barkov, ketua pasukan Russia yang menginvasi Urzikstan

Single Player Campaign

Di mode story campaign kita mengendalikan 2 karakter utama dan salah satunya adalah Alex. Dia adalah seorang anggota CIA yang ditugaskan untuk menghentikan pengiriman gas beracun dari negara Russia yang telah lama berperang saudara dengan negara fiktif Urzikstan. 24 jam kemudian organisasi teroris Al-Qatala diketuai oleh Omar “The Wolf” Sulaman melakukan aksi bom bunuh diri dan terorisme di kawasan Piccadilly Circus di kota London.

Kyle Garrick (karakter kedua yang kita kendalikan) adalah seorang sersan SAS yang dikirim untuk menahan aksi tersebut dan pada akhirnya dibantu oleh Captain John Price. Seiring alur cerita, Alex dan Kyle akhirnya bertemu dan saling membantu untuk menghentikan pecahnya perang dunia baru. Sebagai reboot dari seri trilogy Modern Warfare sebelumnya, setting cerita kali ini sebelum Call of Duty 4. Di sini kita juga bisa melihat Captain Price terlihat lebih muda dan Task Force 141 pun belum terbentuk.

Para protagonis: Alex, John Price, Kyle Garrick, Farah Karim

Dengan total 14 chapter yang dapat diselesaikan kurang lebih 8 jam, story campaign Modern Warfare membuat kita seperti sedang menonton film Black Hawk Down, Zero Dark Thirty, dan 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi dicampur sekaligus.

Tiap chapter kita harus selalu sigap dari serangan dan jebakan musuh yang tidak dapat ditebak dengan medan perang yang bervariasi. Mulai dari pemandangan padang pasir Urzikstan, kota London yang ramai dengan kendaraan dan pejalan kaki, hingga suasana malam yang membuat kita tidak dapat melihat musuh secara jelas tanpa bantuan flare dan night-vision goggles.

Gameplay tiap chapter pun bervariasi. Ada misi yang mengharuskan kita menggunakan sniper rifle untuk menghentikan pasukan musuh dan juga terdapat kondisi dimana kita harus diam-diam melewati patroli musuh di tengah malam.

Sensasi seperti di medan perang

Salah satu chapter di story campaign

Tiap karakter, senjata, kendaraan dan lingkungan dalam game terlihat sangat detil dan tajam, suara tembakan pun terdengar sangat khas dan unik. Suara ledakan dari berbagai sumber di sekeliling kita bisa membuat gunplay terasa menarik dan seru.

Hal ini dikarenakan Activision menggunakan engine game baru setelah 14 tahun lamanya. Jadi gameplay terasa lebih lancar dan halus. Di sini kita juga bisa melakukan aksi “sliding” yang terinspirasi oleh Apex Legends. Sliding ini cukup berguna saat sedang bermain story campaign dan multiplayer.

Misi tengah malam menggunakan night-vision goggles

Kekurangan setelah menyelesaikan story campaign Modern Warfare adalah intrik cerita yang ditawarkan terasa “kurang berani”. Ok, beberapa chapter terasa cukup mencekam dan membuat kita miris tapi belum bisa menyamakan chapter “No Russian” di Call of Duty: Modern Warfare 2.

Di tengah cerita kita mendapatkan satu chapter yang cukup bagus dan potensial untuk menjadi plot twist. Sayang tidak diteruskan dan dibiarkan menjadi linear begitu saja. Saya masih ingat hingga sekarang plot twist story campaign Call of Duty: Black Ops pertama dengan ending yang cukup mengagetkan. Jadi kesan setelah menamatkan game-nya sangat tidak terlupakan.

John Price dan Kyle Garrick

Multiplayer dan Spec Ops

Call of Duty selalu hadir dengan mode multiplayer setiap rilis. Karena banyak fans terkadang tidak mengikuti/peduli dengan story campaign dan langsung terjun ke mode Player versus Player (PvP). Ditambah setiap tahun selalu ada liga dan turnamen internasional. Untuk multiplayer Call of Duty: Modern Warfare menawarkan beberapa mode seperti:

  • Gunfight: tiap tim terdiri dari 2 orang dan diberikan loadout weapon dan grenade yang sama, setiap 2 ronde akan bertukar posisi, dengan tujuan memenangkan 6 ronde.
  • Quickplay: terdiri dari Team Deathmatch (TDM), Cyber Attack, Domination, Search and Destroy, Headquarters yang memiliki jumlah pemain beragam, antara 6v6 dan 20v20
  • Ground War: mode baru dengan ukuran peta lebih besar, memuat 32v32 dan dapat menggunakan tank dan kendaraan lainnya, tujuannya adalah mengumpulkan point dengan 5 titik yang diperebutkan, mirip dengan mode multiplayer Battlefield.
Suasana gameplay di mode Ground War

Untuk pertama kalinya, Call of Duty: Modern Warfare memiliki fitur cross-platform antara konsol dan PC untuk mode multiplayer-nya. Ini dapat dilihat saat kita sedang matchmaking. Terlihat sebuah ikon antara PS, Xbox dan PC di sebelah kanan nama ID pemain lain yang menandakan dia berasal dari konsol mana.

Activision telah mengumumkan bahwa untuk semua konten multiplayer Modern Warfare yang akan rilis akan langsung dapat dukungan cross-platform juga. Walau menjadi seru karena untuk mencari match menjadi lebih cepat, tapi terkadang terasa tidak adil jika berhadapan dengan lawan dari PC. Alasannya jelas karena respon dan refresh rate mereka jauh lebih cepat dibanding pemain konsol.

Beberapa design map terasa kurang menarik dan memancing para pemain bermain “camping” demi mengejar Killstreak. Apalagi Killstreak sangat membantu jika digunakan dengan tepat agar mempermudah mencapai kemenangan.

Pilihan Killstreaks yang dapat kita gunakan di mode Multiplayer

Kembalinya Spec Ops

Special Ops (Spec Ops) akhirnya kembali lagi setelah sekian lama. Mode ini pertama kali diperkenalkan pada Call of Duty: Modern Warfare 2. Spec Ops ini adalah mode co-operative yang menampung hinggal 4 pemain dalam ukuran peta cukup besar.

Mode ini juga yang memiliki beberapa pilihan: Public Match/Operations, Survival (untuk 1 tahun pertama eksklusif untuk PlayStation 4) dan Classic Spec Ops. Ada enam pilihan role yang dapat dipilih seperti Heavy yang dapat memberikan seluruh tim kalian shield penuh saat diperlukan, Recon dapat menandai para musuh menggunakan drone, atau Medic dapat me-revive seluruh teammate secara bersamaan.

Medic, salah satu dari enam Role yang dapat dipilih di mode Spec Ops

Saat mencoba bersama teman-teman beberapa kali, menurut saya Spec Ops kali ini terasa sangat susah. Musuh spawn tiada henti dari segala arah dan sangat agresif, sehingga kita keseringan kehabisan peluru dan shield. Komposisi pembagian role sangatlah penting di Spec Ops agar kita tidak kewalahan dan sukses menyelesaikannya. Hadiah yang diberikan jika menyelesaikan tiap misi Spec Ops adalah skin Operator yang dapat kita pakai baik di Spec Ops dan Multiplayer.

Salah satu skin Operator yang didapat dari menyelesaikan Spec Ops

Tersedia juga fitur Loadout, di mana kita dapat kustomisasi senjata, perks, granat favorit agar dapat berganti kapan saja saat bermain Multiplayer dan Spec Ops. Untuk membuka senjata dan perks agar makin banyak pilihan kita harus menggunakan senjata tertentu secara terus menerus agar level senjatanya naik.

Untuk mempercepat naik Rank kita diberikan Multiplayer challenge yang berubah setiap 24 jam seperti di Call of Duty: WWII. Hadiah yang diberikan adalah XP yang cukup besar dan kadang ditambah bonus item kosmetik untuk senjata kita seperti skin, charm, reticle dan sticker.

Daily Challenge di mode Multiplayer, berhadiah XP dan item untuk customize weapon

Kesimpulan

Call of Duty: Modern Warfare membuktikan bahwa para fans genre FPS dan Call of Duty kangen akan jenis perang jaman sekarang. Penggemar memang merindukan tema seperti ini setelah beberapa seri lalu fokus ke perang futuristik.

Story campaign Call of Duty: Modern Warfare lumayan singkat sesuai standar seri Call of Duty tapi sangat seru untuk dimainkan ulang dengan difficulty lebih tinggi. Biasanya gameplay yang ditawarkan variatif dan dihibur dengan grafik dan sound yang memukau. Semoga ada seri lanjutan Modern Warfare terbaru ini kedepannya.

Semoga ada penyesuaian untuk mode Multiplayer dan Spec Ops agar semakin nyaman dan nagih untuk dimainkan. Mungkin dengan dikembalikan beberapa map favorit di seri trilogy Modern Warfare sebelumnya atau dari seri Call of Duty lainnya juga.

Tenang, gambar ini tidak memberikan spoiler story campaign

Related posts

Call Of Duty Mobile Kini Telah Di-download Sebanyak 148 Juta Kali

Aldurrr

Neon Circus Grand Prix Hadir di Crash Team Racing

clauscj

Call Of Duty: Modern Warfare Ternyata Tidak Realistik Seperti yang Dikira

Aldurrr

Leave a Comment

Leave a review

  • Gameplay
  • Graphic
  • Story
  • Sound