fbpx
GameFever ID
Preview

[Special TGS 2018] Kesan pertama Sekiro

“Kenapa tetep main kalau gamenya cuma bikin frustasi?” adalah salah satu hal yang saya tanyakan kepada teman saya saat kami didalam satu party dan saya dengar mereka mengeluh saat bermain Dark Souls. “Perasaan yang lo rasain waktu menang lawan boss yang udah lo lawan berulang-ulang selama bberapa hari itu ga ada yang bisa ngalahin” selalu jadi jawaban yang mereka berikan kepada saya. Sebagai pemain Monster Hunter saya cukup mengerti perasaan itu, tapi terasa sekali perbedaannya saat mereka menghela napas lega mengalahkan Lothric atau boss apapun di dalam game itu. kejadian-kejadian kecil ini cukup sering, terutama saat game-game buatan from software baru keluar.

Saat kami menerima undangan untuk mencoba Sekiro di TGS kemarin, pandangan saya sedikit berubah. Game-game yang menantang biasanya saya hindari, buat apa beli game yang tidak “bisa” saya selesaikan, dan mungkin banyak juga orang berpikiran sama. Tapi, setelah memainkan demo Sekiro kemarin, alih-alih frustasi saya malah makin penasaran.

Mungkin terdengar aneh mengingat rata-rate game besutan director Hidetaka Miyazaki ini memang terkenal Burtal, tapi kecepatan gerakan yang saya rasakan, grappling hook, stealth kill dan combat gameplay yang saya coba saat mencoba memainkan game ini membuat saya yakin kalau game ini lebih dari sekedar game “sulit” buatan From Software.

“Option” nampaknya menjadi fokus utama dalam pembuatan game ini. Saat kami memulai demo yang kami coba, kami diperlihatkan area yang terlihat seperti kastil Jepang kuno. Patroli musuh bergerak dibawah kita menuju pintu yang dijaga oleh 2 musuh. Kami lantas di berikan pentunjuk untuk menggunakan Grappling hook untuk bergerak ke atap beberapa gedung. Pergerakan vertikal ini nampaknya akan manjadi salah satu pilihan yang bisa kita ambil dalam Sekiro. Alih-alih langsung turun ke jalan dan menyerang semua musuh dari darat, Kita bisa memilih untuk mengamati pergerakan musuh dan menyerang secara tiba-tiba dari ketinggian.

Kalian tentu saja bisa menyerang musuh langsung dari darat a la Dark Souls atau Bloodborne, tapi fakta bahwa kita diberikan pilihan untuk mengalahkan musuh dengan cara lain makin membuktikan bahwa From Software akan memberikan pemainnya lebih cara untuk menyelesaikan masalah dalam game ini. Dalam 15 menit yang di berikan kami juga mencoba untuk mengalahkan musuh dengan cara biasa, tapi game ini malah menjadi lebih sulit semakin jauh kami memainkannya. Musuh akan menyerang bersamaan, dan fakta kalau kami mengalami kesulitan saat menghadapi 1 musuh membuktikan bahwa game ini mungkin terlalu sulit untuk di selesaikan dengan cara yang sama dengan Dark Souls or Bloodborne.

Tak lama setelah mengalahkan musuh yang menjaga pintu, kami bertemu dengan “Mid-Boss” pertama kami. Samurai bezirah merah dengan pedang yang besar. Dalam pertarungan ini mulai terasa kesulitan dan brutalitas yang khas dengan game-game buatan From software. Kami juga mulai benar-benar menyadari beberapa elemen penting yang mulai bermunculan dalam pertarungan di game ini yang tidak kami sadari dari sekedar melakukan Stealth kill. Musuh dah karakter kita sendiri memiliki Bar yang terus terisi  disaat melakuakan serangan atau menangkis.(kami menyebutnya stamina bar) dan Kami terus menyerang musuh untuk memenuhi stamina bar tersebut. Saat kami berhasil memenuhi stamina bar mid-boss, sebuah tanda muncul dan karakter kami melakukan serangan finisher yang brutal dan penuh darah. kami berpikir, “Oke, musuh berikutnya”, tepat sebelum kami melanjutkan perjalanan, samurai itu bangkit dan mulai menyerang kembali. serangan tiba-tiba ini akhirnya membawa kami kembali ke awal.

bisa di bilang kami stuck di pertarungan melawan samurai itu. usaha kami tidak membuahkan hasil, bahkan setelah kami “bangun” 1 kali lagi setelah mati. Miyazaki tidak bohong saat dia bilang “Shadows Die Twice”, itu adalah pil pahit yang kami telan setelah mati kedua kalinya, berkali-kali.

walaupun game ini sulit, pandangan saya tentang game ini berubah. stealth dan combat mechanicnya yang jauh berbeda dari game-game From software sebelumnya memberikan lebih banyak kekuatan kepada para pemainnya. Kemampuan untuk “bangun” kembali di tengah pertempiuran setelah dikalahkan sekali memberikan angin segar kedalam genre yang terkenal menantang ini. Demo yang saya coba membuat saya semakin yakin, saya bisa main Sekiro nanti, saya bisa menyelesaikan Sekiro nanti.

 

Leave a Comment