GameFever ID
Preview

Kesan Pertama The Division 2 Private Beta – Lebih Taktikal dan Bullet Spongy.

Jika dulu sudah pernah main The Division dan sempat trauma dengan Dark Zone atau betapa buggy hingga game-nya yang gak balance, mungkin kalian gak penasaran sama yang namanya The Division 2. Oke! Buat yang mungkin sedikit penasaran, gw sendiri kurang lebih ngerti kenapa banyak yang menganggap The Division itu bakal sulit untuk jadi game yang bagus. Selain launch yang super buggy, game yang sudah sangat diantisipasi oleh para pemainnya ini ternyata hal yang menjadi momok menakutkan dari semua game console rasa MMO, yaitu sepinya konten yang ditawarkan. Tetapi, bukan berarti Massive lantas meninggalkan The Division begitu saja. Massive akhirnya berhasil memperbaiki The Division sebagai mana mestinya dulu dengan menghadirkan banyak major update.  Hadirnya lebih banyak konten ini, The Division bisa dibilang mendapatkan epic comeback. Apakah The Division 2 akan bernasib sama?

Massive belum lama ini meluncurkan demo terbatas untuk para pemain yang sudah melakukan pre order The Division 2, dan kita di Game Fever ID tentu saja gak mau ketinggalan. Gw sendiri bisa di bilang orang yang sempat pergi dari The Division, dan kembali lagi di update 1.8. Di update terbaru tersebut gw merasakan The Division sebagaimana mestinya. Dan jujur, gw merasa Massive telah bekerja dengan baik untuk The Divison 2. Tentu saja, private beta ini bukan tanpa masalah. Karakter butuh waktu lumayan lama untuk melakukan render, dan beberapa bug lain yang normal dalam game yang masih dalam masa beta.

Story

Untuk kalian yang mungkin tidak begitu familiar dengan The Division, game ini adalah open world third person shooter looter atau kalau mau disamakan dengan game lain seperti Diablo dengan pistol. Kita bermain sebagai agen SHD (Strategy Homeland Division) atau lebih sering di singkat The Division. Kelompok ini mempunyai tujuan untuk mengembalikan Amerika Serikat setelah di hancurkan oleh serangan bioterorisme yang melepaskan virus bernama Green Poison yang membunuh jutaan dan melumpuhkan New York dan sekarang  Washington D.C. Latar belakangnya lumayan simple. Sebagai agen kita di tugaskan untuk membantu orang-orang yang selamat dari wabah tersebut dan mengembalikan fungsi pemerintahan negara Amerika Serikat. Tidak banyak berubah dari segi plot, namun sekarang alih-alih mengejar Aaron Keener seperti di The Division, kita nampaknya akan berhadapan dengan Black Tusk, organisasi rahasia yang bersenjatakan teknologi canggih yang mampu menyaingi agen SHD.

Gameplay

Inti dari gameplay The Division tidak banyak berubah. Kita masih harus pintar mengatur posisi, kita juga masih diberikan akses ke gadget-gadget canggih yang bisa kita gunakan untuk membasmi musuh-musuh amerika. tapi inti terutamanya masih sama, yaitu ngumpulin loot. Min-max masih jadi fokus kita, dan untuk kalian yang demen banget sama game looter kaya Diablo, seri ini bisa jadi pengganti yang bagus selagi nunggu Diablo Immortal. HEH.

Selaku sequel, tentu saja ada yang diubah oleh Massive. paling terutama dengan adanya sistem specialization. setiap karakter bisa memilih 3 tipe specialization.

Dimulai dengan memilih satu, dan meng-unlock yang lain setelahnya. Setiap specialization memberikan 1 senjata yang unik untuk kelas tersebut. Subclassing ini juga mengubah akses ke beberapa gadget dan granat yang bisa kalian pakai. Tiap specialization membawa playstyle taktikal yang sedikit berbeda dengan satu sama lain.

Tidak hanya itu saja yang berubah, semua senjata juga terasa lebih berguna dibandingkan dengan The Divison 1. Shotgun benar-benar terasa kuat dari jarak dekat dan sniper terasa sangat memuaskan saat kena kepala musuh. Semua senjata secara umum terasa lebih kuat bila di bandingkan dengan The Division 1. Armor punya andil besar di The divison 2. Selain jadi pelindung kalian satu-satunya, armor tidak bisa di-replenish kecuali memakai armor kit. Prosesnya juga tidak instant. Ini membuat gameplay-nya terasa lebih taktis karena kita harus pintar menjaga armor kita setiap saat karena butuh waktu untuk benar-benar memulihkan armor.

PvP?

PvP bisa dibilang salah satu fitur yang cukup kontroversial di The Division. Dark Zone di the Division 1 bisa dibilang berhasil dirusak oleh pemain toxic dan cheater. Dark Zone The Division 2 nampaknya akan mendapatkan perubahan yang cukup signifikan. Selain mengurangi 24 pemain dalam satu area menjadi 12, sekarang ada 3 jenis darkzone dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Kekuatan para pemain d dalam Dark Zone juga di normalize, jadi tidak ada yang pemain toxic solo yang cukup kuat untuk merusak pemainan setiap orang.

Tidak hanya itu, Conflict, arena PVP dari The Division 1 juga ikut di implementasikan untuk The Division 2. Conflict terasa lebih taktis dari sebelumnya. Musuh akan mati lebih cepat, apabila armor-nya telah hancur, dan cover akhirnya benar-benar berguna. Strategi “Rush B” bukan pilihan bagus disetiap saat sekarang.

Conclusion

Saya merasa Private Beta ini, kurang lebih berpotensi untuk jadi kontender kuat untuk Anthem dan Destiny 2 nanti. Perubahan yang di lakukan pada core system-nya akhirnya benar benar memberikan gameplay taktikal yang selama ini dijanjikan. Specialization memberikan hal baru dalam setiap pertempuran, kemampuan untuk menggunakan senjata special memberikan kesan komplit saat kita mainkan. tapi sayangnya masih banyak musuh yang terasa bullet spongy. Kalau kalian sudah sempat memainkan The Division 1 dan puas dengan update 1.8, kalian sudah pasti akan menikmati The Divison 2, tapi untuk kalian yang baaru pertama kali, mungkin ada baiknya menunggu review lebih lanjut sebelum memutuskan.

Related posts

Sony Ungkap Jadwal Rilis MediEvil

MongJi

5 Game Konsol Ini Asyik Banget Jadi Teman Menunggu Buka Puasa

MongJi

Ubisoft Resmi Perkenalkan Ghost Recon: Breakpoint

MongJi

Leave a Comment