GameFever ID
Preview Articles

Kesan Pertama Anthem – Bagus, Tapi

Bagus… Tapi…

First Impression ini ditulis berdasarkan pengalaman saya bermain selama kurang lebih jam.

Anthem, game buatan Electronic Arts yang cukup trending di dunia game beberapa hari ini. Game yang disebut-sebut sebagai pesaing berat seri Destiny ini punya beberapa hal yang perlu dibicarakan. Bagi yang mungkin tidak tahu, Anthem ini menceritakan bagaimana koloni manusia berhasil menemukan energi baru yang nantinya akan digunakan untuk kelangsungan hidup manusia. Bisa dibilang cerita ini mirip dengan cerita-cerita seperti seri Doom. Dan layaknya cerita fiktif, ada dua sisi yang memperebutkan energi ini.

Pemain akan bermain sebagai seorang Freelancers yang merupakan tokoh Protagonis. Pemain menjadi seorang pilot robot yang dinamakan Javelin. Setelah kalian mencapai titik tertentu kalian akan di berikan pilihan untuk memilih 1 dari 4 Javelin Class yaitu: Interceptor, Ranger, Storm, Colossus (untuk detil lengkapnya akan saya berikan di Full Review). 

Ada beberapa orang beranggapan bahwa game ini “menyontek” seri Destiny. Jawabannya adalah ya, tapi dari beberapa sisi saja. Seperti adanya kemiripan dalam eksplorasi suatu tempat dan juga adanya Public Event. Public Event merupakan aktifitas yang bisa kalian temui apabila kalian sedang Free Roaming untuk mengumpulkan bahan-bahan untuk crafting. Mirip dengan game-game lainnya, di Anthem kalian juga akan menemukan Item Rarity untuk setiap senjata maupun senjata tambahan yang kalian temui. Dan sama juga seperti game lainnya, item dengan rarity Legendary sangat sulit untuk didapatkan. Saya yakin sekali update game ini nantinya akan menambahkan misi atau dungeon dimana pemain bisa mendapatkan senjata atau baju khusus tertentu yang bisa didapatkan apabila mennyelesaikan misi tersebut.

Di Anthem, kalian tidak bisa langsung  mengakses senjata ataupun item lainnya saat kalian sedang dalam mode Free Roaming. Jadi mau tidak mau, semua senjata yang kalian kumpulkan selama permainan, baru bisa kalian akses ketika kalian sudah memilih untuk mengunjungi The Forge. The Forge merupakan menu dimana pemain bisa mengganti Javelin yang mereka gunakan, senjata, dan juga senjata tambahan. Jujur ini menjadi hal yang kurang mengenakan untuk saya pribadi. Karena mau tidak mau kalian harus masuk ke The Forge tadi yang dimana kalian harus meninggalkan kegiatan Free Roaming kalian.

Saya memainkan game ini menggunakan platform komputer dan bisa dibilang komputer saya pribadi masuk dalam kategori Medium. Tapi untuk bisa menjaga FPS tetap di angka 60 cukup sulit karena bisa dibilang game ini membutuhkan hardware yang cukup tinggi. Selain itu, pilihan antara melakukan misi ataupun kembali ke kota juga akan sangat memakan waktu kalian apabila kalian menggunakan komputer dengan hardware yang berada di sepsifikasi low. Karena saya sering kali menemukan beberapa bagian dalam game ini lama dalam merender beberapa objek.

Dengan kesimpulan sebagai berikut:

  • Kalian suka dengan robot keren yang bisa terbang layaknya Iron Man?
  • Kalian suka dengan cerita science fiction dimana manusia menjelajahi teknologi baru?
  • Kalian suka bermain game open world?
  • Kalian suka dengan game Destiny?

Maka game ini cocok untuk kalian coba. Walaupun memerlukan hardware komputer yang cukup tinggi. Dan dipastikan kalian akan merasa bias terhadap beberapa hal. Tapi apabila kalian tidak begitu tertarik dengan cerita yang dimana kalian akan mengerti saat di tengah-tengah permainan, mode 3rd person shooter, dan juga terlalu berat untuk komputer, game ini tidak untuk kalian.

 

Related posts

The Sims 4 Sekarang Gratis!

MongJi

Cara Sukses Melaju Di Medan Perang Dengan Octane – Apex Legend Guide

Aldo G. Sutanto

Update Terbaru Anthem, Meningkatkan Drop Loot Grandmaster

Bartholomew

1 comment

Leave a Comment