fbpx
GameFever ID
News Review

[TGS 2019] Impresi Pertama Final Fantasy VII Remake – Lelah yang Terbayarkan

2015 adalah tahun yang begitu menggembirakan bagi saya dimana ada sebuah pengumuman yang mengejutkan. Square Enix mengumumkan bahwa mereka akan membuat ulang kembali salah satu seri Final Fantasy terbaik dan favorit bagi saya. Yup! Final Fantasy VII. Saat menampilkan visualnya saja sudah membuat saya heboh dan sudah tak sabar menantikan pengumuman selanjutnya.

Antrian penuh booth Final Fantasy VII Remake di TGS 2019

Penyematan kata “remake” memang bukan sebatas format pembaharuan di sisi perbaikan grafis, melainkan hingga ke dalam mekanisme gameplay. Untuk para fanboy fanatik mungkin akan ada keresahan di sini karena Final Fantasy VII Remake tidak lagi mengadaptasi format JRPG klasik tetapi menggunakan sistem action RPG seperti kebanyakan game modern saat ini.

Di Tokyo Game Show 2019, GameFever ID mendapatkan kesempatan baik untuk mencoba demo Final Fantasy VII Remake. Memang demo yang saya mainkan di sana sama dengan demo yang mereka perlihatkan di E3 2019. Tetapi yang pasti akhirnya saya dapat mencoba langsung perubahan yang dipersembahkan oleh Square Enix untuk seri Final Fantasy favorit saya.

Perpaduan RPG turn-based dengan action RPG yang ciamik.

Sesampainya di depan booth Final Fantasy VII Remake, saya sempat terkejut bagaimana antusiasnya para pemain yang ingin sekali mencobai demo-nya. Antrian panjang tak bisa dihindari. Baik pria, wanita, muda hingga tua menandakan seri Final Fantasy VII mempunyai daya tarik tersendiri.

Action RPG di Final Fantasy VII Remake yang masih ada elemen RPG di dalamnya

Sesampainya di depan monitor, saya sudah merinding karena antusias diri yang meluap. Padahal ini baru sekedar demo dan belum menjadi versi akhir. Permainan versi demo ini dimulai dengan aksi Cloud dan Berret ketika menjalani misi penyusupan ke reaktor Mako. Misi ini nampaknya akan menjadi sesi tutorial dari Final Fantasy VII Remake. Di sini saya mulai mempelajari mekanisme permainan. Saya merasakan sedikit kesulitan karena demo yang saya mainkan hanya tersedia dalam bahasa Jepang.

Final Fantasy VII Remake memang bukan lagi menjadi game RPG ala turn based yang memaksa karakter menyerang bergantian. Jujur, perubahan menjadi game action RPG adalah poin utama saya ketika Final Fantasy VII Remake pertama kali diperlihatkan. Bagaimana ayunan pedang Cloud yang real time tanpa menunggu giliran menjadi daya tarik bagi saya pribadi. Namun setelah saya mencobanya langsung, elemen ala RPG turn-based masih bisa dirasakan di Final Fantasy VII Remake.

Tidak hanya dapat menyerang langsung, pemain juga bisa memberi perintah karakter lainnya tanpa mengganti kendali ke karakter satunya. Misalnya saat mengendalikan Cloud secara penuh, saya masih bisa memberikan perintah ke Barret yang dikendalikan oleh sistem untuk melakukan sesuatu. Seperti mengakses Item, Ability, atau Magic. Begitu pun sebaliknya.

Meski kini merubah format ke action RPG, Square Enix masih menyisipkan sedikit elemen RPG ke Final Fantasy VII Remake. Perpaduan inilah yang kelihatannya akan membuat mekanisme pertarungan Final Fantasy VII Remake ke depannya akan lebih kaya lagi.

Hadirnya sistem lama dengan format baru.


Square Enix sudah memasikan hadirnya kembali sistem Active Time Battle atau ATB. Di versi aslinya, bar yang jika terisi penuh akan memungkinkan pemain untuk memilih dan mengambil aksi tertentu. Bagi game  action RPG, sistem ini tentu tidak lagi cocok. 

Hadirnya kembali sistem ATB di Final Fantasy VII Remake

Meski begitu Square Enix meracik sistem sedemikian rupa dan tetap membawa sistem ini ke versi Remake sehingga menjadii pas. Kini  ATB berfungsi untuk mengakses Ability tiap karakter yang ada. Beberapa Ability bahkan ada yang membutuhkan lebih dari 1 bar ATB dan biasanya diposisikan sebagai jenis serangan yang lebih efektif dan kuat. 

Ada lagi sistem Staggering yang kembali hadir di Final Fantasy VII Remake. Buat kalian yang main Final Fantasy XIII dulu pasti tidak asing dengan mekanik Staggering. Mekanik ini memungkinkan pemain untuk mendaratkan serangan dengan damage yang sangat besar. 

Mekanik ini ditandai oleh sebuah bar kecil dan tipis di bawah HP musuh. Bar ini bisa terisi penuh dengan cepat apabila pemain dapat menemukan atau menyerang musuh sesuai dengan kelemahan terbesar mereka. Ketika bar itu penuh, musuh bisa masuk ke dalam kondisi Stagger dan serangan yang didaratkan ke musuh damage-nya bisa sangat besar.

Kesimpulan

Final Fantasy VII Remake masih layak untuk diantisipasi kehadirannya di 2020 mendatang.

Saya memang bukanlah fanboy atau penggemar garis keras dari Final Fantasy VII. Jadi saya rasa tidak perlu membahas secara rinci mengenai Final Fantasy VII Remake. Apalagi versi demo yang saya coba dan bukan versi finalnya. 

Dari demo ini saya merasa Square Enix ingin melebur elemen-elemen yang pernah ada seri-seri Final Fantasy sebelumnya. Seperti action RPG ala Final Fantasy X dan mekanik Staggering yang juga pernah ada di Final Fantasy XIII. Di sisi gameplay inilah meski ada ragam mekanisme baru, Square Enix masih mempertahankan elemen lama yang coba diracik kembali agar pas ke action RPG.

Apakah Final Fantasy VII Remake patut diantisipasi? Jelas iya. Saya rasa tidak ada hal yang dikhawatirkan dari Final Fantasy VII Remake meski ada banyak perubahan di dalamnya. Ada elemen lama yang dipadu padankan sedemikan rupa agar tidak merusak esensi dari Final Fantasy VII Remake itu sendiri.

Meski jauh dari versi finalnya, akhirnya lelah saya terbayarkan ketika selesai memainkan demo-nya kemarin di Tokyo Game Show 2019. Rasa penasaran saya sedikit terobati dengan tambahan antusias lebih pastinya. Apalagi Square Enix juga melemparkan video gameplay terbaru Final Fantasy VII Remake di Tokyo Game Show 2019 yang memperlihatkan sistem summon.

Final Fantasy VII Remake baru akan dirilis pada 3 Maret 2020 untuk PlayStation 4.

Related posts

Tak Selalu Berhasil, 5 Inovasi Nintendo Ini Justru Tak Laku di Pasaran

MongJi

[Review] Plants vs. Zombies: Battle for Neighborville – Perang Besar Tiada Akhir

MongJi

Tanpa Loot Box, Call of Duty: Modern Warfare Bakal Terapkan Battle Pass

MongJi

Leave a Comment